Arsip untuk ‘Praktek’

2011/12/23

REM TROMOL (DRUM BRAKE) – Sepeda Motor

Rem tromol merupakan sistem rem yang telah menjadi metode pengereman standar yang digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada beberapa tahun belakangan ini. Alasannya adalah karena rem tromol sederhana dan murah. Konstruksi rem tromol umumnya terdiri dari komponen-komponen seperti: sepatu rem (brake shoe), tromol (drum), pegas pengembali (return springs), tuas penggerak (lever), dudukan rem tromol (backplate), dan cam/nok penggerak. Cara pengoperasian rem tromol pada umumnya secara mekanik yang terdiri dari; pedal rem (brake pedal) dan batang (rod) penggerak.

Pada saat kabel atau batang penghubung (tidak ditarik), sepatu rem dan tromol tidak saling kontak. Tromol rem berputar bebas mengikuti putaran roda.Tetapi saat kabel rem atau batang penghubung ditarik, lengan rem atau tuas rem memutar cam/nok pada sepatu rem sehingga sepatu rem menjadi mengembang dan kanvas rem (pirodo)nya bergesekan dengan tromol. Akibatnya putaran tromol dapat ditahan atau dihentikan, dan ini juga berarti menahan atau menghentikan putaran roda.

Rem tromol terbuat dari besi tuang dan digabung dengan hub saat rem digunakan sehingga panas gesekan akan timbul dan gaya gesek dari brake lining dikurangi. Drum brake mempunyai sepatu rem (dengan lining) yang berputar berlawanan dengan putaran drum (wheel hub) untuk mengerem roda dengan gesekan. Pada sistem ini terjadi gesekangesekan sepatu rem dengan tromol yang akan memberikan hasil energi panas sehingga bisa menghentikan putaran tromol tersebut. Rem jenis tromol disebut “internal expansion lining brake”. Permukaan luar dari hub tersedia dengan sirip-sirip pendingin yang terbuat dari aluminium–alloy (paduan aluminium) yang mempunyai daya penyalur panas yang sangat baik. Bagian dalam tromol akan tetap terjaga bebas dari air dan debu kerena tromol mempunyai alur untuk menahan air dan debu yang masuk dengan cara mengalirkannya lewat alur dan keluar dari lubang aliran.

Berdasarkan cara pengoperasian sepatu rem, sistem rem tipe tromol pada sepeda motordiklasifikaskan menjadi dua, yaitu:

1. Tipe Single Leading Shoe…..

Selengkapnya tentang REM TROMOL (DRUM BRAKE) – Sepeda Motor klik disini

 

.

Kaitkata:
2011/11/12

Pengalaman Proyek Perdana Teknik Surabaya (Lanjutan)

Lanjutan…….

28.Pembuatan JIG dengan Roller ukuran 3000 x 1200, Requirement PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, YAZAKI Group

29.Pembuatan Conveyor Small (10 unit Kereta Dimensi 1800 x 900), Requirement PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, YAZAKI Group

30.Pembuatan Conveyor Baru dan Modifikasi Conveyor, Requirement PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, YAZAKI Group

31.Modifikasi Kereta Conveyor 7, Requirement PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, YAZAKI Group

32.Pembuatan Meja Packing + Tempat Dokumen, Requirement PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, YAZAKI Group

33.Pembuatan SA Hanger Mazda, Requirement PT. Sami Yazaki Group

34.Repair Pompa Rumah Tangga, Requirement PT. Sami Yazaki Group

35.Pulling, Install & Termination T-Line cable for PT. TELKOMSEL Regional Jawa Timur at Kebalem, Ketintang, Gayungsari Surabaya

36.Repair Engine, Pump and Hydrant System Requirement PT. SAMI

37.Pekerjaan Konstruksi dan Instalasi Bunch Crusher System Pabrik Kelapa Sawit (Crude Palm Oil Factory) Nagasakti – Riau, Requirement PT. Buana Wiralestari Mas (Sinar Mas Group), Main Contractor PT. Handall Gunanusa

38.Pekerjaan Konstruksi dan Instalasi Bunch Crusher System Pabrik Kelapa Sawit (Crude Palm Oil Factory) Sungai Kupang-Kalimantan Selatan, Requirement PT. Sinar Kencana Inti Perkasa (Sinar Mas Group), Main Contractor PT. Handall Gunanusa

39.Pekerjaan Konstruksi dan Instalasi Bunch Crusher System Pabrik Kelapa Sawit (Crude Palm Oil Factory) Batu Ampar-Kalimantan Selatan, Requirement PT. Smart Tbk. (Sinar Mas Group), Main Contractor PT. Handall Gunanusa

40.Conveyor Washer Process (Ass’y), Requirement PT. Meshindo Alloy Wheel Corp.

41.Conveyor Gravity, Requirement PT Meshindo Alloy Wheel Corp.

42.Supply Air Filter (12-FIL-305) Spesification Comply Asper, Requirement PT Yasa Industri Nusantara untuk PT. Petrokimia, Main Contractor PT. Handall Gunanusa

43.Fabrication of Diesel Fuel Oil Storage Tank cap. 120 m3 YAZAKI Group

(Disalin dari http://perdanatekniksurabaya.blogspot.com/2011/11/pengalaman-proyek-perdana-teknik_11.html

___________________

Info tentang Perdana Teknik Surabaya ke email:

perdanatekniksurabaya@yahoo.com
Kaitkata: ,
2010/10/12

LAPORAN PRAKTIKUM: “MENGAMATI ADANYA GEJALA BAKTERI yang ada dalam Susu”

Tujuan :

>   Mengamati adanya gejala bakteri yang terdapat dalam susu

Teori :Abaya New Gold Line, busana muslim model terkini

Bakteri yang terdapat dalam susu formula dan bubur bayi adalah Enterobacteri sakazakii (E. akazakii), yang di temuka oleh para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). Berdasarkan hasil penelitian 74 sampel susu formula, 13.5 % di antarnya mengandung bakteri berbahaya tersebut.

Akibatnya, dapat membuat manusia mengalami gejala keracunan karena telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Bakteri dapat tumbuh dengan baik dalamnya karena terdapat komponen biokimia yang juga di perlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

Selain E. sakazakii, bakteri lain yang sering mengkontaminasi susu formula adalah Clostridium botulinu, Citrobacter freundii, Leuconostoc mesenteroides Escherichia coli Salmonella agona, Salmonella anatum, Salmonella bredeney, Salmonella ealing, Salmonella Virchow, Serratia marcescens, Salmonella isangi dan berbagai jenis salmonella lainnya

Sejarah Enterobacter sakazakii :

E. sakazakii pertamakali ditemukan pada tahun 1958 pada 78 kasus bayi dengan infeksi meningitis. E. sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari family enterobacteriaceae. Organisma ini dikenal sebagai “yellow pigmented Enterobacter cloacae”.

Pada tahun 1980, bakteri diperkenalkan sebagai jenis yang baru berdasarkan perbedaan analisa hibridasi DNA, reaksi biokimia dan uji kepekaan terhadap antibiotika. Disebutkan dengan hibridasi DNA menunjukkan E sakazakii 53~54% dikaitkan dengan 2 spesies yang berbeda genus yaitu Enterobacter dan Citrobacter.Hasil yang didapatkan adalah klasifikasi alternative dengan temuan genus baru yaotu Cronobacter yang terdiri dari 5 spesies. Pada penelitian terakhir kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk bertahan hidup pada suhi 58 C dalam proses pemanasan rehidrasi susu formula.

Meskipun infeksi karena bakteri ini sangat jarang, tetapi dapat mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya sampai dapat mengancam jiwa, di antaranya adalah :…..

Selengkapnya - LAPORAN PRAKTIKUM: “MENGAMATI ADANYA GEJALA BAKTERI yang ada dalam Susu”

Kaitkata: ,
2010/02/03

LAPORAN PRAKTIKUM – PENGENALAN MIKROSKOP Cahaya Beserta Fungsinya

Tujuan :

Mengenal bagian – bagian mikroskop cahaya beserta fungsinya

Mengenal cara penggunaan dan sifat mikroskop cahaya

Teori :

Mikroskop cahaya

Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama “Compound light
microscope
” adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu
sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop
konvensional.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari
yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah
kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

Jenis lensa

Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.

Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop
sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (
monokuler)
atau ganda (
binokuler).
Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat
preparat.

Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk
menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Cara kerja

Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan               struktur

serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta
berkemampuan untuk memperbesar
bayangan obyek sehingga dapat memiliki             nilai
“apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang
akan             menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik             yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

Kaitkata: ,
2010/01/05

Melakukan Pekerjaan Secara Tim – Manajemen Organisasi

Berikut ini adalah ciri-ciri tim yang memiliki komitmen untuk bekerja bersama. Sebuah tim yang memiliki model semacam ini menerima semua anggota dan menggunakan kekuatannya untuk menghasilkan manfaat bagi tim. Karakteristik tim yang dinamis dan memiliki anggota beragam sebagai berikut:

1. Berorientasi pada opini
a) Berlawanan dengan orang yang bersifat dogmatis, sifat berorientasi pada opini akan mengarahkan orang untuk tidak mengutuk orang lain.
b) Anggota yang berorientasi pada opini memperkenalkan gagasannya tanpa mengusulkan atau bahkan mengisyaratkan agar orang lain memberi posisi istimewa pada gagasannya.
c) Anggota tim mengatakan gagasannya dan meminta gagasan orang lain, bukan menunjukkan bahwa gagasannyalah yang memberi jawaban terhadap permasalahannya.
d) Mereka tidak hanya memfokuskan pada idenya sendiri, tetapi menginvestigasi pendapat orang lain.
2. Berorientasi pada persamaan
a) Dalam kelompok yang beragam, rasa persamaan merupakan titik awal dari komunikasi yang efektif
b) Anggota tim yang berorientasi pada persamaan melihat keragaman sebagai suatu keunggulan “perbedaan yang kita miliki memungkinkan kita untuk mengecek setiap sisi, sudut, puncak dan dasar suatu permasalahan.”
c) Sebuah tim yang berorientasi pada persamaan mengandalkan pada semua anggota.
d) Kepercayaan terhadap anggota tim meningkatkan produktifitas.
3. Berfokus pada tujuan
a) Anggota tim yang memfokuskan pada tujuan kelompok, kecil kemungkinannya akan bercekcok dikarenakan keunikan masing-masing anggota.
b) Keseluruhan anggota tim memiliki tujuan yang sama. ………

……Selengkapnya—Melakukan Pekerjaan Secara Tim

Kaitkata:
2009/08/29

Menyusun Laporan Ilmiah

Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah.

1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.

2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.

3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.

4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.

5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

1. Bagian Pendahuluan, terdiri atas:

Kaitkata: ,
2009/08/12

Lingkup Pekerjaan Konsultan Pengawas

1. Time schedule pekerjaan

Pada suatu proyek, pihak pengawas diberikan waktu oleh pemilik proyek untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk dapat mengendalikan serta mengontrol suatu proyek ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya,maka dibuat time schedule dan diagram kurva S.

Time schedule merupakan rencana waktu yang digunakan untuk memulai kegiatan pembangunan sampai bangunan tersebut selesai dibangun, di mana ini menjadi pedoman bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan sehari-harinya agar pekerjaan berjalan lancar dan efisien.

Data yang diperlukan untuk menyusun time schedule adalah sebagai berikut :

Ø Gambar konstruksi dan arsitekturnya.

Ø Peraturan dan syarat sesuai bestek.

Ø Situasi proyek.

Ø Waktu yang tersedia.

Ø [Jenis pekerjaan.

Ø Material dan alat yang tersedia serta jumlah tenaga kerja dan ahlinya.

Data pelaksanaannya memiliki dua time schedule yang didalamnya terdapat diagram kurva S :

1. Diagram kurva S rencana, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang direncanakan untuk dicapai setiap minggunya.

2. Diagram kurva S pelaksanaan, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang dilaksanakan setiap minggunya.

Faktor yang harus diperhatikan dalam menyusun time schedule, yaitu :

1. Kemampuan untuk kebutuhan tenaga manusia.

2. Peralatan dan fasilitas.

3. Urut-urutan pekerjaan dan waktu pelaksanaan.

4. Material yang dibutuhkan.

5. Biaya yang tersedia.

6. Man power schedule.

Adapun tujuan dari pembuatan time schedule adalah :

1. Untuk mencapai waktu pelaksanaan yang telah diatur dengan efektif dan efisien.

2. Untuk mencapai urut-urutan pekerjaan dan penyediaan tenaga dan bahan secara sistematis.

3. Untuk mencapai hasil fisik.

Sedangkan fungsi time schedule adalah :

1. Sebagai pegangan bagi kontraktor.

2. Sebagai sarana pengaturan pelaksanaan pekerjaan.

3. Sebagai sarana pengontrol / pengendali terhadap pencapaian prestasi dan penentuan sanksi.

____________________________________________

…..Lebih lengkap tentang Konsultan Arsitektur

Kaitkata: ,
2009/07/28

Persyaratan Sanitasi – pada Perancangan Kantor A

Sistem saluran yang digunakan pada sanitasi dapat dibedakan menjadi sistem saluran terbuka dan sistem saluran tertutup. Untuk air hujan dan air kotor lainnya dapat menggunakan sistem pengurasan atau sistem selokan terbuka, atau ada juga sistem ganda yang memisahkan antara air hujan dan air kotor lainnya. Saluran sanitasi bisa di dalam tanah atau dipermukaan tanah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan yang ada.

Pipa, sebagai salah satu sistem saluran sanitasi, harus memenuhi syarat tertentu untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Ia harus kedap air, awet, dan tahan air, serta tidak mengandung zat yang dapat mencemari air bila digunakan pada saluran air bersih. Bahan saluran atau bahan pipa dapat berupa pipa beton, pipa keramik (tanah), dan pipa keramik dengan lapisan tembikar. Bahan-bahan itu biasanya digunakan untuk saluran kota. Adapula jenis pipa dari besi cor, baja, plastik (polyetylen/PE, polypropylen/PP, polyvinilchlorid/PVC), asbes-semen (eternit), dan pipa timah. Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk instalasi di dalam gedung atau rumah.

Pemasangan pipa untuk masing-masing saluran air bersih, air kotor, dan air kotoran harus terpisah dan diusahakan untuk tidak bersilangan atau bertumpuk. Apabila terpaksa bersilangan, harus mempunyai cukup jarak antara masing-masing pipa, dengan pipa air bersih terletak di atas saluran air yang lain dan diberi penyekat untuk mengantisipasi bila terjadi kebocoran agar air bersih tidak tercemar air kotor, apalagi air kotoran. Pada sambungan-sambungan pipa harus diperhatikan kekedapannya, jangan sampai terjadi kebocoran, demikian juga dengan sambungan antara pipa dengan tempat penampungan, misalnya dengan septiktank dan resapan, juga antara pipa dengan kran, dan antara saluran dengan bak kontrol dan tempat-tempat yang perlu mendapat perhatian khusus yang lain.

Selain saluran, peralatan atau komponen sanitasi yang lain seperti bak air, septiktank, dan bak kontrol harus benar-benar kedap air. Bahan tempat menyimpan air bersih, yaitu bak air bawah dan bak air atas harus bebas dari zat yang dapat merusak air. Bak air bawah biasanya dari beton cor, diletakkan di tempat yang serendah mungkin agar dapat menerima air dengan tekanan yang kecil sekalipun, dan bak air atas biasanya dari bahan yang ringan, seperti plastik atau aluminium, terkadang bak air atas juga dapat dibuat dari beton cor dengan kontruksi khusus. Bak air atas diletakkan lebih tinggi dari pemakai air (kran pemakaian) yang paling tinggi, agar air dapat mengalir dengan lancar menggunakan gaya grafitasi.

Penempatan resapan harus jauh dari sumur, bila ada yang menggunakan air tanah untuk kebutuhan air bersih, dengan jarak minimal 10 meter. Resapan dibuat dengan bahan-bahan yang mudah meresapkan air, namun cukup baik untuk menyaring air kotor sebelum meresap ke dalam tanah.

….Lebih lengkap tentang Perancangan Arsitektur

.

2009/07/06

Konsultan Pengawas

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Direksi pengawas sebagai ketua tim pengawas secara keseluruhan, bertanggung jawab atas kesesuaian pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Baik dalam hal teknis, maupun spesifikasi, penjadwalan, dan administrasi. Koordinasi pengawas sebagai pemimpin kelompok pengawas di lapangan yang menangani bidang tertentu ( bidang struktur, finishing, arsitektur, dan sebagainya ).

Pengawas lapangan sebagai pelaksana pengawas langsung di lapangan yang bertanggung jawab kepada koordinator pengawas.

Tugas dan wewenang konsultan pengawas adalah mengawasi perkembangan pekerjaan yang dilakukan selama proses pembangunan. Pengawasan yang dilakukan meliputi segi kualitas dan kuantitas bahan yang digunakan untuk membangun ruko tersebut, serta waktu pelaksanaan pembangunannya.

Diagram Kurva S yang telah dibuat oleh pemborong yang diikuti perkembangannya sesuai dengan kemajuan pekerjaan di lokasi proyek oleh konsultan pengawas.

Kemajuan pekerjaan di hitung setiap minggunya dan jenis pekerjaan apa yang telah dilakukan oleh pemborong di lapangan, di mana proyek ini berjalan dari tanggal 1 September 2003 sampai dengan. Yang di mulai dari pekerjaan persiapan hingga pekerjaan finishing. Adapun jenis pekerjaan yang ada di sini adalah :

a. Pekerjaan persiapan.

Meliputi : pembersihan lokasi, Uitzet : Bouwplank, Direksi keet, Air dan listrik kerja. Jumlah bobot pekerjaan ini adalah 0.51 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah empat minggu.

b. Pekerjaan tanah dan pondasi .

Meliputi : Pondasi tiang pancang D 20 x 20 cm, h = 24 meter, poer TP 1, poer TP 2, poer TP 3, Galian tanah, Urug pasir dipadatkan, lantai kerja beton, Pondasi batu kali, Aanstampeng, Pondasi plat lajur ( L = 1,5 t = 0,5 ), Urug sirtu dalam bangunan ( t = 1.00 meter ), Pemadatan bawah lantai. Bobot pekerjaan tanah dan pondasi 8,57 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah 3 minggu

c. Pekerjaan beton ( K 225)

Rabatan bawah lantai, Sloof 20 / 30, Sloof 20 / 50, Kolom 40 / 40 ( K 1 ), Kolom bulat D 30 cm ( K 2 ), Kolom 30 / 30 ( K 3 ), Kolom 12 / 12 ( K P ), Balok 25 / 40 ( B 1 ) gate, Balok 25 / 50 ( B 2 ) gate, Balok 25 / 35 ( B 3 ) gate, Balok 25 / 35 ( B 4 ) ruko, Balok 20 / 45 ( B 5 ) ruko, Balok 20 / 25 ( B 6 ) ruko, Balok 15 / 25 ( B 7 ), Plat lantai ( t = 12 cm ), Plat atap ( t = 10 cm ), Kubah, Plat jendela lengkung ( t = 10 cm ), Tangga beton lantai 1, Tangga beton lantai 2, Tangga beton lantai 3, Tangga beton lantai 4, Listplank beton. Bobot pekerjaan ini adalah 47,23 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah 2 minggu.

d. Pekerjaan pasangan dan plesteran.

Meliputi : Bata tembok lantai 1 ( 1 : 6 ), Bata tembok lantai 1 ( 1 : 3 ), Bata tembok lantai 2, Bata tembok lantai 3, Bata tembok lantai 4, Bata tembok lantai 5, Bata tembok KM, Plesteran + aci lantai 1, Plesteran + aci lantai 2, Plesteran + aci lantai 3, Plesteran + aci lantai 4, Plesteran + aci lantai 5, Plesteran trasraam, Benangan ( kolom, tembok, tangga ). Bobot pekerjaan ini adalah 11,41%. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah

e. Pekerjaan kusen ( alumuniumYKK )

Meliputi : kusen jendela ( 2,2 x 3.8 ), Kusen jendela lengkung d = 3,2 m, ), Kusen jendela lengkung d = 6,2 m, Kusen jendela bulat d = 0,6 m, Kusen jendela kamper ( 0,6 x 1,8 ), Kusen pintu kamper ( 2,1 x 1,62 ), Kusen pintu kamper ( 0,8 x 2,1 ), kusen pintu kamper ( 2,1 x 1,62 ). Bobot pekerjaan ini adalah 4,59 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

f. Pekerjaan dan pintu.

Meliputi : pintu panil, pintu PVC, pintu besi ( ruang ME ), pintu panil oriental.Bobot pekerjaan ini adalah 1,21 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

g. Pekerjaan jendela ( Aluminium )

Meliputi : jendela kaca polos, jendela kaca lengkung t = 12 mm, Jendela kaca bouvenlight. Bobot pekerjaan ini adalah 0,48 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

h. Pekerjaan folding door besi ruko.

Meliputi : Pintu harmonica t = 2,60 m. Bobot pekerjaan ini adalah 3,92 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

i. Pekerjaan atap beton.

Meliputi : Talang beton, waterproofing coating, Screeding atap t = 5 cm. Bobot pekerjaan ini adalah 1,84 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

j. Pekerjaan railing ( galvanis ).

Meliputi : Railing tangga lantai 1, Railing tangga lantai 2, Railing tangga lantai 3, Railing tangga lantai 4, Railing tangga teras. Bobot pekerjaan ini adalah 2,37 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

k. Pekerjaan lantai / dinding.

Meliputi : Lantai teras 30 x 30, lantai R. utama 30 x 30, Lantai KM / WC 20 x 20, Dinding KM / WC 20 x 20, Keramik tangga 20 x 20, Stepnosing tangga 10 x 20, Plint lantai kaca rayban. Bobot pekerjaan ini adalah 6,09 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

l. Pekerjaan pengecatan.

Meliputi : Cat dinding luar, Cat dinding dalam, Cat plafond, Cat kusen, cat pintu / jendela, Cat listplank, Cat pintu, lipat besi, Cat besi railing. Bobot pekerjaan ini adalah 4,39 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

m. Pekerjaan sanitair.

Meliputi : Closet duduk, Wastafel, Tempat sabun, Floor drain, Kran tembok, Kran wastafel, Bak mandi, Avour. Bobot pekerjaan ini adalah 1,79 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

n. Pekerjaan instalansi air bersih.

Meliputi : PVC 1/2″, PVC 3/4″. Bobot pekerjaan ini adalah 0,26 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

o. Pekerjaan instalansi air kotor.

Meliputi : PVC 3″ D, PVC 4″ D. Bobot pekerjaan ini adalah 1,14 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

p. Pekerjaan instalansi listrik.

Meliputi : Sekering box / kotak panel, Titik lampu, Stop kontak, Outlet telepon + instalansi (Berker), Outlet parabola + instalansi (Berker), Penangkal petir, Instalansi bel, Kabel panel tuvur (4 x 4), Saklar ganda. Bobot pekerjaan ini adalah 1,96 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

q. Pekerjaan plafond

Meliputi : Plafond KM / WC, finishing plafond. Bobot pekerjaan ini adalah 0,93 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

r. Pekerjaan lain – lain.

Meliputi : Tandon air 1 m3 + instalansi + pelampung + tutup, Septictank + resapan, Bak sampah + tutup, Bak control 30 x 30, Bak control meter PDAM + tutup, Pompa air DAB, Kubah / tegola, Lampu pengaman / Obstruction light. Bobot pekerjaan ini adalah 1,30 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.


Uraian Khusus


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata:
2009/05/12

LAPORAN HASIL TEST PRODUKSI JUMAT, 2 MARET

Test kali ini untuk mencoba produksi D7,0. Menggunakan 13 Stand yaitu 1 stand roughing (terdiri dari 7 pass), 6 stand intermediate, dan 6 stand finishing. Speed motor F1=706,   F2=865 RPM, F3=994, F4=1095, F5=1067, dan F6=1022 RPM.

BILLET

PUKUL

URAIAN

17

16.10

Macet pada I5 (stand 6) karena terjadi trip pada motornya.

Ada potongan material sepanjang ± 12 meter dikeluarkan sebelum I3 (stand 4). Sementara itu, juga dilakukan perbaikan pada pisau crop shear karena tidak lurus dengan jalannya material.

27

17.00

Material dipotong menjadi dua bagian sebelum masuk I3.

Potongan yang dimasukkan lewat jalur luar tidak dapat masuk I3, sedangkan yang lewat jalur dalam berhasil hingga repeater.

37

Material kembali tidak dapat masuk I3 (stand 4) karena saluran tidak lurus dengan entry guide sebelum I3. Meskipun ujung material dipotong, masih tetap tidak dapat masuk, sehingga terpaksa material dikeluarkan.

47

Dengan menggunakan crop shear, material dipotong menjadi dua bagian. Satu potong tidak dapat masuk I3, dan satu potong lagi macet di entry guide sebelum F1 (stand 8) dan ekornya macet di saluran setelah I6.

57

17.50

Couble di saluran repeater jalur dalam, dan sebagian material berhasil hingga cooling bed ± 60 meter, dengan ukuran 7,1 dan terdapat kuping.

67

Speed motor F1=706,   F2=865 RPM, F3=994, F4=1095, F5=1067, dan F6=1022 RPM.

Couble di saluran repeater jalur dalam, dan sebagian material berhasil hingga cooling bed ± 26 meter, dengan hasil masih terdapat kuping.

Setelah itu dilakukan setting pada saluran I6, work roll F4, dan guide F4.

77

19.35

Terjadi couble di I5 (stand 6), dan terdapat potongan material yang dikeluarkan sebelum I3 sepanjang ± 3 meter.

87

Couble di F5 (stand 12) dan I6 (stand 7) karena air cylinder tidak berfungsi disebabkan valve udara rusak.

97

Dikeluarkan sebelum I3 karena kesulitan masuk entry guide sebelum I3 disebabkan ujung material sudah hitam.

107

Material keluar jalur ketika dipotong dengan crop shear, disebabkan mata pisau crop shear pecah.

Test produksi berakhir hingga pukul 20.10 yaitu selama 4 jam melakukan percobaan dengan menggunakan 10 potong billet ukuran 60×60 dan masih belum berhasil.

Kesulitan yang dihadapi masih berfariasi, dari terjadinya trip pada motor, kegagalan di repeater, hingga kerusakan pada pisau crop shear, juga masih terdapat tension yang terlalu besar di stand-stand finishing karena kesulitan dalam setting RPM motor DC. Couble yang terjadi kemungkinan disebabkan karena setting guide yang kurang sempurna dan hasil caliber dari rolling di stand sebelumnya yang kurang sesuai dengan desain yang telah dibuat sehingga tidak cocok dengan entry guide pada stand berikutnya. Hingga laporan ini dibuat, masih dilakukan perbaikan pada semua stand dan semua komponen produksi terutama setting work roller dan entry guide serta delivery guide yang paling menentukan pada hasil produksi.

Dari Praktek


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.