“BUNG BESAR” karya Misbach Yusa Biran -penggalan Naskah Drama
Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 1, 2009
Bung Besar bangkit dan menuju ke kursi dekat Anwar.
Anwar berdiri menanti Karim, dan baru duduk kembali ketika Bung Besar sudah duduk di dekatnya.
Karim
Kau selalu mengerti segala-galanya, Anwar.
Anwar
Ah…………
Karim
Ya…..ya…..Kau pandai ! Kau cocok benar dengan istriku (memandang ke arah lain).
Anwar
(terkejut, tapi cepat bisa menguasai diri dan lantas tersenyum manis) Lebih baik kita jangan membicarakan yang bukan-bukan.
Bung Besar memandang ke arah Anwar. Anwar membalas dengan pandangan yang tajam.
Anwar
Jangan membuang-buang waktu.
Bung Besar jadi tertunduk oleh pandangan Anwar. Dan tak lama kemudian membenarkan letak duduknya, menenangkan pikirannya. Dan setelah itu menganggukangguk.
Karim
Apa…apa yang harus aku lakukan sekarang?
Anwar
(menyodorkan kertas) Bacalah ini. Baca hati-hati, ini kali Bung harus betul-betul bisa menghafalnya.
Karim
(membaca dalam bati dan keningnya berkerut) Aduh!
Aku tak bisa menghafalnya. Mereka kan tak akan tahu apa pidato ini dibuat oleh kau atau supirku.
Anwar
Tapi model cara pidato yang terbaru, Bung Besar, ialah tak pakai teks. Dihafal di luar kepala. Diucapkan dengan terang. Baca sajalah dulu!
Terima kasih: Duta Pulsa – Persewaan Alat Pesta – Toko Jilbab – Koleksi Abaya-Busana Muslim – Kerudung Murah


Dalam Proses « Forum Positif berkata
[...] [...]
Peluang Usaha « Forum Positif berkata
[...] [...]