Tantangan Kebudayaan Indonesia
Kebudayaan Nasional
Istilah-sitilah dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial
Tari Pendet
Situasi Budaya di Indonesia
Istilah-sitilah dalam bidang Seni dan Budaya
Kebudayaan Daerah
Membuat Proposal
KEHIDUPAN ANAK KOST
istilah dalam bidang sosial
2PENTINGNYA PENDIDIKAN DAN LATIHAN DI SEKTOR PARIWISATA
Batik batik batik
Kebudayaan Nasional
Untuk diketahui…
Istilah-sitilah dalam bidang sosial 3
Merek (Merk)
Akomodasi
PROSES AKOMODASI BARU DAN KESINAMBUNGAN MASYARAKAT
SISTIM SOSIAL DAN BUDAYA
ETIKA PERGAULAN DALAM MASYARAKAT
KAMUS MINI “KESENIAN”
PROSES AKOMODASI BARU DAN KESINAMBUNGAN MASYARAKAT DI TENGAH ARUS PERUBAHAN SOSIAL – MAKALAH -SOSIOLOGI
Tulisan tentang Kebudayaan (sosial dan budaya)
Tantangan Kebudayaan Indonesia
1. Kebudayaan Modern Tiruan Tantangan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah Kebudayaan Modern Tiruan. Dia mengancam justru karena tidak sejati, tidak substansial. Yang ditawarkan adalah semu. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastik, manusia tanpa kepribadian, manusia terasing, manusia kosong, manusia latah. Kebudayaan Blasteran Modern bagaikan drakula: ia mentereng, mempunyai daya tarik luar biasa, ia lama kelamaan meyedot pandangan asli kita tentang nilai, tentang dasar harga diri, tentang status.
Ia menawarkan kemewahan-kemewahan yang dulu bahkan tidak dapat kita impikan. Ia menjanjikan kepenuhan hidup, kemantapan diri, asal kita mau berhenti berpikir sendiri, berhenti membuat kita kehilangan penilaian kita sendiri. Akhirnya kita kehabisan darah , kehabisan identitas. Kebudayaan modern tiruan membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri, sekaligus juga tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern sungguhan (Suseno;1992)
2. Bagaimana Memberi Makan, Sandang, dan Rumah Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa, budaya adalah perjuangan manusia dalam mengatasi masalah alam dan zaman. Permasalahan yang paling mendasar bagi manusia adalah masalah makan, pakaian dan perumahan. Ketika orang kekurangan gizi bagaimana ia akan mendapat orang yang cerdas. Ketika kebutuhan pokok saja tidak terpenuhi bagaimana orang akan berpikir maju dan menciptakan teknologi yang hebat. Jangankan untuk itu, permasalahan pemenuhan kebutuhan kita sangat mempengaruhi pola hubungan di antara manusia. Orang rela mencuri bahkan membunuh agar ia bisa makan sesuap nasi. Sehingga, kelalaian dalam hal ini bukan hanya berdampak pada kemiskinan, kelaparan, kematian, akan tetapi akan berpengaruh dalam tatanan budaya-sosial masyarakat.
3. Masalah Pendidikan yang Tepat Pendidikan masih menjadi permasalahan yang menjadi perhatian serius jika bangsa ini ingin dipandang dalam percaturan dunia. Ada fenomena yang menarik terkait dengan hal ini, yaitu mengenai kolaborasi kebudayaan dengan pendidikan, dalam artian bagaimana sistem pendidikan yang ada mengintrinsikkan kebudayaan di dalamnya. Dimana ada suatu kebudayaan yang menjadi spirit dari sistem pendidikan yang kita terapkan.
4. Mengejar Kemajuan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Problem ini beranjak ketika kita sampai saat ini masih menjadi konsumen atas produk-produk teknologi dari negara luar. Situasi keilmiahan kita belum berkembang dengan baik dan belum didukung oleh iklim yang kondusif bagi para ilmuan untuk melakukan penelitian dan penciptaan produk-produk, teknologi baru. Jika kita tetap mengandalkan impor produk dari luar negeri, maka kita akan terus terbelakang. Oleh karena itu, hal ini tantangan bagi kita untuk mengejar ketertinggalan iptek dari negara-negara maju……
….
Pemberian Penghargaan kepada Karyawan yang telah bekerja selama 10 Tahun di PT. Asian Profile Indosteel yang diserahkan oleh Bapak Sukianto Wijaya Selaku Komisaris PT. Asian Profile Indosteel dalam rangka Memperingati HUT PT. Asian Profile ke-10 dan HUT Republik Indonesia ke-64
Kebudayaan Nasional
Kebudayaan Nasional
1. Arti Kebudayaan
Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993). Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal daribahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa,dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Tak ada mahluk lain yang memiliki anugrah itu sehingga ia merupakan sesuatuyang agung dan mahal
Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.
1.1 Definisi kebudayaan menurut para ahli
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7. Francis Merill
- Pola-pola perilaku yang dihasilkan oleh interaksi sosial
- Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang ditemukan melalui interaksi simbolis.
8. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya diantara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar dialihkan secara genetikal.
10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.
1.2 Jenis-jenis Kebudayaan
SISTIM SOSIAL DAN BUDAYA
SISTIM SOSIAL DAN BUDAYA SUATU DAERAH YANG BERPENGARUH TERHADAP KEHIDUPAN ANAK KOST
1.Latar Belakang
Kehihidupan anak kost yang berasal dari daerah lain atau kota lain yang biasa dikatakan dengan anak pendatang, sangat berbeda dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini contohnya bisa kita lihat dari segi sosial, budaya mereka dari asal mereka sendiri dan ekonomi mereka sangatlah jauh berbeda dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Sehingga mau tak mau mereka yang berasal dari daerah lain atau kota lain harus bisa menyesuaikan dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Tentu saja dengan tidak melupakan sistim sosial dan budaya mereka masing – masing. Karena jika mereka melupakan budaya mereka sendiri, berarti mereka tidak menyenangi budaya daerah mereka sendiri.
Masalahnya yang kita tahu, sampai sekarang ini, makin lama seseorang yang tinggal di daerah lain atau kota lain yang mereka tinggali saat ini. Mereka justru akan melupakan budaya dan sistim sosial mereka sendiri. Contohnya bisa kita lihat dari segi bahasa. Misalnya saja antara bahasa di jawa tengah, dengan bahasa di jawa timur sangatlah jauh berbeda, Karena bahasa orang jawa tengah di kenal dengan gaya bahasa yang halus. Sedangkan bahasa orang jawa timur dikenal dengan gaya bahasa yang agak – agak kasar. Sehingga apabila ada seorang mahasiswa yang kebetulan berasal dari jawa tengah yang sudah terbiasa dengan bahasa yang halus, ketika ia mendengar pembicaraan antara orang jawa timur dengan orang jawa timur ia akan menganggap bahwa orang itu sedang bertengkar atau dengan anggapan yang lain. Sedangkan anggapan bagi orang jawa timur dia akan mengganggap pembicaraan itu biasa – biasa saja.
Hal seperti itulah yang kiranya dapat dapat mempengaruhi kehidupan anak kost, mereka akan berfikir jika mereka tidak menyesuaikan cara ataupun sistim sosial dan budaya daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini khususnya daerah jawa timur ( Surabaya ) mereka akan merasa kurang percaya diri. Hal yang dapat menyebabkan kurangnya raya percaya diri yaitu kebanyakan dari orang akan mengganggap, orang manakah itu kok logat bahasanya bukan logat jawa timur. Dengan adanya anggapan seperti itu akan memacu keinginan mereka untuk menguasai logat bahasa jawa timur.
Dengan lamanya seseorang yang tinggal di daerah lain yang bukan merupakan daerahnya sendiri mereka akan cenderung lupa dengan budaya mereka sendiri. Karena jika mereka tinggal lama di daerah lain mereka akan terbiasa dengan sistim sosial dan kebudayaan daerah, yang mereka tinggali untuk sekarang ini.
11. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam perumusan masalah sebagai berikut :
Benarkah bahwa makin lama mahasiswa yang tinggal di daerah lain yang bukan merupakan daerahnya sendiri mereka cenderung akan melupakan budaya atau sistim sosial mereka sendiri contohnya: dari segi bahasa.
111. Tujuan dan manfaat penelitian
3.1. Tujuan penelitian
Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah mengetahui apakah benar jika seseorang mahasiswa yang tinggal terlalu lama atau sudah lama tinggal di daerah lain yang meereka tinggali untuk sekarang ini, mereka akan cenderung melupakan budaya dan sistim sosial mereka terutama dalam segi bahasa.
3.2. Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak – pihak yang berkepentingan :
- Manfaat bagi penulis
Dengan penelitian ini akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang permasalahan yang terjadi pada kehidupan anak kost.
- Manfaat bagi ilmu pengetahuan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan guna mengadakan tindakan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut, khususnya tentang permasalahan yang diteliti.
1V. Tinjauan pustaka Hipotesis
4.1. Tinjauan pustaka
Dari hasil beberapa pertayaan yang yang saya ajukan pada beberapa mahasiswa yang tinggalnya kost dan berasal dari daerah – daerah yang berbeda: jawa tengah, madura, jawa timur dan yang lainnya.
4.2. Landasan teori
A. Pengertian sistim sosial
Pada dasarnya sistim sosial adalah: susunan sosial masyarakat dalam kesehari – hariannya bisa dalam lingkungan keluarga. Dalam wilayah tertentu, karena tiap wilayah maupun keluarga. Mempunyai gaya hidup yang berbeda – beda, mulai dari kehidupan sehari – harinya.
B. Pengertian budaya
Budaya adalah: ciri khas suatu daerah atau wilayah tertentu yang di miliki daerah itu misalnya saja: kerajinan tangan, atau kerajinan – kerajinan yang lainnya begitu juga dengan bahasa, tari – tarian daerah bisa dikatakan dengan budaya.
Penelitian sebelumnya
Dalam hal ini penelitian di lakukan oleh Galih Ari Bagus Kristiawan pada beberapa mahasiswa yang tinggalnya kost. Dan berasal dari daerah atau kota lain, juga dilakukan penelitian pada beberapa mahasiswa yang berasal dari Surabaya. Kebanyakan pendapat dari mereka mengatakan, bahwa mereka cenderung mengikuti gaya bahasa jawa timur. Karena jika mereka menggunakan gaya bahasa mereka sendiri, orang lain tidak akan mengerti bahasa mereka, kata seorang mahasiswa yang berasal dari madura. Begitu juga dengan kata mahasiswa – mahasiswa yang lain, mengatakan hal serupa. Walaupun mereka mengikuti gaya bahasa orang jawa timur khususnya Surabaya tapi mereka tidak melupakan semua kebudayaan mereka sendiri.
4.3. Hipotesis
Dari latar belakang dan perumusan masalah yang ada maka dapat diambil suatu hipotesa sebagai berikut: bahwa mereka mahasiswa yang tinggal lama di Surabaya cenderung melupakan budaya daerah mereka sendiri khususnya dalam bahasa.
4.4. Metodologi Penelitian
A. Metode pengumpulan data
- Interview
Pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung pada beberapa
mahasiswa yang bukan berasal dari jawa timur dan yang berasal dari jawatimur.
-observasi
-pengumpulan data dengan mengadakan penelitian langsung.
-Studi pustaka
-Yaitu metode pengumpulan data dengan membaca literatur atau mempelajari berbagai buku terutama tentang teori – teori yang berhubungan dengan permasalahan.
B. Ruang Lingkup Analisis
Ruang lingkup analisis penelitian di adakan dibeberapa tempat kost, yang berada di kawasan nginden 1. gang nginden tembusan.
C. Pembahasan Masalah
Masalah yang kita pertanyakan disini adalah benarkah bila seseorang yang tinggal di daerah lain yang bukan daerahnya sendiri, mereka cenderung akan melupakan gaya bahasa mereka sendiri. Sedangkan yang kita tahu sampai saat ini kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka cenderung melupakan gaya bahasa mereka sendiri. Alasannya jika mereka menggunakan bahasa asal mereka, kebanyakan dari yang lain tidak akan mengerti arti bahasanya. Yang menonjol dari penelitian ini adalah bahwa mereka cenderung melupakan gaya bahasa daerahnya sendiri.
D. Analisis Data
a. Analisis kualitatif
yaitu : menganalisa data dengan menggunakan pendekatan secara teoritis untuk mendapatkan kesimpulan.
Terima kasih: Duta Pulsa – Persewaan Alat Pesta – Toko Jilbab – Koleksi Abaya-Busana Muslim – Kerudung Murah


Yang Suka Batik, Gabung di sini.
Gamis Modern
Busana anak
Busana pria
Busana Kerja
Busana Muslim
Sarimbit
Seragam Kerja

Komentar Terbaru: