Idul Adha (Kurban) MENANTANG vegetarian?

Bagaimana tidak. Para vegetarian mengajak untuk bersama-sama, seperti mereka, untuk tidak memakan daging dan produk hewani lainnya, tapi Idul Adha memerintahkan menyembeli binatang ternak dan membagi-bagikanGR 22 (motif Klasik) dagingnya secara gratis. Kurban itu perintah dari Yang Maha Kuasa, kita ketahui secara mutawatir (pasti secara umum bagi orang yang berpikir).

 

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan secara gratis sebuah buku (jurnal) dengan judul “mewujudkan surga di dunia melalui CINTA KASIH”. Dari para kaum vegetarian yang mengajak semua orang untuk mengikuti langkah mereka, hanya makan produk nabati. Menurut saya, data-data yang disajikan dalam buku itu cukup jujur sesuai dengan penelitian yang ada.

Kaum vegetarian berpendapat bahwa tidak patut binatang-binatang itu dibunuh untuk memenuhi kebutuhan lidah. Tapi perintah kurban telah menjadikan penyembelihan secara masal. Jutaan hewan ternak (kambing, domba, sapi, unta) disembelih dalam waktu hampir bersamaan. Dipertontonkan secara terbuka di lapangan dan dengan pengeras suara (agar diketahui secara umum) menyebut kebesaran nama Allah yang memerintahkan kurban tersebut.

 

Bagaimanapun hewan adalah salah satu rejeki dari Allah yang harus dimanfaatkan. Seorang muslim (orang yang menyerahkan segala sesuatu hanya kepada Allah) harus bisa mengelola rejeki itu, salah satunya bagaimana cara menyembeli yang benar dan tidak terlalu menyakitkan bagi hewan yang disembelih. Mendidik ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan setiap perintah-Nya dan mengajarkan kepedulian pada sesama dengan membagikan daging kepada orang-orang yang kemungkinan tidak bisa makan karena keterbatasan ekonominya.

 

Para vegan dan jenis vegetarian yang lain gencar mengampanyekan konsep pola makan herbivora dengan “mewujudkan surga di dunia melalui cinta kasih”. Struktur tubuh manusia lebih mirip herbivora dari pada karnivora. Protein hewani tinggi kolesterol, sedangkan protein nabati tanpa kolesterol. Memakan daging dan produk hewani lainnya lebih memberikan banyak penyakit dan memakan sumber nabati saja adalah jauh lebih sehat. Banyak tokoh-tokoh dunia yang berprestasi adalah kaum vegetarian. Industri peternakan adalah pemborosan energi, air bersih dan sumber daya alam yang lain. Dan yang paling penting adalah membunuh binatang (ternak) adalah hal yang tidak berperasaan, menyakiti dan menghilangkan nyawa makhluk hidup yang punya saraf perasa.

 

Banyak alasan mengapa sangat perlu mengajak orang-orang untuk menggunakan pola hidup vegetarian. Makan daging adalah sama dengan menyuruh untuk membantai hewan ternak. Begitulah yang disebutkan beberapa media dan buku-buku yang mendukung konsep ini. Kita bisa juga melihat di  en.wikipedia.org/wiki/vegetarianism www.ivu.org al.godsdirectcontact.org.tw/vg-vip www.goveg.org www.vegsoc.org www.vegsource.com dll.

Untuk perbandingan kita bisa lihat di ivu.org/news/1-96/muslim.html www.veda.harekrsna.cz/bhaktiyoga/islamveg.htm www.jesusveg.com christianveg.com godsdirectcontact.com

 

Dan TERNYATA Allah menghalalkan binatang ternak, dan dengan jelas sangat melarang ‘mengharamkan’ sesuatu yang dihalalkan oleh Allah.

Q.5:1.”Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu.” Juga Q.6:142, 22:30, tentang halalnya binatang ternak.

Unta halal disembelih dan dimakan:

Q.22:36. “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Q.36:72. “Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.”

Q.40:79. “Allahlah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.”

 

Q.5:87. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

 

Q.2:173, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Juga tiga ayat lain yang juga hanya menyebutkan empat jenis makanan yang diharamkan oleh Allah: Q.5:3, 6:145, 16:115. Juga mengharamkan sesuatu yang dosanya lebih besar dari manfaatnya seperti minuman keras, Q.2:219, 5:90,91 7:157.

Tentang perintah kurban, terdapat pada Q.108:2. “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan kurban dan mensyukuri nikmat Allah.

Q.22:34. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),”

Q.22:28. “supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

[985]. Hari yang ditentukan ialah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

[986]. Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Mungkin cukuplah dari AlQuran ini sebagai dalil untuk halalnya binatang ternak dan bahkan ada perintah untuk menyembeli dan memakan dan membagikan daging hewan dengan perintah berkurban.

Al Quran yang menantang setiap orang yang jika tidak percaya bahwa itu benar-benar dari yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, untuk mendatangkan yang serupa dengan Al Quran itu (Q.2:23, Q.52:34, Q.11:13, Q.17:88):

Q.2:23. “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Ternyata ajakan para vegetarian untuk tidak mengkonsumsi daging dan produk hewani yang lain bertentangan dengan petunjuk Allah melalui nabi-Nya dan kitab-Nya yang tidak ada keraguan didalamnya. Kaum Ovo vegetarian dan vegan bahkan ‘mengharamkan’ susu selain daging hewan ternak termasuk ikan. Tapi Allah yang Maha tahu yang telah menggaransi ajaran-Nya (Al Quran) bahwa tidak mungkin dibuat oleh selain diri-Nya (jika tidak percaya, buat atau datangkan yang serupa dengan AlQuran, kalau bisa), menyatakan bahwa susu dan binatang ternak mempunyai faedah yang banyak.

Q.23:21. “Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,”

Q.16:66. “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”

Jadi, tidak dibenarkan oleh Allah, melarang menyembeli dan makan daging hewan ternak.

Sedangkan tentang etika terhadap binatang ini mari kita bertauladan pada Rasulullah, Nabi Muhammad saw. (Sumber yang dari nabi-nabi selain beliau tidak ada kaidah untuk mengecek kesahihan sumber beritanya).

 

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor burung tanpa hak, niscaya Allah akan menanyakannya pada hari Kiamat.”

Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak burung tersebut?”
Beliau menjawab, “Menyembelihnya, dan tidak mengambil lehernya lalu mematahkannya.” (HR. Ahmad, nomor 6264)

Amir Ar-Raam bercerita. Ia dan beberapa sahabat sedang bersama Rasulullah saw. “Tiba-tiba seorang lelaki mendatangi kami,” kata Amir Ar-Raam. Lelaki itu dengan kain di atas kepadanya dan di tangannya terdapat sesuatu yang ia genggam.

Lelaki itu berkata, “Ya Rasulullah, saya segera mendatangimu saat melihatmu. Ketika berjalan di bawah pepohonan yang rimbun, saya mendengar kicauan anak burung, saya segera mengambilnya dan meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba-tiba induknya datang dan segera terbang berputar di atas kepalaku. Saya lalu menyingkap kain yang menutupi anak-anak burung itu, induknya segera mendatangi anak-anaknya di dalam pakaianku, sehingga mereka sekarang ada bersamaku.”
Rasulullah saw. berkata kepada lekaki itu, “Letakkan mereka.”

Kemudian anak-anak burung itu diletakan. Namun, induknya enggan meninggalkan anak-anaknya dan tetap menemani mereka.
“Apakah kalian heran menyaksikan kasih sayang induk burung itu terhadap anak-anaknya?” tanya Rasulullah saw. kepada para sahabat yang ada waktu itu.
“Benar, ya Rasulullah,” jawab para sahabat.

“Ketahuilah,” kata Rasulullah saw. “Demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran, sesungguhnya Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya melebihi induk burung itu kepada anak-anaknya.”

“Kembalikanlah burung-burung itu ke tempat di mana engkau menemukannya, bersama dengan induknya,” perintah Rasulullah. Lelaki yang menemukan burung itupun segera mengembalikan burung-burung itu ke tempat semula.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud di hadits nomor 2186.

Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta.

Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah saw. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah saw mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.

Kemudian dengan wajah serius, Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah pemilik unta ini, siapakah pemilik unta ini?”

Pemiliknya pun bergegas datang. Ternyata, ia seorang pemuda Anshar.
“Itu adalah milikku, ya Rasulullah,” katanya.

Rasulullah saw. berkata, “Tidakkah engkau takut kepada Allah karena unta yang Allah peruntukkan kepadamu ini? Ketahuilah, ia telah mengadukan nasibnya kepadaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan dan kelelahan.”

Unta itu ternyata mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa tuannya tidak memberinya makan yang cukup sementara tenaganya diperas dengan pekerjaan yang sangat berat.

 

Abdullah bin Umar menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang wanita disiksa karena menahan seekor kucing sehingga membuatnya mati kelaparan, wanita itupun masuk neraka.” Kemudian Allah berfirman –Allah Mahatahu–kepadanya, “Kamu tidak memberinya makan, tidak juga memberinya minum saat ia kamu pelihara; juga engkau tidak membiarkannya pergi agar ia dapat mencari makanan sendiri dari bumi ini.” (HR. Bukhari, kitab Masafah, hadits nomor 2192).

 

 

Menyayangi binatang dengan tidak menyembeli atau mengijinkan orang lain menyembeli dengan tidak memakan dagingnya adalah sesuatu yang tidak perlu. Mengajak orang-orang untuk tidak memakan daging hewan ternak dengan alasan menyayangi binatang adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Hanya karena alasan khusus misalnya alergi terhadap daging atau susu atau telur diperbolehkan bahkan diharuskan untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut jika memang hal tersebut dapat mengganggu kesehatannya.

Dan bagi orang yang tidak suka makan daging itu memang hak masing-masing. Jadi silakan bervegetarian jika memang kita tidak suka daging.

Cintai hewan peliharaan dengan memberikan segala sesuatu yang dibutuhkannya, termasuk kebebasan untuk mencari makan sendiri misalnya. Jika membutuhkan dagingnya seperti yang telah dihalalkan oleh Allah, perlakukan dengan baik, menyembelihnya secara benar dan cepat.

Tetap ada pro-kontra pada keutamaan daging bagi kesehatan. Dan dengan keterbatasan kita sebagai manusia ada Allah yang Maha Tahu, kita tinggal menganalisa apakah AlQuran itu benar-benar dari-Nya. Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya ini telah memberikan kita berbagai petunjuk dalam kehidupan di dunia ini termasuk masalah makan.

 

Ajaran AlQuran tidak sama dengan ajaran kitab yang lain, karena yang penting dalam suatu ajaran itu adalah bahwa itu benar-benar dari Yang Maha Mengetahui. Kaum sekuler terbentuk karena adanya suatu ajaran agama dengan kitabnya yang sebagian tidak sesuai dengan kenyataan. Makanya banyak orang-orang yang berilmu memisahkan masalah agama dengan negara, undang-undang, ekonomi, dan kesehatan dan lain-lain. Hal ini jelas karena pengaruh suatu ajaran agama yang tidak semuanya berasal dari Yang Maha Bijaksana, tapi ada tambahan dari manusia biasa secara jelas. Tapi jika kita mempelajari ajaran agama yang tidak terkontaminasi dengan tangan manusia, maka kita bisa memandang itu adalah petunjuk dari Sang Pencipta tentang segala sesuatu dalam kehidupan ini. Dan petunjuk dari Yang Maha Mengetahui, sangat tidak masuk akal jika tidak bisa dijadikan sebagai rujukan dalam mengatur masalah pemerintahan, masyarakat, ekonomi, ilmu pengetahuan dll. Sekali lagi, hal demikian hanya jika ajaran itu secara pasti adalah benar-benar dari Yang Maha Mengetahui.

 

Ok. Al Quran bukan hanya milik orang-orang Islam, ia adalah milik Allah yang diperuntukkan untuk semua makhluk. Apakah dia Yahudi atau Nasrani, apakah dia atheis, Budha, atau Hindu. Petunjuk Allah melalui AlQuran adalah milik kita semua. Manfaatkan, karena Allah menggaransi bahwa isinya pasti dari Dia.

Jika tidak ada di dalam AlQuran, cari dari petunjuk para nabi Allah. Dan disini juga yang terpenting adalah bahwa sumbernya benar-benar bersambung pada nabi itu dengan satu kaidah koreksi kesahihan yang pasti. Kitab-kitab hadist sahih.

 

Sebagian dari tulisan ini hanya pendapat saya, dan pendapat saya belum tentu selalu benar.

Semoga Allah memberi petunjuk jalan yang lurus pada kita semua.

 

 

Q.2:29. “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

 

 

Terima kasih untuk: Duta PulsaToko Barang PilihanPersewaan Alat Pesta

 

 

 

Kaitkata:

10 Komentar to “Idul Adha (Kurban) MENANTANG vegetarian?”

  1. Ya,, Masing masing kita memegang kepercayaan masing-masing aja.
    Sah-sah aja kalo orang mengajurkan, jika kita tidak meyakini, ya udah, tapi jangan memvonis orang lain salah. Dengan begitu barulah dinamakan toleransi hidup beragama. Tanpa toleransi dan saling menghargai maka akan terjadi dengki, dendam dan perang. Ya,, Kalo menurut anda harus berkurban, ya anda ikut aja berkurban.
    Terima kasih, semoga hewan kurban yg berjatuhan mendapatkan tempat yang baik di sisiNya.

  2. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.

    Terima kasih Pak Dahlan F atas kesempatannya untuk menayangkan tulisan saya. Semoga bermanfaat.

    Katakan yang benar itu benar dan salah itu salah meski hal itu terkadang menyakitkan.
    Begitu menurut saya Mr. Donkill.
    Sedangkan orang lain menerima atau tidak, itu kita tidak boleh (dan juga tidak bisa) memaksa. Tapi tetap saja kita tidak boleh membenarkan sesuatu yang tidak sesuai – apalagi bertentangan – dengan peraturan dan ketentuan Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui.
    Dalam penyampaian itu, Yang Maha Mengetahui pun telah mengaturnya:
    Q.16:125. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah* dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

    *Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

    Sebenarnya saya suka menu vegetarian, bahkan ibu saya sendiri tidak makan daging demi kesehatannya. Saya sering bertukar makanan dengan teman saya yang vegetarian. (Terima kasih Mak Emy yang sering memberi saya makanan) Tapi ada sesuatu yang membuat saya berpikir, kenapa tidak boleh makan daging, dari satu jurnal yang dibagikan oleh seorang teman. Memang itu ajakan. (maksudnya mengajak untuk ikut melarang makan daging).
    Jika hanya mengajak untuk makan produk nabati, saya sangat setuju, tapi ketika ada ‘larangan’ makan daging, dengan berbagai dalil, maka saya mencoba untuk mencari dalih dan dalil yang lain. Dan menurut saya yang lebih masuk akal adalah dalil dari yang Maha Mengetahui.

    Namun juga kita tentu saja harus menjauhi dengki, dendam, dan permusuhan.
    Allah sangat membenci sifat dengki dan dendam. Dan perang karena kebencian dan dendam adalah perang yang diharamkan oleh Allah. Perang hanya bagi orang yang diserang dan dihinakan, wajib membelah diri. Misalnya dirampok, dijajah, atau diusir dari tanah air, maka wajib melawan (berperang). Jika yang dimaksud perang adalah perang secara fisik melawan orang lain. Itu pun Allah telah mengatur dengan teliti.
    Misalnya hanya melawan orang yang melawan (yang menyerah tidak boleh diserang), tidak boleh membunuh binatang, menebang tanaman, juga dilarang menghancurkan gedung milik penduduk dan tempat ibadah.
    Sedangkan perang yang diwajibkan dan sangat ditekankan oleh Allah adalah perang melawan hawa napsu kita.

    Seorang sahabat Rasulullah saw pernah mencontohkan. Dalam sebuah pertempuran seorang lawan telah terpojok dan dengan sekali tebas lawan itu pasti kalah. Namun sahabat ini membatalkan menyerang musuh itu karena beliau diludahinya. Mengapa beliau membatalkan membunuh orang itu? Sebab beliau takut membunuh musuh itu adalah karena beliau marah telah diludahi, bukan lagi karena membela ajaran Allah.

    Ok. Mari membunuh sifat kebinatangan kita, dengan menjadi lebih manusiawi. Dan mari belajar berempati dengan orang yang kekurangan dengan sedikit berkorban membagikan sebagian rejeki yang telah dititipkan kepada kita.
    Mari kita mencintai binatang dengan memperlakukan mereka dengan baik, dan menyembelihnya dengan baik dan benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Yang Maha Bijaksana. Dan mari menyebut dan mengagungkan nama Allah ketika kita menyembelih dan ketika kita berbagi.
    Mari kita tetap mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah meskipun terkadang kita tidak suka, dan tetap menjaga hati dari sifat dengki dan dendam. Jauhi permusuhan, dan mari bekerja sama dalam menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
    Semua manusia adalah sesama kita, walau beda bangsa dan agama. Mari kita bunuh semua dengki dan dendam di hati. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sesungguhnya kepada Dia-lah berserah diri segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi dengan rela atau terpaksa dan kepada-Nya kita kembali.

    Sekali lagi, sebagian tulisan ini hanya pendapat saya.

  3. Semua daging modern haram bagi umat muslim.

    Daging domba Australia haram karena kambing dikebiri begitu saja dengan gunting, menyebabkannya menderita amat sangat selama beberapa minggu. Sebagian luka di sebagian domba bahkan dipenuhi belatung.
    Begitu tiba di Timur Tengah, mereka dipukul supaya jalan. Dan pada saat mereka dipotong di leher, mereka masih sadar ketika kaki mereka dipotong.
    Sapi di AS hidup dalam rumah ternak dan ukuran kandang per ekor hanya seukuran panjang badan dan lebar badan, mereka bahkan sama sekali tidak mampu membelokkan tubuh mereka.
    Meat Bone Meal (bahan daging sisa jeroan dan tulang yang digiling) ditambahkan ke dalam pakan sapi dan menyebabkan mereka kanibal.
    lihat situs ini, copy dan sebarkan kepada teman Anda dan lihat komentar mereka dibandingkan dengan pesan Muhammad.

    The documentary “Earthlings”
    http ://video.google.com/videoplay?docid=-1282796533661048967

  4. Untung ya, aku tidak membeli daging yang dari Australia.

    Untung ya, kita diingatkan oleh nabi kita itu dan juga melalui firman Tuhan untuk tidak menajadikan orang-orang yang tidak taat itu sebagai orang kepercayaan. Orang yang tidak taat yang telah mengebiri binatang. Padahal jelas-jelas Allah telah mengharamkan tindakan itu.

    Juga tindakan orang yang tidak taat dengan peraturan Allah dan Rasul-Nya itu, yang tidak memperlakukan binatang dengan baik.

    Subhanallah
    Ternyata benar, jika Allah Yang Maha Bijaksana itu mengatur soal memperlakukan binatang dengan benar.

  5. satu perkataan ditanggapin 100 orang menjadi 100 arti

  6. wah hebat nih informasinya. makasih udah sharing ya. selamat hari raya aidhil fitri, mohon maaf lahir bathin info ternak

  7. Ternyata ajakan para vegetarian untuk tidak mengkonsumsi daging dan produk hewani yang lain bertentangan dengan petunjuk Allah melalui nabi-Nya dan kitab-Nya yang tidak ada keraguan didalamnya. Kaum Ovo vegetarian dan vegan bahkan ‘mengharamkan’ susu selain daging hewan ternak termasuk ikan. Tapi Allah yang Maha tahu yang telah menggaransi ajaran-Nya (Al Quran) bahwa tidak mungkin dibuat oleh selain diri-Nya (jika tidak percaya, buat atau datangkan yang serupa dengan AlQuran, kalau bisa), menyatakan bahwa susu dan binatang ternak mempunyai faedah yang banyak.

    Wah sangat menghakimi sekali, bagaimana kalau kata ‘mengharamkan’ Anda ganti dengan ‘mensucikan’.
    Babi bagi umat islam memang tidak boleh dimakan karena menyandang predikat haram, tetapi sapi bagi umat hindu tidak boleh dimakan justru karena disucikan.

    Coba pakai juga logika, umat islam dan umat beragama mana pun tidak membolehkan makan manusia. Apakah manusia itu termasuk sesuatu yang haram? Apakah Anda haram atau suci?

    Beberapa agama lain tidak menganjurkan membunuh makhluk hidup lain bukan dengan alasan haram atau suci, tapi memang atas dasar cinta kasih sesama.

    Welas asihlah pada semua makhluk hidup… Semoga semua makhluk berbahagia.

    • Iya, Umat Islam memang wajib berserah diri (tunduk patuh pada aturan, bukan membuat aturan sendiri) pada AlHakim (Yang Maha Bijaksana). Hukum Islam memang ‘menghakimi’ yang dihakimi dan diatur dan harus tunduk patuh dengan penuh kesadaran kepada aturan Al Hakim itu adalah orang-orang yang beriman yang hanya mengharap ridlo-Nya.

      Islam mengatur, bahwa tidak boleh membunuh manusia lain tanpa hak (yg boleh membunuh manusia hanya petugas hakim yg melakukan hukuman mati, atau membela diri dalam perang) Nabi Muhammad saw juga sangat jelas menunjukkan bahwa haram hukumnya membunuh manusia untuk dimakan dagingnya dalam keadaan apapun. Jadi Islam menunjukkan, kita tidak memakan manusia karena haram hukumnya memakan daging manusia, atau haram hukumnya membunuh manusia untuk dimakan dagingnya.
      Contoh barang suci, bisa dimakan, tapi haram dimakan, adalah roti paling enak tapi hasil curian.

      Welas Asihlah pada semua makhluk hidup dengan memperlakukan mereka sesuai dengan haknya, sesuai dengan yang ditunjukkan Al Hakim melalui kitab-Nya yang tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya.
      Manusia akan mati, bagaimanapun alasannya, tapi sungguh mulia jika kita mati karena membelah saudara-saudara kita yang teraniaya.
      Sapi akan mati, bagaimanapun juga sebab kematiannya, dan sungguh sangat jauh lebih berharga dan lebih mulia, sapi yang telah ditentukan oleh Al Hakim sebagai binatang yang jinak itu, sehingga bisa dipelihara oleh manusia, dia mati dengan mempersembahkan dagingnya untuk kebutuhan gizi manusia dan makhluk lainnya yang memerlukan.
      Demikian juga ikan misalnya, akan jauh lebih mulia dia, jika kematiannya untuk menyediakan kebutuhan protein manusia atau hewan peliharaan.
      Semua makhluk akan lebih mulia dan lebih bahagia dunia dan akhirat jika manusia tidak menuruti nafsunya dengan membuat aturan dan hukum sendiri, tapi hanya berserah diri pada Al Hakim, yang telah jelas memberikan petunjuknya melalui kitab-nya yang la roiba dan Rasulnya yang Al Amin.

      wallahualam

  8. Tambahan lagi… ini ada kutipan yang menyatakan bahwa islam pun mendukung vegetarian

    Pada suatu ketika Rasul Allah berkata kepada keponakan-Nya, ‘Ali, Oh Ali, kamu semestinya tidak memakan daging. Jika kamu memakan daging selama 40 hari, maka kualitas itu akan masuk ke dalam dirimu. Karena itu, kualitas kemanusiaanmu akan berubah, kualitas welas asihmu akan berubah, dan inti sari tubuhmu juga berubah.’

    source: http ://kontaktuhan.org/vegetarian/vegetarian_10a_islam_vegetarian.htm

    Pada situs tersebut juga ada Tokoh Dunia Islam yang Bervegetarian :)

    • Islam telah jelas tidak melarang orang yang tidak memakan daging, jadi vegetarian tidak diharamkan. Tidak memakan daging jika dengan alasan kesehatan, misalnya bagi orang yg alergi daging, menurut Islam jika kondisi seperti itu, wajib bagi orang ini tidak makan daging.
      Tapi perintah menyembeli hewan kurban untuk dibagikan dagingnya pada orang yang kurang mampu adalah juga jelas aturannya bagi Islam.

      Perintah Berkurban itu kalau kita pikir pakai logika kita, manfaatnya misalnya adalah untuk:
      1. menunjukkan diri kita adalah hamba yang taat pada Tuhan
      2. membantu memenuhi gizi saudara kita yang kurang mampu.
      3. menggerakkan perekonomian bagi para peternak dan pedagang hewan ternak.
      4. mengajarkan pada kita untuk berani membunuh (menyembeli) yang hak untuk kebutuhan kita
      5. memperingati peristiwa penting yg terjadi pada Ibrahim, bapak para nabi
      6. yang penting juga, memuliakan hewan kurban itu dengan memberikan manfaat bagi kematiannya untuk hal-hal tersebut dan tidak membiarkan dia mati sia-sia karena tua.

      wallahualam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.