Puisi LAMA: MANTRA, GURINDAM, SYAIR, PANTUN

A.PENGERTIAN
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.

Aturan- aturan itu antara lain :

1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama

Contoh Puisi LAMA:

Saat di meja makan pertama:
muncul seribu bayangan duka
banyak yang berlalu, pagi itu
orang masih mabuk dengan impiannya
Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-harga
Bukan itu yang disebut perubahan!
“dimanakah sebernarnya keindahan bersemayam?”

Saat di meja makan kedua :
kesepian menekan tiba-tiba
ada jerit dari lorong tak bertepi
maka hidup hanya sebuah perjalanan lurus, tak berjiwa
bukan pengembaraan, bukan petualangan
:meneruskan yang sudah ada
padahal hidup berjalan ke depan

B. MACAM-MACAM PUISI LAMA

1. MANTRA
Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.

Contoh:

Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

2.GURINDAM
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)

CIRI-CIRI GURINDAM:

a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
b. Berasal dari Tamil (India)
c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat.

Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)

Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )

Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

3. SYAIR
Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.

CIRI – CIRI SYAIR :

a. Setiap bait terdiri dari 4 baris
b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
c. Bersajak a – a – a – a
d. Isi semua tidak ada sampiran
e. Berasal dari Arab

Contoh :

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

Negeri bernama Pasir Luhur (a)
Tanahnya luas lagi subur (a)
Rakyat teratur hidupnya makmur (a)
Rukun raharja tiada terukur (a)

Raja bernama Darmalaksana (a)
Tampan rupawan elok parasnya (a)
Adil dan jujur penuh wibawa (a)
Gagah perkasa tiada tandingnya (a)

4.PANTUN
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

CIRI – CIRI PANTUN :

1. Setiap bait terdiri 4 baris
2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
4. Bersajak a – b – a – b
5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
6. Berasal dari Melayu (Indonesia)

Contoh :

Ada  pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)

MACAM-MACAM PANTUN

1. DILIHAT DARI BENTUKNYA

a. PANTUN BIASA
Pantun biasa sering juga disebut pantun saja.
Contoh :

Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati

2. SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.

CIRI-CIRI SELOKA:

a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya

Contoh :
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan

3. TALIBUN
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.

Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

Contoh :
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

4. PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :

a. Setiap bait terdiri dari 2 baris
b. Baris pertama merupakan sampiran
c. Baris kedua merupakan isi
d. Bersajak a – a
e. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Contoh :

Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

2. DILIHAT DARI ISINYA

2.1. PANTUN ANAK-ANAK
Contoh :

Elok rupanya si kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang

2.2. PANTUN ORANG MUDA
Contoh :

Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Sehidup semati kita bersama
Satu kubur kelak berdua

2.3. PANTUN ORANG TUA
Contoh :

Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

2.4. PANTUN JENAKA
Contoh :

Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga

2.5. PANTUN TEKA-TEKI
Contoh :

Kalau puan, puan cemara
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki

Dari catatan sekolah…. terima kasih teman-teman dan bu Guru.

Selengkapnya tentang Contoh Syair di http://www.bukupr.com/2011/09/contoh-syair.html

.Besi Beton Murah


Batik Cantik | Belajar MODE Busana | Besi Beton Murah | Waralaba Depo Air Minum | Pemasangan Depo Air Minum Isi Ulang | Batik Sarimbitgamis modern

About these ads

63 Responses to “Puisi LAMA: MANTRA, GURINDAM, SYAIR, PANTUN”

  1. mas say ngopi ininya yah…buat sinau dengan teman-teman komunitas….tq

  2. penjelasan anda bisa ngelengkapin tugas-tugas saya. tapi alangkah lebih baik kalo macam-macam sastra lamanya lebih dilengkapin.

    • tapi kamu tau gak saat aku membaca puisilama ini aku langsung jadi sukseslllllllllllllllhhhhhhhhhhhhhhoooooooooooo
      nilai ulanganku 100 minimal 90

  3. . Mas Dahlan sya siti khaumairah klz 3 SMP , sy ingn skali puisi sya t d muat d koran or mjlh.. Tp impian sya it sulit skali trwujudx.. N boleh ea sya nulis puisi sya d sni? Slh stu krya puisi sya yaitu : MASA Dbwh naungan dewi mlm, dunia brshaja bgai pdoman, dramatis lakonisasi khdpn , brtebr d pnjuru zman. Roda arus pmbngunan, seiring nfs zman , dunia pnuh pmbndaharaan, ms klam prisai kcupan . Plita moralitas manusia , braneka smerbk wrna, brsanding d mta dunia, brshaja d buai crita. Prgerilyaan sang msa , merebk kni syahdu mnggema, hitam ptih Nusantra , hiasi tmn surga dunia. Metode msa kni , bncana mrak trjadi, nusantara d gluti mimpi duri, brlukiskn lautn air mta d negri in. Hrs kh problema in menghiasi?? BY SITI KHUMAIRAH , SMP N 1 KOTA BESI…

    • Iya silakan, dengan senang hati kami mau memuat Puisi-puisi dari Dik Siti Khumairah.
      Semoga puisi-puisi itu bisa berguna.

      Dik Siti Khumairah bisa mengirimkan naskahnya kepada kami ke email aakusuma@gmail.com
      nanti kami atur untuk posting atau pemuatannya di blog ini.

  4. Mas dahlan , sya mnta komentrx ea. No hp sya 085751819187

  5. Laskar Muda

    Laskar-laskar barisan Muda
    Menembus cakrawala
    Gelora semangat puja
    Hasrat damba lagu remaja

    Laskar Muda pondasi masa
    Shimponi laksana para permata
    Corak-corak pelita muda
    Mahligai genderang api dunia

    Angan prestasi di angkasa
    Bertabur di pelupuk jiwa
    Mentari cahaya fenomena
    Perisai kalbu bergelora

    Remaja tak kenal putus asa
    Suatu metode perkasa
    Ayat-ayat angan cita
    Raih mimpi dalam nyata

    Mimpi para remaja
    Senandung ayat usia belia
    Impian raih pelangi Nusantara
    Takkan luluh di telan problema

    Karya: Siti Khumairah
    SMP Negri 1 KOTA BESI
    18 Mei 2010

  6. Dalam Sujudku

    Sehela nafas dari desahmu
    Menerawang dalam tiang kasih mu
    Rautan pusaka ilmu dari jemari mu
    Kau taburkan ke siswa-siswimu

    Sehasta tali kemajuan kau bentangkan
    Dirimu pengobar ideologi masa depan
    Tiada pernah harmoni keraguan
    Dari bibirmu yang kau kumandangkan

    Dikau bunga di Taman Pertiwi ku
    Penebar rona kejayaan Negriku
    Jembatan etalase mimpiku
    Nan tak pernah lekang di hempas waktu

    Dirimu pondasi kami remaja Negri
    Cahaya suci yang bersemi
    Senantiasa bersinar dan mengabdi
    Di lingkup mutiara Bunda Pertiwi

    Kau tegar…
    Walau sembilu putra-putrimu mengiris
    Kau hembuskan angin kesejukan
    Dalam relung hati yang menepis

    Ayat-ayat filosofi putra-putri mu beraneka warna
    Bersahaja di buai cerita
    Bersatu dalam satu nuansa
    Yang kan kekal walau di akhir masa

    Pengabdianmu penuh arti
    Dirimu pengobar motifasi sejati
    Untuk kami…
    Generasi Inventaris Negri

    Kini… Putra-putri mu berdiri disini
    Disini…
    Tunduk mengucapkan tabir untaian terima kasih
    Terima kasih duhai Guru ku
    Kami persembahkan dalam sujudku…

    Puisi ini ku persembahkan untuk semua guru-guru di Indonesia .
    Terutama untuk semua guru ku tercinta di SMP N 1 KOTA BESI.

    Karya:Siti Khumairah
    Siswi SMP N 1 KOTA BESI
    18 MEI 2010

  7. Si Ulung Jalanan

    Sanak saudara telah tiada
    Tinggallah ia sebatang kara
    Dengan bekerja disertai do’a
    Tuk jalani hidup yang durja

    Semangat membara di kobarkan
    Sengatan mentari tak di hiraukan
    Tetes keringat tak diacuhkan
    Tuk mengais mata pencaharian

    Berkeliaran di jalanan
    Tuk memungut barang buangan
    Harga diri rela dikucilkan
    Oleh setiap insan…
    Yang tamak keduniaan

    Beban berat senggulung batu
    Di pikul dengan senandung merdu
    Di cari tak menentu
    Hanya mampu mengangkat bahu
    Tuk hadapi hidup yang sendu

    Wahai si ulung jalanan…
    Apakah ini yang kau harapkan?
    Tuk hadapi masa depan
    Dengan penuh kesulitan…

    Ingin meraih kebahagiaan
    Selayak bunga di taman
    Bila mengkar tertariklah lawan
    Untuk di petik dan disimpan
    Ke suatu tempat yang nyaman

    Namun semua tak mungkin terjadi
    Karna mata pencahariaan sulit di cari
    Seakan tak percaya lagi
    Dengan kehidupan yang penuh arti

    Oh… Tuhan …
    Inikah cobaan?
    Menjadi si ulung jalanan
    Untuk semua insan
    Yang mengalami kemiskinan…

    Karya: Eni Andriani
    Siswi SMP N 1 KOTA BESI
    18 Mei 2010

  8. Fatamorgana

    Sahaja bintang aneka ragam
    Berbaur di kehidupan
    Filar harmoni Firman Tuhan
    Bertasbih di pusara alam

    Ayat alunan do’a nan sentosa
    Mengkhitbah ku dalam dunia
    Nurani kadang ternoda
    Seiring arus cakrawala

    Nafas filosof isi hati
    Bersyair dalam puisi
    Jiwa kadang tak terperi
    Memanggul gejolak risau hati

    Permainya busana dunia
    Melukiskan beraneka warna
    Permainya busana dunia
    Meluluhkan hati suci buana noda

    Dramatis dunia
    Dalam fatamorgana
    Berselubung awang rasa
    Di jemari insan fana

    Karya: Siti Khumairah
    Siswi SMP N-1 KOTA BESI
    18 Mei 2010

  9. Wahana Renaja Islami

    Relung roman nuansa phytagoras
    Menggubah kharisma berasas
    Sindikat-sindikat berakhlak
    Piramida Islami bergejolak

    Situs-situs mega beragam
    Shimponi cakrawala remaja Islam
    Pelangi lautan bersulam
    Bias harmonisasi alam

    Perisai berkas cahaya mistis malam
    Jadi saksi tasbih alam
    Metode nafas virus zaman
    Kadang alihkan wahana remaja Islam

    Desas-desus metalase vigur selebritis
    Merebak komposisi karikatur persis
    Remaja Islam di buai hipnotis mistis
    Marak akhir aut over dosis

    Relasi dimensi obsesi
    Srikandi penuh ambisi
    Remaja dunia di sihir mimpi
    Bercitra virus dan misteri

    Ayo jaga diri dari obsesi!!
    Masuklah ke lingkup Wahana Islami…

    Karya: Siti Khumairah
    Siswi SMP N-1 KOTA BESI
    18 Mei 2010

  10. Mas Dahlan,Puisi yang berjudul ” Si Ulung Jalanan ” di bawah ini adalah karya teman ku ENI ANDRIANI

    Si Ulung Jalanan

    Sanak saudara telah tiada
    Tinggallah ia sebatang kara
    Dengan bekerja disertai do’a
    Tuk jalani hidup yang durja

    Semangat membara dikobarkan
    Sengatan mentari tak dihiraukan
    tetes keringat tak diacuhkan
    Tuk mengais mata pencaharian

    Berkeliaran di jalanan
    Tuk memungut barang buangan
    Harga diri rela dkucilkan
    Oleh setiap insan…
    Yang tamak keduniaan

    Beban berat senggulung batu
    Dipikul dengan senandung merdu
    Dicari tak menentu
    Hanya mampu mengangkat bahu
    Tuk hadapi hidup yang sendu

    Wahai Si Ulung Jalanan…
    Apakah ini yang kau harapkan?
    Tuk hadapi masa depan
    Dengan penuh kesulitan…

    Ingin meraih kebahagiaan
    Selayak bunga di taman
    Bila mengkar tertariklah lawan
    Untuk dipetik dan disimpan
    Ke suatu tempat yang nyaman

    Namun semua tak mungkin terjadi
    Karna mata pencaharian sulit di cari
    seakan tak percaya lagi
    Dengan kehidupan yang penuh arti

    Oh… Tuhan…
    Inikah cobaan?
    Menjadi Si Ulung Jalanan
    Untuk setiap insan
    Yang mengalami kemiskinan…

    Karya: Eni Andriani
    Siswi SMP Negeri 1 KOTA BESI
    18 Mei 2010

  11. Muslihat Do’a

    Mendung nan merangkai
    Bersahaja penuh bingkai
    Pesona alam manusia terbuai
    Menepis dalam roman mahligai

    Imaji problema merantai
    Manusia kaku nan lunglai
    Mutiara ayat do’a bertasbih
    Dari mulutnya penuh lirih

    Manusia tinggalkan relung do’a
    Jikalau muslihat bahagia bersahaja
    Jiwa terbang ke alam baka
    Bagai kecupan surga bergelora

    Ayat-ayat suci do’a menggema
    Bertasbih di Pusara Nusantara
    kala dunia telah murka
    Filar-filar do’a bercengkrama

    Salah satu bukti nyata
    Kini penghuni dunia nestapa di do’a
    Oleh jarum mistik duri kharisma
    Dihiasi puisi sakti dunia

    Apa penyebab ini??
    Bertanyalah di do’a dan nurani….

    Karya: Siti Khumairah
    Siswi SMP Negeri 1 KOTA BESI
    18 Mei 2010

  12. Lw 4d0 sumur di l4d4n9 blh kit0 menumpan9 mandi lw 4d0 umur nan panjan9

  13. Murka

    Puing-puing desah harapan
    Nestapa malam di akhir zaman
    Duka lara bagai kecupan
    Harmonisasi kehidupan

    Prasasti…
    Gelap dunia mimpi duri
    Senandung dramatis masa kini
    Hampiri jemari insan duniawi

    Belaian dekapan taman surgawi
    Tak lagi bershimponi
    Belenggu singgasana Nusantara

    Mungkinkah Tuhan telah murka?
    Tak ada lagi rasa
    Semua digalu bencana

    Gempa maha dahsyat
    Prahara Sumatera Barat
    Belenggu terhebat
    Gelap penuh pekat

    Sang Pencipta telah berbuat
    Nusantara telah bergulat
    Renungkan di nurani
    Mengapa terjadi prahara ini?

    Karya: Siti Khumairah
    SMA Negeri Kota Besi

    Hai semua … kini saya telah kelas I SMA di SMA Negeri 1 Kota Besi …
    Go SMAN 1 Kota Besi ….

    Saya minta do’a nya dari seluruh sahabat-sahabat tercinta buat keberhasilan saya…

    SMAN 1 Kota Besi ………. Jaya …

  14. Peringai penuh muslihat
    Tertampak jelas setiap kata
    puja puji palsu
    menggema dilorong cahaya

    itukah kau sipalsu dibalik pasung
    engkau kah sang gulana menari disetiap lara

    kubunuh kau dalam suasana

    ciptaan
    Ayuna Kusuma 07 Agustus 2010
    coba tebak apa isinya

  15. Di Batas Senja

    Separuh helaan nafas ku tertahan,
    dekap tangan ku putus perlahan ,
    menanti panggilan rakhmat Tuhan,
    menuju surga keabadian.

    Cinta ini tak akan sejalan,
    ayat sendu filosofi perseteruan,
    mengiris sukma qolbu ku terdalam.

    Pedang bak menghunus tajam menghunjam,
    menusuk palung hatiku terdalam.
    Penyakit jiwa yang kadang terngiang,
    penebus saksi awal perpisahan.

    Mereka lukiskan senyuman itu,
    tatkala tahu raga ini kian layu,
    sayatkan cinta suci dengan belati,
    hingga ku tergolek merintih hati.

    Cinta kita yang tiada direstui,
    dinodai berjuta ambisi ,
    air mata yang kian bersaksi,
    dalam tasbih dan tragedi.

    Aku akan pergi dari sini,
    tak disisi mu lagi,
    aku akan pergi dari sini,
    tiada goreskan perseteruan lagi.

    Aku akan pergi menghadap Ilahi Robbi,
    mengharap ridho Sang Maha Suci,
    menanti surga yang abadi,
    di akhir hidup ku yang penuh duri…

    Karya:Siti Khumairah
    SMAN I Kota Besi

  16. Mata Air Mimpi

    Mata air mimpi mengalir di sungai-sungai jiwaku,
    tali-tali mimpi yang ingin ku bentangkan bersemayam di jalur urat nadiku.
    Tak akan ku biarkan kemarau mengeringkan mata air mimpi di danau imajinasiku,
    tak akan pula ku biarkan tali-tali mimpi yang terbentang
    terputus begitu saja dan memberhentikan aliran darah cita di kalbu.
    Karena mata air mimpi ini berasal dari hujan-hujan perjuangan,
    kekuatan dari rintik-rintik air keikhlasan yang tulus menjatuhi danau asa ini
    menjadi kumpulan air-air masa depan.
    Karena bentangan panjang tali-tali khayal ini
    bersatu dari kumpulan sel-sel kesabaran dan air mata.
    Atas nama mata air mimpi ini,
    kurelakan pelayaran perahu air mata di tiap selat sungai raga ini.
    Atas nama tali mimpi yang ku bentangkan kini,
    kurajut satu persatu ekspetasi masa depan
    bersama benang-benang kesabaran dan jarum kekuatan
    ku tusukkan janji-janji kemenangan,
    janji-janji warna mulia bidikkan satu cita.

    By: Siti Khumairah
    SMAN – 1 KOTA BESI

    14 Mei 2011

  17. bagus isinya, sangat membantu saya.
    apa saya boleh mengirim beberapa puisi ke sini??
    thanks before

    • yang ingin mengirimkan puisi, dipersilakan… nanti akan di posting di blog ini dan blog-blog yang lain, dan menyebutkan nama Anda sebagai penulisnya.

  18. Mas sya ruby klas 3 sma,sya dpat tgas menyampaikan puisi lama dg cmpuran drama,tp yg bikin sya bingung sya kbagian mantra,bisa bantu beri contoh mantra yg mnarik untuk tuk di pentasin g?

  19. Prlu lebih bnyk lgi mmberikn
    sastra Indonesian yg lebih baik

  20. Makasih
    info ini sngat brguna

  21. “AL”
    Oleh : Siti Khumairah
    Siswi SMA Negeri 1 Kota Besi

    Paman Sam bercerita pada ku,
    Akan riwayat seberkas sinar yang menyala,
    Sekeping batu cadas perkasa,
    Teronggok di sisi kalbu.

    Aku sarapan ditemani secangkir kopi dari “AL”,
    Menembus pagi berbias arang di tepi siang,
    Maknai rumus-rumus lingkaran terhandal,
    Kacang rebus terhangat semakin meradang.

    Michigan belia, Newyork dewasa mengasuhnya,
    Ceritakan pijaran makanan kecil di deru kereta api,
    Hingga telinga tak lagi siaga,
    Namun “AL” sepanjang malam bernyanyi.

    Ya, menembus pagi berbias arang di tepi siang ,
    Dihembus anginpun tiba di dermaga petang,
    Terkayuh dayung ke perencanaan,
    Menimbun kegagalan,
    bermuara pada pemberhentian kesuksessan.

    Catatan :
    Puisi ini terinspirasi oleh perjalanan Hidup Thomas Alfa Edison. Judulnya pun singkat, hanya menggunakan dua huruf, yakni “AL”. Sebuah nama panggilan untuk Edison. Hemmm… maaf ya All mungkin rada nggak nyambung. He…he… Namun semoga menginspirasi deh, khususnya buat my best friend and keluarga besar SMA Negeri 1 Kota Besi. Salam Genius untuk generasi muda Indonesia, salam super untuk mimpi kita bersama.

  22. *ROMAN TAK BERTUAN*

    roman tak bertuan.,
    dikala katak bernyanyi ramai.,
    tengadah dan langit berbintang.,
    waktu takkan mundur lagi.,
    sesal tak bertuan.,

    ingatan tentang dirimu.,
    dibuai kisah kita.,
    canda sekedarnya dan ikhlas menatap luka.,
    daun terbang dihembus hawa neraka.,
    terbakar tak bersisa.,
    setan berkelaana diotak pecinta.,
    hingga terabaikan nasihat bunda.,

    tersenyum bunda berkata.,
    ini cinta anakku kuberi untukmu sejak kecil.,
    rindu aku bila sedetik saja tak memelukmu.,
    aku melihat malaikat saat kau tertidur.,
    bernyanyi indah agar kau tak terjaga.,
    adakah yang lebih mencintaimu selain tuhan dan ibu?
    belai bunda balutkan luka.,
    belai bunda rebah kan jiwa.,

    HS

    numpang gan :)

  23. gurindam dan karmina sulit dibedakan gan…. tolong dijelasin ya, coz saya balum paham..

  24. Ada yang tau gk,,gmna agar anak2 sekarang,khusus’y SD supaya biza bkin jenis puisi lama(puisi,pantun,dll)

  25. Hijab Cinta
    Oleh : Siti Khumairah

    Wahai ikhwan yang melukis rindu atas kedamaian surga,
    Atas nama Rabb ku, aku ingin mencintaimu karena-Nya,
    Mengukir nama indahmu di bawah langit cinta-Nya,
    Menulis hikmah dari pertemuan aku dan dirimu di atas sajadah cinta.
    Andai harus ku jabarkan bait hati yang tersembunyi seperti akhwat lainnya,
    Sungguh, tak cukup waktu yang Tuhan titipkan untuk semua cerita,
    Hingga aku termasuk akhwat yang merugi karenanya.
    Atas nama titah Tuhan ku, cukup ku cintaimu dengan sederhana,
    Sepanjang hidup, aku ingin akidah kasih yang ada ini di ridhoi-Nya,
    Tak perlu bagi ku kau sampaikan gemuruh rindu itu dalam nyata,
    Cukuplah kau jaga hijab ku tanpa kata cinta sebelum ikrar yang direstui-Nya.
    Jika hati ini harus marah karena diam mu untukku,
    Sungguh, jangan kau dekati hati yang tak pernah menghargaimu ini,
    Jika lisan ini di penuhi cela karena bisu yang istiqamah dari mu untukku,
    Demi Allah, aku merugi atas kidung cinta Tuhan yang tak pernah ku kenali.
    Terasing diri ini, jika nafsu itu menyelimuti,
    Bersimpuh dalam renungan pada hubungan yang salah ini,
    Meruginya raga jika harus kau buktikan cinta mu dengan pernyataan cinta atas hati.
    Karena cukuplah dalam diammu, bukti mahabbah rindu untukku.
    Namun, bila suatu hari kau datang dengan kalimah cinta,
    Saat sebelum kau mengkhitbah ku ya, ikhwan,
    Aku takut kau salah memaknai cinta karena-Nya,
    Cara kita yang salah menempatkan cinta,
    Hingga terjatuh pada lubang duniawi yang menyesatkan.
    Sungguh, karena cinta ini aku malu pada Tuhan ku,
    Tamparan cinta itu akan menjatuhkan harga diriku di sisi-Nya,
    Seketika itu pula diri ini seakan tak berharga,
    Karena kungkungan nafsu yang ku persembahkan pada mu,
    Berlumur noda atas cinta yang bukan hak ku dan dirimu.
    Wahai ikhwan yang menyentuh hati ku,
    Aku tak mengenali cinta dalam lisan,
    Karena bukan itu yang namanya cinta karena-Nya.
    Jika kau mencintai ku, cintai aku dalam diam mu,
    Jaga hijab cinta antara kau dan aku,
    Dan jika saatnya tiba, ketika Allah takdirkan aku untukmu,
    Cinta sejati tak akan pergi,
    Semoga inilah cinta karena-Nya bersama ridho-Nya.
    Wahai hati yang disirami cahaya Rahman,
    Menuju Firdaus-Nya adalah impian dalam Mihrab cinta dari ku,
    Satu-satunya taman terindah yang menguasai sukma di tiap nafas yang berlalu,
    Hingga angan ingin ku melesat lebih jauh pada mahabbah-Nya bersama hadir mu.
    Pasung hati ku, ya Rabbana,
    Bunuh kata-kata cinta yang menjauhkan aku dari-Mu.
    Ya, Muhaimin…
    Jangan biarkan aku jatuh cinta pada selain-Mu,
    Bila tak ada cinta dari kekasih-Mu yang merindukan Firdaus-Mu
    Cukuplah hidupku mengalir dalam mihrab cinta ku pada-Mu.
    Ya Al-Malik,
    Hati ini tiada yang lain kecuali nama indah-Mu,
    Sungguh, bilapun akan ada cinta lain di hidup ku,
    Jaga hijab cinta ku sebagai mutiara yang terjaga di Altar cinta-Mu,
    Sebelum kau pertemukan aku dan kekasih-Mu di istikharah cintaku.
    Wahai Cahaya yang mengalirkan cinta,
    Izinkan hatiku hanya berlabuh di atas lautan ridho-Mu,
    Izinkan hatiku hanya merindu kekasih-Mu,
    Izinkan hatiku merindu lebih dalam pada mujahid- mujahidah cinta-Mu,
    Izinkan mihrab cinta ini ya, Rabbana.

  26. Reblogged this on Sandy Kurniawan.

  27. selesai sudah tugas kalau banyak betul puisinya kayak gini

  28. itu yang di komentar contoh puisi lama semua ya?? :-)

  29. terimakasih banyak sangat membantu tugas sekolah ^_^

  30. Bang makasi infonya :D

  31. puisinya oke oke semua….

  32. “Semua”
    semua tidak akan serumit ini..
    jika dari dulu aku berusaha mendekatkan diri pada-Mu..
    semua tidak akan sesakit ini..
    jika dari dulu aku berserah sepenuhnya pada-Mu..
    walaupun demikian, Kau selalu mendekatiku..
    mendekap dalam lingkaran Rido-Mu..
    semua tidak akan seindah ini tanpa kasih-Mu..
    semua tidak akan semanis ini tanpa cinta-Mu..

  33. visit my blog ya,newbiemodder
    disana ada pb offline

  34. sungguh puisi anda saya rasa paling mengena..saya rasa andalah bidadari surga..cabik2lah kemusrikan hancurkan kemunafikan cinta!! bikin yang bagus lagi ya dik dan lebih banyak tentunya.aku tunggu

  35. Ku kirim sms untukmu
    Smsnya tentang cinta
    Ku bilang I LOVE padamu
    Pasti kamu langsung suka

  36. Bandung dulu sebelum jakarta
    Senyum dulu sebelum di baca

    Ke ceu mumut jalan kaki
    keur mah seno imut gan
    Jalan jalan ka pulorejo
    Balikna pake kapal selam
    yeuh ie nu ngarana seno
    Nu budakna gantng kalm

    Bu atun mau beli bolu kukus
    Jalannya lewat gang ci gabus
    Mentang mentang pantunnya bagus
    Yang baca smsku senyum terus

    Buang sampah ke tempat sampah
    Sampahnya sampah kardus
    Aku jadi cape dah
    Dari tadi pantun terus

  37. Semanis Cintaku pada-Nya
    Oleh : Siti Khumairah

    Cintamu adalah tetamu pagi yang menyeringai di antara dedaunan,
    Bening, menyeruak dalam embun yang kian berkejaran,
    Indah, menyiasati waktu yang tak henti berlarian,
    Hingga hirup pada secawan hangat di persimpangan,
    Menukik kekakuan hambar yang beralasan.

    Sekalipun cinta terlalu sukar untuk ku sederhanakan,
    Mencintaimu adalah keindahan yang mendewasakan,
    Meski pada isyarat dalam aksara bisu yang tertahan.

    Terlalu indah untuk ku jabarkan,
    Terlalu manis untuk ku uraikan,
    Karena mencintaimu adalah menghimpun sebuah perjalanan,
    Memilah rindu pada selayang kasih menuju penghambaan.

    Cintamu adalah tetamu pagi yang menyeringai di antara dedaunan,
    Hingga senja takkan mampu menuakan.

    Bila esok selayang kasih ini masih kita pertahankan,
    Semanis cintaku pada-Nya, berikan aku jawaban untuk sebuah kepastian,
    Bawa aku pulang bersama kehangatan Tuhan yang kau suarakan,
    Agar elok jalan kita, sampai senja mempertemukan.

    ***
    Teramat rindu ingin menulis lagi di blog ini. Bagaimana tidak, 3 tahun lalu blog inilah yang pertama kali membiarkan tulisan-tulisan kecil saya berani untuk bermimpi. Terima kasih kepada Pak Dahlan dan seluruh admin keluarga besar blog ini beserta seluruh penghuni-penghuninya. Sekarang, alhamdulillah telah ada beberapa buku antologi saya yang telah diterbitkan. Saat ini saya telah menjadi mahasiswi MIPA program studi Pendidikan Biologi di Universitas Palangkaraya.

    Keberadaan Blog ini sangat berarti dalam perjalanan saya. Sebab, blog inilah yang mengawali jejak saya. Satu lagi, sekarang saya telah menjadi PJ Event di Penerbit ASRIFA. Setelah event menulis puisi “HIJAB CINTA”, mari semuanya ikuti event kedua saya, yakni menulis FTS “HIDAYAH SANG CINTA” kerjasama antara saya dan Penerbit Asrifa.

    Info lomba bisa dilihat di Catatan FB Siti Khumairah M. Nur.

    Mari kawan-kawan berkunjung ke FB Siti Khumairah M. Nur dan silakan bergabung di Grub Catatan Hati (Sahabat Aira).

    Salam Cinta,

    Siti Khumairah

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.970 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: