PENERANGAN (LIGHTING) Dalam perancangan Interior
Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 22, 2008
PENERANGAN (LIGHTING)
Dalam perancangan Interior
Pencahayaan merupakan unsur yang memegang peranan penting dalam desain interior. Dalam hal ini dibutuhkan kepekaan terhadap efek cahaya dan warna ruang agar berfungsi sebagaimana tujuannya dan mempunyai nilai seni yang tinggi. Pencahayaan dibedakan menjadi pencahayaan alami dan buatan.
1. PENCAHAYAAN ALAM
Penerangan atau pencahayaan yang diakibatkan oleh benda-benda alam yang memancarkan sinar seperti matahari, rembulan, dan lain-lain.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan ruang dalam adalah:
· Kapan dan berapa lama sinar tersebut masuk dan mengganggu aktifitas kerja di dalam hunian. Hal ini dipengaruhi juga oleh letak lintang kita di bumi. Misalnya di Pulau Jawa yang berada di sebelah Selatan garis katulistiwa, sehingga matahari akan memancarkan sinarnya sepanjang tahun lebih banyak di sebelah Utara. Dengan demikian bukaan di sebelah selatan akan sangat menguntungkan karena kita tidak perlu memberi shading pada jendela.
· Pada jendela perlu dipertimbangkan jarak, letak, luas, ketinggian dari permukaan bidang tangkap terhadap arah datangnya sinar.
· Untuk jendela atau pintu kaca harus mempunyai absorbsi (daya seraplangsung), difuse (bias) mampu berefleksi (pantul) terhadap sinar matahari yang masuk ruang.
Beberapa bahan dan efek reaksinya terhadap cahaya:
· Kaca rayban, one way glass dapat mereduksi sinar matahari yang masuk ruang sehingga terasa sejuk dan nyaman.
· Kaca berwarna seperti stained glass (kaca patri), cahaya yang menerobos melalui kaca tersebut menimbulkan efek cahaya dengan bias yang indah berwarna-warni sehingga membuat suasana ruang menjadi meriah, cerah dan unik.
· Glass bloci, kaca es dan kaca matts, menimbulkan efek cahaya yang translucent (bias) sehingga suasana menjadi sejuk, namun tetap privat dan introvert.
Bangunan bergaya tropis mempunyai overstek cukup panjang sehingga sinar matahari yang masuk menjadi terhalang dan kesejukan ruang dapat dijaga. Letak dan luas bidang pembukaan terhadap arah datanya sinar juga menimbulkan efek cahaya khusus, misalnya pada gereja kuno (gaya klasik) dengan adanya sorot cahaya yang masuk melewati ventilasi atau jendela atas menjadikan kesan sakral, agung dan religius.
2. PENERANGAN BUATAN
Penerangan yang terjadi akibat sumber cahaya yang dibuat oleh manusia, misalnya lilin, lampu, obor dll. Untuk mendapatkan terang cahaya yang memadai dalam suatu ruang kegiatan, harus dipertimbangkan iluminasi (kuat penerangan), sudut penyinaran lampu, jenis dan jarak penempatan lampu yang diperlukan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam suatu ruangan.
Peranan lampu dalam perancangan ruang dalam:
· Lampu jika diatur dengan baik akan menimbulkan suasana atau efek cahaya khusus, dengan memberikan tekanan (tone) pada warna ruang dan memancing emosi seseorang yang tinggal di dalam ruang tersebut.
· Lampu memberikan kesan psikologis, contohnya:
· Lampu tungsten, TL dan florescent yang berwarna putih terang memberi kesan sejuk dan dingin.
· Lampu yang mengakibatkan warna ruang menjadi kemerahan dapat menimbulkan kesan ruang menjadi panas dan merangsang emosi seseorang yang berada didalamnya.
· Cahaya lampu yang berwarna kuning redup dapat menjadikan kesan intim dan romantis. Warna lampu kebiru-biruan, hijau, lembayung, dapat memberikan kesan dingin atau sejuk bahkan misterius.
· Lampu pijar, halogen dan mercury yang sinarnya berwarna kuning keemasan menimbulkan kesan hangat, akrab dan intim pada suatu ruang dalam.
· Lampu dapat memperkuat arah pandangan pada suatu ruang.
Jenis lampu dan efek yang ditimbulkan pada ruang
Dalam suatu ruang pameran atau display seperti galeri, museum, butik, dan toko perhiasan lebih mementingkan penerangan pada benda-benda yang dipamerkan daripada ruang keseluruhan, sehingga digunakan jenis lampu spot light, down light, yang sorotnya lebih terfokus.
Menurut daerah yang diterangi, penerangan buatan dibedakan menjadi dua:
· Penerangan umum atau merata
Penerangan yang memerangi seluruh ruangan secara merata (general lighting), biasanya digunakan untuk ruangan umum dan tidak memerlukan ketelitian.
· Penerangan setempat
Penerangan yang hanya menyorot tempat tertentu saja (spot lighting), biasanya digunakan untuk tempat kerja yang memerlukan ketelitian kerja atau suatu tempat tertentu yang menarik dan sengaja ditonjolkan.
Lampu penerangan interior berdasarkan cara pemberian cahayanya dibedakan:
· Penerangan langsung
· Penerangan tidak langsung
· Penerangan setengah langsung
· Penerangan setengah tidak langsung
Lampu penerangan interior ruangan berdasarkan bola lampunya dibedakan menjadi:
· Lampu pijar, lampu yang kawat pijarnya terlihat nyalanya dari luar kaca.
· Lampu difus, lampu yang kawat/gas pijarnya tidak kelihatan nyalanya dari luar kaca buram.
Lampu penerangan interior ruangan berdasarkan cara pemasangannya dibedakan:
· Lampu duduk, biasanya diletakkan diatas meja atau lantai (berdiri) lampu tempel, menempel di dinding, di tiang, di langit-langit
· Lampu gantung, di plafond
· Lampu tanam, di plafon, di dinding, dan lain-lain.

egi berkata
dear all
ada yang tau tentang kebutuhan daya lampu ? watt/meter2 atau watt/sqft. thank’s
jona berkata
mau dong data-data kekuatan iluminasi lighting for museum, if u have. thanx.