Karya UTUY TATANG SONTANI
BABAK IV- ADEGAN 1
LAKONPERTAMA
Di halaman rumah. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh
Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan
1. DAYANG SUMBI: Rasa-rasa dalam mimpi
-
-
-
- bahwa di malam inisedang diciptakan telagabeserta perahunya,
dimana aku akan berlayaran
sebagai istri dan anakku sendiri
Rasa-rasa dalam mimpi
bahwa tadi
aku dipinang anakku
dan nanti
akan menjadi ibu dari cucuku sendiri
Ah, satu diantara dua :
aku atau anakku,
itulah yang sebenarnya bermimpi
di malam ini
Dan karena kini
asal tadi dan bakal nanti,
maka siapa yang bermimpi malam ini,
itulah yang besok pagi kesiangan,
itulah pemimpi sepanjang jaman
-
-
2. DAYANG SUMBI: Bagaimana ?
-
-
- Apa yang nampak di mata ?
-
3. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan.
4. DAYANG SUMBI: Bagaimana ?
5. BUJANG : Bumi gemuruh
-
- pohon-pohon pada tumbangbatu-batu bergulinganmembendung air,
Dilanda air
Dan siapa yang mengerjakan
haiam tidak kelihatan
Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi
telaga luas akan segera terbukti
6. DAYANG SUMBI: Dan perahu ?
7. BUJANG : Itupun hampir selesai
8. DAYANG SUMBI: Kalau begitu,
-
-
-
- kita tidak boteh lalaiMang Aida Lepa dan kawan-kawannya, mesti segera diminta datang
-
-
9. BUJANG : Baik, Nyai, biar sekarang juga
-
- bibi bangunkan semua
BUJANG TURUN
10. DAYANG SUMBI: Riuh gemuruh dikejauhan,
-
-
-
- alamat telaga sedang dibangun.Riuh gemuruh di dalam dadaku,karena hati naik turun
Ah, hatiku !
hati manusia yang tahu tiada upaya,
tapi juga hati seoiang ibu
yang diancam bahaya
Sebagai manusia,
Ya. Dewata
Hatiku turun ke bawah telapak
kaki-Mu,
hidmat menyembah kebesaran-Mu,
menyerah
mengalah kepada kehendak-Mu
yang benar selalu
Tapi sebagai ibu,
ya, anakku !
Hatiku naik ke atas puncak citamu,
keras menolak keingmanmu,
bertindak
berontak menentang kebenaranmu
yang tiada benar bagiku
-
-
BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN
11. ARDA LEPA : Ada apa, Nyai ?
-
-
- kami dipanggil di malam sepi ?
-
12. DAYANG SUMBI: Mamang, malam ini
-
-
-
- bukan malam sepi.Malam ini malam yang serammalam yang berat mengancam
Anakku Sang Kuriang
mulai tadi siang
menyatakan pendapatnya
yang tidak disangka-sangka
Dia tidak mau percaya
bahwa mi bukan ibunya
-
-
13. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang
-
-
- sependapat dengan Sang Kunang,apa yang hendak kite katakan, kawan?Kita semua tidak menyaksikan
kapan Sang Kunang dilahirkan,
bukan?
-
14. BERSAMA : Biar buta I Biar mati!
-
-
- Tak pernah kita mengetahui.
-
15. DAYANG SUMBI: Memang, kalau semua orang
-
-
-
- sependapat dengan Sang Kuriang,itu terserah kepada merekaTapi bagiku aku adalah ibunya.
Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang
aku tidak akan menolak dia meminang.
Dan mamang sekarang
tidak akan diminta datang
Apakah mamang setuju
anak mengawini ibu ?
-
-
16. ARDA LEPA : Anak mengawini ibu ?
-
-
- Yey, itu tidak lucu !
-
17. BERSAMA : Itu mesti disapu !
-
-
- Lebih haram dan jinah !Lebih hewan dari hewan !
-
18. ARDA LEPA : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang
-
-
- kalau betul Sang Kuriang meminangSang Kunang mesti kami buang !Kalau tidak,
kami semua ikut berjinah
Kami menjadi hewan.
-
19. DAYANG SUMBI: Nantidulu
-
-
-
- Dengar dulu!Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadapanak, pinangan anakku tidak terangterangan
ditolak,
Aku berjanji mau kawin dengan dia,
asal besok ban sedia perahu dan telaga,
Ternyata sekarang
Perahu dan telaga sudah hamper siap
Berarti Sang Kuriang
akan dapat memenuhi permintaan ku.
-
-
20. ARDA LEPA : Jadi sekarang Nyai ingin
-
-
- supaya tidak jadi kawin ?supaya peiahu dan telagabesok tidak bukti ?
-
21 DAYANG SUMBI: Betul.
-
-
-
- Karena itu ku menginginkansupaya kalian membakar hutan,biar apinya bersinar-sinar;
menyerupai sinar fajar,
biar anakku Sang Kuriang
Melihat siang akan mendatang !
biar maksudnya diurungkan,
lantaran merasa kesiangan
-
-
22. ARDA LEPA : Ai, ai, Nyai ingin
-
-
- Sang Kunang diajak bermam ?Itu lucu !
-
23. BERSAMA : Tapi apa mungkin ?
-
-
- Sang Kuriang lain dan yang lain
-
24. DAYANG SUMBI: Sang Kuriang memang lain dari yang lain
-
-
- tapi Sang Kuriang manusiaDan kepada manusia aku tetap yakin:ada Dewata dalam dirinya
Dan selama ada Dewata
di dalam din manusia
kewajiban kita
bukan menundukan membmasakan
tapi menyalakan api keDewataan
yang bersemayam di tubuh lawan
Semoga api pembakar hutan
menjadi api kedewataan
yang bersinar terang-benderang
dalam tubuh Sang Kunang !
-
25 ARDALEPA : Bagaimana kawan.
-
-
- kita sekarang membakar hutan ?
-
26. BERSAMA : Asal terang
-
-
- ada anak memang ibu
-
27. ARDA LEPA : Yang sudah terang
-
-
- semua manusia adalah satuOrang lain masih kita juga.Karena itu,
marilah kita ajak Sang Kuriang
bermain bersama kita
dengan api di tangan kita
Inilah panggilan kita
di dalam hidup bersama
-
Dari buku Sekolah
| Ada yang menawarkan jasa pembuatan naskah drama dengan harga yang sangat murah di http://tanyatugas.blogspot.com/ |
JAKA TUMBAL – Contoh Cuplikan naskah Drama
IMPIAN DITENGAH MUSIM – Contoh Cuplikan Naskah drama
Besi Beton Murah


Yang Suka Batik, Gabung di sini.
Gamis Modern
Busana anak
Busana pria
Busana Kerja
Busana Muslim
Sarimbit
Seragam Kerja

