Arsip untuk ‘Manajemen’

2010/01/05

Melakukan Pekerjaan Secara Tim – Manajemen Organisasi

Berikut ini adalah ciri-ciri tim yang memiliki komitmen untuk bekerja bersama. Sebuah tim yang memiliki model semacam ini menerima semua anggota dan menggunakan kekuatannya untuk menghasilkan manfaat bagi tim. Karakteristik tim yang dinamis dan memiliki anggota beragam sebagai berikut:

1. Berorientasi pada opini
a) Berlawanan dengan orang yang bersifat dogmatis, sifat berorientasi pada opini akan mengarahkan orang untuk tidak mengutuk orang lain.
b) Anggota yang berorientasi pada opini memperkenalkan gagasannya tanpa mengusulkan atau bahkan mengisyaratkan agar orang lain memberi posisi istimewa pada gagasannya.
c) Anggota tim mengatakan gagasannya dan meminta gagasan orang lain, bukan menunjukkan bahwa gagasannyalah yang memberi jawaban terhadap permasalahannya.
d) Mereka tidak hanya memfokuskan pada idenya sendiri, tetapi menginvestigasi pendapat orang lain.
2. Berorientasi pada persamaan
a) Dalam kelompok yang beragam, rasa persamaan merupakan titik awal dari komunikasi yang efektif
b) Anggota tim yang berorientasi pada persamaan melihat keragaman sebagai suatu keunggulan “perbedaan yang kita miliki memungkinkan kita untuk mengecek setiap sisi, sudut, puncak dan dasar suatu permasalahan.”
c) Sebuah tim yang berorientasi pada persamaan mengandalkan pada semua anggota.
d) Kepercayaan terhadap anggota tim meningkatkan produktifitas.
3. Berfokus pada tujuan
a) Anggota tim yang memfokuskan pada tujuan kelompok, kecil kemungkinannya akan bercekcok dikarenakan keunikan masing-masing anggota.
b) Keseluruhan anggota tim memiliki tujuan yang sama. ………

……Selengkapnya—Melakukan Pekerjaan Secara Tim

Kaitkata:
2009/08/05

Hak, Kewajiban, Tugas, dan Wewenang Konsultan Perencana

Menurut IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan keputusan Dirjen Cipta Karya 1991 mengenai hubungan kerja antara arsitek dan pemberi tugas, perencana mempunyai beberapa hak antara lain :

Ø Perencana berhak menerima imbalan jasa sesuai dengan peraturan.

Ø Perencana berhak menolak segala bentuk penilaian estetis dan hasil rancangan baik yang dilakukan oleh pengawas maupun pemberi tugas.

Ø Perencana berhak mengembalikan tugas yang diberikan dengan alasan-alasan sebagai berikut :

a. Pertimbangan individu

b. Adanya kekuasaan di luar kedua belah pihak

c. Akibat kelalaian pemberi tugas

Kewajiban perencana menurut aturan dari IAI adalah :

1. Arsitek berkewajiban menanggung yang diderita oleh pemberi tugas sebagai akibat langsung dari kesalahan yang dibuat, yang dapat dihindari dengan keahlian serta tata cara pelaksanaan yang lazim.

2. Arsitek berkewajiban untuk menanggung semua akibat segala pekerjaan apabila kesalahan tersebut dilakukan oleh arsitek secara sengaja.

Adapun tugas konsultan perencana berdasarkan acuan dari pedoman kerja antara arsitek dengan pemberi tugas, dalam SK Dirjen Cipta Karya No. 5/KPTS/CK 1984 dijelaskan bahwa tugas perencana mencakup beberapa lingkup pekerjaan, antara lain :

1. Lingkup Pekerjaan Pokok

a. Pembuatan sketsa gagasan rancangan pelaksanaan detail lengkap.

b. Pembuatan uraian dan syarat pekerjaan yang mencakup uraian umum dan syarat administratif serta teknis.

c. Penyusunan rancangan anggaran biaya.

d. Turut mengawasi dan menyeleksi proses pelelangan.

2. Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan pelengkap adalah pekerjaan yang mungkin dilakukan dalam keadaan tertentu untuk mendukung perencanaan, yaitu :

a. Pembuatan maket dan gambar perspektif.

b. Penyelidikan tanah.

c. Penelitian dan pemetaan tapak.

d. Pencarian dan pengadaan data.

3. Lingkup Kerja Khusus

Merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus di luar bidang arsitektural. Seperti perhitungan konstruksi beton bertulang, konstruksi baja, instalasi listrik, dan pekerjaan lainnya.

Adapun wewenang konsultan perencanaan adalah :

1. Mengubah rancangan bangunan

Perencanaan secara tertulis mempunyai wewenang untuk memerintahkan pemborong memulai pengawasan terpadu dan mengadakan perubahan.

2. Melakukan pekerjaan tambahan

Perencana juga mempunyai wewenang untuk segera memerintahkan pemborong memulai pengawasan terpadu agar melakukan persetujuan terlebih dahulu dari pemberi tugas asal sesuai dengan jumlah biaya dalam pos pekerjaan tak terduga. Pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang tidak tercantum dalam uraian syarat-syarat serta tidak secara tegas disimpulkan dalam gambar-gambar arsitektural.

3. Menilai pembayaran angsuran kontraktor

Perencana berwenang menilai berdasarkan prestasi pekerjaan pada hari pemeriksaan sehingga pemborong berhak atau tidak untuk menerima seluruh atau sebagian pembayaran.

Lebih lengkap tentang Konsultan

.

2009/07/19

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor

Produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, maka produktivitas kerja akan meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu:

a. Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja.

b. Sikap, sesuatu yang menyangkut perangai tenaga kerja yang banyak dihubungkan dengan moral dan semangat kerja .

c. Situasi dan keadaan lingkungan, faktor ini menyangkut fasilitas dan keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistim kompensasi yang ada.

d. Motivasi, setiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha meningkatkan produktivitas.

e. Upah, upah atau gaji minimum yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

f. Tingkat pendidikan, latar belakang pendidikan dan latihan dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karenanya perlu diadakan peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja.

g. Perjanjian kerja, merupakan alat yang menjamin hak dan kewajiban karyawan. Sebaiknya ada unsur-unsur peningkatan produktivitas kerja.

h. Penerapan teknologi, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi mempertahankan produktivitas

…. Lebih lengkap tentang MANAJEMEN PERSONALIA

Kaitkata:
2009/07/07

Pentingnya Manajemen Kas

Kas merupakan elemen modal kerja yang paling tinggi tingkat kedudukannya dan diperlukan perusahaan untuk operasi perusahaan sehari-hari, tetapi di lain pihak kas merupakan elemen modal kerja yang kurang produktif, apabila menahannya terlalu besar mengandung resiko.

Oleh karena itu manajemen kas yang efektif sangat diperlukan agar resiko dapat diperkecil tanpa pengorbanan likuiditas.

Menurut Drs Indriyo, (1986:42):

… Menahan uang tunai tidak terlepas pula. Resiko tersebut yang terpenting adalah berasal dari turunnya nilai tukar uang tersebut, serta baik nilai tukar uang tersebut, serta baik nilai tukar terhadap barang dan jasa, maupun nilai tukar terhadap valuta asing.

Fungsi utama manajemen kas adalah merencanakan, mencari dan memanfaatkan kas dengan berbagai cara agar penggunaannya maksimum, oleh karena itu manajemen kas yang efektif dapat mendorong peningkatan laba investasi (ROI) dengan cara:

1. meningkatkan kontribusi laba dari kas.

2. mengurangi jumlah investasi yang terkait pada kas.

Adapun cara untuk meningkatkan produktifitas kas dalam rangka kontribusinya terhadap laba investasi menurut Kusriyanto. B Suearto, (1983:161) ada cara yaitu 3 :

a. Penarikan uang tunai harus dilakukan secepatnya.

b. Melakukan sistem peramalan kas untuk mengurangi besarnya cadangan pengaman dan meningkatkan peluang untuk memainkan ka mengambang.

c. Memainkan kas mengambang dengan memperkecil waktu menganggur uang tunai yang tersedia di bank

Untuk mengatasi masalah tersebut maka dalam manajemen kas perlu diambil kebijakan untuk menetapkan jumlah kas optimum dimana biaya saldo kas minimum.

Besarnya saldo kas yang patut di pertahankan perusahaan tergantung pada:

a. keperluan untuk melakukan transaksi

b. saldo kompensasi yang disyaratkan oleh bank sebagai pengganti biaya atas jasa-jasa yang diberikan.

Dengan kata lain saldo kas ditentukan oleh aktivitas perusahaan itu sendiri.

lebih lengkap di: … Kas

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata: ,
2009/07/03

KUALITAS PERSONEL – Manajemen Personalia

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Untuk mengangkat pegawai secara ilmiah, terlebih dahulu orang harus menyusun suatu standar kepegawaian untuk menguji para pelamar. Standar ini harus menetapkan kualitas minimum yang dapat diterima yang diperlukan agar mampu melaksanakan tugas-tugas jabatan dan tanggung jawab sehingga bisa ditentukan kemampuan manusia yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Menurut Dictionary of Occupational Titles, penyusunan pekerjaan adalah “suatu bagian dari proses pengorganisasian, Studi atas isi pekerjaan untuk menentukan kebutuhan tenaga manusia disebut “analisa pekerjaan”. 3)

Beberapa istilah yang berhubungan dengan dan seringkali dikacaukan dengan analisa pekerjaan:

Posisi (position)

Posisi adalah sekelompok tugas yang ditugaskan kepada seseorang Dalam perusahaan terdapat sejumlah posisi yang sama banyaknya dengan jumlah pegawai.

Pekerjaan (job)

Pekerjaan sekarang dapat dirumuskan sebagai suatu kelompok posisi yang mempunyai jenis dan tingkat kerja yang sama. Dalam beberapa hal mungkin hanya satu posisi yang dicakup, hanya karena tidak ada posisi lain yang sama.

Jabatan (occupation)

Jabatan adalah suatu kelompok pekerjaan yang mempunyai jenis kerja yang sama dan ditemukan dalam seluruh industri atau diseluruh negeri. Suatu jabatan adalah suatu kategori kerja yang ditemukan dibanyak perusahaan. Seseorang selalu harus mempunyai posisi dan pekerjaan, tetapi mungkin bukan jenis kerja yang ditemukan secara umum diseluruh industri dan karenanya mungkin tidak punya jabatan (occupation).

Menurut Summary of National Job Analysis Methode Survey, analisa pekerjaan adalah “proses mempelajari dan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaan tertentu”. 4)

Sedangkan kegunaan dari analisa kerja adalah sebagai berikut:

1. Pengabsahan (validation) atas prosedur-prosedur pengangkatan, pengabsahan dibenarkan dan dirumuskan sebagai menguji secara sistematik kriteria seleksi atau predikator untuk menentukan apakah hal-hal itu berhubungan erat dengan kelompok prilaku dari pekerjaan itu.

2. Pelatihan (training). Uraian tugas-tugas dan peralatan yang dipergunakan sangat membantu dalam mengembangkan isi program-program pelatihan.

3. Evaluasi pekerjaan. Uraian pekerjaan dan rincian persyaratan tenaga kerja yang diperlukan dievaluasi kegunaannya, dengan sasaran terakhir untuk penentuan nilai dalam bentuk uang

4. penilaian prestasi. Sebagai pengganti penilaian seorang karyawan atas sifat-sifat seperti ketergantungan dan inisiatif, ini ada kecenderungan untuk menentukan sasaran pekerjaan dan hasil kerja dinilai berdasarkan tercapai tidaknya sasaran tersebut.

5. Pengembangan karier. Informasi pekerjaan membantu perusahaan untuk merencanakan saluran-saluran promosi, dan menyediakan data mengenai kesempatan dan persyaratan karier didalam organisasi kepada karyawan

6. Organisasi. Informasi pekerjaan yang diperoleh melalui analisa pekerjaan seringkali mengungkapkan contoh-contoh organisasi yang jelek sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi rancangan pekerjaan.

7. Perkenalan (induction). Untuk petatar (trainee) baru, uraian pekerjaan paling membantu dalam masa orientasi.

8. Penyuluhan (counseling). Informasi pekerjaan sangat bernilai dalam penyuluhan pekerjaan. Disarankan lebih banyak penyuluhan semacam itu diberikan pada tingkat sekolah menengah, karena banyak lulusannya tidak menyadari jenis- jenis pekerjaan yang ada.

9. Hubungan perburuan (labor relation). Uraian pekerjaan standar fungsi. Jika seorang karyawan mencoba menambah atau mengurangi tugas-tugas yang tercantum disana, maka standar telah dilanggar. Serikat buruh, demikian juga managemen tertarik

10. Penataan kembali (reengineering) pekerjaan. Jika para majikan ingin menyesuaikan pekerjaan dengan suatu kelompok khusus, misalnya orang cacat fisik, biasanya mereka harus mengubah isi pekerjaan tertentu. Analisis pekerjaan menyediakan informasi yang akan memudahkan perubahan pekerjaan untuk memungkinkan diisi oleh personalia dengan sifat-sifat khusus.


MANAJEMEN PERSONALIA


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata:
2009/06/27

Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, maka produktivitas kerja akan meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu:Abaya Tania Indah

a.       Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja.

b.      Sikap, sesuatu yang menyangkut perangai tenaga kerja yang banyak dihubungkan dengan moral dan semangat kerja .

c.       Situasi dan keadaan lingkungan, faktor ini menyangkut fasilitas dan keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistim kompensasi yang ada.

d.      Motivasi, setiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha meningkatkan produktivitas.

e.       Upah, upah atau gaji minimum yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

f.       Tingkat pendidikan, latar belakang pendidikan dan latihan dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karenanya perlu diadakan peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja.

g.      Perjanjian kerja, merupakan alat yang menjamin hak dan kewajiban karyawan. Sebaiknya ada unsur-unsur peningkatan produktivitas kerja.

h.      Penerapan teknologi, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi mempertahankan produktivitas


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata:
2009/05/21

Model Manajemen SDM

PERENCANAAN

-       Perencanaan SDM

-       Desain dan analisis pekerjaan

-       Struktur Organisasi

PROSES INPUT

-       Rekrutmen

-       Seleksi

-       Penempatan

TRANSFORMASI

-       Transfer, promosi, dan demosi

-       Pelatihan

-       Pengembangan organisasi dan manajemen

-       Manajemen kompensasi

-       Tunjangan dan pemberian fasilitas

-       Program Keselamatan dan Keselamatan Kerja

-       Kegiatan hubungan pekerja

-       Peraturan Perusahaan

PROSES OUTPUT

-       Penilaian kinerja

-       Produktivitas

-       Evaluasi program dan strategi

Dari Praktek

Terima kasih: Duta Pulsa -

Kaitkata: ,
2009/04/16

“ 6 R ” DALAM AKTIVITAS KERJA DI PERUSAHAAN

  1. RAJIN

Ø Setiap karyawan harus :

· Rajin dalam bekerja;

· Rajin dalam beribadah;

· Rajin dalam disiplin waktu;

· Rajin dalam mentaati dan melaksanakan Peraturan Perusahaan.

  1. RAWAT

Ø Setiap Karyawan harus :

·  Merawat dan menjaga barang-barang milik Perusahaan;

· Merawat dan menjaga alat-alat kerja milik Perusahaan;

· Merawat dan menjaga semua fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan.

  1. RESIK

Ø Setiap karyawan harus :

· Menjaga kebersihan lingkungan Perusahaan;

· Menjaga kebersihan di sekitar lokasi tempat bekerja;

· Menjaga kebersihan seragam kerja.

  1. RAPI

Ø Setiap karyawan harus :

· Rapi dalam berpenampilan dan berpakaian kerja;

· Rapi dalam menata dan mengatur hasil kerja;

· Rapi dalam administrasi kerja.

  1. RINGKAS

Ø Setiap karyawan harus :

· Ringkas dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan;

· Ringkas dalam penyusunan administrasi kerja.

6. RAMAH

Ø Setiap karyawan harus :

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap pimpinan dan anak buah;

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama rekan kerja;

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap semua tamu perusahaan.

Pelaksanaan 6 R dalam aktivitas bekerja adalah pencerminan dari budaya kerja (corporate philosophy) yaitu :

“Kualitas kerja saya adalah efisiensi di segala bidang untuk meningkatkan kinerja”

$$$$$$$$$$$

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.