Archive for ‘Proyek’

2011/02/04

Pelatihan Internal Audit I (Definisi, Tujuan, Jenis, Istilah)

AUDIT (definisi)

Pengujian sistimatis, mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dipenuhi

.

Tujuan Quality Audit

  • Untuk menentukan apakah quality sistem telah sesuai dengan standard mutu ISO 9001:2008
  • Untuk memverifikasi apakah quality sistem telah dilaksanakan oleh semua lapisan organisasi sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
  • Untuk mengevaluasi keefektifan dari quality sistem dalam rangka memenuhi persyaratan mutu dan pencapaian target managemen.
  • Untuk mengidentifikasi nonconformity dan conformity terhadap persyaratan quality sistem
  • Untuk mengidentifikasi Improvement dan perbaikan yang diperlukan.

 

Jenis-Jenis Audit berdasarkan auditornya

Internal Audit (first party)

Audit yang dilaksanakan oleh  perusahaan sendiri. Tujuannya a.l : Menjaga keefektifan sistem manajemen mutu yang ada.

External Audit (second party)

Audit yang dilakukan perusahaan terhadap vendor. Tujuannya a.l Melihat sistem mutu vendor untuk memastikan kemampuan vendor dalam mengirim produk yang baik dan konsisten baik.

Extrinsic Audit (third party)

Audit yang dilaksanakan oleh suatu badan yang independent (third party), e.g : KEMA, SGS, TUV, BVQI, Lloyd R. dll. Tujuannya a.l Memeriksa kesesuaian sistem mutu yang dipunyai oleh perusahaan  terhadap  standard  mutu ISO 9001:2008

 

Definisi / Istilah (ISO 19011:2005)

Auditor: Seseorang yang mempunyai kompetensi unuk melakukan Audit.

Lead Auditor: Auditor yang mengatur kegiatan Quality Audit.

Auditee: seseorang atau organisasi yang diaudit.

Nonconformity: Ketidaksesuaian terhadap suatu persyaratan Quality system atau standard lain yang menjadi referensi.

Improvement Opportunity / Observation: Bukan Nonconformity tapi bila tetap dilakukan kurang efektif dalam mencapai tujuan

 

 

.

2009/07/06

Konsultan Pengawas

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Direksi pengawas sebagai ketua tim pengawas secara keseluruhan, bertanggung jawab atas kesesuaian pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Baik dalam hal teknis, maupun spesifikasi, penjadwalan, dan administrasi. Koordinasi pengawas sebagai pemimpin kelompok pengawas di lapangan yang menangani bidang tertentu ( bidang struktur, finishing, arsitektur, dan sebagainya ).

Pengawas lapangan sebagai pelaksana pengawas langsung di lapangan yang bertanggung jawab kepada koordinator pengawas.

Tugas dan wewenang konsultan pengawas adalah mengawasi perkembangan pekerjaan yang dilakukan selama proses pembangunan. Pengawasan yang dilakukan meliputi segi kualitas dan kuantitas bahan yang digunakan untuk membangun ruko tersebut, serta waktu pelaksanaan pembangunannya.

Diagram Kurva S yang telah dibuat oleh pemborong yang diikuti perkembangannya sesuai dengan kemajuan pekerjaan di lokasi proyek oleh konsultan pengawas.

Kemajuan pekerjaan di hitung setiap minggunya dan jenis pekerjaan apa yang telah dilakukan oleh pemborong di lapangan, di mana proyek ini berjalan dari tanggal 1 September 2003 sampai dengan. Yang di mulai dari pekerjaan persiapan hingga pekerjaan finishing. Adapun jenis pekerjaan yang ada di sini adalah :

a. Pekerjaan persiapan.

Meliputi : pembersihan lokasi, Uitzet : Bouwplank, Direksi keet, Air dan listrik kerja. Jumlah bobot pekerjaan ini adalah 0.51 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah empat minggu.

b. Pekerjaan tanah dan pondasi .

Meliputi : Pondasi tiang pancang D 20 x 20 cm, h = 24 meter, poer TP 1, poer TP 2, poer TP 3, Galian tanah, Urug pasir dipadatkan, lantai kerja beton, Pondasi batu kali, Aanstampeng, Pondasi plat lajur ( L = 1,5 t = 0,5 ), Urug sirtu dalam bangunan ( t = 1.00 meter ), Pemadatan bawah lantai. Bobot pekerjaan tanah dan pondasi 8,57 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah 3 minggu

c. Pekerjaan beton ( K 225)

Rabatan bawah lantai, Sloof 20 / 30, Sloof 20 / 50, Kolom 40 / 40 ( K 1 ), Kolom bulat D 30 cm ( K 2 ), Kolom 30 / 30 ( K 3 ), Kolom 12 / 12 ( K P ), Balok 25 / 40 ( B 1 ) gate, Balok 25 / 50 ( B 2 ) gate, Balok 25 / 35 ( B 3 ) gate, Balok 25 / 35 ( B 4 ) ruko, Balok 20 / 45 ( B 5 ) ruko, Balok 20 / 25 ( B 6 ) ruko, Balok 15 / 25 ( B 7 ), Plat lantai ( t = 12 cm ), Plat atap ( t = 10 cm ), Kubah, Plat jendela lengkung ( t = 10 cm ), Tangga beton lantai 1, Tangga beton lantai 2, Tangga beton lantai 3, Tangga beton lantai 4, Listplank beton. Bobot pekerjaan ini adalah 47,23 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah 2 minggu.

d. Pekerjaan pasangan dan plesteran.

Meliputi : Bata tembok lantai 1 ( 1 : 6 ), Bata tembok lantai 1 ( 1 : 3 ), Bata tembok lantai 2, Bata tembok lantai 3, Bata tembok lantai 4, Bata tembok lantai 5, Bata tembok KM, Plesteran + aci lantai 1, Plesteran + aci lantai 2, Plesteran + aci lantai 3, Plesteran + aci lantai 4, Plesteran + aci lantai 5, Plesteran trasraam, Benangan ( kolom, tembok, tangga ). Bobot pekerjaan ini adalah 11,41%. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah

e. Pekerjaan kusen ( alumuniumYKK )

Meliputi : kusen jendela ( 2,2 x 3.8 ), Kusen jendela lengkung d = 3,2 m, ), Kusen jendela lengkung d = 6,2 m, Kusen jendela bulat d = 0,6 m, Kusen jendela kamper ( 0,6 x 1,8 ), Kusen pintu kamper ( 2,1 x 1,62 ), Kusen pintu kamper ( 0,8 x 2,1 ), kusen pintu kamper ( 2,1 x 1,62 ). Bobot pekerjaan ini adalah 4,59 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

f. Pekerjaan dan pintu.

Meliputi : pintu panil, pintu PVC, pintu besi ( ruang ME ), pintu panil oriental.Bobot pekerjaan ini adalah 1,21 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

g. Pekerjaan jendela ( Aluminium )

Meliputi : jendela kaca polos, jendela kaca lengkung t = 12 mm, Jendela kaca bouvenlight. Bobot pekerjaan ini adalah 0,48 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

h. Pekerjaan folding door besi ruko.

Meliputi : Pintu harmonica t = 2,60 m. Bobot pekerjaan ini adalah 3,92 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

i. Pekerjaan atap beton.

Meliputi : Talang beton, waterproofing coating, Screeding atap t = 5 cm. Bobot pekerjaan ini adalah 1,84 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

j. Pekerjaan railing ( galvanis ).

Meliputi : Railing tangga lantai 1, Railing tangga lantai 2, Railing tangga lantai 3, Railing tangga lantai 4, Railing tangga teras. Bobot pekerjaan ini adalah 2,37 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

k. Pekerjaan lantai / dinding.

Meliputi : Lantai teras 30 x 30, lantai R. utama 30 x 30, Lantai KM / WC 20 x 20, Dinding KM / WC 20 x 20, Keramik tangga 20 x 20, Stepnosing tangga 10 x 20, Plint lantai kaca rayban. Bobot pekerjaan ini adalah 6,09 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

l. Pekerjaan pengecatan.

Meliputi : Cat dinding luar, Cat dinding dalam, Cat plafond, Cat kusen, cat pintu / jendela, Cat listplank, Cat pintu, lipat besi, Cat besi railing. Bobot pekerjaan ini adalah 4,39 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

m. Pekerjaan sanitair.

Meliputi : Closet duduk, Wastafel, Tempat sabun, Floor drain, Kran tembok, Kran wastafel, Bak mandi, Avour. Bobot pekerjaan ini adalah 1,79 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

n. Pekerjaan instalansi air bersih.

Meliputi : PVC 1/2″, PVC 3/4″. Bobot pekerjaan ini adalah 0,26 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

o. Pekerjaan instalansi air kotor.

Meliputi : PVC 3″ D, PVC 4″ D. Bobot pekerjaan ini adalah 1,14 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

p. Pekerjaan instalansi listrik.

Meliputi : Sekering box / kotak panel, Titik lampu, Stop kontak, Outlet telepon + instalansi (Berker), Outlet parabola + instalansi (Berker), Penangkal petir, Instalansi bel, Kabel panel tuvur (4 x 4), Saklar ganda. Bobot pekerjaan ini adalah 1,96 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

q. Pekerjaan plafond

Meliputi : Plafond KM / WC, finishing plafond. Bobot pekerjaan ini adalah 0,93 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

r. Pekerjaan lain – lain.

Meliputi : Tandon air 1 m3 + instalansi + pelampung + tutup, Septictank + resapan, Bak sampah + tutup, Bak control 30 x 30, Bak control meter PDAM + tutup, Pompa air DAB, Kubah / tegola, Lampu pengaman / Obstruction light. Bobot pekerjaan ini adalah 1,30 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.


Uraian Khusus


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Tag:
2009/05/12

LAPORAN HASIL TEST PRODUKSI JUMAT, 2 MARET

Test kali ini untuk mencoba produksi D7,0. Menggunakan 13 Stand yaitu 1 stand roughing (terdiri dari 7 pass), 6 stand intermediate, dan 6 stand finishing. Speed motor F1=706,   F2=865 RPM, F3=994, F4=1095, F5=1067, dan F6=1022 RPM.

BILLET

PUKUL

URAIAN

17

16.10

Macet pada I5 (stand 6) karena terjadi trip pada motornya.

Ada potongan material sepanjang ± 12 meter dikeluarkan sebelum I3 (stand 4). Sementara itu, juga dilakukan perbaikan pada pisau crop shear karena tidak lurus dengan jalannya material.

27

17.00

Material dipotong menjadi dua bagian sebelum masuk I3.

Potongan yang dimasukkan lewat jalur luar tidak dapat masuk I3, sedangkan yang lewat jalur dalam berhasil hingga repeater.

37

Material kembali tidak dapat masuk I3 (stand 4) karena saluran tidak lurus dengan entry guide sebelum I3. Meskipun ujung material dipotong, masih tetap tidak dapat masuk, sehingga terpaksa material dikeluarkan.

47

Dengan menggunakan crop shear, material dipotong menjadi dua bagian. Satu potong tidak dapat masuk I3, dan satu potong lagi macet di entry guide sebelum F1 (stand 8) dan ekornya macet di saluran setelah I6.

57

17.50

Couble di saluran repeater jalur dalam, dan sebagian material berhasil hingga cooling bed ± 60 meter, dengan ukuran 7,1 dan terdapat kuping.

67

Speed motor F1=706,   F2=865 RPM, F3=994, F4=1095, F5=1067, dan F6=1022 RPM.

Couble di saluran repeater jalur dalam, dan sebagian material berhasil hingga cooling bed ± 26 meter, dengan hasil masih terdapat kuping.

Setelah itu dilakukan setting pada saluran I6, work roll F4, dan guide F4.

77

19.35

Terjadi couble di I5 (stand 6), dan terdapat potongan material yang dikeluarkan sebelum I3 sepanjang ± 3 meter.

87

Couble di F5 (stand 12) dan I6 (stand 7) karena air cylinder tidak berfungsi disebabkan valve udara rusak.

97

Dikeluarkan sebelum I3 karena kesulitan masuk entry guide sebelum I3 disebabkan ujung material sudah hitam.

107

Material keluar jalur ketika dipotong dengan crop shear, disebabkan mata pisau crop shear pecah.

Test produksi berakhir hingga pukul 20.10 yaitu selama 4 jam melakukan percobaan dengan menggunakan 10 potong billet ukuran 60×60 dan masih belum berhasil.

Kesulitan yang dihadapi masih berfariasi, dari terjadinya trip pada motor, kegagalan di repeater, hingga kerusakan pada pisau crop shear, juga masih terdapat tension yang terlalu besar di stand-stand finishing karena kesulitan dalam setting RPM motor DC. Couble yang terjadi kemungkinan disebabkan karena setting guide yang kurang sempurna dan hasil caliber dari rolling di stand sebelumnya yang kurang sesuai dengan desain yang telah dibuat sehingga tidak cocok dengan entry guide pada stand berikutnya. Hingga laporan ini dibuat, masih dilakukan perbaikan pada semua stand dan semua komponen produksi terutama setting work roller dan entry guide serta delivery guide yang paling menentukan pada hasil produksi.

Dari Praktek


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


2009/04/24

Studi untuk Perancangan – Kantor Pusat PT A

2.1. TEORI PERKANTORAN

Pengertian Perkantoran

Menurut Drs. Kamisa, kantor berarti: bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi.  Menurut Erns Neufert, bahwa didalam bangunan perkantoran pekerjaan utamanya adalah dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan pembuatan maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi tersebut.  Jadi perkantoran adalah bangunan yang digunakan untuk pekerjaan administrasi dan manajerial.

Rancangan Perkantoran

Umumnya pemakai ruang kerja perkantoran tidak perlu berpindah-pindah, karena telah dilengkapi dengan ruang untuk mesin-mesin, kantin, ruang rapat, arsip, perpustakaan dan aktivitas penunjang lainnya.

Perkantoran umumnya dapat dirancang dengan menciptakan hubungan antar ruang yang tepat sesuai dengan bagian-bagian pengorganisasian. Dapat pula mengurangi jarak capai antar ruang vertikal maupun horizontal. Begitu juga dalam upaya visual antar bagian dengan menciptakan hubungan yang akrab. Bentuk bangunan lainnya dapat pula digunakan untuk memperjelas keadaan ini, yakni dengan menata bagian-bagian komponen bebas, misalnya perabot, secara maksimal.

Kebutuhan ruang kantor dapat dihitung dengan menggunakan dua cara bersamaan, yakni:

1) ruang gerak orang (misalnya standar ruang perorangan x jumlah orang) + ruang tambahan untuk sarana penunjang + faktor (biasanya 15 %) untuk sirkulasi utama; ruang bebas untuk bukan orang, misalnya untuk ruang mesin, perpustakaan, dimana lebih tergantung pada banyaknya peralatan dibandingkan jumlah orang yang membutuhkan ruang kerjanya, sehingga untuk menghitungnya dapat digunakan dasar pemikiran praktis dari benda-benda tersebut;

2) dan atau dengan cara memperbandingkan contoh-contoh yang ada; kemudian suatu faktor ditambahkan untuk sirkulasi yang ada.

Untuk menyiapkan denah ruang yang tumpang tindih, misalnya menghubungkan satu departemen dengan departemen yang lainnya dalam suatu bangunan yang sudah ada, atau bahkan untuk menyusun komposisi pada bangunan kantor yang baru; maka perlu dipelajari hubungan kerja antar bagian dari perusahaan tersebut atau jika perlu diadakan penelitian yang lebih rinci.

2.2. PENGERTIAN PROYEK

Pengertian judul proyek untuk Tugas Akhir Konsepsi “Perancangan Ulang Kantor Pusat PT A di Surabaya” dijelaskan sebagai berikut:

Menurut Drs. Kamisa, ulang berarti: kembali; lagi; berkali-kali. Perancangan sama dengan: proses, cara, perbuatan merancang. Dan merancang diartikan: mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, atau melakukan sesuatu), merencanakan.

Perancangan dalam konteks arsitektur, adalah semata-mata usulan pokok yang mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih baik. Perancangan dapat dianggap sebagai sesuatu proses tiga bagian yang terdiri dari keadaan semula suatu metode atau proses tranformasi, dan sesuatu keadaan masa depan yang dibayangkan. Perancangan terjemahan dari design – yang dalam bentuk kata kerjanya dapat diartikan “merancang, untuk tujuan” – diartikan sebagai suatu produk perumusan keinginan atau cita-cita masa datang yang merupakan penguraian/bagian-bagian dari produk perencanaan. Sedangkan perencanaan sendiri terjemahan dari planning merupakan suatu hasil rangkaian kerja untuk merumuskan sesuatu yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat membawa keuntungan, tetapi dengan anggapan bahwa akan ada tindakan-tindakan selanjutnya berupa rangkaian kegiatan sistematis lainnya. Tindakan yang dirumuskan semula itu masih bersifat terbuka bagi kemungkinan adanya pilihan cara tindakan lain, dan mungkin disesuaikan apabila dianggap kurang menguntungkan pada saat tertentu. Jadi perancangan adalah kelanjutan yang berbentuk uraian atau penjabaran dari perencanaan.

Perancangan ulang terjemahan dari redesign, yang berarti tindakan merancang sekali lagi, yang sebelumnya telah ada rancangan pada suatu objek yang sama. Perancangan ulang ini dilakukan karena adanya kekurang-kekurangan pada rancangan yang lama, dan membuat rancangan baru yang diharapkan dapat lebih baik dan lebih menguntungkan.

Menurut Dhanny R. Cyssco dan Dr. Jack Dawson, pusat sama dengan center, bagian tengah. Dan menurut William D. Powell, dapat juga disamakan dengan main, yang berarti utama, besar, induk. Jadi kantor pusat dapat diartikan sebagai kantor utama atau kantor induk yang berada di bagian tengah.

PT A adalah nama perusahaan pemilik kantor tersebut. Dan Surabaya adalah nama kota tempat kantor itu berada.

Jadi Perancangan Ulang Kantor Pusat PT A di Surabaya dapat dijabarkan menjadi perumusan keinginan atau cita-cita yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat lebih membawa keuntungan dibandingkan rancangan sebelumnya pada objek bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi dan organisasi milik PT A di suatu kota bernama Surabaya.

2.3. LOKASI DAN SITUASI TAPAK

Tapak berada di kawasan Margomulyo Permai yakni di wilayah barat Surabaya yang mulai dikembangkan dengan intensif sejak tahun 80-an. Dan sejak awal 90-an Margomulyo telah terkenal sebagai daerah industri dan pergudangan. Sejak saat itu banyak dibangun pabrik-pabrik, gudang dan area perdagangan serta area komersial lainnya. Dengan lokasi yang tidak jauh dari gerbang tol dan akses ke dermaga dan ke stasiun, serta akses ke pusat kota, membuat daerah ini cepat berkembang dan banyak diminati.

Wilayah kota Surabaya terletak pada 7,12° Lintang Selatan sampai 7,21° Lintang Selatan dan 112,36° Bujur Timur sampai 112,54° Bujur Timur. Luas wilayah 326,37 km2, terbagi dalam 5 wilayah pembantu walikota, 28 wilayah kecamatan dan 163 wilayah kelurahan. Jumlah penduduk 2.599.796 (2000), jumlah keluarga 709.991. Wilayahnya merupakan daratan rendah dengan ketinggian 3 sampai 6 meter diatas permukaan air laut, kecuali di sebelah barat-selatan yang ketinggiannya mencapai 25 sampai 50 meter diatas permukaan air laut. Lokasi tapak terhadap kawasan Margomulyo Permai terlihat pada gambar berikut:

2.4. STRUKTUR ORGANISASI PT A

PT A telah menerapkan sistem manajemen yang cukup tepat bagi organisasi perusahaannya. Dari struktur organisasi ini akan didapat semua pengguna, karakter, dan aktivitasnya berdasarkan posisi dan jabatannya.

2.5. STUDI BANDING

Kantor Pusat PT Boma Bisma Indra, Pasuruan

o Bidang usaha

Bidang usaha perusahaan ini adalah jasa perbengkelan, permesinan, dan foundry.

o Fasilitas Bangunan Perkantoran

Pintu masuk barang di bedakan dengan pintu masuk utama.

Kantor PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo

o Bidang usaha

Bidang usaha perusahaan ini adalah jasa permesinan, foundry, dan rolling mill, perbengkelan hanya melayani kebutuhan perusahaan sendiri.

o Fasilitas Bangunan Perkantoran

Fasilitas yang terdapat pada kantor PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo, adalah ruang-ruang kantor, ruang tamu/ruang tunggu, ruang servis, ruang rapat, laboratorium foundry. Terdapat juga ruang-ruang kantor yang menjadi satu dengan bengkel.

Setelah memarkir kendaraan, pengguna kembali melewati pos penjaga di gerbang utama. Juga terdapat kantor dan ruang laboratorium menjadi satu dengan pabrik. Kantor utama hanya untuk direksi, administrasi, dan pemasaran.

Kantor Pusat PT Bhirawa Steel, Surabaya

Setelah memarkir kendaraan, pengguna kembali melewati pos penjaga di gerbang utama. Juga terdapat kantor dan ruang laboratorium menjadi satu dengan pabrik. Kantor utama hanya untuk direksi, administrasi, dan pemasaran.

Kantor Pusat PT Bhirawa Steel, Surabaya

o Bidang usaha perusahaan ini adalah foundry, dan rolling mill.

o Fasilitas yang terdapat pada kantor pusat PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo, adalah ruang-ruang kantor, ruang tamu/ruang tunggu, ruang servis, ruang arsip, dan ruang rapat.

o Fungsi kantor untuk pekerjaan administrasi, pemasaran, dan manajemen.

Kesimpulan Studi Banding

Berdasarkan pengamatan pada ketiga kantor tersebut dan beberapa kantor lainnya, pengertian dan fungsi perkantoran secara umum adalah sama, yakni untuk kegiatan administrasi dan keorganisasian/manajemen. Ada bagian yang privat yang merupakan kantor-kantor karyawan pada masing-masing bagian, dan bagian publik yang merupakan tempat menerima tamu. Adanya bagian publik ini, adalah terutama untuk bagian pemasaran, dan kantor direksi, yang berhubungan dengan pelanggan, serta bagian yang berhubungan dengan suplier yakni bagian pembelian atau bagian pengadaan. Bagian-bagian tersebut sesuai dengan fungsi dan pengertian perkantoran untuk PT A.

Meskipun kantor-kantor tersebut untuk kebutuhan pabrik, namun fungsinya tetap sama dengan perkantoran secara umum, seperti untuk perusahaan yang bidang usahanya tidak memerlukan pabrik, seperti kantor notaris, perbankan, atau kantor pemerintah. Untuk kantor yang berhubungan dengan pabrik masih terdapat kantor tambahan yang biasanya berada di dalam pabrik, sedangkan kantor pusatnya hanya untuk kegiatan administrasi dan manajemen, dimana seperti kantor secara umum, ada ruang yang khusus digunakan untuk tamu (publik).

2.6. KANTOR PUSAT PT A

Ruang kantor atau perkantoran bagi PT A, disebut kantor pusat karena merupakan kantor utama yang berada di tengah ruang-ruang lain yang juga digunakan untuk kantor dalam tiap-tiap pabriknya. Dengan kata lain ada kantor-kantor lain yaitu ruang yang digunakan seperti kantor namun bersifat sementara, misalnya untuk pencatatan hasil produksi dan penyimpanan gambar kerja sementara. Sedangkan kantor pusat yang merupakan obyek proyek ini adalah kantor yang digunakan untuk seluruh kegiatan administrasi dan organisasi perusahaan, tidak termasuk kantor-kantor kecil yang berada di dalam pabrik tersebut.

Kantor, bagi perusahaan ini tidak berbeda dengan pengertian kantor yang telah dijelaskan diatas. Yakni ruang yang digunakan dalam kegiatan administrasi dan keorganisasian. Jadi penjelasan di atas sudah cukup jelas untuk mengidentifikasi kantor pusat PT A sebagai obyek proyek. Kegiatan administrasi dan organisasi antara lain pengolahan dan penyimpanan data, rapat-rapat, transaksi internal dan eksternal perusahaan, penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan bidang usaha perusahaan, serta kegiatan pelatihan karyawan.

Berikut gambar-gambar kondisi kantor PT A yang lama. Ada beberapa masalah yang harus dibenahi, yang harus ditata dengan lebih baik pada disain yang baru.

Drs. Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penerbit Kartika, Surabaya, 1997.

Erns Neufert, Arsitek Data, Erlangga, Jakarta, 1989 Erns Neufert, Arsitek Data, Erlangga, Jakarta, 1989.

Erns Neufert, op.cit.

Drs. Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penerbit Kartika, Surabaya, 1997.

Kadarono,

Dhanny R. Cyssco dan Dr. Jack Dawson, World Dictionary: English-Indonesian/Indonesian-English, 1999, Jakarta: PT. Pustaka Delapratasa.

William D. Powell, Linguist Version 1.0, PT. Atlantis Programma Prima, 1997.

Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Surabaya, 2003,

Peta Surabaya, 2000

Survey di PT A pada Desember 2004 sampai dengan Pebruari 2005

Dari Catatan Sekolah


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


2009/04/15

Proyek – DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ……………………………………………………………………………………….

Kata Pengantar …………………………………………………………………………………….

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Proyek ………………………………………………………………..

1.2. Tujuan dan Sasaran …………………………………………………………………….

1.3. Batasan Proyek ………………………………………………………………………….

1.4. Sistematika Pembahasan ………………………………………………………………

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1. Alur Perencanaan Proyek …………………………………………………………….

2.1.1. Konsultan Perencana ………………………………………………………..

2.1.2. Syarat Sebagai Konsultan Perencana ……………………………………

2.1.3. Hak, Kewajiban, Tugas, dan Wewenang Konsultan Perencana

2.1.4. Tata Kerja Konsultan Perencana …………………………………………

2.1.5. Cara Konsultan Perencana Mendapatkan Proyek …………………..

2.1.6. Kerangka Acuan Kerja (TOR)…………………………………………….

2.1.7. Pihak-Pihak Yang Terlibat pada Pekerjaan Perencanaan

2.1.8. Hubungan Kerja Antar Pihak ……………………………………………..

2.2. Konsultan Pengawas

2.2.1. Hak, Kewajiban, dan Wewenang Konsultan Pengawas …………..

2.2.2. Lingkup Pekerjaan Pengawas ……………………………………………..

2.2.3. Pelaksanaan Pengawasan Pekerjaan …………………………………….

2.3. Penyusunan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) dalam Proyek ……………..

2.4. Peran Serta Mahasiswa dalam Proyek ……………………………………………

BAB III TINJAUAN KHUSUS

3.1. Uraian R.O.T. ARCHITECT ………………………………………………………..

3.2. Cara Mendapatkan Proyek …………………………………………………………..

3.3. Data-Data Proyek ………………………………………………………………………

3.4. Pembahasan ………………………………………………………………………………

3.4.1. Konsultan Perencana ………………………………………………………..

3.4.2. Konsultan Pengawas …………………………………………………………

BAB IV DATA DAN ANALISA ASPEK-ASPEK PERENCANAAN DAN MEKANISME PELAKSANAAN DALAM PROYEK TAHAP I

4.1. Data dan Analisa Aspek – Aspek Perencanaan Tahap I ……………………….

4.1.1. Pemilihan Design …………………………………………………………………

4.1.2. Aspek Non Fungsional …………………………………………………………

a. Aspek Budaya…………………………………………………………………….

b. Aspek Non Budaya …………………………………………………………….

4.1.3. Aspek Fungsional………………………………………………………………..

a. Aspek Sirkulasi Vertikal ……………………………………………………….

b. Aspek Sirkulasi Horizontal …………………………………………………..

c. Jaringan Infrastruktur ………………………………………………………….

d. Area Parkir ……………………………………………………………………….

e. Analisa Struktur dan Pemilihan Struktur ………………………………….

4.2. Mekanisme Pelaksanaan Proyek Tahap I…………………………………………..

4.2.1. Pemberian Gambar Bestek, Dokumen RAB dan RKS ……………

4.2.2. Pengawasan Teknik Proyek ………………………………………………

a. Pengawasan Persiapan Pekerjaan……………………………………..

b. Pengawasan Pelaksanaan Struktur ……………………………………

c. Pengawasan Pelaksanaan Utilitas ……………………………………..

4.2.3. Pengawasan Administrasi Proyek ……………………………………….

a. Penjadwalan ………………………………………………………………..

b. Pembiayaan………………………………………………………………….

c. Laporan Harian …………………………………………………………….

d. Laporan Mingguan ………………………………………………………..

e. Laporan Bulanan …………………………………………………………..

f. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan ……………………………………

g. Pelaksanaan Rapat …………………………………………………………

BAB V DATA DAN ANALISA ASPEK – ASPEK PERENCANAAN DALAM PROYEK TAHAP II

5.1. Pemilihan Design …………………………………………………………………………

5.2. Aspek Non Fungsional …………………………………………………………………

5.2.1 Aspek Budaya…………………………………………………………………….

5.2.2. Aspek Non Budaya ……………………………………………………………

5.3. Aspek Fungsional………………………………………………………………………..

5.3.1. Aspek Sirkulasi Vertikal ………………………………………………………

5.3.2. Aspek Sirkulasi Horizontal……………………………………………………

5.3.3. Jaringan Infrastruktur …………………………………………………………..

5.3.4. Area Parkir ……………………………………………………………………….

5.3.5. Analisa struktur dan pemilihan struktur…………………………………….

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………….

6.2. Saran ……………………………………………………………………………………….

Dari Catatan Sekolah

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Tag: ,
2009/04/15

Pertanyaan Kelompok PENGHAWAAN -STUDI KERJA LAPANGAN

untuk Identifikasi Permasalahan

A. Umum

Nama :

Pendidikan :

Pekerjaan :

Alamat :

Tipe rumah :

Jumlah Anggota Keluarga :

Keterangan:

B. Masalah Penghawaan

1. Apakah sistim penghawaan yang ada sudah menghasilkan penghawaan yang sesuai dengan yang diinginkan penghuni?

Kenapa?

2. Bagaimana Kondisi temperatur dan kelembaban yang ada?

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi penghawaan?

- Fenomena pergerakan

- Elemen ruang luar (vegetasi & kolam)

- Elemen ruang dalam (penataan perabot & dimensi ruang)

- Elemen bangunan (perletakan dan luas bukaan)

- Orientasi bangunan

4. Sejauh ini apa saja yang sudah dilakukan pada bangunan rumah tinggal sehubungan dengan penghawaan?

5. Gambar denah dan foto rumah?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.962 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: