Dalam usaha untuk merencanakan dan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran kas sangatlah diperlukan suatu perencanaan yang berupa anggaran kas.
Anggaran kas merupakan suatu cara yang efektif dalam merencanakan dan mengendalikan arus kas, menilai kas yang dibutuhkan dan menggunakan kelebihan kas yang ada secara efektif pula. Anggaran kas merupakan alat utama untuk membuat estimasi keuangan jangka pendek. Tujuan utama di dalam penyusunan anggaran kas adalah untuk merencanakan atau menentukan kegiatan operasional perusahaan sebagai dasar untuk menentukan optimalisasi kas dimasa yang akan datang
Optimalisasi kas merupakan usaha perusahaan, dimana kas yang ada di dalam perusahaan harus tetap dijaga agar jangan sampai kas tersebut mengalami kelebihan atau kekurangan dalam melakukan aktivitas perusahaan. Kas harus disediakan dalam jumlah dan batas-batas yang telah ditentukan
Menurut M. Munandar (1985:311), Anggaran kas adalah:
“Anggaran kas adalah budget yang merencanakan secara lebih terinci tentang semua jumlah kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu dimasa yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan kas maupun yang berupa pengeluaran kas”.
Sedangkan Hecket, Wilson dan Campbell, (1981:402) dalam bukunya Controllership, tugasnya Akuntan Manajemen, menyatakan definisi dari anggaran kas adalah:
“Anggaran kas adalah merupakan program penjualan dan biaya yang terkoordinasi serta terkorelasikan dengan perubahan-perubahan neraca, penjualan serta pengeluaran yang diperkirakan.”
Dari beberapa penjelasan tersebut diatas, dapatlah kita simpulkan bahwa anggaran kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tersebut.
Dan dari pengertian-pengertian diatas dapat pula kita ketahui bahwa anggaran kas mempunyai tiga sektor, yaitu:
1. Sektor penerimaan kas, yang ada pada umumnya berasal dari
a. Penjualan tunai barang jadi yang diproduksi
b. Penagihan piutang
c. Penjualan aktiva tetap
d. Penerimaan lain-lain (non operating) seperti penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan deviden dan lain sebagainya
2. Sektor pengeluaran kas, yang pada umumnya berupa pengeluaran untuk biaya-biaya baik berupa biaya utama (operating) maupun biaya-biaya bukan utama (non operating), seperti contoh:
a. Pembelian tunai
b. Pembayaran hutang
c. Pembayaran upah tenaga kerja langsung
d. Pembayaran biaya pabrik tidak langsung
e. Pembayaran biaya administrasi
f. Pembayaran biaya penjualan
3. Sektor keuangan, yang disusun apabila perusahaan mengalami defisit yang memerlukan pinjaman dan sebagaimana pelunasannya dilakukan.
Penyusunan anggaran kas bagi suatu perusahaan sangat penting artinya guna menunjang operasional perusahaan. Menurut Syamsuddin, MA (1985:144) dalam bukunya susunan anggaran kas dapat digambarkan sebagai berikut:
Perusahaan “PENDI GAMA”
Budget kas untuk bulan Juli-Desember 19XI
(dalam ribuan Rp)
|
Keterangan
|
Juli
|
Agustus
|
Sept
|
Okt
|
Nop
|
Des
|
| Saldo awal kas
Penerimaan kas
Penjualan tunai
Pengumpulan piutang
Pinjaman bank
Penerimaan lain |
200
150
900
160
-
|
100,2
100
1.250
-
-
|
270,4
200
1000
-
-
|
100,21
250
1.600
113
75
|
242,02
150
2.150
-
-
|
893,03
150
1.550
-
-
|
| Jumlah total kas
Pembelian tunai
Pembayaran hutang
Upah dan gaji
Biaya penj. & adm.
Sewa gedung
Pembayaran deviden
Pajak
Pembayaran bunga
Pembayaran pinj. Bank |
1.410
|
1.450,2
|
1.583,4
|
2.025,21
|
2.542,02
|
2.593,03
|
|
60
720
150
175
100
100
-
4,8
-
|
120
630
150
175
100
-
-
4,8
-
|
150
900
150
175
100
-
-
8,19
-
|
90
1.260
150
175
100
-
-
8,19
-
|
90
990
150
175
100
-
-
3,99
140
|
120
810
150
175
100
100
200
-
133
|
| Total pengeluaran kas
Saldo akhir bulan |
1.309,8
|
1.179,8
|
1.483,19
|
1.783,19
|
1.648,99
|
1.788,0
|
|
100,2
|
270,4
|
100,21
|
242,21
|
893,03
|
805,03
|
Sumber Manajemen Keuangan Perusahaan
Lebih lengkap tentang Kas
Like this:
Be the first to like this post.
Komentar Terbaru: