Berikut adalah sebuah kritik yang diajukan kepada salah satu moderator dalam blog ini, semoga bisa menjadi masukan kita
semua.
__________________________________________
Dari tulisan PENOLAKAN: MENOLAK SURAT 72 AL-JIN SEBAGAI ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL SERTA KONTRADIKSIUS
Seseorang memberikan komentar berikut:
Tidak sadarkah anda,,dengan blog yang mengusung tema “berbagi hal positif” anda justru menebar hal yang paling negatif di dunia ini?
semoga anda dimaafkan oleh siapapun yang dilukai oleh tulisan2 yang ada di blog ini…
________________________
Lalu, karena kami tahu alamat email yang memberi komentar ini, kami balas lewat email:
Terima kasih atas perhatian Anda pada blog saya.
Sungguh saya sangat terkesan.
Tapi untuk sementara komentar Anda tidak saya approve.
Ada juga teman lain yang terjebak dengan tulisan ini karena membaca sebagian saja. Itu memang kekurangan saya. Dan saya sungguh sangat menyesal.
Mungkin dengan ada pengantar diawal akan lebih jelas.
Karena komentar Anda ini saya mengedit tulisan tersebut dan menambahkan pengantar yang saya beri warna biru dan dengan font yang lebih besar.
Terima kasih atas masukan yang membuat saya semakin belajar untuk membuat blog yang benar.
Salam Kenal
Afandi Kusuma
_________________________________
Tidak lama kemudian, beginilah perhatian seorang teman itu:
__
salam kenal juga, mas afandi…
sebenarnya saya justru telah membaca beberapa buah pikiran
mas fandi di blog hingga selesai. mungkin sedikit
informasi mengenai saya, saya adalah seorang yang memeluk
agama kristen dan saya juga sangat menyesali jika ada
pemeluk agama kristen yang memiliki pikiran bahkan menulis
buku seperti yang mas fandi kutip.
hanya saja, mungkin hal ini akan berguna bagi saudara jika
saya memberi masukan berupa kritik. Sejujurnya pada
awalnya saya tertarik untuk membaca blog tersebut karena
tema yang mas afandi bawa yaitu berbagi hal positif. namun
jujur, setelah membaca lebih jauh isinya…hal yang saya
tangkap adalah semacam karya tulis yang bersifat implisit
tentang ide si penulis. Bahkan jika mau jujur, saya harus
mengatakan bahwa mas fandi sebenarnya meggunakan gaya
bahasa sinisme. Hingga beberapa poin, saya mencoba untuk
tetap berpikir positif..namun akhirnya saya harus berkata
bahwa tulisan tersebut memang bersifat menghasut. Mungkin
bagi beberapa orang yang sedikit “cerdas” tidak akan
terhasut, namun kita tau bahwa sebagian besar dari
masyarakat kita justru hanya memiliki “Kepala Besar”-nya
yang kecil dan justru belum mampu mencerna
informasi-informasi yang sensitif seperti itu.
Sekali lagi, saya sangat menghargai kebebasan siapa pun
termasuk mas afandi untuk menyatakan segala ekspresi dalam
benak karena memang itu lah hakekat seorang manusia yang
merdeka. Dan saya juga tidak menyalahkan mas afandi karena
memiliki pengetahuan dan keyakinan yang kebetulan berbeda
dengan saya. Bukankah itu yang dinamakan saling menghargai
dan toleransi?
Oleh karena itu, di sini saya hanya menyatakan keberatan
saya terhadap beberapa tulisan mas fandi. Namun saya
mengakui bahwa saya tidak berada dalam posisi mengadili
atau menyatakan sesuatu itu salah atau benar. Jadi anggap
saja ini adalah masukan dari seorang teman. Saya sangat
mendukung jika kita bersama-sama terus mencoba berbagi hal
yang benar -benar positif untuk kebaikan semua orang
bersama. Sebisa mungkin saya tidak ingin menjadi batu
sandungan bagi siapa pun. Mari kita mencari jalan yang
lebih baik agar masyarakat ini mampu berpikir matang dan
dewasa terlebih dahulu. Semoga setelah itu, keadaan yang
lebih baik dapat dicapai. Indonesia Raya!!!
Salam hormat saya,
Ganda


Yang Suka Batik, Gabung di sini.
Gamis Modern
Busana anak
Busana pria
Busana Kerja
Busana Muslim
Sarimbit
Seragam Kerja
