Forum Positif

Belajar berbagi hal-hal positif

Pemilihan Busana (Busana Sekolah, Kuliah, Kerja, Pesta, Olah Raga, Santai)

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 26, 2009

Dalam berbusana kita perlu menyesuaikan busana dengan bentuk tubuh, warna kulit, kepribadian, jenis kelamin dan lain sebagainya.

Kesalahan dalam memilih busana akan berakibat fatal bagi sipemakai, karena busana yang semula diharapkan dapat mempercantik diri dan dapat menutupi kekurangan tidak terwujud, bahkan kadang-kadang kekurangan tersebut terlihat semakin menonjol.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, dalam memilih busana ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, baik faktor individu maupun faktor lingkungan. Adapun yang menyangkut faktor individu seperti : bentuk tubuh, umur, warna kulit, jenis kelamin dan kepribadian. Sedangkan yang menyangkut faktor lingkungan adalah : waktu, kesempatan dan perkembangan mode. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut :

1. Pemilihan Busana berdasar Faktor individu…..

2. Faktor Lingkungan

Dalam memilih busana, perlu dipertimbangkan keserasian dengan lingkungan, baik lingkungan masyarakat tempat tinggal, maupun lingkungan tempat bekerja. Faktor lingkungan ini sangat besar sekali pengaruhnya dengan kehidupan kita sehari-hari, untuk itu kita senantiasa berusaha agar selalu diterima oleh lingkungan, antara lain dengan memakai busana yang serasi. Untuk menciptakan busana yang serasi banyak faktor yang harus diperhatikan, tetapi keserasian berbusana yang berkaitan dengan lingkungan adalah sebagai berikut:

a. Waktu

Berbusana mengingat waktu berarti memperhitungkan pengaruh sinar mata hari. Keadaan pada waktu-waktu tertentu membawakan suasana yang berbeda-beda. Di pagi hari udara sejuk suasana tenang, di siang hari udara panas suasana sibuk, di malam hari udara dingin suasana tenang.

Suasana inilah yang mungkin harus dijadikan dasar pertimbangan dalam pemilihan busana. Misalnya busana untuk siang hari, warna-warna yang panas atau menyolok haruslah dihindari, agar tidak mengganggu orang yang melihatnya.

Dengan kata lain tidak semua busana dapat dipakai untuk setiap waktu dan semua kesempatan, karena kesempatan yang berbeda menuntut pula jenis busana yang berlainan. Jadi setiap individu tidak hanya dapat memiliki satu atau dua jenis busana saja, tetapi harus disesuaikan dengan aktifitas masing-masing mereka. Semakin banyak kegiatan seseorang, maka beraneka ragam pulalah busana yang dibutuhkan, karena keadaan pada waktu tertentu membawakan suasana yang berbeda-beda sesuai dengan waktu dan kesempatan masing-masing, baik di rumah, dikantor, disekolah, dilapangan olah raga, berpesta dan lain sebagainya.

b. Kesempatan

Berbusana menurut kesempatan berarti kita harus menyesuaikan busana yang dipakai dengan tempat ke mana busana tersebut akan kita bawa, karena setiap kesempatan menuntut jenis busana yang berbeda, baik dari segidesain, bahan maupun warna dari busana tersebut.

Berbusana menurut kesempatan berarti kita harus menyesuaikan busana yang dipakai dengan tempat kemana busana tersebut akan kita pakai, karena setiap kesempatan menuntut jenis busana yang berbeda, baik dari segidesain, bahan, maupun warna dari busana tersebut. Berikut ini dapat kita lihat pengelompokan busana menurut kesempatan antara lain :

1). Busana Sekolah

Desain busana sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), ditentukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk pria terdiri dari celana dan blus dengan kerah kemeja, untuk wanita rok lipit searah untuk SD, rok dengan dua lipit hadap pada bagian muka, rok dengan satu lipit hadap pada tengah muka untuk SLTA. Warna merah tua untuk SD, warna biru untuk SLTP, dan warna abu-abu untuk SLTA. Ada kalanya model dan warna busana sekolah ditentukan sendiri oleh pihak sekolah masing-masing.

2). Busana Kuliah

Desain busana untuk mahasiswa/si adalah bebas. Namun kebanyakan dari mereka memilih rok dan blus atau kemeja dan celana. Hal ini disebabkan karena rok, blus dan kemeja, celana dalam pemakaiannya dapat diselang-selingi, maksudnya: dengan memiliki dua lembar rok atau celana pemakaiannya dapat divariasikan dengan tetap memperhatikan keserasiannya.

3). Pemilihan Busana Kerja….


4). Pemilihan Busana Pesta….

5). Busana Olah Raga

Busana olahraga adalah busana yang dipakai untuk melakukan olahraga. Desain busana olahraga disesuaikan dengan jenis olahraganya. Setiap cabang olahraga mempunyai jenis busana khusus dengan model yang berbeda pula. Untuk olahraga volly dan bola kaki biasanya terdiri dari blus kaus dan celana pendek dengan model tertentu, begitu juga untuk busana renang didisain dengan model yang melekat dibadan dan garis leher yang lebih terbuka. Busana renang biasanya dilengkapi dengan kimono yang berfungsi untuk menutupi tubuh jika berada di luar kolam renang. Begitu juga untuk olahraga sepak takrau, tenis meja dan lain sebagainya, masing-masing menuntut pula suatu bentuk busana yang khusus. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih busana olahraga antara lain :

a). Pilihlah bahan busana yang elastis

b). Pilihlah bahan yang mengisap keringat

c) Pilihlah model busana yang sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan.

6). Pemilihan Busana Santai….

.

Ditulis dalam Busana Muslim, Desain Busana | Bertanda: | Leave a Comment »

Konsep Dasar Menghias Busana

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 25, 2009

Menghias dalam Bahasa Inggris berasal dari kata “to decorate” yang berarti menghias atau memperindah. Dalam busana menghias berarti menghias atau memperindah segala sesuatu yang dipakai oleh manusia baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keperluan rumah tangga. Benda yang dipakai untuk diri sendiri antara lain blus, rok, celana, tas, topi dan lain-lain, sedangkan untuk keperluan rumah tangga diantaranya yaitu taplak meja, bed cover, bantal kursi, gorden dan lain-lain.

Ditinjau dari tekniknya, menghias kain dibedakan atas 2 macam yaitu

1) menghias permukaan bahan yang sudah ada dengan bermacammacam tusuk hias baik yang menggunakan tangan maupun dengan menggunakan mesin dan

2) dengan cara membuat bahan baru yang berfungsi untuk hiasan benda. Menghias permukaan kain atau bahan yaitu berupa aneka teknik hias seperti sulaman, lekapan, mengubah corak, smock, kruisteek, terawang dan metelase. Sedangkan membuat bahan baru yaitu berupa membuat kaitan, rajutan, frivolite, macrame dan sambungan perca. Yang akan dibahas pada bab ini hanyalah menghias busana dengan cara menghias permukaan bahan atau busana dengan beberapa teknik hias.

Sebelum kita membuat hiasan pada suatu benda atau busana baik dengan cara menghias kain maupun dengan membuat bahan baru, terlebih dahulu kita perlu membuat suatu rencana tentang hiasan yang akan dibuat yang disebut dengan desain hiasan busana.

Ditulis dalam Desain Busana, Desain Busana Muslim | Leave a Comment »

Cinderella

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 25, 2009

Once upon a time, there lived an unhappy young girl. She was unhappy because her mother was dead, and her father had married another woman, a widow with two daughters. Her stepmother didn’t like her. All the nice things, kind thoughts and loving touches were for her own daughters. Not just the kind thoughts and love, but also dresses, shoes, delicious food, comfy beds, as well as every home comfort. All this was laid on for her daughters. For the poor unhappy girl, there was nothing at all. No dresses, only her stepsisters’ hand-me-downs. No lovely dishes, nothing but scraps. No nice rests and comfort. For she had to work hard all day, and only when evening came was she allowed to sit for a while by the   re, near the cinders. That is how she got her nickname, for everybody called her Cinderella. Cinderella used to spend long hours all alone talking to the cat. The cat said,

“Meow”, which really meant, “Cheer up! You have something neither of your stepsisters have and that is beauty.”

It was quite true. Cinderella, even dressed in rags with a dusty gray face from the cinders, she was a lovely girl. While her stepsisters, no matter how splendid and elegant their clothes, were still clumsy, lumpy and ugly and always would be.

One day, beautiful new dresses arrived at the house. A ball was to be held at Court and the stepsisters were getting ready to go to it. Cinderella, didn’t even dare ask, “What about me?” for she knew very well what the answer to that would be:

“You? My dear girl, you’re staying at home to wash the dishes, scrub the   oors and turn down the beds for your stepsisters. They will come home tired and very sleepy.” Cinderella sighed at the cat.

“Oh dear, I’m so unhappy!” and the cat murmured “Meow”.

Suddenly something amazing happened. In the kitchen, where Cinderella was sitting all by herself, there was a burst of light and a fairy appeared.

“Don’t be alarmed, Cinderella,” said the fairy. “The wind blew me your sighs. I know you would love to go to the ball. And so you shall!”

“How can I, dressed in rags?” Cinderella replied. “The servants will turn me away!” The fairy smiled. With a   ick of her magic wand, Cinderella found herself wearing the most beautiful dress, the loveliest ever seen in the realm.

“Now that we have settled the matter of the dress,” said the fairy, “we’ll need to get you a cart. A real lady would never go to a ball on foot!” “Quick! Get me a pumpkin!” she ordered.

“Oh of course,” said Cinderella, rushing away. Then the fairy turned to the cat.

“You, bring me seven mice!”

“Seven mice!” said the cat. “I didn’t know fairies ate mice too!”

“They’re not for eating, silly! Do as you are told! And, remember they must be alive!”

Cinderella soon returned with a   ne pumpkin and the cat with seven mice he had caught in the cellar.

“Good!” exclaimed the fairy. With a flick of her magic wand… wonder of wonders! The pumpkin turned into a sparkling cart and the mice became six white horses, while the seventh mouse turned into a coachman, in a smart uniform and carrying a whip. Cinderella could hardly believe her eyes.

“I shall present you at Court. You will soon see that the Prince, in whose honour the ball is being held, will be enchanted by your loveliness. But remember! You must leave the ball at midnight and come home. For that is when the spell ends. Your cart will turn back into a pumpkin, the horses will become mice again and the coachman will turn back into a mouse and you will be dressed again in rags and wearing clogs instead of these beautiful slippers! Do you understand?” Cinderella smiled and said, “Yes, I understand!”

When Cinderella entered the ballroom at the palace, a hush fell. Everyone stopped in mid-sentence to admire her elegance, her beauty and grace.

“Who can that be?” people asked each other. The two stepsisters also wondered who the newcomer was, for never in a month of Sundays, would they ever have guessed that the beautiful girl was really poor Cinderella who talked to the cat!

When the prince set eyes on Cinderella, he was struck by her beauty. Walking over to her, he bowed deeply and asked her to dance.

And to the great disappointment of all the young ladies, he danced with Cinderella all evening.

“Who are you, fair maiden?” the Prince kept asking her. But Cinderella only replied:

“What does it matter who I am! You will never see me again anyway.”

“Oh, but I shall, I’m quite certain!” he replied.

Cinderella had a wonderful time at the ball. But, all of a sudden, she heard the sound of a clock: the   rst stroke of midnight! She remembered what the fairy had said, and without a word of goodbye she slipped from the Prince’s arms and ran down the steps. As she ran she lost one of her slippers, but not for a moment did she dream of stopping to pick it up! If the last stroke of midnight were to sound… oh… what a disaster that would be! Out she   ed and vanished into the night.

The Prince, who was now madly in love with her, picked up her slipper and said to his ministers,

“Go and search everywhere for the girl whose foot this slipper   ts. I will never be content until I   nd her!” So the ministers tried the slipper on the foot of all the girls and on Cinderella’s foot as well. Surprise! The slipper   tted perfectly.

“That awful untidy girl simply cannot have been at the ball,” snapped the stepmother. “Tell the Prince he ought to marry one of my two daughters! Can’t you see how ugly Cinderella is! Can’t you see?”

Suddenly she broke off, for the fairy had appeared.

“That’s enough!” she exclaimed, raising her magic stick. In a   ash, Cinderella appeared in a splendid dress, shining with youth and beauty. Her stepmother and stepsisters gaped at her in amazement, and the ministers said,

“Come with us, fair maiden! The Prince awaits to present you with his engagement ring!”

So Cinderella joyfully went with them, and lived happily ever after with her Prince. And as for the cat, he just said “Meow”!

Adapted from: http://ivyjoy.com  http://images.amazon.com 2. http://www.mailorder2000.co.uk  3. http://www.sunkissvillas.com

Thank to:  Duta Pulsa –  Persewaan Alat Pesta – IklanBaris Gratis – Tokonya Arek Suroboyo – Toko Jilbab – Gamis Modern


from: buku sekolah

Ditulis dalam Cerita, Cerpen | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Ina: Ya Rahiim…jadikanlah sahabatku ini penyejuk hati bagi orang2 terkasihnya…

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 23, 2009

Ya Rahiim…jadikanlah sahabatku ini penyejuk hati bagi orang2 terkasihnya…sebagai pelipur lara bagi orang2 tercintanya….sebagai penawar sakit bagi orang2 terdekatnya….sebagai pengobat rindu bagi orang2 tersayangnya…sebagai penghilang segala rasa gelisah bagi orang2 terkasihnya-tercintanya-terdekatnya-tersayangnya…hingga damailah hati mereka….Amiiin

Ditulis dalam Doa | Bertanda: | Leave a Comment »

Maju atau Mundur

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 22, 2009

Oleh: Ahmad Syafii Maarif

Pendekatan yang paling arif terhadap perjalanan sejarah suatu bangsa adalah jika orang menempatkannya di atas neraca yang adil dan imbang. Tentu saja unsur-unsur subjektif tidak bisa disingkirkan sama sekali dalam menilai pengalaman yang telah berlaku. Tetapi, setidak-tidaknya melalui teropong yang relatif objektif ini, orang berupaya menghindari sejauh mungkin tafsiran-tafsiran yang tidak didasarkan pada fakta sejarah. Saya ingin melihat capaian kemerdekaan Indonesia setelah berjalan selama lebih 64 tahun, melalui perdebatan antara ’si gila’ dan nasionalis fanatik, tetapi agak bego untuk menjawab pertanyaan: maju atau mundur?

Bagi ’si gila’, situasi umum bangsa Indonesia di masa penjajahan dinilai lebih baik. Indikator yang disebut, misalnya, sisi-sisi hitam berupa polusi, kerusakan alam, korupsi, tawuran antarkampung, demonstrasi, dan segala perbuatan busuk dan brutal lainnya tidak sering mengemuka. Segala sesuatu seperti berlangsung dalam ketenangan dan kedamaian. Jarang terdengar hiruk-pikuk persengketaan di antara sesama penegak hukum. Mereka terdengar akur-akur saja. Perkara rakyat banyak yang sebagian besar buta aksara, tidaklah terlalu penting bagi ’si gila’ ini. Kesimpulannya, Indonesia terjajah lebih maju dibandingkan Indonesia merdeka. Bahkan, ’si gila’ ini ingin memutar jarum jam ke belakang, karena, katanya, di era kemerdekaan hidup lebih susah dan sarat masalah. Di benaknya muncul keluhan dalam bentuk pertanyaan: kapan berakhirnya kemerdekaan ini?

Menyimak ocehan ’si gila’ ini seorang nasionalis yang duduk di sampingnya menjadi geram dan tak habis pikir. Di otak nasionalis ini, ocehan ’si gila’ sudah melampaui batas. Mengapa masih saja ada anak bangsa yang menyesali kemerdekaan. Kemudian, perdebatan di antara kedua anak muda itu tidak dapat dihindari. Dari mulut nasionalis meluncurlah pertanyaan dan pernyataan yang tak bisa ditahan. Bukankah era kemerdekaan telah memberi peluang seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk maju sepesat-pesatnya, tergantung kepada kesigapannya dalam membaca peta yang terbuka itu? Mereka yang pandai membaca peluang dan punya keberanian untuk merebutnya, hampir dapat dipastikan pintu keberhasilan telah berada di depan mata.

Adapun, lanjut si nasionalis, masalah penegakan hukum yang masih terkapar di sana-sini, jual beli perkara sudah menjadi rahasia umum, wong cilik yang tak berdaya terpaksa mencuri untuk kelangsungan hidup lalu dihukum, dan yang sejenis itu, janganlah terlalu menyalahkan aparat. Harus dicari sebab mengapa praktik-praktik serupa itu masih berlaku. Boleh jadi sistem penggajian yang belum sehat dan memadai, padahal aparat itu perlu gizi yang cukup agar pikirannya tidak melayang ke mana-mana. Juga, proses kenaikan pangkat aparat penegak hukum tidak jarang melalui pintu sogokan dan tergantung setoran, memang tak dapat dibantah. Tetapi, semuanya itu adalah dalam rangka belajar mengisi kemerdekaan.

Mendengar kuliah nasionalis itu, ’si gila’ menjadi semakin gila dan emosional. Hai teman! Engkau jangan hanya pandai membela kemerdekaan, tetapi menutup mata terhadap perbandingan. Lihatlah negara-negara tetangga yang merdeka jauh di belakang Indonesia sudah semakin makmur.

Korupsi memang belum habis dilibas, tetapi upaya ke arah itu dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keberanian. Hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Tidak ada praktik tebang pilih. Makelar perkara semakin kehilangan ruang untuk bertualang karena kultur masyarakat telah semakin cerdas dan rasional berkat pendidikan kewargaan yang efektif. Praktik-praktik busuk jauh berkurang dibandingan situasi di Indonesia. Oleh sebab itu, kata ’si gila’, kemerdekaan bangsa lebih baik diakhiri saja. Serahkan lagi Indonesia kepada bangsa lain yang bersedia menjajah, siapa tahu, penderitaan rakyat banyak akan dapat diatasi.

Ketika sedang seru-serunya pertingkahan antara ’si gila’ dan nasionalis, datanglah seorang tua yang berusaha melerainya dengan pendekatan yang lebih arif. Keduanya dipanggil dengan kata-kata ”Nak. Anakku, tidaklah baik kalian meneruskan pertingkahan seperti ini, sebab tidak akan ada ujungnya. Lebih baik, masing-masing mengoreksi pendapatnya tentang bangsa ini secara jujur. Kemerdekaan itu perlu disyukuri, tetapi tujuannya untuk menegakkan keadilan dan mencapai kesejahteraan dan kemakmuran tidak boleh ditunda lagi. Praktik busuk aparat penegak hukum harus diakhiri sekarang juga, sebab hanya melalui cara itu, keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh penduduk negeri ini.”

Rupanya kata-kata bijak yang sederhana dari orang tua ini telah mendamaikan ’si gila’ dengan nasionalis yang sempat marah itu. Mereka lalu berangkulan untuk saling memahami.

Kutukan terhadap kemerdekaan tidak lagi diucapkan, tetapi tujuan utama kemerdekaan itu jangan ditunda dan ditelantarkan lagi. Siapa pun yang menunda dan menelantarkan tujuan itu adalah pengkhianat sejati!

Ditulis dalam Pengetahuan | Leave a Comment »

ibu met ultah ya… (Selamat hari Ibu)

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 21, 2009

Kalau kita mau berhitung, entah sudah berapa banyak jasa ibu kita sampai saat ini. Jangankan mulai dari ia mengandung dan sampai melahirkan, cukup mulai ketika kita sudah berumur beranjak dewasa. Ia tidak pernah melepaskan rasa sayang dan cintanya pada kita. Cintanya boleh dibilang cinta tak bersyarat, tanpa pamrih, ia terus mencintai anak-anaknya, walaupun sering kali anaknya tidak tahu berterima kasih, malah sering membandel dan menyakiti, dan seterusnya.

Demikian besarnya jasa seorang ibu pada kita, sampai Rasulullah SAW menegaskan bahwa apa pun yang diberikan seorang anak kepada ibunya tidak akan pernah cukup membalas budi baiknya. Betapa hebatnya pengorbanan Uways Qarni yang ratusan mil menggendong ibunya, sehingga dari jauh Rasulullah SAW dapat mencium bau kemuliaannya. Namun, apa yang dikatakan Rasul? Walau Uways menggendong ibunya lebih jauh lagi, ia tidak akan pernah mampu membalas budi baiknya.

Subhan Allah, begitu agung dan mulianya ibu kita, tidak pantas rasanya kalau kita mencintainya seperti kita mencintai dan memperlakukan diri sendiri, harus lebih dari itu, sudah sepantasnya kalau kitamemberi lebih banyak daripada apa yang harusnya kita beri, dan mengambil lebih sedikit dari yang seharusnya kita ambil. Subhan Allah..seorang ibu dapat mengurus 5 anaknya, tapi 5 anaknya belum tentu bisamengurus seorang ibunya, banyak diantara mereka merasa disibukkan oleh ibunya sehingga harus dititipkandipanti jompo.

Dalam Alquran, kita diperintahkan untuk berbuat baik kepadanya, sampai lima kali Allah SWT memerintahkan kita berlaku baik ikhsan- kepada orangtua,padahal dalam Alquran kata ihsan hanya disebutkan enam kali saja.
(QS 2:83,

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Qs 4:36,

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Qs 6:151,

Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).

Qs 17:23,

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Qs 46:15

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

Sekali lagi subhan Allah. Selamat hari ibu 22 Des 2009. mr

Ditulis dalam Pengetahuan | 1 Komentar »

Konsep Dasar Pecah Pola Busana Wanita

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 21, 2009

Busana wanita memerlukan teknik pecah pola yang lebih cermat dibandingkan pakaian pria dan anak-anak. Pakaian wanita yang dibuat hendaklah dapat menonjolkan sisi feminim dari wanita dan dapat menonjolkan kelebihan yang dimilikinya sehingga dalam berpenampilan terlihat cantik, rapi dan menarik. Untuk itu dalam pembuatan pakaian perlu dilakukan pecah pola yang benar sesuai dengan desain dan bentuk tubuh sipemakai. Agar pola yang dihasilkan sesuai dengan desain dan bentuk tubuh maka terlebih dahulu perlu dilakukan analisa bentuk tubuh dan analisa desain.

Bentuk tubuh wanita secara umum ada 5 macam yaitu ideal, kurus tinggi, gemuk tinggi, kurus pendek dan gemuk pendek. Bentuk tubuh wanita yang baik tentunya adalah bentuk tubuh yang ideal dimana terdapat keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan dan mempunyai proporsi tubuh yang seimbang.

Desain pakaian yang dibuat adakalanya terlihat indah karena dibuat pada proporsi tubuh yang seimbang atau bentuk tubuh yang ideal.

Namun belum tentu desain yang sama cocok di pakai oleh orang yang bertubuh kurus atau gemuk. Jadi dari analisa bentuk tubuh ini kita dapat menyesuaikan pola dengan bentuk tubuh sipemakai, dengan kata lain kekurangan bentuk tubuh dapat tertutupi dengan teknik pengembangan pola yang tepat. Misalnya untuk bentuk tubuh yang gemuk hendaklah hindari pakaian yang mengembang atau yang berkerut banyak seperti rok kerut atau rok kembang dan model lengan balon atau lonceng. Jika menggunakan lengan balon atau lengan yang lebar pada ujung lengan hendaklah pengembangannya disesuaikan dengan bentuk tubuh gemuk tersebut artinya pengembangannya tidak terlalu lebar.

Selain analisa bentuk tubuh di atas dilakukan analisa desain. Analisa desain pakaian dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Memperhatikan desain secara keseluruhan.

Lihat gaya berdiri dari model. Umumnya desain digambarkan dengan gaya berdiri menghadap kedepan atau miring tiga per empat. Perbandingan letak bagian-bagian busana pada sikap berdiri model akan lebih memudahkan kita memahami desain pakaian yang akan dibuat………

…..SELENGKAPNYA>>> Konsep Dasar Pecah Pola Busana Wanita

.

Ditulis dalam Busana Muslim, Desain Busana Muslim | Bertanda: | Leave a Comment »

Contoh naskah drama

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 20, 2009

Tokoh:

Tomy

Ratih

Mala

Anggi

Nina

Salwa

Adim

Fano

Nanda

Ijonk

Latar belakang: Rumah Kos

Alur: Maju

Di kamar kos Ratih dan Mala, di suatu senja yang mendung.

Ratih:    Kau mencuri uangku!!! (dengan nada tercekat sambil menunjuk pada Mala yang duduk ruangan)
Kau tak tahu uang apa itu Mala. Itu uang kuliahku (menangis menggema memenuhi ruangan)

Mala:     (terdiam mendengar tangisan Ratih yang semakin mengeras)

Anggi, Nina, Salwa, Nanda: (mendatangi kamar Ratih dan Mala dengan kebingungan)

Nanda:   Ada apa ini? Apa-apaan kau ini Ratih? Kau apakan Mala? (sambil mendekati Mala)

Mala:     Aku tak pernah menyentuh barangmu Tih. Mana mungkin aku mencuri.

Anggi:   Berapa uang yang hilang itu Ratih?

Ratih:     Bukan hilang Anggi. Tapi dia… (tangan bergetar menunjuk ke arah Mala). Tapi dia yang mencuri.

Anggi:   Aku tanya berapa? (dengan nada sabar)

Ratih:     Satu juta Nggi.. satu juta…

Itu semua hasil kerja kerasku selama ini untuk membayar kuliahku.

Tapi dia curi seenaknya.

Mala:     (terus terisak pilu, sambil menundukkan kepala)

Nina:      Ratih….

Belum tentu Mala yang mencurinya…

Siapa tahu kau lupa menempatkannya.

Salwa:    Betul kata Nina itu Rat. Kita cari saja (sambil memakan keripik kentang yang ada di tangan kanan nya)

Ratih:     Wa… Aku punya bukti bahwa dia!! Pencurinya.

Mala:     Apa buktinya? (dengan nada gemetar)

Ratih:     (berjalan dengan mantab menuju meja rias Mala dan mengambil beberapa bungkus tas belanja.

Ratih:     Apa ini Mala? Apa ini? Dari mana uang yang kau gunakan untuk membeli semua ini?

Mala:     Itu… (kaget dan bingung)

Ratih:     Itu apa? Kau tak mau mengaku kan? (matanya melotot ke arah Mala dan bersiap-siap untuk menerjang Mala)

Nina, Salwa: (mencegah Ratih dengan cepat)

Ratih:     Mana ada pencuri yang mengaku. Awas kau Mala!

Nanda:   Mala, apa benar kau beli semua barang itu dengan uang Ratih?

Mala:     Itu… Itu aku beli bersama Tomy dengan uangku sendiri ditambahin Tomy, kemarin setelah selesai recital.

Ratih:     Kau! (sambil menuding Mala) Bukan uang saja yang kau curi, pacarku juga kau rampas. (meronta-ronta melepaskan tangan Nina dan Salwa) Lepaskan! Lepaskan! Biar kuhajar dia! Lepaskan Nin!

Nina, Salwa: (semakin kuat menahan Ratih)

Mala:     (sedikit menjauh dari Ratih dan mendekat ke Nanda)

Anggi:   Tega kau Mala. Untuk apa kau pergi dengan Tomy? Aduh, pantas malam setelah recital itu kau tak nampak sama sekali.

Mala:     Ratih… maafkan aku.. aku hanya pergi untuk membeli keperluan recital kalian… Lihat! (Sambil mengeluarkan semua barang-barang di dalam tas belanja) Lihat ini gaun untuk kalian. Ini perlengkapan untukmu Ratih. Lihat ini! (terus tersedu-sedu) Aku tak seperti yang kalian pikirkan. Aku tak seburuk itu.

…… Bersambung…..

Ditulis dalam Drama, Naskah Drama | Bertanda: , | Leave a Comment »

Salam dari Nia: Ya Rahman…sayangilah saudaraku ini dengan sayangMu yang tak henti

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 17, 2009

Nia:
Ya Rahman…sayangilah saudaraku ini dengan sayangMu yang tak henti~~~~
Cintailah saudaraku ini dengan cinta yang abadi~~~
Jadikanlah dekat dengan Rasul-MU di surgaMu nanti~~~
Karena sayangnya, cintanya, ibadahnya kepada-MU sungguh tiada berperi~~~
Assalamualaikum
selamat Pagi

Afand: langsung aku paste di blog, boleh kan?

Nia: silahkan, semoga banyak yang tedoakan juga

Afand: Amin

Ditulis dalam Salam | Bertanda: | Leave a Comment »

Latihan soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian semester sekolah dan ujian nasional (7) (syarat timbulnya revolusi…)

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 16, 2009

1. Berikut merupakan syarat timbulnya revolusi, kecuali … .

a. ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan

b. adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut

c. harus dapat memanfaatkan momentum

d. adanya keinginan individu yang inovatif

2. Pelaksanaan Proklamasi 17 Agustus 1945 termasuk dalam kategori … .

a. evolusi

b. rotasi

c. revolusi

d. reformasi

3. Perubahan mode pakaian dikategorikan sebagai perubahan yang pengaruhnya kecil dengan ruang lingkup yang tidak luas, karena … .

a. hanya berhubungan dengan kebutuhan sekunder

b. hanya diikuti oleh golongan tertentu

c. tidak ada hubungannya dengan bidang kebudayaan

d. tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat

4. Berikut ini merupakan sebab-sebab intern terjadinya perubahan sosial budaya, kecuali … .

a. adanya peperangan

b. adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat

c. terjadinya pemberontakan atau revolusi

d. adanya dinamika penduduk

5. Bentuk faktor pendorong terjadinya perubahan sosial budaya yang tidak lagi memerhatikan perbedaan status sosial disebut … .

a. sistem sama rata/sosialis

b. sistem terbuka masyarakat

c. sistem kasta dalam masyarakat

d. sistem kekuatan dari rakyat

6. Adanya bencana alam dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat karena … .

a. bencana alam terkadang memaksa seseorang untuk mengungsi dan beradaptasi dengan tempat baru dipengungsian

b. adanya bencana alam akan mengurangi jumlah penduduk

c. bencana alam mendorong orang lain untuk bersimpati

d. bencana alam berpotensi menimbulkan konflik dalam masyarakat

7. Komputerisasi di bidang ekonomi perbankan yang berdampak pada pengangguran karyawan dimaksudkan untuk mempertinggi efisiensi kerja. Pada dasarnya modernisasi dengan komputerisasi tersebut bertujuan … .

a. memanfaatkan teknologi maju

b. memanfaatkan manajemen modern

c. meningkatkan produktivitas kerja

d. meningkatkan keterampilan karyawan

8. Berikut ini bentuk kemajuan akibat perubahan sosial budaya, kecuali … .

a. memunculkan ide-ide baru

b. membentuk pola pikir masyarakat lebih logis/ilmiah

c. tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional

d. munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern

9. Proses bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling bercampur menjadi satu disebut … .

a. asimilasi budaya

b. akulturasi budaya

c. difusi budaya

d. disintegrasi budaya

10. Berikut ini yang merupakan contoh perubahan yang berbentuk progres adalah … .

a. listrik masuk desa mengakibatkan kenakalan remaja

b. siaran televisi menyebabkan siswa malas belajar

c. banyak wanita berpakaian sangat minim

d. penemuan komputer yang dapat memperlancar sistem informasi

11. Contoh dari kecenderungan masyarakat mempertahankan unsur lama karena diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil adalah … .

a. makanan pokok

b. upacara adat perkawinan

c. tata cara beribadah

d. solidaritas kelompok

12. Perubahan sosial mengakibatkan masalah sosial yang dimulai dengan … .

a. terciptanya integrasi sosial

b. lahirnya golongan menengah

c. lahirnya disintegrasi sosial

d. berkembangnya kriminalitas

13. Alasan terjadinya perubahan sosial dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat adalah … .

a. rasa tidak puas dengan kondisi yang sedang berlangsung

b. ingin meningkatkan pendapatan perkapita

c. kurangnya sumber daya manusia dalam bidang ekonomi

d. kurangnya tenaga ahli dalam pelaksanaan pembangunan

14. Pada saat pemerintah berencana menaikkan tarif listrik, masyarakat mengadakan protes, ini menandakan bahwa … .

a. masyarakat menolak perubahan

b. masyarakat menghendaki penundaan

c. masyarakat setuju perubahan

d. masyarakat tidak peduli

15. Perubahan pada lembaga kemasyarakatan akan memengaruhi sistem sosialnya yang meliputi … .

a. norma, nilai dan seluruh kondisi alam lingkungan

b. kebutuhan hidup, pola perilaku dan asal-usul

c. nilai, sikap dan pola perilaku masyarakatnya

d. keyakinan, suku bangsa dan adat istiadat

16. Pemaksaan suatu ideologi budaya biasanya terjadi karena adanya … .

a. pengaruh bencana alam

b. pengaruh urbanisasi

c. pengaruh industrialisasi

d. pengaruh perang

17. Adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas di masyarakat merupakan pengaruh dari adanya … .

a. sistem pendidikan yang maju

b. heterogenitas penduduk

c. sistem terbuka masyarakat

d. sikap ingin meniru budaya asing

18. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang lebih kompleks merupakan dampak negatif dari … .

a. pertambahan penduduk

b. migrasi penduduk

c. kemajuan di bidang pendidikan

d. perubahan sosial budaya

19. Sebagai pelajar sebaiknya kita menyikapi segala bentuk perubahan sosial dan budaya dengan sikap … .

a. apriori terhadap segala bentuk pengaruh perubahan

b. menerima setiap perubahan tanpa terkecuali

c. masa bodoh terhadap setiap pengaruh perubahan

d. kritis dan terbuka dengan memfilter segala bentuk perubahan

20. Masyarakat yang pernah dijajah bangsa lain akan memiliki sikap … .

a. rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integritas kebudayaan

b. sikap pesimistis

c. sikap tertutup

d. haus akan hal-hal baru yang dibawa pihak penguasa


Terima kasih: Duta Pulsa –  Persewaan Alat PestaIklanBaris GratisTokonya Arek SuroboyoToko JilbabGamis Modern


Latihan soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian semester sekolah dan ujian nasional (6) (Salah satu tindakan Hittler dalam mengembangkan fasisme…)

Latihan soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian semester sekolah dan ujian nasional (5)

Latihan soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian sekolah (4)

Latihan soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian sekolah (3)

Latihan soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian sekolah

Kumpulan Soal IPS kelas 9 – dari bank soal untuk menghadapi ujian sekolah

Istilah-sitilah dalam bidang sosial – Untuk diketahui


Ditulis dalam Bank Soal, IPS | Bertanda: , , | Leave a Comment »