Arsip untuk ‘Arsitektur’

2010/12/10

Ibaratan Biologikal (Biological Analogy)

Attoe: - Organik :CIB021 Cincin Berlian

- Struktur organisme yang disebabkan dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptasi).

- Struktur organisme yang bertahan hidup setelah terjadinya perubahan alam/lingkungan (selektif).

- Biomorfik : – Pertumbuhan organisme.

Jadi Attoe menekankan pada proses terbentuknya dan pembentukan wujud-wujud arsitektural.

Peter Collins: menekankan pada hakekat-hakekat ibaratan biological atau lebih khusus pada kesejajaran yang ada antara organisme-organisme yang ada di alam dengan arsitektur. Disajikan pula ketidaksejajaran antara organisme di alam dengan arsitektur.

Attoe: proses pembentukan.

Petter C.: kepositifan dan kenegatifan penggunaan ibaratan biological dalam arsitektur.

Dalam Attoe ada 2 fokus dalam ibaratan biological:

1. Organik

2. Biomorfik

Keduanya memberikan penekanan pada proses yang dijalani oleh suatu organisme di alam yang hidup.

Dalam organisme yang hidup ada 2 unsur yang menandai kehidupannya :

1. Memiliki struktur susunan yang teratur dan tertentu.

Susunan ini masih diperdebatkan di dalam eksistensinya di alam menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada/beradaptasi atau mengadakan seleksi (selektif).

Contoh :

- Cemara, bambu (adaptasi). Dapat menyesuaikan dengan lingkungan dimana ia tumbuh.

- Pisang (seleksi) hanya tumbuh di daerah tropis, bila keadaannya lingkungannya diubah ia tidak dapat berkembang atau tumbuh dengan baik.

Hubungan struktur organisme dengan lingkungannya, struktur organisme tidak harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, bisa juga memilih-milih struktur mana yang cocok di daerah tertentu (form and environment).

2. Pentautan antara struktur itu dan bentuk/wujud organisme dalam fungsi organisme (Structure, form, function).

Luis Sullivan ————— Form Follow Function

Frank Lloyd Wright ——- Form Follow Function

Peter Collins dan Geof. Scot menambahkan bahwa organisme yang hidup tidak selalu form mengikuti function, tetapi function bisa mengikuti form.

Masjid Kemayoran, Masjid Ampel, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, sama-sama masjid tetapi bentuknya berbeda-beda hal ini berarti Function Follow Form.

3. Function, Life Form within

Kaitan fungsi dan kehidupan. Organisme tidak memiliki fungsi bukan organisme yang hidup, suatu organisme yang hidup harus ada fungsi.

Fungsi itu tumbuh, dikembangkan, hadir dalam diri organisme itu.

Petter Collins : “Principal of Vitality”

O’Attoe : “It develop ………..”

Biomorfik : Intinya berbicara tentang organisme itu bukan suatu posisi yang statis tetapi ia tumbuh dan berkembang kemudian mati.

Tumbuh dan berkembang ada beberapa issue :

- Ada inti pertumbuhan

- Meluas, membesar dari intinya dengan tidak merubah struktur

- Pertumbuhan yang proporsional

Catatan Peter Collins, adanya kenyataan bahwa organisme yang hidup disejajarkan dengan estetika arsitektur.

Jadi tautan struktur, fungsi dan bentuk yang dalam ilmu biologi sendiri digunakan untuk menandakan suatu organisme yang hidup, di dalam arsitektur digunakan untuk menandai estetika arsitektur.

Attoe : memberikan tambahan mengenai bahan. Bahan harus digunakan sesuai sifat bahan itu sendiri. Batu sebagai batu, kayu sebagai kayu, dll.

Petter Collins : kelemahan ibaratan biological adalah menganggap bahwa :

1. Komposisi struktur, fungsi, bentuk sama dengan estetika arsitektur itu sendiri. Padahal struktur, fungsi, bentuk agar menghasilkan komposisi yang estetik masih harus ditambahkan dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur.

2. Komposisi Struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada pencapaian keseimbangan terhadap pendayagunaan /pemfungsian arsitektur itu sendiri.

Analogi biological hanya membicarakan masalah aspek ilmiah belum pada aspek artistik.

….. Selengkapnya .. Ibaratan /Analogi

2010/11/19

Dasar Perencanaan Struktur Baja

Desain struktur harus memenuhi kriteria kekuatan (strength), kemampuan layan (serviceability) dan ekonomis (economy).

oo Kekuatan berkaitan dengan kemampuan umum dan keselamatan struktur pada kondisi pembebanan yang ekstrem. Struktur diharapkan mampu bertahan meskipun terkadang mendapat beban yang berlebihan tanpa mengalami kerusakan dan kondisi yang membahayakan selama waktu pemakaian struktur tersebut.

oo Kemampuan layan mengacu pada fungsi struktur yang sesuai, berhubungan dengan tampilan, stabilitas dan daya tahan, mengatasi pembebanan, defleksi, vibrasi, deformasi permanen, retakan dan korosi, dan persyaratan-persyaratan desain lainnya.

oo Ekonomis mengutamakan pada keseluruhan persyaratan biaya material, pelaksanaan konstruksi dan tenaga kerja, mulai tahapan perencanaan, pabrikasi, pendirian dan pemeliharaan struktur.

Secara umum ada dua filosofi perencanaan yang dipakai dewasa ini, yaitu:

oo Filosofi perencanaan tegangan kerja-elastis (working stress design), elemen struktural harus direncanakan sedemikian rupa hingga tegangan yang dihitung akibat beban kerja, atau servis, tidak melampaui tegangan ijin yang telah ditetapkan. Tegangan ijin ini ditentukan oleh peraturan bangunan atau spesifikasi untuk mendapatkan faktor keamanan terhadap tercapainya tegangan batas, seperti tegangan leleh minimum atau tegangan tekuk (buckling). Tegangan yang dihitung harus berada dalam batas elastis, yaitu tegangan sebanding dengan regangan.

oo Filosofi perencanaan keadaan batas (limit state). Filosofi ini meliputi metoda vang umumnya disebut “perencanaan kekuatan batas,” “perencanaan kekuatan,” “perencanaan plastis,” “perencanaan faktor beban,” “perencanaan batas,” dan yang terbaru “perencanaan faktor daya tahan dan beban” (LRFD/Load and Resistance Factor Design).

Keadaan batas adalah istilah umum yang berarti “suatu keadaan pada struktur bangunan di mana bangunan tersebut tidak bisa memenuhi fungsi yang telah direncanakan”.

Keadaan batas dapat dibagi atas kategori kekuatan (strength) dan kemampuan layan (serviceability).

− Keadaan batas kekuatan (atau keamanan) adalah kekuatan daktilitas maksimum (biasa disebut kekuatan plastis), tekuk, lelah (fatigue), pecah (fracture), guling, dan geser.

− Keadaan batas kemampuan layan berhubungan dengan penghunian bangunan, seperti lendutan, getaran, deformasi permanen, dan retak.

Dalam perencanaan keadaan batas, keadaan batas kekuatan atau batas yang berhubungan dengan keamanan dicegah dengan mengalikan suatu faktor pada pembebanan. Berbeda dengan perencanaan tegangan kerja yang meninjau keadaan pada beban kerja, peninjauan pada perencanaan keadaan batas ditujukan pada ragam keruntuhan (failure mode) atau keadaan batas dengan membandingkan keamanan pada kondisi keadaan batas.

Terima kasih untuk Okrek

Kaitkata: ,
2010/11/16

PENGHAWAAN BUATAN: lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal comfort)

Manusia membutuhkan lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal PSY03C Cincin Yakut Berliancomfort) untuk melakukan aktivitas secara optimal. Dengan adanya lingkungan udara yang nyaman ini manusia akan dapat beraktifitas dengan tenang dan sehat. Keadaan udara pada suatu ruang aktifitas sangat berpengaruh pada kondisi dan keadaan aktifitas itu. Bila dalam suatu ruangan yang panas dan pengap, manusia yang melakukan aktivitas di dalamnya tentu juga akan sangat terganggu dan tidak dapat melakukan aktifitasnya secara baik, dan ia merasa tidak kerasan. Maka kenyamanan dalam ruangan yang menyangkut udara harus terpenuhi yaitu meliputi: temperatur udara, kelembaban udara, pergerakan udara, dan tingkat kebersihan udara.

Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan penghawaan buatan (air conditioning). Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut.

Agar didapatkan suatu sistim serta kapasitas pendingin yang tepat, maka perlu diketahui besarnya beban kalor pada ruang/bangunan (karena fungsi AC adalah untuk menghapus beban kalor tersebut) sehingga suhu dan kelembaban udara tetap nyaman. Besar beban kalor yang terjadi ditentukan oleh: hantaran panas radiasi matahari, hantaran panas secara transmisi, hantaran panas ventilasi atau infiltrasi, beban panas intern (manusia dan peralatan elektronik atau mesin).

Dengan memperhatikan hal di atas, maka didalam desain ruang atau bangunan yang menggunakan penghawaan buatan, harus menyertakan pertimbangan-pertimbangan berikut: [15]

-Bentuk cenderung beraturan agar memudahkan dalam perencanaan sistem penghawaannya.

-Bentuknya diusahakan disejajarkan dengan arah aliran angin

-Langit-langit/plafon dibuat relatif rendah untuk memperkecil volume ruang.

Agar memberi kondisi yang nyaman secara terus-menerus dalam suatu bangunan, sistem-sistem penghawaan harus mempertahankan keseimbangan antara kondisi-kondisi termal dan atmosfer dalam dan kondisi-kondisi iklim yang terus-menerus berubah di luar ruangan dan di dalam ruangan itu sendiri. Jika suasana panas, sistem harus memberi cukup udara sejuk untuk mengatasi panas yang diperoleh dari luar. Dalam keadaan dingin, ia harus memberi cukup panas untuk menggantikan panas yang hilang.

Kenyamanan termal langsung berhubungan dengan tubuh manusia yang selalu membuang panas yang berlebihan. Dalam keadaan normal pemindahan panas ini terjadi antara tubuh dan udara disekitarnya. Namun demikian tubuh manusia memiliki pertahanan mekanisme alami yang terus-menerus bekerja untuk mempertahankan keseimbangan yang diperlukan antara timbulnya panas dan pembuangan panas yang dihasilkan. Mekanisme-mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal, dengan mengendalikan jumlah pembuangan panas tersebut. Bila laju kehilangan panas terlalu lambat, kita berkeringat. Keringat tersebut menambah laju kehilangan panas karena penguapan. Jika laju kehilangan panas terlalu cepat, kita mulai menggigil. Hal ini menyebabkan meningkatnya pembangkitan panas guna mengimbangi kehilangan panas.

Salah satu jaringan distribusi penting dalam sebuah bangunan ialah sistem pengadaan udara yaitu sistem pemanasan/pendinginan, ventilasi, dan air conditioning (AC). Tujuan dari sistem pengendalian penghawaan ini adalah memberikan kondisi-kondisi suhu dan suasana yang nyaman, yang dicapai dengan mengolah dan mendistribusikan udara yang disejukkan ke seluruh bangunan. Sebenarnya, pengolahan suhu hanya merupakan salah satu dari pengolahan pada udara sebelum disampaikan kepada para penghuni. Penyesuaian termal mengatur suhu, kelembaban, dan distribusi udara. Penyesuaian atmosfir mengatur kebersihan dan mengendalikan bau-bau.

Berbeda dengan jaringan-jaringan distribusi yang berlangsung di seluruh bangunan, sistem AC dan bagian-bagian komponennya menghendaki jumlah ruang yang cukup. Meskipun demikian pemahaman dan pengetahuan tentang implikasi-implikasi sistem AC untuk arsitektur sangat penting artinya untuk diperhatikan. Selain itu sistem ini pada dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam penggunaannya dipandang dari sisi penghematan energi.

….. Selengkapnya – FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR

-

Kaitkata: ,
2010/11/15

Prinsip Perancangan: Proporsi, Keseimbangan (balance), Irama (rhythm)

Proporsi

Proporsi adalah suatu prinsip, tidak hanya dari arsitek tetapi dari kehidupan sehari-hari, misalnya: hukum proporsi alam bahwa bintang bersinar di malam hari, air sungai mengalir ke laut, dan sebagainya.

Dari kenyataan ini bahwa arsitektur adalah sesuatu yang berkualitas baik seni dan proporsi. Dalam arsitektur, proporsi dijelaskan sebagai berikut:[12]

1. Menurut Vitruvius (1486), proporsi adalah sesuatu yang berhubungan dengan ukuran dengan ukuran dari seluruh aspek pekerjaan dan bagian tertentu yang dijadikan standar.

2. Menurut Alberti, proporsi berasal dari kata concinnities, yang artinya suatu keberhasilan kombinasi dari angka dan ukuran.

Jadi proporsi merupakan hubungan antar bagian dari suatu desain atau hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Oleh karena itu suatu perbandingan akan merupakan dasar dari setiap sistem proporsi yaitu suatu nilai yang memiliki harga tetap, dapat digunakan sebagai pembanding yang lain. Bahwa, suatu proporsi yang baik terletak pada hubungan antara bagian-bagian suatu bangunan atau antara bagian bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Hal ini menumbuhkan satu sistem proporsi yang menarik untuk dikembangkan yaitu golden section. Dalam sistem ini mempunyai dua arti, secara matematis dan geometris. Secara matematis, golden section merupakan sistem proporsi yang berasal dari konsep Pythagoras dimana “semua ukuran adalah angka”. Dan merupakan kepercayaan keharmonisan bagi seluruh struktur bangunan. Secara geometris, golden section dapat diartikan sebagai sebuah garis yang dibagi-bagi sedemikian rupa sehingga bagian yang lebih pendek dibanding dengan bagian yang panjang adalah sama dengan bagian yang panjang berbanding dengan panjang keseluruhan atau dapat dijabarkan dalam persamaan A : B = B : (A + B)[13]

.

b. Keseimbangan (balance)

Menggambarkan keharmonisan atau kesesuaian dalam pengaturan atau proporsi dari bagian suatu elemen di dalam desain atau komposisi suatu situasi, atau keadaan yang seimbang diantara bagian-bagian yang berlainan.

Keseimbangan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal. Contoh keseimbangan formal misalnya peletakan bangunan dengan bobot dan jarak visual sama terhadap titik pusat imajiner. Dengan keseimbangan formal, ruangan berkesan luas atau suasana resmi, dan tenang. Agar kesan monoton dan kaku dapat dihilangkan, dapat digunakan perbedaan warna, bentuk, atau ukuran pada benda yang disimetriskan. Contoh keseimbangan informal misalnya peletakan benda yang berbeda bobot visualnya di sekitar titik pusat atau sumbu. Perimbangan benda berat, dengan meletakkan benda ringan dengan jarak jauh dari sumbu (tekstur kasar, warna hangat, ukuran besar dan motif ramai akan berkesan berat). Dalam kondisi tertentu, yang tidak bisa dihindarkan, keseimbangan dapat dibuat dengan cara perabot berat dikombinasi dengan warna dan tekstur ringan, atau perabot ringan dikombinasi dengan warna dan tekstur berat.

.

c. Irama (rhythm)

Sesuatu pergerakan yang ditampakkan/diakibatkan oleh adanya elemen-elemen lain misalnya: garis bentuk dan pola, arus pergerakan yang diperlihatkan melalui bayangan-bayangan sinar yang terjadi, dan penekanan yang ada, mirip seperti irama musik yang diulang-ulang.

Irama dapat dibentuk atau diciptakan dengan cara:

1. Perulangan

Pemakaian 2 elemen atau lebih dengan tujuan untuk mengarahkan mata bergerak menuju arah tertentu. Misalnya: Hitam – Putih (nn), Besar – Kecil (OoOoOo)

2. Gradasi

Efek pemakaian gradasi akan terasa lebih dinamis dari pada pemakaian perulangan sehingga mengarahkan pandangan menuju pada satu titik tertentu. Misalnya: Gradasi dari warna gelap – terang

Kaitkata: ,
2009/08/12

Lingkup Pekerjaan Konsultan Pengawas

1. Time schedule pekerjaan

Pada suatu proyek, pihak pengawas diberikan waktu oleh pemilik proyek untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk dapat mengendalikan serta mengontrol suatu proyek ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya,maka dibuat time schedule dan diagram kurva S.

Time schedule merupakan rencana waktu yang digunakan untuk memulai kegiatan pembangunan sampai bangunan tersebut selesai dibangun, di mana ini menjadi pedoman bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan sehari-harinya agar pekerjaan berjalan lancar dan efisien.

Data yang diperlukan untuk menyusun time schedule adalah sebagai berikut :

Ø Gambar konstruksi dan arsitekturnya.

Ø Peraturan dan syarat sesuai bestek.

Ø Situasi proyek.

Ø Waktu yang tersedia.

Ø [Jenis pekerjaan.

Ø Material dan alat yang tersedia serta jumlah tenaga kerja dan ahlinya.

Data pelaksanaannya memiliki dua time schedule yang didalamnya terdapat diagram kurva S :

1. Diagram kurva S rencana, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang direncanakan untuk dicapai setiap minggunya.

2. Diagram kurva S pelaksanaan, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang dilaksanakan setiap minggunya.

Faktor yang harus diperhatikan dalam menyusun time schedule, yaitu :

1. Kemampuan untuk kebutuhan tenaga manusia.

2. Peralatan dan fasilitas.

3. Urut-urutan pekerjaan dan waktu pelaksanaan.

4. Material yang dibutuhkan.

5. Biaya yang tersedia.

6. Man power schedule.

Adapun tujuan dari pembuatan time schedule adalah :

1. Untuk mencapai waktu pelaksanaan yang telah diatur dengan efektif dan efisien.

2. Untuk mencapai urut-urutan pekerjaan dan penyediaan tenaga dan bahan secara sistematis.

3. Untuk mencapai hasil fisik.

Sedangkan fungsi time schedule adalah :

1. Sebagai pegangan bagi kontraktor.

2. Sebagai sarana pengaturan pelaksanaan pekerjaan.

3. Sebagai sarana pengontrol / pengendali terhadap pencapaian prestasi dan penentuan sanksi.

____________________________________________

…..Lebih lengkap tentang Konsultan Arsitektur

Kaitkata: ,
2009/08/05

Hak, Kewajiban, Tugas, dan Wewenang Konsultan Perencana

Menurut IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan keputusan Dirjen Cipta Karya 1991 mengenai hubungan kerja antara arsitek dan pemberi tugas, perencana mempunyai beberapa hak antara lain :

Ø Perencana berhak menerima imbalan jasa sesuai dengan peraturan.

Ø Perencana berhak menolak segala bentuk penilaian estetis dan hasil rancangan baik yang dilakukan oleh pengawas maupun pemberi tugas.

Ø Perencana berhak mengembalikan tugas yang diberikan dengan alasan-alasan sebagai berikut :

a. Pertimbangan individu

b. Adanya kekuasaan di luar kedua belah pihak

c. Akibat kelalaian pemberi tugas

Kewajiban perencana menurut aturan dari IAI adalah :

1. Arsitek berkewajiban menanggung yang diderita oleh pemberi tugas sebagai akibat langsung dari kesalahan yang dibuat, yang dapat dihindari dengan keahlian serta tata cara pelaksanaan yang lazim.

2. Arsitek berkewajiban untuk menanggung semua akibat segala pekerjaan apabila kesalahan tersebut dilakukan oleh arsitek secara sengaja.

Adapun tugas konsultan perencana berdasarkan acuan dari pedoman kerja antara arsitek dengan pemberi tugas, dalam SK Dirjen Cipta Karya No. 5/KPTS/CK 1984 dijelaskan bahwa tugas perencana mencakup beberapa lingkup pekerjaan, antara lain :

1. Lingkup Pekerjaan Pokok

a. Pembuatan sketsa gagasan rancangan pelaksanaan detail lengkap.

b. Pembuatan uraian dan syarat pekerjaan yang mencakup uraian umum dan syarat administratif serta teknis.

c. Penyusunan rancangan anggaran biaya.

d. Turut mengawasi dan menyeleksi proses pelelangan.

2. Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan pelengkap adalah pekerjaan yang mungkin dilakukan dalam keadaan tertentu untuk mendukung perencanaan, yaitu :

a. Pembuatan maket dan gambar perspektif.

b. Penyelidikan tanah.

c. Penelitian dan pemetaan tapak.

d. Pencarian dan pengadaan data.

3. Lingkup Kerja Khusus

Merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus di luar bidang arsitektural. Seperti perhitungan konstruksi beton bertulang, konstruksi baja, instalasi listrik, dan pekerjaan lainnya.

Adapun wewenang konsultan perencanaan adalah :

1. Mengubah rancangan bangunan

Perencanaan secara tertulis mempunyai wewenang untuk memerintahkan pemborong memulai pengawasan terpadu dan mengadakan perubahan.

2. Melakukan pekerjaan tambahan

Perencana juga mempunyai wewenang untuk segera memerintahkan pemborong memulai pengawasan terpadu agar melakukan persetujuan terlebih dahulu dari pemberi tugas asal sesuai dengan jumlah biaya dalam pos pekerjaan tak terduga. Pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang tidak tercantum dalam uraian syarat-syarat serta tidak secara tegas disimpulkan dalam gambar-gambar arsitektural.

3. Menilai pembayaran angsuran kontraktor

Perencana berwenang menilai berdasarkan prestasi pekerjaan pada hari pemeriksaan sehingga pemborong berhak atau tidak untuk menerima seluruh atau sebagian pembayaran.

Lebih lengkap tentang Konsultan

.

2009/08/02

CIRI-CIRI IKLIM DI INDONESIA

- Curah hujan tinggi (1800m/tahun)

- Radiasi matahari tinggi (matahari bersinar sepanjang tahun)

- Temperatur udara relatif panas sampai dengan nikmat

- Kelembaban tinggi (mencapai lebih dari 90%)

- Aliran udara relatif sesuai kebutuhan manusia

- Amplitude temperatur antara siang-malam 2 s/d 5o C (ini karena kelembaban udara yang tinggi).

Selain ciri-ciri umum tersebut, ada pula beberapa daerah yang mempunyai keadaan iklim yang sedikit berbeda, misalnya daerah pegunungan, seperti Bandung dan Malang lebih sering terjadi hujan, atau di daerah Nusa Tenggara Timur yang paling jarang terjadi hujan, sehingga disana banyak terdapat sabana atau padang rumput dan semak-semak.

Menurut CC. Webb temperatur nikmat adalah 26o C. dan menurut Bedfort temperatur nikmat dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

S = angka kenikmatan

P = angka konstanta = 10,6 (untuk tropis lembab)

tl = temperatur udara (oC) (ditempat teduh)

ts = temperatur pancaran scahaya matahari (oC)

X = kelembaban absolut (g/kg)

V = kecepatan angin (m/detik)

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui nilai S (angka kenikmatan) yang bila bernilai +3 berarti sangat panas, bila S = +2 berarti panas, S = +1 berarti panas nikmat, dan bila S = 0 berarti nikmat, dan bila S = -1 termasuk dingin, dan jika nilai S = -2 dikategorikan sangat dingin.

Di padang pasir dinding lebih penting dari atap, sedangkan di Indonesia atap adalah unsur utama dalam bangunan dan dinding harus mempunyai bukaan yang cukup untuk menanggulangi kelembaban yang tinggi.

…. Lebih lengkap tentang Iklim

.

2009/07/31

AKUSTIK -Perancangan Arsitektur

Kebisingan merupakan masalah yang juga harus diperhatikan dalam bangunan perkantoran. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan penghuni di dalam ruangan/bangunan itu sendiri. Untuk mengatasi kebisingan dari suara kendaraan atau suara mesin pabrik di sekitar bangunan, dapat dilakukan dengan pemberian vegetasi di depan ruang, penteksturan dinding dengan celah-celah yang agak besar agar suara tersebut bisa di netralisir pada celah-celah tersebut.

Bangunan paling atas atau paling jauh dari sumber bunyi, tingkat kebisingannya semakin berkurang dibanding bangunan pada lantai bawah atau yang lebih dekat dengan sumber bunyi. Bunyi yang disebabkan oleh angin sangat berbeda, misalnya pada pagi hari angin turun, sedangkan pada malam hari angin naik.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kebisingan dalam perencanaan bangunan adalah bahwa hal tersebut dapat berpengaruh pada bentuk masa atau tatanan massa yang berbeda.

Contoh pengaruh kebisingan pada bentuk massa adalah seperti gambar-gambar berikut ini.

Gambar-gambar berikut ini adalah contoh pengaruh kebisingan pada tatanan massa.

….. Selengkapnya tentang Perancangan Arsitektur

.

Kaitkata:
2009/07/28

KESEIMBANGAN (BALANCE) – PRINSIP PERANCANGAN RUANG DALAM

Menggambarkan keharmonisan atau kepuasan dalam pengaturan atau proporsi dari bagian dari elemen sebagaimana di dalam desain atau komposisi suatu situasi atau keadaan yang seimbang diantara bagian-bagian yang berlainan.

Keseimbangan dapat dibedakan menjadi 2 macam:

  1. Keseimbangan Formal/Simetris

Contoh: -Peletakan perabot dengan bobot dan jarak visual sama terhadap titik pusat imajiner.

-Ruangan berkesan luas/suasana resmi/tenang gunakan perbedaan warna, bentuk atau ukuran pada benda yang disimetriskan sehingga kesan monoton dan kaku dapat dihilangkan.

  1. Keseimbangan Informal

Contoh: -Peletakan benda yang berbeda bobot visualnya disekitar titik pusat atau sumbu.

-Perimbangan benda berat dengan meletakkan benda ringan dengan jarak jauh dari sumbu (tekstur kasar, warna hangat, ukuran besar dan motif ramai akan berkesan berat).

Dalam kondisi tertentu yang tidak bisa dihindarkan keseimbangan dapat dibuat dengan cara:

Perabot berat warna dan tekstur ringan

Perabot ringan warna dan tekstur berat

….. Lebih lengkap tentang PRINSIP PERANCANGAN RUANG DALAM

.

2009/07/28

Persyaratan Sanitasi – pada Perancangan Kantor A

Sistem saluran yang digunakan pada sanitasi dapat dibedakan menjadi sistem saluran terbuka dan sistem saluran tertutup. Untuk air hujan dan air kotor lainnya dapat menggunakan sistem pengurasan atau sistem selokan terbuka, atau ada juga sistem ganda yang memisahkan antara air hujan dan air kotor lainnya. Saluran sanitasi bisa di dalam tanah atau dipermukaan tanah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan yang ada.

Pipa, sebagai salah satu sistem saluran sanitasi, harus memenuhi syarat tertentu untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Ia harus kedap air, awet, dan tahan air, serta tidak mengandung zat yang dapat mencemari air bila digunakan pada saluran air bersih. Bahan saluran atau bahan pipa dapat berupa pipa beton, pipa keramik (tanah), dan pipa keramik dengan lapisan tembikar. Bahan-bahan itu biasanya digunakan untuk saluran kota. Adapula jenis pipa dari besi cor, baja, plastik (polyetylen/PE, polypropylen/PP, polyvinilchlorid/PVC), asbes-semen (eternit), dan pipa timah. Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk instalasi di dalam gedung atau rumah.

Pemasangan pipa untuk masing-masing saluran air bersih, air kotor, dan air kotoran harus terpisah dan diusahakan untuk tidak bersilangan atau bertumpuk. Apabila terpaksa bersilangan, harus mempunyai cukup jarak antara masing-masing pipa, dengan pipa air bersih terletak di atas saluran air yang lain dan diberi penyekat untuk mengantisipasi bila terjadi kebocoran agar air bersih tidak tercemar air kotor, apalagi air kotoran. Pada sambungan-sambungan pipa harus diperhatikan kekedapannya, jangan sampai terjadi kebocoran, demikian juga dengan sambungan antara pipa dengan tempat penampungan, misalnya dengan septiktank dan resapan, juga antara pipa dengan kran, dan antara saluran dengan bak kontrol dan tempat-tempat yang perlu mendapat perhatian khusus yang lain.

Selain saluran, peralatan atau komponen sanitasi yang lain seperti bak air, septiktank, dan bak kontrol harus benar-benar kedap air. Bahan tempat menyimpan air bersih, yaitu bak air bawah dan bak air atas harus bebas dari zat yang dapat merusak air. Bak air bawah biasanya dari beton cor, diletakkan di tempat yang serendah mungkin agar dapat menerima air dengan tekanan yang kecil sekalipun, dan bak air atas biasanya dari bahan yang ringan, seperti plastik atau aluminium, terkadang bak air atas juga dapat dibuat dari beton cor dengan kontruksi khusus. Bak air atas diletakkan lebih tinggi dari pemakai air (kran pemakaian) yang paling tinggi, agar air dapat mengalir dengan lancar menggunakan gaya grafitasi.

Penempatan resapan harus jauh dari sumur, bila ada yang menggunakan air tanah untuk kebutuhan air bersih, dengan jarak minimal 10 meter. Resapan dibuat dengan bahan-bahan yang mudah meresapkan air, namun cukup baik untuk menyaring air kotor sebelum meresap ke dalam tanah.

….Lebih lengkap tentang Perancangan Arsitektur

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.