Keliling-keliling nyari pengiriman yang buka dan stand by namun, tak ada jua, hari itu kesempatan terakhir mengirim paket ke Singapore hanya lewat DHL yang ya.. cukup merogoh kantong.
Kendaraan tidak ada, asisten belum datang, semua sedang sibuk menjahit dan menyiapkan semua pesanan konsumen yang lainnya. Akhirnya naik angkot juga… enak naik angkot bisa santai… ga mikirin nyetirnya… tinggal duduk dan menunggu sampai ditujuan.
Masuk angkot hati mulai bertanya-tanya, mau kemana ibu-ibu membawa anak-anaknya dengan baju kusut, bolong sana sini, kotor dan bau…? mau kemana ya? Hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka, aku mulai memahami keadaan mereka.
“mbok sewo piro arek iku war..? kok lucu emen to, larang yo?” / ” kamu sewa berapa anak itu war? kok lucu sekali.. mahal ya?” kata salah satu ibu yang duduk pas didepanku.
“halah murah kok ri… mek limangatus ewu sak wulan” / “halah murah kok ri.. cuma lima ratus ribu sebulan” jawab ibu yang sedang sibuk menatap anak sewaannya yang imut-imut itu, tak tega rasanya melihat nasib mereka.
“mengko mbok ajak neng endi wae arek lucu iku, tak pek e wae lucune rek rek…” / “nanti kamu bawa kemana saja anak lucu itu, aku mintanya sini lucu rek rek”
“yo ojo sakno mengko ibukne” / “ya jangan kasihan nanti ibunya”
“mbok pakani opo war?” / “kamu beri makan apa aja war?”
“halah mek roti karo es teh wes wareg kok” / “halah cuma roti dan es teh sudah kenyang kok.”
Masya Allah… bisa bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan anak-anak yang disewakan ibunya kepada para pengemis hanya untuk uang 500.000 selama sebulan, dan menghiraukan gizi yang dibutuhkan anak itu, perkembangan jiwa anak itu, kesehatan anak itu.
Bisa kalian bayangkan…
Lalu bagaimana kita memperbaikinya…
Obrolan kecil dipersembahkan oleh Ayuna Kusuma


Yang Suka Batik, Gabung di sini.
Gamis Modern
Busana anak
Busana pria
Busana Kerja
Busana Muslim
Sarimbit
Seragam Kerja

Komentar Terbaru: