Arsip untuk ‘Desain Busana Muslim’

2010/06/08

Membuat Hiasan Pada Kain Atau Busana – Tusuk hias dasar

Untuk membuat hiasan pada permukaan kain digunakan tusuk hias. Kegiatan ini disebut juga dengan teknik sulaman yaitu teknik membuat ragam hias pada permukaan kain dengan benang. Benang tersebut diatur secara dekoratif pada permukaan kain dengan jalan menusukkan benang dengan bermacam-macam cara. Macammacam tusuk ini dinamakan dengan tusuk hias. Tusuk hias terdiri atas dua kelompok yaitu tusuk hias dasar dan tusuk hias variasi. Tusuk hias dasar yaitu tusuk-tusuk yang merupakan dasar untuk membuat tusuk hias variasi. Tusuk variasi yaitu tusuk yang berasal dari variasi tusuk hias dasar baik dengan memvariasikan arah, jarak dan sebagainya sehingga menghasilkan bermacam-macam tusuk dengan gaya yang berbeda.

1. TUSUK HIAS

a. Tusuk hias dasar

Tusuk hias dasar ada tiga belas macam yatu :

1) Tusuk jelujur yaitu tusuk yang mempunyai arah horizontal ukuran dan jarak turun naik tusuk diatur sama panjang.

2) Tusuk veston yaitu tusuk yang mempunyai dua arah yaitu arah vertikal dan arah horizontal, kaki tusuk arah vertikal dan arah horizontal mempunyai pilinan.

3) Tusuk flanel yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal dan pada bagian atas dan bagian bawah tusuk bersilang

4) Tusuk batang yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal dan setengah dari ukuran tusuk masing-masing saling bersentuhan ……

…….Selengkapnya…Membuat Hiasan Pada Kain Atau Busana (Tusuk hias dasar).

Kaitkata:
2010/04/28

Cara Pemakaian Mesin Jahit dalam Produksi Busana Muslim

a. Badan mesin.
Badan mesin jahit yang sering kita jumpai pada umumnya berbentuk huruf G. Bagian bawah mesin berbentuk plat yang bertugas sebagai landasan jahit. Bagian atas badan mesin berongga, disinilah tempat bagian-bagian mesin mengubah dan meneruskan gerakan putar menjadi gerakan bagian-bagian yang lain.

Pada badan mesin ini juga terdapat beberapa lubang yang digunakan untuk meneteskan minyak pelumas ke bagian mesin yang memerlukan, agar gerakan bagian mesin yang bersangkutan menjadi licin dan lancar.
Pada pelat mesin tersebut dipasang engsel, sehingga bagian mesin yang terletak di bawah pelat badan dapat dibersihkan dan  diperbaiki bila rusak.
Pada mesin yang memakai kaki, badan mesin jahit tersebut dapat dilipat ke bawah di bawah meja dari daun meja dan dapat ditutupkan dengan lipatan daun meja.
b. Kepala mesin.

Kepala mesin jahit terbuat dari baja tuang. Kepala mesin tersebut terpasang dibagian kanan atas dari badan mesin jahit. Ia menerima gaya putar dari alat pemutar mesin jahit dan meneruskan gerak putar tersebut ke semua bagian mesin lain yang harus bergerak. Jadi kepala mesin bertugas sebagai roda penerus tenaga penggerak mesin jahit. Pada mesin jahit yang digerakkan dengan injakan kaki atau motor listrik, kepalanya dibuat lebih kecil, agar berputar secara ringan.

Gerak putar dari kepala mesin itu diubah menjadi bentuk gerakan bolak balik atau naik turun dari jarum jahit, tangan penarik benang, gigi penarik, sekoci dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar a. adalah kepala mesin yang berfungsi untuk menggerakkan turun naiknya jarum untuk mengangkat benang bawah dari sekoci. ……..
…….Selengkapnya….Cara Pemakaian Mesin Jahit

2010/03/21

DESAIN HIASAN BUSANA

Desain hiasan merupakan desain yang dibuat untuk meningkatkan mutu dari desain struktur suatu benda. Desain hiasan ini terbentuk dari susunan berbagai unsur seperti garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, value dan warna. Bentuk dan warna merupakan unsur yang sangat mempengaruhi tampilan sebuah desain hiasan. Agar indah dan menarik dilihat dalam mendesain hiasan ini juga harus memperhatikan prinsip-prinsip desain busana. Prinsip-prinsip desain ini pada dasarnya sama, hanya saja penerapannya berbeda. Keselarasan, keseimbangan dan kesatuan desain hiasan dengan benda yang akan dihias merupakan hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam merancang desain hiasan suatu benda.

Keselarasan merupakan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya baik antara benda yang dihias dengan hiasannya maupun antara hiasan yang digunakan itu sendiri. Agar hiasan yang digunakan sesuai dan dapat memperindah bidang yang dihias maka perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :

a. Hiasan yang digunakan hendaklah tidak berlebihan. Hiasan yang terlalu berlebihan membuat pakaian terlihat norak atau terlalu ramai. Oleh sebab itu penggunaan hiasan hendaklah dibatasi sehingga fungsinya untuk meningkatkan mutu produk tersebut dapat tercapai.

b. Hiasan yang digunakan disesuaikan dengan desain struktur benda yang dihias. Contohnya pada bidang benda yang berbentuk segi empat dapat digunakan motif yang mengikuti bidang segi empat tersebut, atau hanya membuat hiasan berbentuk siku pada setiap sudutnya. Janganlah menggunakan hiasan yang merubah desain struktur seperti bidang segi empat dibuat hiasan berbentuk lingkaran pada bagian tengah bidang benda. Ini artinya sudah merubah bentuk struktur benda tersebut………

..…..Selengkapnya .. DESAIN HIASAN BUSANA..

.

Kaitkata:
2009/12/25

Konsep Dasar Menghias Busana

Menghias dalam Bahasa Inggris berasal dari kata “to decorate” yang berarti menghias atau memperindah. Dalam busana menghias berarti menghias atau memperindah segala sesuatu yang dipakai oleh manusia baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keperluan rumah tangga. Benda yang dipakai untuk diri sendiri antara lain blus, rok, celana, tas, topi dan lain-lain, sedangkan untuk keperluan rumah tangga diantaranya yaitu taplak meja, bed cover, bantal kursi, gorden dan lain-lain.

Ditinjau dari tekniknya, menghias kain dibedakan atas 2 macam yaitu

1) menghias permukaan bahan yang sudah ada dengan bermacammacam tusuk hias baik yang menggunakan tangan maupun dengan menggunakan mesin dan

2) dengan cara membuat bahan baru yang berfungsi untuk hiasan benda. Menghias permukaan kain atau bahan yaitu berupa aneka teknik hias seperti sulaman, lekapan, mengubah corak, smock, kruisteek, terawang dan metelase. Sedangkan membuat bahan baru yaitu berupa membuat kaitan, rajutan, frivolite, macrame dan sambungan perca. Yang akan dibahas pada bab ini hanyalah menghias busana dengan cara menghias permukaan bahan atau busana dengan beberapa teknik hias.

Sebelum kita membuat hiasan pada suatu benda atau busana baik dengan cara menghias kain maupun dengan membuat bahan baru, terlebih dahulu kita perlu membuat suatu rencana tentang hiasan yang akan dibuat yang disebut dengan desain hiasan busana.

2009/12/21

Konsep Dasar Pecah Pola Busana Wanita

Busana wanita memerlukan teknik pecah pola yang lebih cermat dibandingkan pakaian pria dan anak-anak. Pakaian wanita yang dibuat hendaklah dapat menonjolkan sisi feminim dari wanita dan dapat menonjolkan kelebihan yang dimilikinya sehingga dalam berpenampilan terlihat cantik, rapi dan menarik. Untuk itu dalam pembuatan pakaian perlu dilakukan pecah pola yang benar sesuai dengan desain dan bentuk tubuh sipemakai. Agar pola yang dihasilkan sesuai dengan desain dan bentuk tubuh maka terlebih dahulu perlu dilakukan analisa bentuk tubuh dan analisa desain.

Bentuk tubuh wanita secara umum ada 5 macam yaitu ideal, kurus tinggi, gemuk tinggi, kurus pendek dan gemuk pendek. Bentuk tubuh wanita yang baik tentunya adalah bentuk tubuh yang ideal dimana terdapat keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan dan mempunyai proporsi tubuh yang seimbang.

Desain pakaian yang dibuat adakalanya terlihat indah karena dibuat pada proporsi tubuh yang seimbang atau bentuk tubuh yang ideal.

Namun belum tentu desain yang sama cocok di pakai oleh orang yang bertubuh kurus atau gemuk. Jadi dari analisa bentuk tubuh ini kita dapat menyesuaikan pola dengan bentuk tubuh sipemakai, dengan kata lain kekurangan bentuk tubuh dapat tertutupi dengan teknik pengembangan pola yang tepat. Misalnya untuk bentuk tubuh yang gemuk hendaklah hindari pakaian yang mengembang atau yang berkerut banyak seperti rok kerut atau rok kembang dan model lengan balon atau lonceng. Jika menggunakan lengan balon atau lengan yang lebar pada ujung lengan hendaklah pengembangannya disesuaikan dengan bentuk tubuh gemuk tersebut artinya pengembangannya tidak terlalu lebar.

Selain analisa bentuk tubuh di atas dilakukan analisa desain. Analisa desain pakaian dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Memperhatikan desain secara keseluruhan.

Lihat gaya berdiri dari model. Umumnya desain digambarkan dengan gaya berdiri menghadap kedepan atau miring tiga per empat. Perbandingan letak bagian-bagian busana pada sikap berdiri model akan lebih memudahkan kita memahami desain pakaian yang akan dibuat………

…..SELENGKAPNYA>>> Konsep Dasar Pecah Pola Busana Wanita

.

2009/12/10

Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia – Asal Usul

Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping kebutuhan makanan dan tempat tinggal. Hal inipun sudah dirasakan manusia sejak zaman dahulu dan berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia. Dilihat dari sejarah perkembangan kebudayaan manusia, dapat kita pelajari hal-hal yang ada hubungannya dengan busana……….

……..SELENGKAPNYA >>>Asal Usul Busana

.

2009/11/28

Pengertian Busana – Tata Busana -dari buku sekolah

Kata ”busana” diambil dari bahasa Sansekerta ”bhusana”. Namun dalam bahasa Indonesia terjadi penggeseran arti ”busana” menjadi ”padanan pakaian”. Meskipun demikian pengertian busana dan pakaian merupakan dua hal yang berbeda. Busana merupakan segala sesuatu yang kita pakai mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Busana ini mencakup busana pokok, pelengkap (milineris dan aksesories) dan tata riasnya. Sedangkan pakaian merupakan bagian dari busana yang tergolong pada busana pokok. Jadi pakaian merupakan busana pokok yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh……….

……….Selengkapnya>>Pengertian Busana – Tata Busana

 

.

2009/11/22

Memeriksa bahan untuk memproduksi busana – pakaian

Disamping itu juga sangat diperlukan memeriksa bahan dengan mempertimbangkan segi ekonomis dan psikologisnya, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

a. Kesesuaian bahan dengan desain.
b. Berapa ukuran bahan agar bisa dibuat rancangan bahan atau marker, sesuai dengan ukuran bahan.
c. Pemeriksaan cacat kain, baik cacat bahan, cacat warna atau pun cacat printing, maka yang cacat supaya ditandai dan dihindari waktu menyusun pola perseorangan.
d. Apakah bahannya menyusut, kalau menyusut direndam terlebih dahulu agar nanti setelah dipakai dan dicuci ukuran tidak berubah atau bajunya tidak sempit.
e. Apakah bahan yang ada sesuai dengan kesempatan sipemakai, sesuai dengan usia, jenis kelamin, bentuk tubuh, warna kulit dan lain sebagainya.
f. Produksi massal supaya ditandai atau bila perlu dipotong agar tidak masuk kedalam penggelaran bahan.
g. Penggelaran bahan–bahan dilakukan panjangnya berdasarkan marker.
Pernyataan di atas mengingatkan kepada kita semua bahwa, sebelum membuat busana terlebih dahulu kita hendaklah membuat perencanan, dengan perencanaan yang baik diharapkan hasil akan baik. Perencanaan busana dituangkan dalam bentuk desain atau model busana. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain busana adalah:
1. Bentuk tubuh si pemakai, seperti langsing, gemuk pendek, tinggi langsing dan sebagainya.
Dalam mendesain busana untuk model dengan tipe tersebut hendaklah dapat mengatasi masalah-masalah tubuh, seperti bagian yang kurang sesuai dapat disembunyikan sehingga tertutupi kelemahannya.
2. Kesempatan
Kesempatan yang dimaksud disini adalah…….

.

2009/11/18

Meletakkan Pola Di Atas Bahan dalam produksi busana – pakaian

Rancangan bahan.

Merancang bahan adalah memperkirakan banyaknya bahan yang dibutuhkan pada proses pemotongan. Rancangan bahan diperlukan sebagai pedoman ketika memotong bahan.
Cara membuat rancangan bahan yaitu:
a) Buat semua bagian-bagian pola yang telah dirobah menurut desain serta bagian-bagian yang digunakan sebagai lapisan dalam ukuran tertentu seperti ukuran skala 1:4.
b) Sediakan kertas yang lebarnya sama dengan lebar kain yang akan digunakan dalam pembuatan pakaian tersebut dalam ukuran skala yang sama dengan skala pola yaitu 1:4.
c) Kertas pengganti kain dilipat dua menurut arah panjang kain dan bagian-bagian pola disusun di atas kertas tersebut. Terlebih dahulu susunlah bagian-bagian pola yang besar baru kemudian pola-pola yang kecil agar lebih efektif dan efisien.
d) Hitung berapa banyak kain yang terpakai setelah pola diberi tanda-tanda pola dan kampuh.

Rancangan bahan diperlukan sebagai pedoman ketika memotong bahan. Bila rancangan bahan berbentuk marker yang dipakai untuk memotong bahan dalam jumlah banyak maka, sebelum diletakkan di atas bahan, panjang marker dijadikan ukuran untuk menggelar bahan sebanyak jumlah yang akan diproduksi, atau disesuaikan dengan kemampuan alat potong yang digunakan. Metoda didalam perencanaan marker ini dapat dibedakan sebagai berikut:…..

…..SELENGKAPNYA>>>Meletakkan Pola Di Atas Bahan dalam produksi busana

2009/11/16

Menyiapkan Bahan dalam Memproduksi Busana -Muslim

Pada waktu pembelian kain, spesifikasi mutu kain harus dinyatakan dengan jelas. Spesifikasi mutu kain tersebut antara lain adalah :

a) Dimensi, meliputi ukuran panjang, lebar, berat dan mungkin tebal kain, termasuk toleransinya.
b) Jumlah dan jenis cacat yang diperbolehkan tiap unit, termasuk cara penilaiannya dan lembaga penilai yang ditunjuk jika terjadi perbedaan pendapat.
c) Rincian konstruksi dan sifat kain yang diminta, didasarkan pada laporan uji.
Di samping hal di atas, keserasian antara bahan dengan desain busana sangat perlu diperhatikan. Siluet pakaian menjadipertimbangan sebelum kita memilih bahan, apakah sesuai untuk desain pakaian berkerut, berlipit atau mengembang. Caranya, bahan digantungkan memanjang dengan dilipit-lipit untuk memperhatikan jatuhnya, begitu pula untuk memperhatikan kasar halusnya kita raba dan beratnya kita timang apakah syarat-syarat pada desain telah terpenuhi.
Permukaan bahan (tekstur) ada empat karakter:
1) Bila dilihat dari efek pantulan cahaya dari bahan misalnya berkilau atau kusam;
2) Jika diraba terasa kasar atau halus;
3) Kalau dipegang terasa berat, ringan, tipis dan kaku;
4) Kesan pada penglihatan adalah mewah atau sederhana.

Setiap tekstur mempunyai pengaruh terhadap penampilan suatu busana dan bentuk badan sipemakai, bahan yang berat atau tebal akan menambah bentuk. Bahan yang berkilau akan menambah besar dari pada bahan tenunan yang permukaan kusam, seperti bahan satin akan memperbesar bentuk badan dari pada bahan Cape. Maka dari itu kita perlu memilih bahan yang tepat……

……SELENGKAPNYA>>> Menyiapkan Bahan dalam Memproduksi Busana -Muslim

 

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.