Archive for ‘Islam’

2014/11/04

Kandungan Surah At-Tin= Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Allah Swt. juga mengaruniakan akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk lainnya. Dengan akal manusia dapat membedakan kebaikan dan keburukan. Selain akal, Allah Swt. mengutus rasul untuk menyampaikan kebenaran kepada manusia. Karunia berupa akal dan bentuk yang sebaik-baiknya dibanding makhluk yang lain hendaknya kalian manfaatkan untuk beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt. Beriman dan senantiasa beramal saleh agar memperoleh pahala yang tidak putus-putusnya.

Terjemahan Surah at-Tin [95] secara lengkap bisa dilihat di sini. Kandungan Surah At-Tin [95]

Allah Swt. memulai Surah at-Tin [95] dengan bersumpah. Dua buah-buahan yang disebut dalam ayat pertama Surah at-Tin [95] adalah buah tin dan zaitun. Buah tin merupakan buah yang dapat dikonsumsi, sedangkan buah zaitun dapat diambil minyaknya. Menurut sebagian mufasir penyebutan kedua buah ini agar menjadi perhatian karena keduanya termasuk buah yang penting bagi manusia. Menurut sebagian mufasir, tin diartikan sebagai tempat tinggal Nabi Nuh a.s., yaitu Damaskus, tempat yang banyak tumbuh pohon Tin. Zaitun adalah Baitulmakdis yang banyak tumbuh zaitun. Gunung Sinai adalah tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu.
Dalam ayat kedua Allah Swt. bersumpah demi Gunung Sinai atau Tursina. Tempat ini sekarang dikenal dengan nama semenanjung Sinai. Tursina menurut Ibnu Kasir adalah tempat Allah Swt. berfirman langsung kepada Nabi Musa a.s. Dalam ayat ketiga Allah Swt. menyebut balad al-Amin. Menurut sebagian mufasir yang dimaksud dengan balad al-Amin adalah Mekah. Bagi siapa saja yang masuk ke Mekah akan terjamin keamanannya. Di Mekah ini pula Nabi Muhammad saw. lahir dan di kota ini pula berdiri Kakbah yang menjadi kiblat umat Islam.
Ayat keempat menjelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia diciptakan oleh Allah Swt. dalam bentuk yang bagus baik lahir maupun batin di antara makhluk yang ada di bumi. Selain bentuk yang baik, manusia juga dikaruniai akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk lain. Dengan akal yang dikaruniakan Allah Swt. manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Selain akal manusia juga dikaruniai nafsu yang mengajak kepada kemaksiatan.
Tag: ,
2014/10/20

Bersama Belajar Islam

Bersama belajar Islam
#t-omasae_img{overflow:hidden;border:0;padding:0px 3px 3px 3px;background: transparant;} #t-omasae_img…

Nasehat dari Ustadz Adam Cholil
#t-omasae_img{overflow:hidden;border:0;padding:0px 3px 3px 3px;background: transparant;} #t-omasae_img…

Orang-orang yang menjadi penghuni Surga
Orang-orang yang menjadipenghuni surga ada beberapa macam diantaranya:- Para Nabi, Orang-orang yang jujur, Syuhada, dan Orangorang yang…

Diskusi Islam Tematik

Penguburan jenazah Rasul ditunda dua malam
Para Sahabat— semoga Allah meridhai mereka—telah bersepakat atas keharusan mengangkat seorang khalifah (pengganti) bagi Rasulullah saw….

Surat Al-Ĥashr – Quran Terjemah
Surat Al-Ĥashr (The Exile) – سورة الحشربسم الله الرحمن الرحيم59:1سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ…

Surat Al-Mumtaĥanah – Quran Terjemah
Surat Al-Mumtaĥanah (She that is to be examined) – سورة الممتحنةبسم الله الرحمن الرحيم60:1يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا…

Sistem pemerintahan Islam berbeda dengan sistem pemerintahan yang ada di dunia saat ini
Berbagai sistem pemerintahan yang ada di dunia saat ini sangat jauh dari sistem pemerintahan Islam, baik dari segi bentuk maupun isinya….

Surat Aş-Şaf – Quran Terjemah
Surat Aş-Şaf (The Ranks) – سورة الصفبسم الله الرحمن الرحيم61:1سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ…

PENGARUH PANDANGAN TERHADAP HUBUNGAN PRIA-WANITA
Jika naluri manusia bangkit, ia akan menuntut pemuasan. Sebaliknya, jika naluri itu tidak bangkit, ia tidak menuntut pemuasan. Jika naluri…

Wewenang Khalifah
Khalifah memiliki sejumlah wewenang sebagai berikut:1. Khalifah berhak mengadopsi hukum-hukum syariah yang memang dibutuhkan untuk…

Surat Al-Jumu`ah
Surat Al-Jumu`ah  – سورة الجمعةبسم الله الرحمن الرحيم62:1يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ…

Tiga subtansi dari Khilafah itu, Yakni UKHUWAH, kemudian SYARIAH dan DAKWAH
Van Ar Rahman”Berikut ini adalah pernyataan Jubir HTI (Ust. Ismail Yusanto) di acara Gesture Tv One (Rabo, 13 Agustus 2014) terkait…

Daulah Islam
Rasul saw telah wafat, lalu para sahabat bersepakat untuk membai’at seorang khalifah bagi beliau dalam kepemimpinan negara. Kaum Muslim…

Teks Piagam Madinah beserta Terjemah
Teks Asli Piagam Madinah beserta Terjemah Per Pasal (صحيفة المدينة) Piagam Madinah (Bahasa Arab: صحیفة المدینه, shahifatul madinah) juga…

Masturbasi dalam Pandangan Psikologi
Seorang pasien pernah datang kepada saya, apakah masturbasi itu menyehatkan?Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh…

Masturbasi dalam Islam
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE …

Berzina, maka deralah seratus dali keduanya
Davik Dengkul KroposWalaataqrabuzzinaa innahuukaana faahisyah,wasaa’a sabiilaa .(AL-IZRA’#32)Dan janganlah kamu mendekati zina,…

Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tertangkap tangan
Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tertangkap tangan oleh KPK atas tuduhan menerima suap. Dalam penggeledahan di ruang kerjanya juga…

HARF (Kata Tugas) (Belajar Bahasa Arab)
Baiklah kita lanjutkan belajar bahasa Arabnya. Langsung saja ya, kali ini mengenai حَرْفHARF (Kata Tugas) ..Masih dari pelajaran…

SURAT 63. AL MUNAAFIQUUN (Orang-orang Munafik)
TerjemahanText Qur’anAyatApabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar…

SURAT 64. AT TAGHAABUN (Hari ditampakkan kesalahan-kesalahan)
TerjemahanText Qur’anAyatSenantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua…

PRIA DAN WANITA
Allah SWT berfirman:يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ …

MUQODDIMAH AN-NIZHOM AL-IJTIMA’IY
DAMPAK KESALAHAN PERSEPSIEKSTRIM KIRIKelompok liberalis memberikan ruang kebebasan yang terlalu berlebihan pada wanita. boleh…

Pengaruh Peradaban Barat dalam Pergaulan Pria Wanita dan Solusinya
Dikhawatirkan rumah tangga Islam akan kehilangan identitas keislamannya dan kehilangan kecemerlangan pemikiran Islam serta terjauhkan dari…

Tag: ,
2014/10/16

Orang-orang yang menjadi penghuni Surga

- Ashhâbul Yamin yaitu Orang-orang yang menerima buku catatan amal dari sebelah kanan. Allah berfirman :

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (TQS. al-Wâqi’ah [56]: 27-38)


- Al-Muhsinûn, yaitu Orang-orang yang senantiasa berbuat baik dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syariat. Allah berfirman:

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (TQS. Yûnus [10]: 26)

- Ash-Shâbirûn, yaitu Orang-orang yang bersabar. Allah berfirman:

[ SELENGKAPNYA ]

Gresik: Rumah Besar dengan lahan yang luas dijual murah

Tag: ,
2014/07/19

Memberikan Kesempatan kepada Orang Lain

Rasulullah menyuruh para sahabat yang telah lama duduk untuk bergantian berdiri dengan memberikan kesempatan kepada sahabat lain, yaitu Sabit bin Qais si ahli Badar. Kasus ini memberi pesan bahwa jika disuruh berdiri karena memang telah lama duduk, sebaiknya memberikan kesempatan kepada orang lain agar mereka juga dapat merasakan yang sama.

Jika dikaitkan tentang etos kerja, memberi contoh dalam upaya memberikan kesempatan kepada orang lain. Telah menjadi tabiat manusia, kita cenderung mengurusi dirinya sendiri dan bersikap masa bodoh kepada orang lain. Sebagai contoh dalam bidang pekerjaan kita cenderung menutup kesempatan orang lain untuk mendapatkan kedudukan dan kesempatan kerja seperti yang kita raih. Kita merasa khawatir jika memberikan kesempatan kepada mereka, rezeki kita menjadi berkurang. Padahal, Rasulullah memerintahkan untuk bersikap lapang dan bersedia membantu kepada sesama.

Rasulullah saw. pernah bersabda, Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu masih bersedia menolong sesama muslim. (H.R. Abu – Da-ud dan Tirmiz.i-). Demikianlah janji Allah, jika kita bersedia menolong orang lain, berarti kita akan mendapat pertolongan dari Allah Swt. sehingga tidak perlu takut kalau rezekinya menjadi berkurang. Rezeki yang kita peroleh justru semakin barokah jika kita dapat membagikan kepada orang lain. Sebaliknya, betapa pun mendapatkan rezeki yang banyak, hati kita tetap merasa susah jika bersikap egois dengan mementingkan urusan dirinya sendiri.

Termasuk sikap memberikan kesempatan kepada orang lain adalah menyiapkan regenerasi secara baik. Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan yang baik adalah yang dapat melahirkan generasi yang berbakat. Generasi yang nantinya siap untuk meneruskan tampuk kepemimpinan.

[ Selengkapnya tentang Etos Kerja ]

Kandungan Surah Al-Mujadilah [58] Ayat 11

Tag: ,
2014/07/19

Kebenaran adalah milik Allah semata

Kebenaran adalah milik Allah semata. Tidak ada satupun kebenaran yang keluar dari selain Allah. Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia. Ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah telah dengan jelas menyatakan perintah itu. Akan tetapi, senada dengan kebebasan untuk beriman atau tidak, perintah untuk berdakwah hanyalah sekadar menyampaikan dakwah itu sendiri. Kita tidak pernah dibebani keberhasilan dakwah.

Kita harus berdakwah sebaik mungkin. Hal ini sudah jelas. Akan tetapi, kita tidak pernah diberi tanggung jawab orang yang kita dakwahi harus mengikuti ajaran Allah. Tugas kita hanyalah berdakwah dan menyampaikan. Keberhasilan dakwah adalah karunia Allah yang Dia berikan kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

 

[ Selengkapnya tentang Ayat Toleransi ]

Tag:
2014/07/19

Kebebasan untuk Beriman atau Kafir (Surah Al-Kahf [18] Ayat 29)

al kahfi 29

Artinya:

Dan katakanlah (Muhammad), ”Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Q.S. al-Kahf [18]: 29)

Kandungan Surah Al-Kahf [18] Ayat 29

Ayat 29 Surah al-Kahf [18] menjelaskan bahwa kebenaran berasal dari Tuhan. Dalam menghadapi atau menerima kebenaran tidak terdapat perbedaan antara si kaya atau si miskin. Si kaya yang ingin beriman, berimanlah. Si miskin yang ingin beriman, berimanlah. Seseorang yang ingin kafir dipersilakan juga oleh Allah Swt. Dalam ayat ini Allah Swt. membebaskan manusia untuk menentukan pilihan. Sebelum menentukan pilihan, manusia sudah diberi tahu bahwa kebenaran berasal dari Allah. Allah Swt. mengaruniakan manusia berupa akal. Manusia mempergunakan akal tersebut untuk berpikir dan memilih beriman atau kafir. Jika seseorang memilih beriman, berarti ia telah menuruti kata hati atau suara akal. Bagi orang-orang yang memilih kafir, mereka akan menanggung akibat pilihannya itu. Bukan orang lain yang akan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Beriman atau kafir merupakan suatu hal yang harus dipilih. Allah telah memberi kebebasan kepada manusia untuk menjatuhkan pilihan. Di balik pilihan yang disediakan terdapat akibat yang telah menunggu. Orang-orang kafir telah menzalimi diri mereka sendiri. Mereka menolak kebenaran yang datang dari Allah Swt. Mereka menolak atau mengingkari kata hatinya tentang kebenaran yang datang dari-Nya. Bagi mereka yang memilih kafir atau menzalimi diri sendiri, neraka menjadi tempat kembalinya. Mereka terkepung di dalam neraka dan tidak dapat keluar. Pagar neraka terlalu kukuh untuk dilewati manusia yang ada di dalamnya.

Ayat 29 Surah al-Kahf [18] juga menjelaskan bahwa orang-orang yang ada di dalam neraka jika mereka minum, mereka akan diberi minum. Akan tetapi, minuman yang mereka terima berupa air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. Jika penghuni neraka meminum air tersebut, haus yang mereka rasakan tidak hilang.
Semakin diminum penghuni neraka akan merasakan kesengsaraan. Wajah mereka hangus oleh panasnya api neraka dan panasnya minuman yang mereka minum.

Minuman yang disediakan untuk penghuni neraka merupakan minuman yang paling buruk. Manusia belum pernah melihat, bahkan membayangkan minuman tersebut di dunia. Akan tetapi, sejelek-jelek minuman itulah yang akan diterima oleh penghuni neraka (mereka yang memilih kafir). Selain menjelaskan tentang seburuk-buruknya minuman, ayat ini juga menjelaskan bahwa neraka merupakan tempat istirahat yang paling jelek.

Beginilah akhir atau akibat yang akan diterima orang-orang yang memilih kafir. Mereka yang selama di dunia sombong dengan kedudukannya dan menolak kebenaran yang datang dari Allah Swt. Di akhirat kelak mereka akan tinggal di neraka dan diberi minuman yang paling buruk. Selain itu, orang-orang yang memilih kafir juga diberi tempat istirahat yang paling buruk.

[ Selengkapnya tentang Ayat Toleransi ]

Kebebasan Beragama dalam Piagam Madinah

Tag: ,
2013/07/12

MELEGALISASI HUKUM SYARIAT ISLAM oleh Khalifah

 

Dari : http://pondok.omasae.com/2013/07/melegalisasi-hukum-syariat-islam-oleh.html

 

Kebiasaan kaum Muslim pada masa sahabat adalah mengambil sendiri hukum-hukum syariat Islam dariKitabullah dan Sunah Rasulullah SAW. Para Qadli ketika menyelesaikan perselisihan di tengah-tengah masyarakat pada saat itu, selalu menggali hukum sendiri dalam setiap peristiwa yang mereka hadapi. Begitu pula halnya dengan para penguasa, mulai dari Amirul Mukminin sampai para Wali maupun pejabat-pejabat pemerintah lainnya, mereka selalu menggali sendiri hukum syara’ dalam memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi ketika berkuasa. Seperti misalnya Abu Musa Al-Asy’ari dan Syuraih, keduanya adalah Qadli yang selalu menggali dan menetapkan hukum berdasarkan ijtihad masing-masing. Demikian pula Mu’adz bin Jabal, yang menjabat sebagai Wali pada masa pemerintahan Rasulullah SAW, selalu menggali dan menetapkan hukum di daerah kewenangannya berdasarkan ijtihadnya. Abu Bakar dan Umar ra. pun tatkala keduanya menjadi Khalifah, masing-masing selalu menggali hukum sendiri dan menetapkannya bagi seluruh rakyat berdasarkan apa yang diambilnya dari ijtihad mereka masing-masing.

Mu’awiyah dan Amru bin Ash tatkala keduanya menjabat sebagai Wali, juga selalu menggali dan menetapkan sendiri hukum syara’ bagi rakyat di dalam daerah kewenangannya berdasarkan ijtihadnya. Walaupun ada ijtihad dari para Wali dan Qadli, namun Khalifah selalu mengambil hukum syara’ dan melegalisasikannya serta memerintahkan rakyatnya untuk melaksanakan hukum tersebut. Kemudian seluruh rakyat melaksanakannya serta meninggalkan pendapat dan ijtihad masing-masing. Sebab, hukum syara’ dalam hal ini menegaskan “Perintah Imam wajib dilaksanakan, baik secara lahir maupun bathin”. Atas dasar inilah khalifah Abu Bakar ra. melegalisasikan jatuhnya ucapan talak tiga tetap sebagai talak satu. Begitu juga dalam hal pembagian harta (rampasan) perang kepada kaum muslimin, yaitu masing-masing diperlakukan sama rata, tanpa memperhatikan siapa yang lebih dahulu memeluk Islam atau pertimbangan lainnya. Dan kaum Muslim pada saat itu mengikutinya, termasuk para Wali dan Qadli sekalipun. Akan tetapi, ketika Umar ra. berkuasa, beliau melegalisasikan hukum yang berbeda dengan pendapat Abu Bakar dalam dua peristiwa ini. Dalam hal talak, Umar menjatuhkan ucapan talak tiga sebagai tiga kali talak. Begitu juga beliau membagikan harta (rampasan) perang berdasarkan siapa yang lebih dahulu memeluk Islam atau yang lebih membutuhkannya, yakni dengan pembagian yang berbeda. Dan kaum Muslim seluruhnya mengikuti pendapat ini, termasuk para Qadli dan Wali. Umar juga melegalisasikan hukum tanah yang statusnya sebagai ghanimah (rampasan perang) menjadi milik Baitul Mal yang tetap berada di tangan para pemiliknya, dan tidak dibagikan kepada pasukan yang turut berperang, atau kepada kaum Muslim. Keputusan ini diikuti oleh para Wali dan Qadli, yang kemudian menjalankan hukum yang telah dilegalisasikan oleh Khalifah. Karena itu, ijma’ sahabat menguatkan bahwa seorang Imam berhak melegalisasikan hukum-hukum tertentu serta memerintahkan rakyatnya untuk melaksanakannya. Sedangkan kaum Muslim berkewajiban mentaatinya, sekalipun bertentangan dengan ijtihadnya masing-masing. Berkaitan dengan hal ini, terdapat berbagai diantaranya:

“Sulthan (Khalifah), berhak melegalisasikan peraturan (perundang-undangan) sesuai dengan persoalan-persoalan baru yang muncul“

“Perintah Imam harus dilaksanakan, baik secara lahir maupun bathin.”

“Perintah Imam dapat mengatasi perselisihan “

Dengan demikian, para Khalifah selalu melegalisasikan berbagai hukum tertentu. Khalifah Harun Al-Rasyid, misalnya, telah melegalisasikan hukum-hukum yang tercantum dalam buku “Al-Kharaj” (karangan Al-Qadli Abu Yusuf) yang menyangkut masalah-masalah ekonomi, kemudian memerintahkan rakyat untuk melaksanakan hukum-hukum yang terdapat di dalamnya.[]

2012/01/27

Masjid Cheng Ho

Tulisan tentang Masjid Cheng Ho berikut disalin dari www.bukupr.com

Di Surabaya terdapat salah satu peninggalan sejarah berupa masjid yang unik. Masjid tersebut bernama Masjid Cheng Ho. Keunikan masjid  ini terletak pada bentuk dan warnanya yang mirip Pagoda atau Kelenteng. Masjid ini didirikan oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang utusan Cina (Dinasti Ming).
Laksamana Cheng Ho adalah seorang Cina Muslim. Laksamana Cheng Ho memimpin ekspedisi Cina ke wilayah nusantara pada tahun 1400-an Masehi.
Tag: ,
2011/03/07

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI

1. ar-Rohman Maha Pengasih

2. ar-Rohim Maha Penyayang

3. al-Malik Maha MerajaiTas Nonni

4. al-Quddus Maha Suci

5. as-Salam Maha Penyelamat

6. al-Mukmin Maha Mengamankan

7. al-Muhaimin Maha Pembela

8. al-Aziz Maha Mulia

9. al-Jabbar Maha Pemaksa

10. al-Mutakabbir Maha Besar

11. al-Khaliq Maha Pencipta

12. al-Mushawwir Maha Pembentuk

13. al-Ghaffar Maha Pengampun

14. al-Qahir Maha Keras

15. al-Wahhab Maha Pemberi

16. ar-Razzaq Maha Penganugerah

17. al-Fattah Maha Pembuka

18. al-Alim Maha Mengetahui

19. al-Qabidh Maha Memegang

20. al-Basith Maha Menghamparkan

21. al-Khafidh Maha Memudahkan

22. ar-Rafi’ Maha Mengangkat

23. al-Mu’iz Maha Memuliakan

24. al-Muzil Maha Merendahkan

25. as-Sami’ Maha Mendengar

26. al-Bashir Maha Melihat

27. al-Hakam Maha Bijaksana

28. al-Adlu Maha Adil

29. al-Latif Maha Halus

30. al-Khabir Maha Selidik

31. al-Halim Maha Penyantun

32. al-Azhim Maha Agung

33. al-Ghafur Maha Pengampun

34. as-Syakur Maha Mensyukuri

35. al-Aliyya Maha Tinggi

36. al-Kabir Maha Besar

37. al-Hafizh Maha Melindungi

38. al-Muqith Maha Menentukan

39. al-Hasib Maha Memperhitungkan

40. al-Jalil Maha Utama

41. al-Karim Maha Mulia

42. al-Raqib Maha Pengawas

43. al-Mujib Maha Memperkenankan

44. al-Wasi’ Maha Luas

45. al-Hakim Maha Bijaksana

46. al-Wadud Maha Cinta

47. al-Majid Maha Jaya

48. al-Ba’its Maha Pembangkit

49. as-Syahid Maha Menyaksikan

50. al-Haq Maha Hak

51. al-Wakil Maha Mengatasi

52. al-Qawiyyu Maha Kuat

53. al-Matin Maha Teguh

54. al-Waliyyu Maha Setia

55. al-Hamid Maha Terpuji

56. al-Muhshi Maha Menghitung

57. al-Mubdi’u Maha Memulai

58. al-Mu’id Maha Mengembalikan

59. al-Muhyi Maha Menghidupkan

60. al-Mumit Maha Mematikan

61. al-Hayyu Maha Hidup

62. al-Qayyim Maha Tegak

63. al-Wajid Maha Mengadakan

64. al-Maajid Maha Mulia

65. al-Wahid Maha Esa

66. al-Ahad Maha Esa

67. as-Shamad Maha Pergantungan

68. al-Qadir Maha Kuasa

69. al-Muqtadir Maha Pemberi Kuasa

70. al-Muqaddim Maha Mendahulukan

71. al-Muakhir Maha Mengakhirkan

72. al-Awwal Maha Permulaan

73. al-Akhir Maha Kemudian

74. az-Zhahir Maha Zhahir

75. al-Bathin Maha Bathin

76. al-Wali Maha Melindungi

77. al-Muta’alli Maha Meninggikan

78. al-Barr Maha Penyantun

79. at-Tawwabu Maha Penerima Tobat

80. al-Muna’am Maha Pemberi ni’mat

81. al-Muntiqam Maha Pembela

82. al-Afuwwu Maha Pemaaf

83. ar-Ra’uf Maha Belas Kasih

84. Malikul-Muluk Maha Raja di raja

85. Zul Jalali Wal Ikram Maha Luhur dan Mulia

86. al-Muqsith Maha Menimbang

87. al-Jami’ Maha Mengumpulkan

88. al-Ghani Maha Kaya

89. al-Mughni Maha Mengkayakan

90. al-Mani Maha Menghalangi

91. ad-Dharr Maha Memudharatkan

92. an-Nafi’ Maha Pemaaf

93. an-Nur Maha Cahaya

94. al-Hadi Maha Menunjuki

95. al-Badi Maha Pencipta yg baru

96. al-Baqi Maha Kekal

97. al-Warits Maha Pewaris

98. ar-Rasyid Maha Cendikiawan

99. as-Shabur Maha Penyabar

Tag: ,
2009/11/19

Asmaul Husna

Ya Allah
Ya Rahman
Ya Rahim
Ya Malik
Ya Qudus
Ya Salam
Ya Mu’min
Ya Muhaimin
Ya Aziiz
Ya Jabbaar
Ya Mutakabbir
Ya Khooliq
Ya Baari
Ya Mushawir
Ya Ghoffaar
Ya Qohhaar
Ya Wahab
Ya Rozzaaq
Ya Fattah
Ya ‘Alim
Ya Qoobidh
Ya Baasith
Ya Khoofidh
Ya Roofi’
Ya Mu’izz
Ya Mudzill
Ya Samii’
Ya Bashiir
Ya Hakam
Ya ‘Adlu
Ya Lathiif
Ya Khobir
Ya Haliim
Ya Azhiim
Ya Ghofuur
Ya Syakuur
Ya ‘Aliyy
Ya Kabiir
Ya Hafiidz
Ya Muqit
Ya Hasiib
Ya Jaliil
Ya Karim
Ya Roqib
Ya Mujib
Ya Waasi’
Ya Hakiim’
Ya Waduud
Ya Majid
Ya Baa’its
Ya Syahid
Ya Haqqu
Ya Wakil
Ya Qowiy
Ya Matiin
Ya Waliyy
Ya Hamid
Ya Muhshi
Ya Mubdi
Ya Mu’iid
Ya Muhyi
Ya Mumiit
Ya Hayy
Ya Qoyum
Ya Waajid
Ya Maajid
Ya Waahid
Ya Shomad
Ya Qoodir
Ya Muqtadir
Ya Muqoddim
Ya Mu’Akhkhir
Ya Awwal
Ya Aakhir
Ya Zhoohir
Ya Baatin
Ya Waalii
Ya Muta’ali
Ya Barr’u
Ya Tawwab
Ya Muntaqim
Ya ‘Afuww
Ya Rouf
Ya Malikul Mulki
Ya Dzul Jalaali Wal Ikrom
Ya Muqsith
Ya Jaami’
Ya Ghonniy
Ya Mughnii
Ya Maani
Ya Dhoorru
Ya Naafi’
Ya Nuur
Ya Haadi
Ya Badii
Ya Baaqi
Ya Waarits
Ya Rosyid
Ya Shobuur

 

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.972 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: