Arsip untuk ‘Organisasi’

2011/02/28

Karakteristik Perusahaan, Jenis-jenis Perusahaan, dan Jenis-jenis Organisasi Perusahaan

Karakteristik Perusahaan
Secara umum perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki sumber daya (input) seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) yang akan dijual kepada pelanggan.
Coat DressPelanggan perusahaan dapat berupa individu atau perusahaan lain yang membeli barang atau jasa yang ditukar dengan uang atau barang lain yang berharga.
Tujuan perusahaan umumnya adalah untuk mendapatkan laba tetapi ada juga perusahaan yang mempunyai tujuan untuk kemaslahatan bagi masyarakat. Perusahaan yang mempunyai tujuan bukan untuk mendapatkan laba disebut perusahaan nirlaba.
.
1. Jenis-jenis Perusahaan
Berdasarkan karakteristik jenis usahanya, perusahaan diklasifikasikan menjadi tiga yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur.
a. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan jasa dan jenis jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan.b. Perusahaan Dagang merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli barang dagangan dari pemasok (supplier) kemudian menjual kembali kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan dagang dan jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan.
Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli barang dagangan dari pemasok (supplier) kemudian menjual kembali kepada pelanggan

c. Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan baku (input) kemudian mengubahnya menjadi barang yang dijual kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan manufaktur dan jenis produk yang ditawarkannya.
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan baku (input) kemudian mengubahnya menjadi barang yang dijual kepada pelanggan  badan hukumnya, yaitu perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan dan perusahaan perseroan.
.
2. Jenis-jenis Organisasi Perusahaan
Selain terdapat beberapa jenis usaha pada suatu perusahaan, dalam praktik sering kita jumpai klasifikasi perusahaan berdasarkan bentuk badan hukumnya. Terdapat tiga bentuk perusahaan berdasarkan badan hukumnya, yaitu perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan dan perusahaan perseroan.

a. Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh satu orang pemilik. Pemilik umumnya merangkap juga sebagai manajer.
Contoh perusahaan perorangan adalah usaha kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti bengkel, binatu (laundry), salon kecantikan, rumah makan, persewaan komputer dan internet.
b. Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk menyelenggarakan usaha dengan nama bersama. Perusahaan persekutuan yang banyak dijumpai dalam dunia bisnis di Indonesia adalah Firma dan CV.
c. Perusahaan perseroan (korporasi) adalah perusahaan yang modalnya terdiri atas saham-saham. Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan.
Pemegang saham dapat perorangan atau perusahaan lain.
Perseroan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah sebagai suatu badan hukum yang terpisah dari pemiliknya. Pemegang saham bertanggung jawab terbatas sebesar saham yang dimilikinya.
Perusahaan perseroan dibedakan menjadi dua yaitu perseroan tertutup  (PT) dan perseroan terbuka (PTbk). Perbedaaan kedua perseroan adalah dapat tidaknya saham perusahaan tersebut diperjual-belikan secara umum melalui pasar sekuritas (Bursa Efek)

________________________

Pengertian Akuntansi dan Pengguna Akuntansi

_____________________________________

Sumber: Buku Sekolah
Kaitkata: ,
2010/01/05

Melakukan Pekerjaan Secara Tim – Manajemen Organisasi

Berikut ini adalah ciri-ciri tim yang memiliki komitmen untuk bekerja bersama. Sebuah tim yang memiliki model semacam ini menerima semua anggota dan menggunakan kekuatannya untuk menghasilkan manfaat bagi tim. Karakteristik tim yang dinamis dan memiliki anggota beragam sebagai berikut:

1. Berorientasi pada opini
a) Berlawanan dengan orang yang bersifat dogmatis, sifat berorientasi pada opini akan mengarahkan orang untuk tidak mengutuk orang lain.
b) Anggota yang berorientasi pada opini memperkenalkan gagasannya tanpa mengusulkan atau bahkan mengisyaratkan agar orang lain memberi posisi istimewa pada gagasannya.
c) Anggota tim mengatakan gagasannya dan meminta gagasan orang lain, bukan menunjukkan bahwa gagasannyalah yang memberi jawaban terhadap permasalahannya.
d) Mereka tidak hanya memfokuskan pada idenya sendiri, tetapi menginvestigasi pendapat orang lain.
2. Berorientasi pada persamaan
a) Dalam kelompok yang beragam, rasa persamaan merupakan titik awal dari komunikasi yang efektif
b) Anggota tim yang berorientasi pada persamaan melihat keragaman sebagai suatu keunggulan “perbedaan yang kita miliki memungkinkan kita untuk mengecek setiap sisi, sudut, puncak dan dasar suatu permasalahan.”
c) Sebuah tim yang berorientasi pada persamaan mengandalkan pada semua anggota.
d) Kepercayaan terhadap anggota tim meningkatkan produktifitas.
3. Berfokus pada tujuan
a) Anggota tim yang memfokuskan pada tujuan kelompok, kecil kemungkinannya akan bercekcok dikarenakan keunikan masing-masing anggota.
b) Keseluruhan anggota tim memiliki tujuan yang sama. ………

……Selengkapnya—Melakukan Pekerjaan Secara Tim

Kaitkata:
2009/04/24

Studi untuk Perancangan – Kantor Pusat PT A

2.1. TEORI PERKANTORAN

Pengertian Perkantoran

Menurut Drs. Kamisa, kantor berarti: bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi.  Menurut Erns Neufert, bahwa didalam bangunan perkantoran pekerjaan utamanya adalah dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan pembuatan maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi tersebut.  Jadi perkantoran adalah bangunan yang digunakan untuk pekerjaan administrasi dan manajerial.

Rancangan Perkantoran

Umumnya pemakai ruang kerja perkantoran tidak perlu berpindah-pindah, karena telah dilengkapi dengan ruang untuk mesin-mesin, kantin, ruang rapat, arsip, perpustakaan dan aktivitas penunjang lainnya.

Perkantoran umumnya dapat dirancang dengan menciptakan hubungan antar ruang yang tepat sesuai dengan bagian-bagian pengorganisasian. Dapat pula mengurangi jarak capai antar ruang vertikal maupun horizontal. Begitu juga dalam upaya visual antar bagian dengan menciptakan hubungan yang akrab. Bentuk bangunan lainnya dapat pula digunakan untuk memperjelas keadaan ini, yakni dengan menata bagian-bagian komponen bebas, misalnya perabot, secara maksimal.

Kebutuhan ruang kantor dapat dihitung dengan menggunakan dua cara bersamaan, yakni:

1) ruang gerak orang (misalnya standar ruang perorangan x jumlah orang) + ruang tambahan untuk sarana penunjang + faktor (biasanya 15 %) untuk sirkulasi utama; ruang bebas untuk bukan orang, misalnya untuk ruang mesin, perpustakaan, dimana lebih tergantung pada banyaknya peralatan dibandingkan jumlah orang yang membutuhkan ruang kerjanya, sehingga untuk menghitungnya dapat digunakan dasar pemikiran praktis dari benda-benda tersebut;

2) dan atau dengan cara memperbandingkan contoh-contoh yang ada; kemudian suatu faktor ditambahkan untuk sirkulasi yang ada.

Untuk menyiapkan denah ruang yang tumpang tindih, misalnya menghubungkan satu departemen dengan departemen yang lainnya dalam suatu bangunan yang sudah ada, atau bahkan untuk menyusun komposisi pada bangunan kantor yang baru; maka perlu dipelajari hubungan kerja antar bagian dari perusahaan tersebut atau jika perlu diadakan penelitian yang lebih rinci.

2.2. PENGERTIAN PROYEK

Pengertian judul proyek untuk Tugas Akhir Konsepsi “Perancangan Ulang Kantor Pusat PT A di Surabaya” dijelaskan sebagai berikut:

Menurut Drs. Kamisa, ulang berarti: kembali; lagi; berkali-kali. Perancangan sama dengan: proses, cara, perbuatan merancang. Dan merancang diartikan: mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, atau melakukan sesuatu), merencanakan.

Perancangan dalam konteks arsitektur, adalah semata-mata usulan pokok yang mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih baik. Perancangan dapat dianggap sebagai sesuatu proses tiga bagian yang terdiri dari keadaan semula suatu metode atau proses tranformasi, dan sesuatu keadaan masa depan yang dibayangkan. Perancangan terjemahan dari design – yang dalam bentuk kata kerjanya dapat diartikan “merancang, untuk tujuan” – diartikan sebagai suatu produk perumusan keinginan atau cita-cita masa datang yang merupakan penguraian/bagian-bagian dari produk perencanaan. Sedangkan perencanaan sendiri terjemahan dari planning merupakan suatu hasil rangkaian kerja untuk merumuskan sesuatu yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat membawa keuntungan, tetapi dengan anggapan bahwa akan ada tindakan-tindakan selanjutnya berupa rangkaian kegiatan sistematis lainnya. Tindakan yang dirumuskan semula itu masih bersifat terbuka bagi kemungkinan adanya pilihan cara tindakan lain, dan mungkin disesuaikan apabila dianggap kurang menguntungkan pada saat tertentu. Jadi perancangan adalah kelanjutan yang berbentuk uraian atau penjabaran dari perencanaan.

Perancangan ulang terjemahan dari redesign, yang berarti tindakan merancang sekali lagi, yang sebelumnya telah ada rancangan pada suatu objek yang sama. Perancangan ulang ini dilakukan karena adanya kekurang-kekurangan pada rancangan yang lama, dan membuat rancangan baru yang diharapkan dapat lebih baik dan lebih menguntungkan.

Menurut Dhanny R. Cyssco dan Dr. Jack Dawson, pusat sama dengan center, bagian tengah. Dan menurut William D. Powell, dapat juga disamakan dengan main, yang berarti utama, besar, induk. Jadi kantor pusat dapat diartikan sebagai kantor utama atau kantor induk yang berada di bagian tengah.

PT A adalah nama perusahaan pemilik kantor tersebut. Dan Surabaya adalah nama kota tempat kantor itu berada.

Jadi Perancangan Ulang Kantor Pusat PT A di Surabaya dapat dijabarkan menjadi perumusan keinginan atau cita-cita yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat lebih membawa keuntungan dibandingkan rancangan sebelumnya pada objek bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi dan organisasi milik PT A di suatu kota bernama Surabaya.

2.3. LOKASI DAN SITUASI TAPAK

Tapak berada di kawasan Margomulyo Permai yakni di wilayah barat Surabaya yang mulai dikembangkan dengan intensif sejak tahun 80-an. Dan sejak awal 90-an Margomulyo telah terkenal sebagai daerah industri dan pergudangan. Sejak saat itu banyak dibangun pabrik-pabrik, gudang dan area perdagangan serta area komersial lainnya. Dengan lokasi yang tidak jauh dari gerbang tol dan akses ke dermaga dan ke stasiun, serta akses ke pusat kota, membuat daerah ini cepat berkembang dan banyak diminati.

Wilayah kota Surabaya terletak pada 7,12° Lintang Selatan sampai 7,21° Lintang Selatan dan 112,36° Bujur Timur sampai 112,54° Bujur Timur. Luas wilayah 326,37 km2, terbagi dalam 5 wilayah pembantu walikota, 28 wilayah kecamatan dan 163 wilayah kelurahan. Jumlah penduduk 2.599.796 (2000), jumlah keluarga 709.991. Wilayahnya merupakan daratan rendah dengan ketinggian 3 sampai 6 meter diatas permukaan air laut, kecuali di sebelah barat-selatan yang ketinggiannya mencapai 25 sampai 50 meter diatas permukaan air laut. Lokasi tapak terhadap kawasan Margomulyo Permai terlihat pada gambar berikut:

2.4. STRUKTUR ORGANISASI PT A

PT A telah menerapkan sistem manajemen yang cukup tepat bagi organisasi perusahaannya. Dari struktur organisasi ini akan didapat semua pengguna, karakter, dan aktivitasnya berdasarkan posisi dan jabatannya.

2.5. STUDI BANDING

Kantor Pusat PT Boma Bisma Indra, Pasuruan

o Bidang usaha

Bidang usaha perusahaan ini adalah jasa perbengkelan, permesinan, dan foundry.

o Fasilitas Bangunan Perkantoran

Pintu masuk barang di bedakan dengan pintu masuk utama.

Kantor PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo

o Bidang usaha

Bidang usaha perusahaan ini adalah jasa permesinan, foundry, dan rolling mill, perbengkelan hanya melayani kebutuhan perusahaan sendiri.

o Fasilitas Bangunan Perkantoran

Fasilitas yang terdapat pada kantor PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo, adalah ruang-ruang kantor, ruang tamu/ruang tunggu, ruang servis, ruang rapat, laboratorium foundry. Terdapat juga ruang-ruang kantor yang menjadi satu dengan bengkel.

Setelah memarkir kendaraan, pengguna kembali melewati pos penjaga di gerbang utama. Juga terdapat kantor dan ruang laboratorium menjadi satu dengan pabrik. Kantor utama hanya untuk direksi, administrasi, dan pemasaran.

Kantor Pusat PT Bhirawa Steel, Surabaya

Setelah memarkir kendaraan, pengguna kembali melewati pos penjaga di gerbang utama. Juga terdapat kantor dan ruang laboratorium menjadi satu dengan pabrik. Kantor utama hanya untuk direksi, administrasi, dan pemasaran.

Kantor Pusat PT Bhirawa Steel, Surabaya

o Bidang usaha perusahaan ini adalah foundry, dan rolling mill.

o Fasilitas yang terdapat pada kantor pusat PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo, adalah ruang-ruang kantor, ruang tamu/ruang tunggu, ruang servis, ruang arsip, dan ruang rapat.

o Fungsi kantor untuk pekerjaan administrasi, pemasaran, dan manajemen.

Kesimpulan Studi Banding

Berdasarkan pengamatan pada ketiga kantor tersebut dan beberapa kantor lainnya, pengertian dan fungsi perkantoran secara umum adalah sama, yakni untuk kegiatan administrasi dan keorganisasian/manajemen. Ada bagian yang privat yang merupakan kantor-kantor karyawan pada masing-masing bagian, dan bagian publik yang merupakan tempat menerima tamu. Adanya bagian publik ini, adalah terutama untuk bagian pemasaran, dan kantor direksi, yang berhubungan dengan pelanggan, serta bagian yang berhubungan dengan suplier yakni bagian pembelian atau bagian pengadaan. Bagian-bagian tersebut sesuai dengan fungsi dan pengertian perkantoran untuk PT A.

Meskipun kantor-kantor tersebut untuk kebutuhan pabrik, namun fungsinya tetap sama dengan perkantoran secara umum, seperti untuk perusahaan yang bidang usahanya tidak memerlukan pabrik, seperti kantor notaris, perbankan, atau kantor pemerintah. Untuk kantor yang berhubungan dengan pabrik masih terdapat kantor tambahan yang biasanya berada di dalam pabrik, sedangkan kantor pusatnya hanya untuk kegiatan administrasi dan manajemen, dimana seperti kantor secara umum, ada ruang yang khusus digunakan untuk tamu (publik).

2.6. KANTOR PUSAT PT A

Ruang kantor atau perkantoran bagi PT A, disebut kantor pusat karena merupakan kantor utama yang berada di tengah ruang-ruang lain yang juga digunakan untuk kantor dalam tiap-tiap pabriknya. Dengan kata lain ada kantor-kantor lain yaitu ruang yang digunakan seperti kantor namun bersifat sementara, misalnya untuk pencatatan hasil produksi dan penyimpanan gambar kerja sementara. Sedangkan kantor pusat yang merupakan obyek proyek ini adalah kantor yang digunakan untuk seluruh kegiatan administrasi dan organisasi perusahaan, tidak termasuk kantor-kantor kecil yang berada di dalam pabrik tersebut.

Kantor, bagi perusahaan ini tidak berbeda dengan pengertian kantor yang telah dijelaskan diatas. Yakni ruang yang digunakan dalam kegiatan administrasi dan keorganisasian. Jadi penjelasan di atas sudah cukup jelas untuk mengidentifikasi kantor pusat PT A sebagai obyek proyek. Kegiatan administrasi dan organisasi antara lain pengolahan dan penyimpanan data, rapat-rapat, transaksi internal dan eksternal perusahaan, penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan bidang usaha perusahaan, serta kegiatan pelatihan karyawan.

Berikut gambar-gambar kondisi kantor PT A yang lama. Ada beberapa masalah yang harus dibenahi, yang harus ditata dengan lebih baik pada disain yang baru.

Drs. Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penerbit Kartika, Surabaya, 1997.

Erns Neufert, Arsitek Data, Erlangga, Jakarta, 1989 Erns Neufert, Arsitek Data, Erlangga, Jakarta, 1989.

Erns Neufert, op.cit.

Drs. Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penerbit Kartika, Surabaya, 1997.

Kadarono,

Dhanny R. Cyssco dan Dr. Jack Dawson, World Dictionary: English-Indonesian/Indonesian-English, 1999, Jakarta: PT. Pustaka Delapratasa.

William D. Powell, Linguist Version 1.0, PT. Atlantis Programma Prima, 1997.

Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Surabaya, 2003,

Peta Surabaya, 2000

Survey di PT A pada Desember 2004 sampai dengan Pebruari 2005

Dari Catatan Sekolah


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


2009/04/16

“ 6 R ” DALAM AKTIVITAS KERJA DI PERUSAHAAN

  1. RAJIN

Ø Setiap karyawan harus :

· Rajin dalam bekerja;

· Rajin dalam beribadah;

· Rajin dalam disiplin waktu;

· Rajin dalam mentaati dan melaksanakan Peraturan Perusahaan.

  1. RAWAT

Ø Setiap Karyawan harus :

·  Merawat dan menjaga barang-barang milik Perusahaan;

· Merawat dan menjaga alat-alat kerja milik Perusahaan;

· Merawat dan menjaga semua fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan.

  1. RESIK

Ø Setiap karyawan harus :

· Menjaga kebersihan lingkungan Perusahaan;

· Menjaga kebersihan di sekitar lokasi tempat bekerja;

· Menjaga kebersihan seragam kerja.

  1. RAPI

Ø Setiap karyawan harus :

· Rapi dalam berpenampilan dan berpakaian kerja;

· Rapi dalam menata dan mengatur hasil kerja;

· Rapi dalam administrasi kerja.

  1. RINGKAS

Ø Setiap karyawan harus :

· Ringkas dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan;

· Ringkas dalam penyusunan administrasi kerja.

6. RAMAH

Ø Setiap karyawan harus :

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap pimpinan dan anak buah;

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama rekan kerja;

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap semua tamu perusahaan.

Pelaksanaan 6 R dalam aktivitas bekerja adalah pencerminan dari budaya kerja (corporate philosophy) yaitu :

“Kualitas kerja saya adalah efisiensi di segala bidang untuk meningkatkan kinerja”

$$$$$$$$$$$

2009/04/06

PENGERTIAN DISTRIBUSI

Secara garis besar, pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Dengan kata lain, proses distribusi merupakan aktivitas pemasaran yang mampu:

1. Menciptakan nilai tambah produk melalui fungsi-fungsi pemasaran yang dapat merealisasikan kegunaan/utilitas bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikan.

2. Memperlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik dan non-fisik. Yang dimaksud dengan arus pemasaran adalah aliran kegiatan yang terjadi di antara lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat di dalam proses pemasaran. Arus pemasaran tersebut meliputi arus barang fisik, arus kepemilikan, arus informasi, arus promosi, arus negosiasi, arus pembayaran, arus pendanaan, arus penanggungan risiko, dan arus pemesanan.

Dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas distribusi, perusahaan kerapkali harus bekerja sama dengan berbagai perantara (middleman) dan saluran distribusi (distribution channel) untuk menawarkan produknya ke pasar.

Dari Catatan Sekolah

Kaitkata: ,
2009/04/04

Jenis-jenis Perusahaan

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan.

Perusahaan Dagang merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli barang dagangan dari pemasok (supplier) kemudian menjual kembali kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan dagang dan jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan baku (input) kemudian mengubahnya menjadi barang yang dijual kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan manufaktur dan jenis produk yang ditawarkannya.

Jenis-jenis Organisasi Perusahaan

Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh satu orang pemilik. Pemilik umumnya merangkap juga sebagai manajer.

Contoh perusahaan perorangan adalah usaha kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti bengkel, binatu (laundry), salon kecantikan, rumah makan, persewaan komputer dan internet.

Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk menyelenggarakan usaha dengan nama bersama. Perusahaan persekutuan yang banyak dijumpai dalam dunia bisnis di Indonesia adalah Firma dan CV.

Perusahaan perseroan (korporasi) adalah perusahaan yang modalnya terdiri atas saham-saham. Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan. PT Dynasis adalah salah satu perusahaan jenis ini.

Pemegang saham dapat perorangan atau perusahaan lain.

Perseroan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah sebagai suatu badan hukum yang terpisah dari pemiliknya. Pemegang saham bertanggung jawab terbatas sebesar saham yang dimilikinya.

Perusahaan perseroan dibedakan menjadi dua yaitu perseroan tertutup (PT) dan perseroan terbuka (PTbk). Perbedaaan kedua perseroan adalah dapat tidaknya saham perusahaan tersebut diperjual-belikan secara umum melalui pasar sekuritas (Bursa Efek)

Sumber: Catatan Sekolah

Thank to: Duta Pulsa

Kaitkata: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.