Saya tidak ingin kaya tapi saya harus kaya

Pada suatu hari saya mendapatkan sebuah email, ini sebagian isinya.

Teen Dua

Saya suka isinya, maka saya salin sebagian isinya di sini.

 

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi toko buku Gramedia
dan melihat-lihat apakah ada buku baru yang cukup menarik
untuk dibaca dan untuk dibeli.

Ya, saya memang sangat suka untuk membaca buku, khususnya
buku bisnis, motivasi dan kesuksesan.

Saat saya melihat sekilas.. ada buku dari A.A. Gym yang
menarik perhatian saya.. Judul buku tersebut adalah “Saya
tidak ingin kaya tapi saya harus kaya.” (Jikalau tidak
salah ingat) Judul ini menarik perhatian saya.

Benar, dalam kesuksesan tidak pernah tertulis bahwa untuk
mencapai kesuksesan Anda HARUS kaya. Memiliki kekayaan
dan kemakmuran bukanlah solusi terhadap masalah hidup Anda.
Saya setuju 100%, kekayaan tidak menyelesaikan masalah
hidup Anda.

Buktinya, banyak orang kayapun memiliki masalah mereka
sendiri.. TETAPI.. bagi saya, jauh LEBIH BAIK kaya
dibandingkan hidup serba kekurangan.

Saya ingat statement yang mengatakan bahwa uang itu bukan
segalanya.. betul sekali.. namun, apakah Anda tahu bahwa
HAMPIR segala sesuatu menyangkut dengan uang?

Jikalau Anda inginkan hal dibawah ini:
1. Makan membutuhkan uang.
2. Tempat tinggal membutuhkan uang.
3. Liburan membutuhkan uang.

Hampir semua hal membutuhkan uang.. Ya, Anda tidak harus
kaya, yang penting berkecukupan.. tapi bagi saya itu
tidaklah cukup. Memang orang kaya memiliki masalah mereka
sendiri. Tetapi dengan kaya, Anda bisa jauh lebih berguna
kepada sesama.

Anda dapat:
1. Memberikan makan bagi orang lain dalam jumlah yang besar.
2. Memberikan dana bagi penelitian penyakit tertentu.
3. Membangun badan sosial untuk misi mulia.
4. Masih banyak lainnya.

Dengan kaya, Anda akan jauh lebih fleksibel untuk menolong
orang lain dan saya mendorong Anda untuk melakukan hal itu.

Dalam email ini, saya juga akan memberikan kepada Anda
satu rahasia tentang Kekayaan. Prinsip tersebut berlaku
bagi siapapun. Dengarkan ini…

Give and You Shall Receive

Untuk mendapatkan kekayaan, ada suatu prinsip yang cukup
aneh. Orang berkata untuk menjadi kaya, kita harus lebih
banyak menerima dan tidak perlu membagi kepada orang lain.
Kita hanya perlu menumpuk kekayaan bagi diri kita sendiri.

Well, prinsip itu salah besar.

Anda harus memberikan terlebih dahulu kepada orang lain,
barulah Anda akan menerima hasilnya. Sesuai dengan The
Law of Attraction. Beri baru terima.

Bukan kata Terima Kasih, yang terima dulu baru kasih tetapi
Kasih terlebih dahulu baru Anda terima.

Contoh:
Bill Gates (pemilik Microsoft) menjadi kaya karena ia
memberikan dulu software Windows (menciptakan value bagi
orang lain) barulah ia menerima kekayaan.

Seperti itulah aliran tersebut bekerja. bukan sebaliknya.

Simple really. tetapi sering dilupakan. Banyak orang ingin
menjadi kaya dengan mengharapkan durian runtuh tanpa
terlebih dahulu memberikan value bagi orang lain. Hal itu
tentu salah besar. Tanpa memberi dulu, Anda TIDAK akan
pernah menerima.

. Home. Ok Rek. Testimoni. FAQ. Produk Duwur. Martapura. Batik Unik. Gamis Modern. Batik Tulis. Perhiasan Martapura. Millo Shop

About these ads
Tag:

6 Responses to “Saya tidak ingin kaya tapi saya harus kaya”

  1. saya salut dengan jawaban anda,
    islam di indonesia belum persis yang di katakan dalam al Qur’an masih berat dalam arti masih ada kelemahan.
    memang isi al Qur an sempurna tapi di lapangan berbeda(tidak main-main/di buat humor)

    menurutku kitab injil memang lah yang ketinggalan malahan sedikit menjiplak al Qur an.

    pendapatku singkat saja
    agus

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.965 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: