PENOLAKAN: MENOLAK SURAT 72 AL-JIN SEBAGAI ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL SERTA KONTRADIKSIUS
Ditulis oleh dahlanforum di/pada Desember 22, 2007
Berikut adalah sebagian isi sebuah buku yang dipinjami teman saya. Saya memberikan komentar atas isi buku tersebut di bawah. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa hal ini memang ada dan membuat kita selalu belajar akan hal-hal yang menyangkut keimanan kita. Dalam buku tersebut memang menunjukkan agama tertentu yang membuat ajaran itu. Dan menurut teman saya, dan beberapa yang lain memang isi buku ini sesuai dengan apa yang pernah diajarkan di tempat tertentu. Tidak semua orang mendapatkan ajaran seperti itu. Saya sangat berharap kita tidak membenci seseorang hanya karena ajaran yang dia dapatkan bertentangan dengan apa yang kita yakini.
Tapi tetap saja kita katakan yang benar adalah benar, walau tentu saja kita tidak bisa membuat semua orang menerima.
………………
Dalam AL QUR’AN ada terdapat satu SURAT No. 72 yang dinamakan : “AL-JIN”, yang isinya antara lain :
l. Bahwa di dunia ini ada jin-jin yang SALEH/ MUKMIN dan ada jin-jin yang kafir (Mukadimah Surat AL-JIN dan 72 AL-JIN 11-14).
2. Bahwa manusia boleh atau dapat minta pertolongan dan perlindungan pada jin-jin yang saleh/mukmin tersebut (Qs 72 AL-JIN 6).
3. Bahwa jin-jin dapat memberi rezeki yang banyak kepada manusia.
(Qs 72 AL-JIN 16)
4. Pada waktu Muhammad sedang Shalat dia dikerumuni oleh banyak jin. (Qs 72 AL-JIN 19)
Hal yang seperti inilah contoh dari apa yang telah kami jabarkan dalam PENOLAKAN I – Diktum 6 – terdahulu, bahwa AL QUR’AN atau tegasnya ajaran agama Islam itu bersifat kontradiktif, dualitis dan axiomalistis (berisi pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri), karena di satu pihak ALQURAN mengajarkan TAUHID/Mengesa-kan ALLAH (Lailahailallah) dan hanya kepada DIA-lah umat Islam boleh sujud menyembah dan minta pertolongan (Qs 1 Al Fatihah 5), namun dilain pihak segera sesudah itu dalam AL QURAN yang sama di Surat 72 AL-JIN 6 dan 16, AL QURAN memerintahkan bahwa umat Islam boleh sujud sembah jin-jin untuk meminta pertolongan, perlindungan dan rezeki-rezeki (meskipun diselimuti dengan predikat Saleh/Mukmin).
Apa hal ini tidak kontradiktif? Apa hal seperti ini pantas disebut Wahyu Allah?
Apakah hal ini tidak berarti “Menyekutukan” ALLAH YANG MAHA ESA itu?
Kita mengetahui bahwa di alam roh atau alam gaib hanya ada dua kekuatan atau golongan saja yang dipisahkan oleh satu jurang yang tak terseberangi (Lukas 16:26) laksana satu “TEMBOK BERLIN” yang tak terjangkau tingginya. yaitu:
Allah + ribuan malaikat suci yang setia kepadaNya di bawah pimpinan Malaikat Akhbar: Mikhael, Jibrail, Rufail dan lain-lain.
dan
IBLIS + ribuan malaikat jahat sebagai pengikut-pengikutnya yang telah diusir oleh ALLAH dan dilempar ke luar dari sorga karena memberontak terhadapnya, yang dipimpin oleh setan-setan dan jin-jin antara lain: Baal, Molock, Legion dan lain-lain.
Berdasarkan adanya tembok atau jurang pemisah secara TOTAL antara Golongan ALLAH dan Golongan IBLIS tersebut diatas, apakah masuk diakal sehat dan logis bahwa diantara pengikut-pengikut iblis ada terdapat jin-jin yang Saleh dan Mukmin?? Tidak mungkin dan tidak masuk diakal bukan ?? Oleh karenanya maka Surat 72 Al Jin ini tidak mungkin Wahyu ALLAH, melainkan hanya buah fikiran Muhammad sendiri saja, karena dia melihat disekelilingnya banyak sekali orang-orang Arab minta pertolongan, perlindungan dan rezeki-rezeki kepada jin-jin sebagaimana jelas terungkap di Surat 72 Al Jin 6 dan Catatan Kaki No 1524 dari Nats tersebut (AL QUR’AN terjemahan Departemen Agama R.I. tahun 1978).
Selanjutnya dengan adanya Surat 72 Al Jin 6 ini, sama saja artinya bahwa Muhammad memberi peluang atau “lampu hijau” kepada umatnya untuk berbuat SYIRIK, menyekutukan ALLAH yang mereka agung-agungkan MAHA-ESA dengan jin-jin/iblis dan dalam PRAKTEK KENYATAANNYA sehari-hari memanglah demikian adanya, karena bukan rahasia umum lagi dan adalah logis dan pantas berjuta-juta umat Islam memanfaatkan ijin Muhammad + AL QUR’AN nya itu dengan sujud-menyembah serta bersekutu dengan JIN-JIN tersebut untuk mendapat: Kekebalan tahan tembak, dan tahan bacok, mendapat ilmu santet dan ilmu pelet, mendapat kekuatan sexual-exstra strong, memperoleh kekayaan-kekayaan dan kenaikan pangkat dan lain-lain sebagainya. Apakah ini arti dan makna kumandang 5X sehari “LAILAHAILALLAH” dari umat Islam itu dan apakah dengan adanya Surat 72 Al Jin dalam AL QUR’AN masih ada seorang Muslim yang jujur pada diri dan suara hati-nuraninya untuk masih percaya bahwa AL QUR’AN itu berisi 100% Wahyu ALLAH ??”
Lain halnya dengan ajaran ALKITAB milik umat Kristen itu, karena tentang hal dan masalah yang sama, dengan tegas dan tuntas menyatakan: “TIADA TUHAN LAIN SELAIN DARI ALLAH YANG ESA ITU – LAILAHAILALLAH” (Yesaya 45:5a dan 21b, Keluaran 20:2-3, Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Yohanes 17:3, I-Timotius 1:17 dan banyak lagi nats-nats yang meng-ESA-kan ALLAH), dan tegas serta tuntas pula MELARANG MENYEMBAH PATUNG, BERHALA, SETAN-SETAN dan JIN-JIN dalam bentuk, kwalitas atau predikat apa-pun (Keluaran 20:4-5, Keluaran 34:l7, Imamat 26:l, Ulangan 4:15-19, Yesaya 44:9-20 dan banyak lagi nats-nats lain yang serupa dengan itu), dan khusus mengenai jin-jin yang oleh AL QURAN boleh disujud-sembahi dan diminta pertolongan serta perlindungannya, ALKITAB milik umat Kristen ini tegas-tegas melarangnya dalam Imamat 17:7, demikian:
“Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.”
Tegas dan tuntas bukan ?!??
Dan ALKITAB menyatakan dengan tegas dan tutas pula bahwa hanya kepada ALLAH yang ESA itu sajalah kita sujud-sembah dan berbakti (Matius 4:10), dan hanya kepada DIA-lah satu-satunya Oknum atau Alamat tempat kita minta pertolongan, perlindungan rezeki dan apa saja yang kita butuhkan dalam hidup ini (Mazmur 121:8, Matius 7:7, Matius 11;28, Lukas 12:21-23).
Dan terhadap iblis + jin-Jin pengikutnya, ALKITAB dengan tegas pula menyatakan bahwa mereka itu adalah : Pendusta/Bapa segala Pendusta (Yohanes 8:44), mempunyai malaikat-malaikat jahat (Matius 25:41), sehingga kita harus selalu waspada dan berjaga-jaga karena iblis juga adalah PENIPU (II-Korintus 2:11) bahkan sedemikian hebat tipuannya sehingga iblis bisa menyaru seoalah-olah dia adalah Malaikat Terang yang Suci (II-Korintus 11:14), jadi bertentangan secara diametral dengan ajaran AL QUR’AN yang membenarkan kita bersekutu dengan jin-jin dan meminta rezeki, pertolongan serta perlindungan daripadanya. Oleh karena itu, siapapun yang masih berakal budi dan secara jujur mengikuti suara hati nuraninya-seperti halnya kami selagi masih Islam tempo hari – tidak mungkin dapat mengakui lagi bahwa AL QUR’AN dengan Surat 72 AL JIN-nya itu, sebagai Wahyu ALLAH. >>>
.. (bersambung….)..
Mungkin karena ada ajaran bahwa “surat 72 Al-Jin sebagai aneh dan tidak masuk akal serta kontradiksius” yang pernah diterima oleh seseorang yang menyindir dengan sinis kepada kelompok di dekatnya bahwa ajaran Islam itu penuh dengan mistik seperti dalam banyak media cetak. Yang saya tahu, kebatinan dan mistik seperti yang terdapat di banyak media adalah bertentangan dengan ajaran Islam.
Dan ini komentar saya atas tulisan dalam buku yang oleh seorang teman dipinjamkan kepada saya tersebut.
1. Meskipun kebanyakan jin adalah jahat, dan Iblis adalah makhluk yang sama dengan jin atau Iblis adalah golongan jin (Q.18:50) yang diciptakan dari api yang sangat panas (Q.15:27), dan hampir semua golongan jin keturunan iblis menjadi setan, namun kita juga tahu, selain dalam bentuk jin, setan juga bisa dalam bentuk manusia (Q.114:6), ada juga jin yang mau beriman ketika datang petunjuk Allah (Q.72:13). Jika ada yang ragu tentang adanya jin yang taat, ketahuilah bagaimana Nabi Sulaiman menundukkan para jin. Sulaiman, raja yang telah ada sebelum Yesus dilahirkan oleh ibunya. Imannya sebagian golongan jin juga dijelaskan di Q.46:29, 30, 31, 72:1-14.
2. Mari kita baca Q.72:6: “Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Kemudian kalimat ini dikatakan bahwa manusia boleh atau dapat minta pertolongan dan perlindungan pada jin-jin. Jelas bahwa yang membuat kesimpulan itu hanyalah orang yang dengan sengaja hendak memutar balikkan fakta dan bukan hanya karena ketidaktahuannya. Lihatlah, dengan gamblang dijelaskan pada ayat tersebut, bila kita meminta perlindungan pada jin, hanya akan menambah dosa dan kesalahan, tidak membawa pada kebaikan sedikitpun. Ini disebut membolehkan? Sama dengan dikatakan “Jika kamu melewati jalan itu kamu akan celaka”, lalu kalimat ini kita artikan dengan: silakan kamu melewati jalan itu. Jelas, bahwa pembuat penolakan ini bukan hanya tidak tahu namun tentu punya maksud memfitnah, yang tentu sangat bodoh bila kita mengikutinya. Q.4:50: “Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).”
3. Q.72:16:”Dan bahwasannya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).”. Kemudian oleh penolak petunjuk Allah ini dikatakan: Bahwa jin-jin dapat memberi rezeki yang banyak kepada manusia. Padahal jelas yang disebut “Kami” dalam ayat ini adalah pemilik Wahyu ini (Allah dengan segala keagungan dan kemuliaan-Nya), dan yang disebut “mereka” adalah jin-jin yang mau menerima petunjuk Allah tersebut. Jika bukan fitnah (memberitakan kejelekan yang sebenarnya tidak ada) yang dibuat oleh penolak ini, apa ada maksud lain. Meskipun fitnah itu ditujukan pada kelompoknya sendiri (untuk kalangan sendiri). Allah mengajarkan dalam ayat ini, jin saja, yang kebanyakan adalah jahat, jika mereka mau menerima petunjuk dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan karunia.
4. Setelah para jin tahu bahwa Muhammad adalah benar-benar rasul Allah, banyak jin yang mengerumuninya untuk mendapatkan berita, (Q.72:19), dan Allah mengajarkan pada Muhammad seperti pada ayat-ayat berikutnya: hanya Allah yang patut disembah (Q.72:20), manusia atau jin (selain Allah) termasuk Muhammad tidak dapat mendatangkan manfaat atau mudharat pada pihak lain (Q.72:21), dan semua makhluk termasuk Muhammad sendiri tidak memiliki tempat berlindung selain Allah (Q.72:22).
Jelas, bukan dalam dirinya sendiri ada pertentangan pada Quran, melainkan adanya pertentangan yang jelas antara kitab AlQuran dengan pendapat orang yang menolak ajaran Allah melalui firman-Nya AlQuran. Jelas hanya Allah yang patut kita sembah dan hanya kepada-Nya kita minta pertolongan, (Q:1:5, 72:18 ) sedangkan jika kita minta pertolongan pada selain Allah, termasuk pada jin, hanya akan menambah dosa dan kesalahan tanpa membawa perubahan apapun (Q.72:6).
Adanya jin yang saleh hanya sebagai gambaran bagi kita, bahwa ajaran Allah melalui Alkitab-Nya (AlQuran), dan rasul-Nya (Muhammad saw) bukan hanya untuk manusia, namun juga untuk seluruh makhluk, termasuk jin.
Jelas pendapat ini adalah dari orang yang sudah terlanjur percaya dengan pencerita dari firman yang hidup, dalam hal ini ialah ‘Matius’ (tentu bukan Matius yang sahabat nabi Isa) yang mengatakan bahwa iblis mempunyai malaikat-malaikat jahat (Matius 25:41), padahal seperti yang dijelaskan Alkitab milik orang Kristen itu, iblis dan malaikat tidak saling membantu namun sama-sama makhluk Allah, bedanya iblis: penipu (II-Korintus 2:11) sedangkan malaikat: suci dan terang (II-Korintus 11:14). Untuk itulah kita seolah mendapatkan gambaran bahwa Allah dan iblis saling bertentangan seperti musuh yang saling berhadapan, yang saling punya pengikut berupa malaikat (suci dan jahat), mereka adalah dua golongan dalam dunia roh atau gaib. Padahal iblis hanyalah makhluk Allah, yang dengan kehendak Allah, mudah saja Dia tidak menciptakan iblis, apalagi membinasakan iblis. Dan roh hanyalah sebagian dari hal yang gaib. Marilah kita belajar dari Firman Allah (bukan cerita tentang firman Allah) tentang jin ini: Jelas jin hanya ciptaan Allah, diciptakan dari api yang sangat panas (Q.15:27). Hanya orang musyrik yang bersekutu dengan jin (Q.6:100). Jin telah banyak menyesatkan manusia (Q.6:128). Dan Iblis adalah golongan jin (Q.18:50). Dan sebenarnya jin mengetahui akan diseret ke dalam neraka (Q.37:158).
Dan telah jelas AlQuran dan juga rasul Allah Muhammad saw, melarang santet, pelet dan lainnya, juga sangat tegas melarang meminta pertolongan kepada selain Allah. Muhammad saw sendiri tidak kebal, beliau juga luka saat kena sabetan pedang di medan tempur, demikian juga para sahabat beliau. Jika ada orang yang mengatakan bahwa Muhammad mengijinkan minta bantuan jin, tentu orang ini bukan hanya sekedar tidak tahu, tapi memang sengaja hendak membohongi, paling tidak membohongi kelompoknya sendiri, atas kebenaran petunjuk Allah. Bahwa rasul Allah, Muhammad, atas petunjuk dan perintah Allah, mengingatkan kembali pada manusia untuk tidak meminta bantuan pada jin, melainkan hanya pada Allah, seperti juga dulu rasul Allah nabi Musa mengingatkan pada umatnya untuk tidak lagi memberikan persembahan pada jin seperti yang tercatat di Imamat 17:7. Begitulah kasih sayang Allah pada umat manusia, ketika mereka lupa dan ingkar, Dia menurunkan seorang rasul, dan kitab sebagai bukti kerasulannya dalam menyampaikan ajaran Allah, dan landasan dalam memutuskan setiap masalah (Q.5:44,49), agar umat manusia kembali pada jalan yang lurus (Q.3:164), tentu saja bagi orang-orang yang mau menerima petunjuk (baca Q.16:63). Hingga rasul-Nya yang terakhir, Muhammad saw, dengan alkitab yang diturunkan padanya yakni kitab AlQuran, yang Allah telah berjanji, Ia yang menurunkan dan Ia yang akan menjaganya (Q.15:9, 75:17), dan nanti ketika tidak ada lagi orang yang beriman, maka kiamat tidak lama lagi akan datang.
Jika ada yang tidak percaya bahwa alkitab AlQuran bukan dari Allah, hanya buatan manusia, yakni Muhammad yang buta huruf (Q.7:157,158), buatlah yang serupa dengan AlQuran itu jika bisa (Q.2:23, Q.52:34, Q.11:13, Q.17:88), mencontoh dari kitab apapun, dengan bantuan siapapun.
Oleh karena itu, siapapun yang masih berakal budi dan secara jujur mengikuti suara hati nuraninya dan mempelajari petunjuk Allah dengan hati suci, akan mengatakan “Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya”. Itu semua adalah ajaran Allah melalui rasul-Nya yang terakhir, Muhammad saw, yang ajarannya adalah meluruskan ajaran yang dulu juga diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya (Q.6:92, 16:89, 25:56, 26:194, 33:45, 34,28, 35:24, 36:11, 37:72, 38:4, 43:23). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Yang Maha Hidup lagi Ada, Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
Siapapun yang masih berakal budi tidak akan mempercayai keterangan orang yang memutar balikkan fakta dengan panjang lebar memberikan keputusan dari hasil dugaannya sendiri yang jelas-jelas mengada-ada dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Semoga hidayah Allah tercurah kepada kita semua.
Semula saya tidak mempedulikan jika ada orang yang mengatakan bahwa ajaran Islam itu identik dengan mistik, kerja sama dengan jin dan lain-lain. Namun ternyata ada orang yang percaya dengan hal tersebut. Tentu orang itu awam dengan ajaran Islam. Tapi sayang, karena sebab dari orang-orang awam ini, banyak orang yang merasa ajarannya lebih baik, karena merasa dibandingkan dengan ajaran jin, dan hanya buang-buang waktu saja jika mempelajari sumber ajaran itu. Ah orang-orang itu pasti sudah kena tipu, bagi yang peduli, tapi tentu banyak yang tidak peduli. Dan jika ada orang yang sudah merasa membutuhkan Tuhan, jangan ke ajaran yang dari jin, begitu kira-kira. Dan tentu ini hanya sebagian saja. Seperti informasi dari buku teman saya itu, begitu lihainya mereka menjabarkan dengan luas kebodohan dari mempercayai ajaran bisa minta bantuan pada jin, tapi sangat singkat dan langsung mengambil kesimpulan bahwa Islam memperbolehkan minta tolong pada jin. Ada yang langsung menerima, bagi yang sinis dan tidak mau belajar. Padahal sedikit saja kita mau melihat dari sumber aslinya, ternyata sangat konyol kesimpulan para penolak peraturan Allah ini.
.. (bersambung….)..


kaozumi berkata
siapa yang nulis itu semua??
itu tidak benar, semua yang terjabar di website ini adalah bohong. ia hanya ingin menjatuhkan islam dan menaikkan agama KAFIR.
sesungguhnya islam itu adalah agama yang sempurna, dan mulia bukan seperti agama lain yang menghalallkan berbagai macam cara untuk memperoleh kepuasan duniawi. islam juga mengharamkan manusia untuk memakan makanan haram seperti BABI, ANJING, dan hewan2 haram lainnya. karena islam adalah agama yang benar. bukan agama yang menyesatkan. islam juga mengajarkan manusia untuk menjaga lidah. karena itu islam BENAR
yondra berkata
jangan kita sekali kali menghina yang namanya alqur’an karna didalamnya terdapat petunjuk allah yang nyata tidak ada keraguan baginya sesungguhnya islan itu adalah agama allah yang paling benar dimuka bumi ini
andrieis berkata
maaf komentar anda dan artikel yg anda komentari bercampur tanpa ada tanda yg memisahkannya. saya hampir saja berkesimpulan bahwa uraian ttg Islam adalah kontrakdiktif adalah tulisan anda. mohon maaf.
dahlanforum berkata
Saya mencoba mengomentari isi sebuah buku yang oleh teman saya dipinjamkan ke saya.
Sebuah Kritik untuk Blog ini, dari seorang teman yang peduli. Terima kasih « ForumPositif berkata
[...] PENOLAKAN: MENOLAK SURAT 72 AL-JIN SEBAGAI ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL SERTA KONTRADIKSIUS [...]
taufik berkata
tulisan bagus, komentar untuk sebuah bahasan kontradiksi al-Qur’an yang sebenarnya tidak ada kontradiksi. pendapat lalu sanggahan.
kalo yang membacanya ga sampai habis pasti mikir yang ga bener tentang antum
Andi berkata
Qs 72 AL-JIN 6 .. menerangkan bahwa manusia tidak boleh … di situs ini di tulis boleh ….
sebaiknya baca dulu Alquran… baru NGOMONG ….
menulis tanpa membaca dulu referensi adalah hal bodoh …
Andi berkata
maksud saya …. orang yang menulis di buku yaaaa…:-)
Khairul Fahmi berkata
bos!!!pada surat al jin ayat 6 tulis bener2 jangan sepotong-sepotong. anda baca dan pahami dari ayat 1 sampai 28, kalau anda mengambil kesimpulan sepotong2 itu adalah pekerjaaan bodoh. disini dikatakan “beberapa orang meminta pertolongan kepada jin itu akan menambah dosa dan kesalahan”itu kelanjutannya. Jangan anda bandingkan Al-Qur’an dengan Injil karena keduanya tidak bisa dibandingkan. Injil itu diturunkan pada zaman nabi isa. setelah itu baru turun Al-Qur’an yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, didalam pesan ALLAH SWT dalam Al-Qur’an bahwa injil yang diturunkan tidak berlaku lagi di Zaman nabi Muhammad, siapa yang memakainya akan mendapat siksaaan dari ALLAH camkan itu!!saya tidak mau mencari perselisihan antar umat beragama, saya hanya menasehati anda mana yang baik dan mana yang bener(anda baca surat 5 ayat 48-49)
Hambah Allah berkata
Hati-hati mengkaji ISLAM dan AL-QURAN hanya dengan AKAL PIKIRAN saja jangan sampai anda KAFIR…Jika pikiran masih kontradiksi …kita masih punya IMAN…. DI DALAM AL-QURAN TIDAK ADA KERAGUAN…JANGAN TERLALU JAUH BERPIKIR…..
irma berkata
kasihan banget ya yang nulis itu. Pantas aja dia murtad, wong dia gak memahami secara benar agamanya yang dulu–Islam–. Sudah murtad, sok ngeguruin yang lain, kasihaaaan deh elo. Biar ada sejuta yang kayak elo, Islam, Allah, Rasulullah Muhammad Saw itu tidak akan terhina.
Nandes Brutality berkata
terbakarlah dijurang neraka wahai kau pendusta agama Allah SWT. terkutuklah orang-orang KAFIR yang selalu memusuhi, menyesatkan, dan membingungkan kaum MUSLIM yang lemah… wahai Saudara muslim koe… hati-hatilah terhadap MISI PEMURTADAN yang setiap waktu mengintai mu… hanya ALLAh SWT lah tempatmu berlindung dan tempatmu memohon petunjuk kejalan yang benar. ( nandes_brutality666@yahoo.co.id / UNITED UNDERGROUND TEMBILAHAN )
Faradish berkata
Ada nada kegelisahan penulis ketika menguraikan tulisan ini. Nampak kurang obyektif dan tidak teliti. Kerjasama dengan Jin sebatas apa? Jin adalah makhluk sebagaimana hamba Allah lainnya yakni manusia. Sehingga saya yakin penulis sendiri dalam satu kebimbangan dengan agama yang dianutnya. Allah Maha Benar dengan segala firman-Nya. Gabung di Faradish-Forum Nimbuzz aza ..
budhi berkata
Buku seperti itu sangat dangkal dan sembrono, terlihat penulisnya sangat tidak berpengalaman sehingga justru menjadi senjata ymakan tuan bagi penulisnya. Tulisan2 seperti ini, bahkan lebih buruk lagi mudah dijumpai di situs kontroversial indonesia.faithfreedom.org. (I really hate this). Tapi efeknya justru makin menambah iman Islami
budhi berkata
kalo boleh tahu, judul buku dan pengarangnya siapa ya…?
Rizki berkata
Kalo boleh tau, judul dan pengarang bukunya siapa ya….kayaknya saya perlu baca buku sembrono ini….
Bams berkata
Yang jelas,orang-orang yg menolak ayat al-quran baik seluruh maupun sebagian.ia termasuk orang yg kafir,fasiq,atau zallim.Bagi yang tau bukunya,please kirim ke email:bharyanto282@gmail.com!
ipank berkata
singkat : “elo kali yang jadi JIN,, iya kan ,, udah ngaku aja ntar masuk neraka kok”
Dalam Proses « Forum Positif berkata
[...] ajaran ajarannya ajarkan Aji Ajib ajukan Aka akademi akademik akademika akademiknya akademis Akadia akal akalnya akan Akapela akar akarnya akarpun akbar AKG akherat akhir akhirat akhirnya akhlak Akhlaq [...]
Peluang Usaha « Forum Positif berkata
[...] ajaran ajarannya ajarkan Aji Ajib ajukan Aka akademi akademik akademika akademiknya akademis Akadia akal akalnya akan Akapela akar akarnya akarpun akbar AKG akherat akhir akhirat akhirnya akhlak Akhlaq [...]
Rohim berkata
Sungguh bodoh orang yang mau menulis hal seperti itu.
Belajarlah agama islam secara menyeluruh janganlah setengah-setengah.semoga jangan sampai banyak orang yang tersesat karenanya.
Allahuakbar
syaefuddin berkata
yg punya buku jgn2 u sndri,..? jgn pke nma tmènz dong.! kcihan tmen u t dburu m bnyk org..
dahlanforum berkata
Saya sekarang di Jl Awikoen Madya no 5 Gresik, silakan mampir, senang punya banyak kenalan.
xabre berkata
NGGA USAH DI TANGGEPIN MANUSIA SEPERTI INI, YANG JELAS MANUSIA INI SALAH…. KALO HATINYA BELUM TERTUTUP OLEH SETAN…. INSYALLAH .. BELIU INI AKAN MENGERTI….. AMIN
Lina berkata
wallah?
Addie berkata
.yang nulis ba****t
.gak usah njelekin **k
.dasar mulut a**s lu….
.islam adlh sebaik2nya agama, yg laen gak jelas
.lu k*****n ya? Masa t**an lu pake c***na dalem doang…
.itu yg lu sebut t**an?
Sirli berkata
Untuk saudaraku seiman (islam), ini merupakan salah satu pembelajaran untuk kita semua, agar selalu berhati -hati atas propaganda umat non muslim. Sehingga sangat di sayangkan nasib orang yg telah membaca buku propaganda tersebut, namun tdk mau mencari sumber aslinya yaitu AL-QUR’AN sehingga iman (islam) nya lepas. Iblis berhasil memperdayainya. Semoga orang tsb diberi hidayah. Amin
Sirli berkata
Buat penulis (BOS) yang menanggapi hal buku kiriman dari temanya itu (propaganda atas islam), trims atas pencerahannya semoga Rahmat Allah swt tercurahkan untuk kita dan saudara kita yang seiman. Amin
hagia sophia berkata
subhanalloh ….
Mahzil berkata
sebaiknya hal ini tidak perlu diperdebatkan, karena sudah jelas, terjadinya perbedaan persepsi, karena kita sedang membahas masalah Al-quran dan Alkitab, Alquran merupakan firman Allah SWT yang tidak akan pernah bisa diubah oleh manusia, sedangkan al-kitab juga merupakan wahyu Allah dulunya, namun telah diubah dan di edit oleh para ahli kitab terdahulu hingga sekarang, semoga kita semua mendapat petunjuk, wassalam.
aldyn berkata
na’udzubillahi min dzalik
tidak sepantasnya anda menulis seperti itu, karena anda masih cetek belum tahu ilmunya itu jelas sekali, dan anda terlalu ngarang-ngarang
kelihatannya tulisan anda seperti orang yang ujian untuk masuk pada level PENDETA atau PASTOR,yang selalu mencari-cari kesalahan dalam Al-Qur’an. kalau anda masih bingung bisa hubungi Bapak Qurois Shihab, beliau adalah seorang ahli tafsir yang ikut dalam pen TASHIH Al-Qur’anul Karim
vq berkata
waduh, kurang ngajar banget tuh yang nulis gitu.
islam aja cinta damai, masa kristen cari ribut??
mutia berkata
wah kayaknya terjemahannya dah kadarluarsa tuh?