SANGKURIANG – Contoh Naskah drama untuk latihan pemeranan
Ditulis oleh dahlanforum di/pada Agustus 3, 2009
Karya UTUY TATANG SONTANI
BABAK IV- ADEGAN 1
LAKONPERTAMA
Di halaman rumah. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh
Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan
1. DAYANG SUMBI: Rasa-rasa dalam mimpi
-
-
-
- bahwa di malam ini
sedang diciptakan telaga
beserta perahunya,
dimana aku akan berlayaran
sebagai istri dan anakku sendiri
Rasa-rasa dalam mimpi
bahwa tadi
aku dipinang anakku
dan nanti
akan menjadi ibu dari cucuku sendiri
Ah, satu diantara dua :
aku atau anakku,
itulah yang sebenarnya bermimpi
di malam ini
Dan karena kini
asal tadi dan bakal nanti,
maka siapa yang bermimpi malam ini,
itulah yang besok pagi kesiangan,
itulah pemimpi sepanjang jaman
-
-
2. DAYANG SUMBI: Bagaimana ?
-
-
- Apa yang nampak di mata ?
-
3. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan.
4. DAYANG SUMBI: Bagaimana ?
5. BUJANG : Bumi gemuruh
-
- pohon-pohon pada tumbang
batu-batu bergulingan
membendung air,
Dilanda air
Dan siapa yang mengerjakan
haiam tidak kelihatan
Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi
telaga luas akan segera terbukti
6. DAYANG SUMBI: Dan perahu ?
7. BUJANG : Itupun hampir selesai
8. DAYANG SUMBI: Kalau begitu,
-
-
-
- kita tidak boteh lalai
Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya, mesti segera diminta datang
-
-
9. BUJANG : Baik, Nyai, biar sekarang juga
-
- bibi bangunkan semua
BUJANG TURUN
10. DAYANG SUMBI: Riuh gemuruh dikejauhan,
-
-
-
- alamat telaga sedang dibangun.
Riuh gemuruh di dalam dadaku,
karena hati naik turun
Ah, hatiku !
hati manusia yang tahu tiada upaya,
tapi juga hati seoiang ibu
yang diancam bahaya
Sebagai manusia,
Ya. Dewata
Hatiku turun ke bawah telapak
kaki-Mu,
hidmat menyembah kebesaran-Mu,
menyerah
mengalah kepada kehendak-Mu
yang benar selalu
Tapi sebagai ibu,
ya, anakku !
Hatiku naik ke atas puncak citamu,
keras menolak keingmanmu,
bertindak
berontak menentang kebenaranmu
yang tiada benar bagiku
-
-
BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN
11. ARDA LEPA : Ada apa, Nyai ?
-
-
- kami dipanggil di malam sepi ?
-
12. DAYANG SUMBI: Mamang, malam ini
-
-
-
- bukan malam sepi.
Malam ini malam yang seram
malam yang berat mengancam
Anakku Sang Kuriang
mulai tadi siang
menyatakan pendapatnya
yang tidak disangka-sangka
Dia tidak mau percaya
bahwa mi bukan ibunya
-
-
13. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang
-
-
- sependapat dengan Sang Kunang,
apa yang hendak kite katakan, kawan?
Kita semua tidak menyaksikan
kapan Sang Kunang dilahirkan,
bukan?
-
14. BERSAMA : Biar buta I Biar mati!
-
-
- Tak pernah kita mengetahui.
-
15. DAYANG SUMBI: Memang, kalau semua orang
-
-
-
- sependapat dengan Sang Kuriang,
itu terserah kepada mereka
Tapi bagiku aku adalah ibunya.
Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang
aku tidak akan menolak dia meminang.
Dan mamang sekarang
tidak akan diminta datang
Apakah mamang setuju
anak mengawini ibu ?
-
-
16. ARDA LEPA : Anak mengawini ibu ?
-
-
- Yey, itu tidak lucu !
-
17. BERSAMA : Itu mesti disapu !
-
-
- Lebih haram dan jinah !
Lebih hewan dari hewan !
-
18. ARDA LEPA : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang
-
-
- kalau betul Sang Kuriang meminang
Sang Kunang mesti kami buang !
Kalau tidak,
kami semua ikut berjinah
Kami menjadi hewan.
-
19. DAYANG SUMBI: Nantidulu
-
-
-
- Dengar dulu!
Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap
anak, pinangan anakku tidak terangterangan
ditolak,
Aku berjanji mau kawin dengan dia,
asal besok ban sedia perahu dan telaga,
Ternyata sekarang
Perahu dan telaga sudah hamper siap
Berarti Sang Kuriang
akan dapat memenuhi permintaan ku.
-
-
20. ARDA LEPA : Jadi sekarang Nyai ingin
-
-
- supaya tidak jadi kawin ?
supaya peiahu dan telaga
besok tidak bukti ?
-
21 DAYANG SUMBI: Betul.
-
-
-
- Karena itu ku menginginkan
supaya kalian membakar hutan,
biar apinya bersinar-sinar;
menyerupai sinar fajar,
biar anakku Sang Kuriang
Melihat siang akan mendatang !
biar maksudnya diurungkan,
lantaran merasa kesiangan
-
-
22. ARDA LEPA : Ai, ai, Nyai ingin
-
-
- Sang Kunang diajak bermam ?
Itu lucu !
-
23. BERSAMA : Tapi apa mungkin ?
-
-
- Sang Kuriang lain dan yang lain
-
24. DAYANG SUMBI: Sang Kuriang memang lain dari yang lain
-
-
- tapi Sang Kuriang manusia
Dan kepada manusia aku tetap yakin:
ada Dewata dalam dirinya
Dan selama ada Dewata
di dalam din manusia
kewajiban kita
bukan menundukan membmasakan
tapi menyalakan api keDewataan
yang bersemayam di tubuh lawan
Semoga api pembakar hutan
menjadi api kedewataan
yang bersinar terang-benderang
dalam tubuh Sang Kunang !
-
25 ARDALEPA : Bagaimana kawan.
-
-
- kita sekarang membakar hutan ?
-
26. BERSAMA : Asal terang
-
-
- ada anak memang ibu
-
27. ARDA LEPA : Yang sudah terang
-
-
- semua manusia adalah satu
Orang lain masih kita juga.
Karena itu,
marilah kita ajak Sang Kuriang
bermain bersama kita
dengan api di tangan kita
Inilah panggilan kita
di dalam hidup bersama
-
Dari buku Sekolah
|
Ada yang menawarkan jasa pembuatan naskah drama dengan harga yang sangat murah di http://tanyatugas.blogspot.com/ |
JAKA TUMBAL – Contoh Cuplikan naskah Drama
IMPIAN DITENGAH MUSIM – Contoh Cuplikan Naskah drama


taufiq berkata
tolong krmin aku naskah drama untuk 5 orang sekarang
dahlanforum berkata
Untuk permintaan Taufiq… silakan hubungi Ayuna di kusumaayu08@yahoo.com
muahrni berkata
kirimin dong saya teks naskah drama tentanganak-anak.
siswan berkata
tolong krimin contoh drama percintaan buat 7 orng..makasih^^
yaya berkata
kirimin naskah drama malin kundang dong,soalnya aku dapet tugas itu!
resty berkata
akku mnta gambar dayang sumbi sama sangkuriang yang jelas dalam versi sundanya donk .
ipech junior berkata
wah tuh mah ad d.buku. gw mw fersi yg bda gt. .
dahlanforum berkata
Ada yang menawarkan jasa pembuatan naskah drama dengan harga yang sangat murah di http://tanyatugas.blogspot.com/
ipech junior berkata
oya naskah tntng ap. . .