Arsip untuk ‘Resep Masakan’

2010/11/23

Resep Sayur Merah Kuning Hijau dan Udang Manis

Resep Sayur Merah Kuning Hijau

Ingredient:

  • Bayam satu ikat
  • Jagung 3 batang
  • Cabe merah besar atau kalau ada Paprika pakai paprika warna merah
  • Bawang Merah 3 siung potong kasar
  • Bawang Putih 2 siung potong kasar
  • Temu kunci ½ umbi potong kasar
  • Garam dan gula secukupnya
  • Air putih secukupnya
Segarnya… hmmm enaknya…

equipment :

how to cook :

  • Panaskan air di dalam panci, setelah mendidih masukkan temu kunci, bawang merah, bawang putih tunggu hingga harum,
  • Setelah tercium harum rempah masukkan terlebih dahulu  jagungnya. Masak  15 menit.
  • Setelah jagung matang, masukkan daun bayam yang sudah dipotong aduk sebentar agar merata matangnya, masak selama 6 menit.
  • Setelah itu sajikan. Selamat mencoba

Catatan : Jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak. Sedangkan Bayam Dapat meningkatkan kerja ginjal.

Resep Udang Manis

Ingredient:

  • Udang Satu pak isi 300 gram kupas
  • Telur 1 butir
  • Tepung terigu 3 sendok makan
  • Garam dan Gula secukupnya.
  • Bawang merah dan bawang putih dicincang halus atau di ulek.
  • Air secukupnya
  • Minyak sayur  secukupnya untuk fry

equipment :

how to cook :

  1. Kupas udang, cuci hingga bersih,
  2. Siapkan adonan bumbu, masukkan telur, tepung, bawang merah dan bawang putih yang dicincang halus, garam dan gula.air secukupnya. Hingga menjadi adonan bumbu yang kental.
  3. Masukkan udang ke dalam adonan. Aduk sampai merata.
  4. Panaskan minyak goreng dalam pan, setelah panas, ambil adonan udang dengan sendok makan, lalu goreng hingga matang keemasan.
  5. Setelah matang, sajikan bersama Sayur Merah Kuning Hijau dan Nasi Pandan yang hangat. Selamat mencoba bunda

Catatan : Udang adalah sumber utama zat gizi mineral seperti zat gizi besi (Fe), iodium (I), seng (Zn), selenium (Se)

, kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain.Keunikan mineral seafood adalah lebih mudah diserap tubuh

dibandingkan denganmakanan yang berasal dari serealia dan kacang-kacangan.

Bunda lihat berapa manfaat dan gizi yang kita dapatkan dalam masakkan ini… ayo kita hidup sehat… selamat mencoba




2010/11/22

Resep Telur Santan Rempah

makan yuk…

Ingredient:

  • Telur Puyuh sepak – isi 20 telur
  • Santan 1 sachet
  • Tempe satu batang besar potong dadu
  • Kacang Panjang  8 lonjor potong panjang
  • Garam Gula secukupnya
  • Lombok merah potong serong
  • Kencur  ½ umbi potong kecil
  • Daun jeruk 2 lembar sayat-sayat
  • Serai 1 batang belah, potong memanjang
  • Bawang merah 5 Siung potong kecil
  • Bawang putih 3 Siung potong kecil
  • Minyak secukupnya
  • Air 1 gelas belimbing
equipment :
-          Kompor Listrik
-          Pan Anti Lengket
-          Panci kecil
-          Mangkok saji

how to cook :
  • Masak Telur dengan air, hingga masak, setelah 20 menit, buang air, lalu tunggu sebentar dan kupas telur,
  • Siapkan pan penggorengan, panaskan minyak terlebih dahulu, setelah dirasa cukup masukkan bawang merah, bawang putih, kencur, serai, daun jeruk, lombok merah  tumis hingga harum, setelah harum tambahkan air putih setengah gelas belimbing , garam, gula dan 1 sachet santan
  • Tambahkan kacang panjang dan tempe, aduk aduk, lalu biarkan sampai 5 menit,
  • Setelah 5 menit tambahkan telur puyuh, masak selama 10 menit.
  • sudah matang…
  • Sajikan bersama nasi hangat pandan.
Catatan: Telur puyuh memiliki nutrisi yang cukup, Kadar protein telur puyuh cukup baik, dengan kadar lemak yang rendah. Sehingga jika mengonsumsi telur puyuh, dapat tercukupi kebutuhan protein dan karbohidrat kita, tetapi tidak takut kolesterol naik. Jadi, bisa untuk diet kolesterol juga.
Sedangkan Kacang panjang merupakan sumber proteinyang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, dan kalium, dan sumber yang sangat baik untuk vitamin C, folat, magnesium, dan mangan.
Resep yang penuh gizi kan bunda…. Silahkan mencoba bunda…
Kreasi by Ayuna okrek.com

 

Kaitkata:
2010/11/21

Resep Tumis Rempah Jamur

Ingredient:

- Wortel 2 Buah potong tipis 1/2 centi
- Jamur Tiram 200 gram potong dadu
- Buncis 200 gram potong panjang
- Serai satu batang potong kecil-kecil
- Bawang merah 3 Siung, potong halus
- Bawang putih 2 Siung, potong halus
- Kencur 1/2 biji
- Daun Jeruk purut 2 lembar, sayat daun jeruk dengan pisau agar aromanya keluar
- Minyak sayur secukupnya
- Cabai secukupnya
- Garam dan gula secukupnya
- Kompor Listrik
- Pan anti lengket
- Mangkuk Saji
- Sendok penggorengan
how to cook :
-          Panaskan Pan Anti lengket
-          Setelah panas, masukkan minyak , tunggu sampai meletik-letik, tumis bawang merah, bawang putih , serai, kencur, dan cabai hingga harum, jangan terlalu lama menumis  karena aroma yang ada dirempahnya akan berkurang dan tidak meresap kedalam sayur, apabila sudah harum beri air setengah gelas belimbing,  garam dan gula secukupnya,  masukkan wortel  terlebih dahulu karna matangnya lama daripada jamur dan buncis.
-          Setelah 5 menit tumis lagi, lalu masukkan jamur tiram,  dan daun jeruk purut diatas masakan, tambahkan setengah gelas air apabila tumisan terlihat kering, tunggu 5 menit, biarkan jamur tiram dan wortel matang merata,
-          Setelah 5 menit, tumis, lalu masukkan Buncis, dan sedikit air, dan tunggu 5 menit,
-          Setelah lima menit angkat, pindahkan ke mangkuk saji, dan sajikan
Catatan : Tumis rempah jamur ini, sangat mudah dibuat dan ekonomis, wortel dapat menambah vitamin A untuk mata, protein dalam jamur dapat mendukung pertumbuhan anak-anak, dan buncis akan menambah energi bunda. Lauknya yang mendampingi cukup tempe goreng gurih. Memilih tempe sekarang harus lebih hati-hati bunda. Pilihlah tempe yang tidak berwarna, berbau kedelai, dan tidak busuk.
kreasi by Ayuna
Kaitkata:
2009/11/13

Sautee (menumis) – Istilah dalam memasak

Sautee adalah memasak bahan makanan dengan potongan – potongan kecil dari daging sapi, unggas, atau sayuran dalam minyak atau mentega bening dalam wajan datar. Yang jadi pertanyaan adalah apakah yang menjadi perbedaan antara saute dengan shallow frying. Perbedaan yang jelas adalah dalam sauté bahan makanan dibalik berkali-kali, sedangkan dalam shallow frying bahan makanan biasanya hanya satu kali dibalik.
Selain itu sauté digunakan untuk memasak bahan makanan yang mudah lunak dan masih muda untuk sayuran. Biasanya dalam memasak bahan makanan dengan metode ini ditambahkan saus seperti cream, demi glace, atau veloute. Dan makanan yang ditambahkan saus dan saus yang ditambahkan, dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan.
Untuk pelaksanaannya, peralatan yang diperlukan hampir sama dengan deep-fry (frying-pan, sauce-pan, sautoir, sauteuse, atau alat sejenis). Masalahnya hanyalah jumlah butter atau minyak yang digunakan itu saja.

Pemasakan harus dilakukan dengan alat yang bersih, tanpa karat, dan bebas dari jelaga. Pada proses sautee pengaruh kotoran ini jauh lebih besar dari pada deep-fry, karena bahan langsung bersinggungan dengan permukaan wajan penggorengnya. Berbeda dengan deep-fry, pada proses ini panas yang digunakan sedang, bukan api yang besar. Karena umumnya bahan yang di-sautee itu merupakan bahan yang diiris tipis dan mudah sekali matang. Api yang besar justru akan memudahkan penggosongannya, dan hasilnya akan tidak seperti yang dikehendaki………

……SELENGKAPNYA>>>> Sautee (menumis) – Istilah dalam memasak

 

Kaitkata:
2009/07/14

Ragi

Selama ratuasan tahun ragi (yeast) telah digunakan dalam pembuatan roti. Sebelum ragi diproduksi secara komersial, dahulu orang membuat sourdough dan country breads menggunakan ragi dari hasil fermentasi anggur dan/ atau kentang. Sejak abad 18, saat ilmuwan Louis Pasteur melakukan penelitian maka diketahuilah keberadaan mikroorganisme ragi yang berguna dan menguntungkan umat manusia.

Ragi adalah mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan dimana- mana. Ragi berasal dari keluarga Fungus bersel satu (sugar fungus) dari genus Saccharomyces, species cereviciae, dan memilki ukuran sebesar 6-8 mikron. Dan Saccharomyces cereviciae merupakan genom eukariotik yang pertama kali disekuensi secara penuh. Dalam satu gram ragi padat (compressed yeast) terdapat kurang lebih 10 milyar sel hidup.

Ragi ini berbentuk bulat telur, dan dilindungi oleh dinding membran yang semi berpori (semipermeable), melakukan reproduksi dengan cara membelah diri (budding), dan dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen (anaerob).

Untuk bertahan hidup, ragi membutuhkan air, makanan dan lingkungan yang sesuai. Bakteri bersel satu ini akan mudah bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori – pori. Ragi memiliki sifat dan karakter yang sangat penting dalam industri pangan.

Ragi akan berkembang dengan baik dan cepat bila berada pada temperatur antara 25o – 30oC.

Saccharomyces cereviciae yang penting dalam pembuatan roti memiliki sifat dapat memfermentasikan maltosa secara cepat (lean dough yeast), memperbaiki sifat osmotolesance (sweet dough yeast), rapid fermentation kinetics, freeze dan thaw tolerance, dan memiliki kemampuan memetabolisme substrat. Pemakaian ragi dalam adonan sangat berguna untuk mengembangkan adonan karena terjadi proses peragian terhadap gula, memberi aroma (alkohol).

Saccharomyces cerevisiae juga telah digunakan dalam beberapa industri lainnya, seperti industri roti (bakery), industri flavour, (menggunakan ektrak ragi/yeast extracts), industri pembuatan alcohol (farmasi) dan industri pakan ternak.

Tiga jenis ragi yang umum digunakan di Indonesia adalah ragi basah (compressed/fresh yeast), ragi kering aktif (active dry yeast) dan karena umur simpan rendah dan juga butuh peralatan khusus.

Dalam industri bakery, fungsi utama ragi dalam adonan adalah sebagai berikut:

• Leavening agent (pengembang adonan), ragi mengkomsi gula dan mengubahnya menjadi gas karbon dioksida (CO2), sehingga adonan mengembang.

• Memproses gluten (protein pada tepung) sehingga dapat membentuk jaringan yang dapat menahan gas tersebut (maturating the doughgluten structure).

• Menghasilkan flavour (aroma dan rasa) pada roti karena selama fermentasi ragi juga menghasilkan sejenis etanol yang menghasilkan aroma khusus.

Kualitas ragi berbeda satu dengan yang lainnya, hal ini tergantung pada jenis sel induk raginya (strain), kualitas media pengembangbiakannya (mutu molase), dan kemajuan teknologi produksinya.


Macam-macam Bentuk Ragi

Sifat-sifat Ragi dan Penyimpanannya

Enzim dalam Ragi

Ragi kering instan

Ragi kering aktif

Ragi beku

Ragi cair dan Ragi basah


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


2009/07/09

Ragi kering aktif

Mendukung .

Ragi kering aktif (active dry yeast, ADY) adalah ragi yang terbuat dari yeast cream yang dipanaskan dan dikeringkan hingga didapatkan 92-93% bahan kering. Ragi ini berbentuk butiran kering (granular form). Dalam aplikasi penggunaannya harus dilarutkan dengan air hangat (dehidrated) sebelum dicampurkan dengan tepung terigu dan bahan lainnya ke dalam mixer. Penyimpanannya bisa dalam suhu ruang (selama jauh dari panas dan lembab). Umur kedaluarsanya mencapai 2 tahun dalam kemasannya. Pengeringannya dengan temperatur tinggi akan mematikan sekitar 25% lapisan luar sel ragi, sehingga membentuk lapisan sel pelindung yang dapat melindungi sel aktif.

Kelebihan menggunakan ragi kering aktif adalah meringankan biaya transportasi, dan penyimpanannya tidak sulit (suhu ruang).

Sedangkan kekurangannya adalah memerlukan proses rehidrasi dengan air hangat (35o – 38oC) dan proses tersebut memerlukan waktu sekitar 15 menit. Faktor konversinya adalah 1 kg ragi kering aktif sama dengan 2,5 – 3 kg ragi basah dengan ditambah air 1.5 liter.

Macam-macam Bentuk Ragi


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata: ,
2009/07/03

Ragi beku (frozen yeast)

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Ragi beku (frozen yeast), ragi ini mengandung 90% materi kering yang didinginkan pada suhu ekstrim setelah dikeringkan (frozen).

Aktifitas ragi ini menjadi lambat selama pengadukan (mixing), sehingga dapat dihasilkan tingkat stabilitas adonan yang tinggi. Ragi ini biasanya khusus untuk pembuatan adonan roti melalui proses frozen dough. Memiliki umur kadaluarsa 2 tahun bila disimpan pada freezer suhu -18 derajat celcius. Jangan membekukan kembali ragi yang telah di thawing (dilunakkan). Ragi ini mengkombinasikan keunggulan dari ragi basah dan ragi instan. Ragi ini juga memberikan start up lebih cepat serta memiliki stabilitas dan konsistensi untuk mengoptimalkan fermentasi, ragi ini mudah digunakan karena bentuknya yang free thawing sehingga memberikan kemudahan pengukuran, keakuratan, hemat waktu, dan meminimalkan kesalahan dalam pembuatan roti.


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


2009/07/02

Penggolongan Gula

Mendukung okrek.com

Menurut sifat-sifatnya gula digolongkan menjadi:

a. Single/sample sugar, ialah kelompok gula yang dapat langsung diurai oleh ragi, termasuk di dalamnya Glucosa-Dextrosa dan Levulosa.

b. Double/complex sugar. Gula ini tidak dapat langsung diurai oleh ragi, contohnya ialah Sucrosa, dan lain-lain. Dalam proses peragian oleh ragi di dalam adonan roti, double sugar ini harus diurai dulu dengan jalan melarutkannya dengan air yang segera akan berubah menjadi sample sugar.

Untuk jalannya proses peragian menjadi:

Complex sugar + air �� Levulose + Dextrose

Levulose + Dextrose + Ragi �� CO2 + Alkohol.

Levulose ini mempunyai sifat mengikat dan menahan kelembaban hingga rotinya dapat tetap segar dalam waktu yang lama.

c. Gula yang tak dapat sesuai oleh ragi. Contoh untuk gula jenis ini ialah apa yang disebut Laktosa yang umumnya terkandung dalam setiap susu.

Gula pasir yang beredar dipasar diperoleh dari tebu. Di beberapa negara dihasilkan dari bit. Gula pasir adalah 99,9% sukrosa murni.

Sukrosa adalah istilah untuk gula tebu atau bit gula yang telah dibersihkan.

Bila dilihat secara kimia, gula dibagi menjadi dua jenis :

a. Gula sederhana, seperti glukose atau dextrose, fruktose dan galaktose.

b. Gula majemuk, seperti sukrose, maltose, laktose, dan lain-lain.


GULA dalam bidang Patiseri

Sifat-sifat Gula

Macam-macam Gula


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Mendukung Stop Dreaming Start Action

Kaitkata:
2009/07/01

Macam-macam Bentuk Ragi

Mendukung Stop Dreaming Start Action

a. Ragi cair (liquid yeast)ragi

b. Ragi basah (compressed atau fresh yeast)

c. Ragi kering aktif (active dry yeast, ADY)

d. Ragi kering instan (instantdry yeast IDY).

e. Ragi beku (frozen yeast)

Di Indonesia saat ini yang masih umum digunakan adalah ragi basah, ragi kering aktif dan ragi instan.

Jenis gula yang terdapat pada pembuatan roti pada umumnya adalah maltosa dan sukrosa. Maltosa terdapat secara alami pada pada tepung terigu. Maltosa ini secara alami tidak dapat difermentasikan oleh khamir, akan tetapi lebih dahulu dihidrolisirs menjadi dekstrosa oleh enzim maltase. Selain enzim maltase, Saccharomices cerevisieae juga memproduksi enzim invertase juga menghidrolisis sukrosa menjadi gula invert yaitu glukosa dan fruktosa yang dapat difermentasikan oleh khamir.

Sukrosa terdapat secara alami pada tepung terigu dan sebagian ditambahkan dalam formulasi adonan. Dekstosa dan gula invert kemudian difermentasi dengan menggunakan enzim zymase yang diproduksi secara alami oleh Saccharomices cerevisae dan menghasilkan gas karbondioksida serta etil alcohol. Alcohol yang dihasilkan akan hilang karena menguap selama proses pemanggangan.

Pertumbuhan dan daya fermentasi ragi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah keberadaan gula yang dapat difermentasi, pH, suhu, tekanan osmosis serta bahan-bahan penghambat dan pemicu fermentasi. Suhu ideal untuk menyimpan ragi agar tetap mempunyai aktivitas yang baik adalah 20C – 50C. Kamir ini 95% mati pada suhu penyimpanan 480C selama 45 menit, 500C selama 18 menit dan 520C selama 6 menit. Tabel 2.4 adalah efek dari suhu terhadap produksi gas oleh fermentasi kamir.

Selain suhu, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan laju fermentasi kamir adalah pH. pH optimum untuk laju fermentasi kamir adalah antara 4.8 dan 5.5, laju fermentasi mulai menurun pada pH dibawah 4.4 dan berhenti sama sekali pada pH dibawah 4.

Tekanan osmosis juga sangat mempengaruhi pertumbuhan kamir.

Bahan-bahan yang memberikan kontribusi terhadap ketidak seimbangan tekanan osmosis antara lain adalah kadar gula, kadar garam dan kandungan gliserol. Saccharomices cerevisiae memiliki permeabilitas plasma membran yang tinggi terhadap gliserol sehingga adanya kandungan gliserol yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel.

Bahan-bahan yang merupakan inhibitor Saccharomices cerevisiae adalah asam pcoumarat (100-250 ppm), asam fenelat (50-250 ppm), xylitol (0.5%), turberin, antioksidan butylated hydroksanisole, tertiary butylhidroquinone dan propilgalat (50-500 ppm). Asam asetat merupakan inhibitor pada pH rendah sedangkan asam sitrat menjadi inhibitor pada pH tinggi.


Ragi kering aktif


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Mendukung Stop Dreaming Start Action

Kaitkata: , ,
2009/07/01

Tepung Beras

Mendukung okrek.com

tepung berasTepung beras merupakan bahan pokok yang sangat penting dalam pembuatan kue-kue Indonesia. Dengan munculnya tepung beras yang halus dan kering dipasaran, maka tepung beras untuk pembuatan kue-kue sangat mudah untuk didapat. Kualitas kue yang dibuat dari tepung beras yang baru ditumbuk lebih baik dibandingkan dengan kue yang dibuat dari tepung beras kering yang banyak dijual dipasaran.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian tepung beras sebagai bahan dasar kue :

a. Sebaiknya menggunakan tepung yang halus dan baru ditumbuk.

Agar tepung tidak cepat menjadi asam, letakkan beberapa lombok merah utuh atau sobekan-sobekan daun pisang di dalam tepung.

b. Adonan dari tepung beras sebaiknya dibuat dengan menggunakan cairan panas agar kue yang dihasilkan tidak keras dan adonan tidak mengendap kecuali adonan yang harus difermentasi menggunakan tape dan ragi

c. Untuk adonan dari tepung beras jenis keras, tambahkan sedikit tepung kanji supaya tidak kaku.

d. Memasak kue dari tepung beras harus sampai tanak betul agar enak, kenyal dan tidak cepat basi.


Tepung Ketan

Tepung tapioka dan Tepung maizena


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.