GEDUNG KANTOR PUSAT BDN
Ditulis oleh dahlanforum di/pada Januari 13, 2009
GEDUNG KANTOR PUSAT BDN
Bangunan 28 lantai ini, nampak menjulang kokoh di belakang gedung Kantor Pusat BDN lama yang berlantai 11. Proyek gedung tersebut seluruhnya direncanakan, dikelola, dan dilaksanakan oleh tenaga-tenaga Indonesia sendiri. Perencanaan proyek ditangani oleh konsultan PT Encona Engineering Inc, demikian pula pengelola proyek dan manajemen konstruksinya. Dan pelaksanaan ditangani oleh sekitar 40 kontraktor yang menangani bidang masing-masing sesuai dengan keahliannya. Untuk pekerjaan struktur, ditangani oleh kontraktor PT Wijaya Karya (WIKA).
Agar bangunan itu dapat serasi dengan lingkungan sekitarnya, terutama terhadap bangunan BDN lama yang sudah ada. “Kalau tidak dapat dikatakan sebagai bangunan kembar, mungkin bangunan baru ini dapat disebutkan sebagai “kakak-adik” dengan bangunan lama. Jangan sampai dengan adanya bangunan baru, bangunan yang sudah ada menjadi terasa out of date.
Bangunan baru itu hendaknya bisa dibanggakan sebagai bangunan yang aktif, up to date bila dikaitkan dengan waktu yang ada, sehingga dapat mencerminkan image yang baik.
Seluruh pekerjaan bangunan Menara dan Podium diselesaikan dalam waktu 2,5 tahun, dengan luas lantai hampir 38.000 m2.
Dasar Perancangan Arsitektur dan Sistem Struktur
Bentuk dan Appearace: Sesuatu yang khas dan kreatif, mempunyai bentuk yang kuat mencerminkan suatu Banking Institution yang besar dan bonafit, tidak tampak seperti Rental Office biasa.
Dari banyak alternatif yang dibuat, akhirnya terpilih yang dianggap memenuhi persyaratan, dengan bentuk terdiri atas 3 bagian: kaki, badan dan kepala. Karakter yang dibentuk: vertikalisme, yang mendukung pancaran keagungan yang diinginkan. Karakter bangunan lama ikut serta menjadi bahan pertimbangan
Konsep ruang dalam: Simetris ke-4 sisi Core di tengah untuk sirkulasi yang terpendek hingga mendapatkan ratio ruang produktif uang optimal, serta efisien utilitas.
Konsep ruang luar: Set-back yang cukup dalam untuk meningkatkan monumentalitas. Space/plaza di depannya dibuat naik (ramp) secara bertahap untuk “mengangkat” lantai dasar bangunan, juga untuk tujuan yang sama. Faktor landscaping dimasukkan ke dalam plaza tersebut untuk menghindari kesan kering dan keras.
Material: untuk eksterior dipakai panel aluminium yang difinish dengan fluoro carbon coasting serta structural glass curtain wall. Aluminium adalah material yang tahan cuaca, difinish dengan coating yang “maintenance free”, serta dilapisi bahan isolasi panas. Dipilihnya sistem ini juga untuk menghindarkan terjadinya material yang lepas dan jatuh (seperti keramik misalnya), serta dapat dipasang tanpa bantuan steiger-steiger atau dinding untuk menempelkan.
Sistem transportasi vertikal menggunakan elevator yang dibagi atas 2 group: low zone dan high zone/express. Low zone melayani lantai basement 1 sampai dengan lantai 12, high zone melayani basement, lantai dasar dan lantai 12 sampai dengan lantai 26. Ada lagi elevator barang yang melayani semua lantai, merangkap sebagai fire lift bila ada kebakaran.
Mengenai struktur bangunan, dijelaskan, karena kondisi tanah yang kurang stabil serta tidak adanya lapisan tanah keras, maka pondasi bangunan menara dibuat cukup dalam: ± 45 meter, berupa pipa-pipa baja yang dipancang. Keseluruhan pipa-pipa tersebut dihimpun oleh sebuah pile cap yang besar dengan ketebalan 2.25M yang berfungsi sebagai media penghantar beban ke pondasi.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan diperhitungkan pula faktor ”differential settlement”, yaitu perbedaan turunnya bangunan rendah, serta pengendalian temperatur yang tinggi pada waktu pengecoran beton pile cap yang amat tebal itu, yang bila tidak hati-hati bisa timbul retak-retak yang membahayakan.
Sistem Struktur adalah “tube in tube” dengan dinding core di tengah dan tiang-tiang ditepi bangunan, untuk mendapatkan efisiensi yang optimal, apalagi denahnya simetris ke-4 sisi, serta kompak untuk menahan beban vertikal maupun horizontal seperti gempa dan angin. Struktur lantai dibentuk oleh balok-balok pratekan, kombinasi antara pracetak dengan cor di tempat, serta pelat beton semi-pra cetak, artinya sebagian pracetak lalu bagian atasnya dicor lagi di tempat.
Pile Cap yang harus dibuat berada diatas tiang pancang pipa baja pada daerah bangunan tinggi. Volume beton yang harus dicurahkan untuk pembuatannya sekitar 3.300 ton beton mutu K-350, sementara besi beton untuk tulangan mencapai 600 ton.
Pelaksanaan Pile Cap tersebut, memerlukan penanganan khusus karena oleh pihak konsultan dipersyaratkan, temperatur tuang beton tidak boleh lebih dari 25 derajat Celcius. Menurutnya, hal ini dikarenakan ukuran Pile Cap-nya sendiri yang cukup besar, yaitu 38m panjang, x 38m panjang, x 38m lebar dan tinggi 2,25 meter. Sehingga, terdapat kekhawatiran akan terjadinya “crack” akibat penyusutan beton. Untuk menanganinya temperatur air pada waktu percampuran bahan beton harus nol derajat Celcius. Justru itu, bisa didapatkan temperatur cor yang sesuai persyaratan. Untuk itu, pada bak air diberi balok-balok es dan suhunya selalu dikontrol.
Dalam pekerjaan lantai basement, harus dilakukan galian sedalam 5 meter terlebih dahulu. Untuk mencegah agar galian berjalan baik, sekeliling bangunan harus diturap dengan sheet pile sedalam 12 meter. Penerapan atau “shoring” dilakukan sebelum galian dilaksanakan, untuk mencegah terjadinya longsoran tanah dari bangunan sekelilingnya. Memang hal ini perlu dilakukan mengingat sekeliling proyek sudah ada beberapa bangunan tinggi, pertokoan, dan bangunan genset.
Sesuai desain yang dibuat, pembangunan gedung ini menerapkan sistem dengan memanfaatkan tiang pancang yang telah ditanam sebelumnya. Untuk menopang sheet pile setelah dirangkaikan dengan profil baja. Setelah dinding basement dikerjakan dan sudah cukup kuat, shoring dilepas.
Galian tanah pada lokasi ini juga tidak bisa sekaligus mencapai kedalaman 5 meter, melainkan bertahap, pula galian yang dilaksanakan dengan Backhoe, sedalam 2 meter. Setelah shoring Sheet Pile dipasang cukup kuat, baru dilakukan galian berikutnya sampai mencapai 5 meter.
Komponen beton precast yang dibuat dengan pre fabrikasi untuk proyek gedung BDN ini meliputi komponen balok, plat, dan tangga. Balok precast berukuran 35 cm x 3 cm x 10,5 meter. Plat berukuran 2,45 m x 5 m x tebal 13 cm. Tangga yang dibuat mempunyai panjang 5,65 m lebar 1,4 m. Setiap lantai memerlukan 20 komponen balok, 51 komponen plat lantai dan 2 buah tangga. Total seluruh komponen yang dibuat dengan sistem precast berjumlah ± 1.700 buah. Satu plat beratnya 3,8 ton, balok 3,5 ton, dan tangga 6,8 – 7 ton.
Bentuk khusus terdapat pada lantai 26 yang tingginya sekitar 90 meter dari permukaan tanah yakni bentuk lantainya dibuat lebih lebar sekitar 3 meter menjorok keluar dari kolom.
Di Sponsori oleh: DUTA PULSA



Dalam Proses « Forum Positif berkata
[...] [...]
Peluang Usaha « Forum Positif berkata
[...] [...]
Prof. Dr. Riustika, ST, M Phil, Phd berkata
kmu tidak usah banyak bacoottttt nanti saya lapor satpam