Arsip untuk ‘Desain Busana’

2011/03/06

Sketsa Desain dari okrek.com

  • Hanie Suit

    Hanie Suit

    <a title="

    Sketsa Desain Hanie Suit (blus dan pant)
    Dapat diaplikasikan dengan kain batik printing, batik tulis dan berbagai jenis kain lainnya,
    Desain eksklusif dari gamis modern
    Harga b aju berdasarkan kain dan ukuran
    misal:

    Kain Batik Katun Ukuran L harga Rp 190.000
    Kain katun Polos Ukuran XS…” href=”http://okrek.com/sketsa-desain-/119-hanie-suit.html”> Sketsa Desain Hanie Suit (blus dan pant) Dapat diaplikasikan dengan kain batik printing, batik tulis dan berbagai jenis kain lainnya, Desain eksklusif dari gamis modern Harga b aju berdasarkan kain dan ukuran misal: … … Kain Batik Katun Ukuran L harga Rp 190.000 Kain katun Polos Ukuran XS…

2010/10/10

Desain Rok Span dan Rok Semi Span

Desain 1. Rok span

Rok span sering dipakai untuk pasangan blus atau jas dan blazer yang dipakai untuk busana kerja.

.

Gambar Pecah pola rok span

Keterangan :

Tarik garis lurus dari panggul ke bawah, pada bagian bawah rok masukkan 2 sampai 5 cm ke dalam dari batas garis tersebut lalu hubungkan ke garis panggul. Bagian bawah rok akan terlihat lebih kecil dari pada garis lingkar panggul.

.

.

Desain 2. Rok semi span

Sama dengan rok span, rok semi span juga sering dipakai untuk pasangan blus atau jas dan blazer yang dipakai untuk busana kerja. Panjang rok bervariasi mulai dari selutut, sampai betis atau sampai mata kaki.

.

Gambar Pecah Pola Rok Semi Span

Keterangan :

Tarik garis lurus dari panggul ke bawah lalu hubungkan ke garis panggul. Bagian bawah rok akan terlihat sama besar dengan garis lingkar panggul.

Kaitkata: ,
2010/07/30

Membuat Hiasan Pada Kain Atau Busana (Tusuk hias dasar)

Blus Rossida

Untuk membuat hiasan pada permukaan kain digunakan tusuk hias. Kegiatan ini disebut juga dengan teknik sulaman yaitu teknik membuatragam hias pada permukaan kain dengan benang. Benang tersebut diatur secara dekoratif pada permukaan kain dengan jalan menusukkan benang dengan bermacam-macam cara. Macammacam tusuk ini dinamakan dengan tusuk hias. Tusuk hias terdiri atas dua kelompok yaitu tusuk hias dasar dan tusuk hias variasi. Tusuk hias dasar yaitu tusuk-tusuk yang merupakan dasar untuk membuat tusuk hias variasi. Tusuk variasi yaitu tusuk yang berasal dari variasi tusuk hias dasar baik dengan memvariasikan arah, jarak dan sebagainya sehingga menghasilkan bermacam-macam tusuk dengan gaya yang berbeda….

….Selengkapnya….Membuat Hiasan Pada Kain Atau Busana (Tusuk hias dasar)

2010/03/21

DESAIN HIASAN BUSANA

Desain hiasan merupakan desain yang dibuat untuk meningkatkan mutu dari desain struktur suatu benda. Desain hiasan ini terbentuk dari susunan berbagai unsur seperti garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, value dan warna. Bentuk dan warna merupakan unsur yang sangat mempengaruhi tampilan sebuah desain hiasan. Agar indah dan menarik dilihat dalam mendesain hiasan ini juga harus memperhatikan prinsip-prinsip desain busana. Prinsip-prinsip desain ini pada dasarnya sama, hanya saja penerapannya berbeda. Keselarasan, keseimbangan dan kesatuan desain hiasan dengan benda yang akan dihias merupakan hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam merancang desain hiasan suatu benda.

Keselarasan merupakan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya baik antara benda yang dihias dengan hiasannya maupun antara hiasan yang digunakan itu sendiri. Agar hiasan yang digunakan sesuai dan dapat memperindah bidang yang dihias maka perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :

a. Hiasan yang digunakan hendaklah tidak berlebihan. Hiasan yang terlalu berlebihan membuat pakaian terlihat norak atau terlalu ramai. Oleh sebab itu penggunaan hiasan hendaklah dibatasi sehingga fungsinya untuk meningkatkan mutu produk tersebut dapat tercapai.

b. Hiasan yang digunakan disesuaikan dengan desain struktur benda yang dihias. Contohnya pada bidang benda yang berbentuk segi empat dapat digunakan motif yang mengikuti bidang segi empat tersebut, atau hanya membuat hiasan berbentuk siku pada setiap sudutnya. Janganlah menggunakan hiasan yang merubah desain struktur seperti bidang segi empat dibuat hiasan berbentuk lingkaran pada bagian tengah bidang benda. Ini artinya sudah merubah bentuk struktur benda tersebut………

..…..Selengkapnya .. DESAIN HIASAN BUSANA..

.

Kaitkata:
2010/03/20

Menyiapkan Tempat Kerja, Alat dan Bahan dalam MENGHIAS BUSANA

Sebelum kita membuat hiasan atau melakukan pekerjaan menghias baik itu menghias lenan rumah tangga ataupun menghias busana terlebih dahulu perlu disiapkan tempat kerja, alat serta bahan yang dibutuhkan untuk menghias. Agar pekerjaan dapat berjalan efektif dan efesien maka tempat atau ruang kerja hendaklah ditata sebaik mungkin. Ruang kerja hendaknya tidak sempit atau dapat memberi keleluasaan dalam bekerja. Di sekolah umumnya kegiatan ini dilakukan di workshop atau bengkel.

Bengkel atau workshop hendaklah bersih dan memberi kenyamanan untuk bekerja. Semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menghias ditata sesuai dengan kegunaannya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menghias sebaiknya disediakan seluruhnya sebelum pekerjaan menghias dilakukan. Ini bertujuan untuk menghemat waktu dan untuk kelancaran dalam bekerja. Karena pekerjaan menghias kain atau menghias busana ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran maka dalam bekerja tidak salahnya distel musik yang dapat membangkitkan gairah dalam bekerja sehingga bekerja menjadi tidak membosankan.

Untuk menghias busana dibutuhkan alat dan bahan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan di antaranya yaitu :

1. Jarum tangan dengan berbagai ukuran

2. Jarum pentul

3. Gunting besar dan gnting kecil

4. Tudung jari

5. Pandedel

6. Rader

7. Karbon jahit

8. Ram atau pemidangan

9. dll

Adapun bahan yang dibutuhkan untuk menghias busana disesuaikan dengan jenis hiasan yang di gunakan. Secara umum bahan yang dibutuhkan untuk menghias busana adalah bahan utama dan bahan penunjang. Bahan utama yaitu kain yang akan di hias. Sedangkan bahan penunjang merupakan bahan yang digunakan untuk membuat hiasan itu sendiri. Bahan ini dapat berupa aneka jenis benang, aneka jenis pita, aneka jenis tali, manik, payet, batu-batuan dan lain-lain. Aneka jenis benang di antaranya seperti benang bordir, benang sulam, benang wol dan lain-lain. Jenis benang ini biasanya di jual dengan aneka rupa sesuai dengan yang diproduksi pada waktu itu, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan bahan tekstilpun juga makin berkembang pesat.

Kaitkata:
2010/03/18

Prinsip-prinsip Desain Busana

Untuk dapat menciptakan desain yang lebih baik dan menarik perlu diketahui tentang prinsip-prinsip desain. Adapun prinsip-prinsip desain yaitu :

1. Harmoni

Harmoni adalah prinsip desain yang menimbulkan kesan adanya kesatuan melalui pemilihan dan susunan objek atau ide atau adanya keselarasan dan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau antara benda yang satu dengan benda lain yang dipadukan. Dalam suatu bentuk, harmoni dapat dicapai melalui kesesuaian setiap unsur yang membentuknya.

2. Proporsi

Proporsi adalah perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain yang dipadukan. Untuk mendapatkan suatu susunan yang menarik perlu diketahui bagaimana cara menciptakan hubungan jarak yang tepat atau membandingkan ukuran objek yang satu dengan objek yang dipadukan secara proporsional.

3. Balance……

.…. Selengkapnya—Prinsip-prinsip Desain Busana

Kaitkata:
2010/03/13

Menggambar Pola Busana – Konsep Dasar Membuat Pola Busana

Pekerjaan menggambar pola busana memerlukan peralatan tertentu, spesifikasi dan berkualitas. Alat yang diperlukan untuk menggambar pola busana banyak jenisnya antara lain.

1. Pita ukuran (cm)

Pita ukuran (cm), digunakan untuk mengambil ukuran badan seseorang yang akan membuat busana atau ukuran model, disamping itu pita ukuran juga dipakai untuk menggambar pola pakaian dan juga digunakan pada waktu penyesuaian pola. Pita ukuran (cm) ada beberapa macam yakni ada yang menggunakan ukuran centimeter dan ada yang ukuran inchi bahkan ada yang menggunakan kedua ukuran tersebut. Pita ukuran (cm) yang baik terbuat dari serbuk kaca atau terbuat dari bahan yang lemas seperti plastik, tepinya tidak bertiras, tidak boleh meregang, garis-garis dan angka kedua permukaan memiliki ukuran yang dicetak dengan jelas, dan letak garis ukuran tepat pada tepi pita ukuran.

2. Penggaris

Untuk menggambar pola busana diperlukan penggaris/rol dressmaker dengan bentuk yang berbeda-beda. Penggaris lurus, digunakan untuk membuat garis lurus. Penggaris lengkung digunakan untuk membuat garis-garis melengkung seperti garis lingkar leher, lingkar kerung lengan, krah dan garis sisi rok. Sedangkan penggaris segi tiga siku-siku digunakan untuk membentuk garis sudut, seperti garis badan dan tengah muka, garis badan dan tengah belakang serta garis lebar muka dan garis lebar punggung.

3. Kertas Pola (buku pola atau buku kostum)

Kertas pola (buku pola atau buku kostum) merupakan tempat menggambar pola. Kertas pola merupakan alat penting untuk menggambar pola. Kertas yang biasa digunakan untuk menggambar pola dengan ukuran centimeter adalah kertas dorslag, kertas karton manila atau kertas koran. Buku pola digunakan untuk menggambar pola busana dengan ukuran skala. Buku pola yang baik berukuran folio kertasnya bewarna putih, tebal dan halaman terdiri dari kertas bergaris dan kertas polos dengan letak yang berselang-seling.

Lembar halaman bergaris diperlukan untuk mencatat ukuran dan mencatat keterangan pola yang dibuat. Lembaran halaman tidak bergaris (polos) digunakan untuk menggambar pola dengan ukuran skala.

4. Skala

Skala atau ukuran perbandingan, adalah alat ukur yang digunakan untuk menggambar pola di buku pola. Skala ada beberapa macam yakni ada yang menggunakan ukuran satu berbanding dua, satu berbanding empat, satu berbanding enam dan satu berbanding delapan. Skala yang baik terbuat dari kertas yang agak tebal seperti kertas karton dan berbentuk segi panjang, dan letak garis ukuran tepat pada tepi skala. Tepinya tidak bertiras, kedua permukaan memiliki ukuran skala yang berbeda salah satu diantaranya ukuran skala satu berbanding empat, karena skala ukuran ini sering digunakan didalam menggambar pola busana.

5. Pensil dan bool point

Pensil digunakan untuk menggambar pola di buku pola atau di kertas pola. Pensil yang baik digunakan untuk menggambar pola ada beberapa macam yakni pensil terbuat dari graphite, pensil ini bagus digunakan dan mempunyai ukuran yang berbeda. Untuk yang agak keras dengan kode H / HB pensil ini tulisannya jelas dan mudah dihapus jika terjadi kesalahan. Pensil ini digunakan untuk menggambar garis-garis pola, setelah polanya selesai dibuat, garis dengan pensil ini dipertajam dengan pensil bewarna. Pensil bewarna merah untuk garis pola bagian muka dan pensil bewarna biru untuk garis pola bagian belakang. Garis bantu pola di pertajam dengan bollpoin warna hitam.

6. Penghapus (Eraser)

Penghapus perlu disediakan sewaktu menggambar pola, penghapus digunakan untuk membersihkan goresan pola yang salah.

Penghapus yang baik adalah yang bewarna hitam terbuat dari karet yang lemas, dengan menggunakan penghabus ini goresan-goresan yang salah akan menjadi hilang dan tidak meninggalkan bekas sampai mendapatkan hasil yang memuaskan.

7. Jarum

Jarum pentul yang baik terbuat dari baja dan berukuran panjang 3 s.d 4 cm. Bentuk jarum pentul / jarum penyemat yang dipergunakan pada pembuatan pola adalah jarum pentul yang baik yaitu ujungnya runcing dan terdapat pegangan mutiara dipangkalnya, sehingga mudah dalam menggunakannya.

Kaitkata:
2010/03/13

JENIS-JENIS RAGAM HIAS

Desain hiasan dapat dibuat dari berbagai bentuk ragam hias. Adapun jenis-jenis ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias bidang atau benda yaitu :

a. Bentuk naturalis

Bentuk naturalis yaitu bentuk yang dibuat berdasarkan bentukbentuk yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam dan lain-lain.

b. Bentuk geometris

Bentuk geometris yaitu bentuk-bentuk yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur.

Contohnya bentuk segi empat, segi tiga, lingkaran, kerucut, silinder dan lain-lain.

c. Bentuk dekoratif

Bentuk dekoratif merupakan bentuk yang berasal dari bentuk naturalis dan bentuk geometris yang sudah distilasi atau direngga sehingga muncul bentuk baru tetapi ciri khas bentuk tersebut masih terlihat. Bentuk-bentuk ini sering digunakan untuk membuat hiasan pada benda baik pada benda-benda keperluan rumah tangga maupun untuk hiasan pada busana.

Kaitkata:
2010/03/09

Pemilihan Bahan Busana / Tekstil

Kain yang beredar di pasaran banyak jenis dan kualitasnya.

Sebagai orang yang berkecimpung di bidang busana, kita harus dapat memilih bahan tekstil sesuai dengan yang dibutuhkan. Agar tidak keliru dalam memilih bahan maka kita harus mempunyai pengetahuan tentang bahan tekstil.

Tujuan mempelajari pengetahuan bahan tekstil ini adalah :

1) untuk mengetahui asal bahan,

2) untuk mengetahui sifat-sifat bahan dan pemeliharaannya,

3) supaya dapat membedakan bahan tiruan dengan bahan yang asli, dan

4) agar dapat menyesuaikan atau memilih bahan sesuai dengan waktu, tempat, kegunaan dan kesempatan pemakaiannya.

Pengetahuan tentang tekstil yang akan dijelaskan dalam bab ini meliputi pengetahuan tentang bahan utama busana, bahan pelapis dan bahan pelengkap busana. Pengetahuan ini merupakan pengetahuan dasar dalam pembuatan busana.

1. Bahan Utama Busana

Pakaian yang baik ditentukan oleh pemilihan dan pemakaian bahan tekstil yang tepat. Terkadang kita kecewa terhadap hasil pakaian yang dibuat karena menggunakan bahan yang tidak atau kurang sesuai dengan model yang ditentukan.

Desain pakaian yang berbeda tentunya menuntut pemakaian bahan yang berbeda pula. Untuk itu bahan yang akan digunakan hendaklah dipilih dengan pertimbangan yang matang sesuai dengan model yang diharapkan.

a. Teknik memilih bahan tekstil

Bahan utama busana yang dimaksud disini adalah bahan tekstil berupa kain yang menjadi bahan pokok pembuatan busana. Bahan atau kain yang diperdagangkan beragam jenis dan kualitasnya, ada yang tipis, sedang dan ada yang tebal.

Agar dapat memilih dan membeli bahan yang tepat sesuai dengan yang diharapkan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu :

1). Memilih bahan yang sesuai dengan desain.

2). Memilih bahan yang sesuai dengan pemakai

3). Memilih bahan yang sesuai dengan kesempatan

2. Bahan Pelapis (lining dan interlining) Bahan pelapis secara garis besar dapat dibagi atas 2 kelompok yaitu lining dan interlining.

a. Lining

b. Interlining

3. Bahan Pelengkap

Bahan pelengkap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan busana yang akan di buat. Bahan pelengkap dapat berupa benang jahit dan benang hias, zipper atau ritsluiting, kancing, pita, renda, hak atau kancing kait dan lain-lain.

a. Benang

b. Pita dan renda

Pita tersedia dalam beberapa ukuran dan warna. Ada yang lebarnya ¼ cm, ½ cm, 1 cm, 2 cm dan 3 cm. Pita ini juga terbuatdari bahan yang berbeda dengan warna yang beraneka, mulai dari warna perak, emas, dan warna-warna pada umumnya. Pita digunakan sebagai bahan untuk menghias busana, baik busana anak maupun busana orang dewasa. Pada busana anak, pita umumnya dibuatkan bunga atau bahan untuk ikat pinggang, sedangkan pada busana wanita dewasa atau busana remaja pita bisa dibuatkan sulaman dengan teknik sulaman pita.

Renda tersedia dalam aneka bahan dan model. Renda dari bahan katun digunakan untuk menghias busana dari bahan katun pula dan sebaliknya. Renda yang terbuat dari bahan sintetis seperti renda organdi lebih cocok digunakan untuk busana yang berbahan sama dengan renda sehingga terlihat kesatuannya dengan bahan pakaian.

c. Kancing

d. Zipper (ritsluiting)

Kaitkata:
2010/02/05

Membuat Pola Badan Bagian Bawah / Rok

a. Pola Bagian Muka

Sebelum membuat pola badan bagian bawah / pola rok siapkan bahan blaco, buat garis tengah muka dari tepi kain 4 s.d 5 cm, lipatkan agar tengah belakang jadi tebal. Sebelumnya dressform diukur dari pinggang sampai panjang rok.

Letakkan garis tengah muka blaco pada tengah muka dressform / boneka jahit dari pinggang ke bawah, ratakan dan semat. Letakkan garis panggul blaco pada garis panggul boneka jahit, ratakan, semat pada garis panggul.

Tarik tegak lurus bahan blaco bagian panggul ke atas sampai garis pinggang, ratakan sisi panggul, semat pada garis pinggang.

Selisih garis panggul dan pinggang di buat lipit kup.

Letak lipit kup 1/10 lingkar pinggang ditambah 1 cm dari tengah muka. Lipit kup miring ke arah garis panggul. Ratakan bagian pinggang. Buat guntingan-guntingan kecil sekitar pinggang, untuk memberi bentuk yang bagus pada pinggang.

Rapikan bagian sisi dan bawah rok. Tambahkan kampuh untuk sisi rok dan pinggang selebar 2 cm. Tambahkan kelim pada bagian bawah rok 3 s.d 4 cm. Pindahkan garis-garis pola boneka, jahit pada blaco, tandai bagian lipit kup.

b. Pola Bagian Belakang.

Letakkan garis tengah belakang blaco pada tengah belakang dressform / boneka jahit. Letakkan garis panggul blaco pada garis panggul boneka jahit. Ratakan dari tengah muka pinggang sampai panjang rok dan di semat. Ratakan garis panggul ke samping pas garis pola, semat. Tarik tegak lurus bahan blaco garis panggul ke pinggang, ratakan, semat. Selisih garis panggul dari pinggang, dibuat lipit kup, letak lipit kup 1/10 lingkar pnggng dikurang 1 cm dari tengah belakang, lipit kup mengarah ke garis panggul.

Ratakan bagian pinggang.

Buat guntingan-guntingan kecil pada garis pinggang untuk memberi bentuk yang bagus pada pinggang. …..

…..Selengkapnya…. Membuat Pola Badan Bagian Bawah / Rok

Kaitkata:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.