Arsip untuk ‘Skripsi’

2009/04/06

Pekan Karir

PENDAHULUAN

Pengetahuan luar tentang berbagai hal merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui oleh pelajar. Karena pengetahuan luar juga menunjang ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di sekolah. Kegiatan-kegiatan yang merupakan pengetahuan luar merupakan penerapan ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari di lingkungan sekolah. Berawal dari pemikiran tersebut, SMU Negeri Surabaya memprogramkan kegiatan yang menunjang pelajaran siswa-siswi dengan mengadakan Study Visit di Yogyakarta.

1. Tujuan Pekan Karir

Program Study Visit (Kunjungan belajar) yang diadakan oleh SMU Negeri Surabaya bertujuan agar siswa mampu mengaplikasikan dan beradaptasi dengan dunia luar dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dari sekolah. Selain itu, diharapkan siswa dapat lebih mantap dan memperluas wawasannya dalam mengetahui bidang pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang diterima serta potensi yang ada di dalam dirinya. Sehingga setelah lulus SMU, siswa dapat menentukan bidang pendidikan apa yang akan diambilnya atau pekerjaan apa yang akan ditekuninya.

2. Tujuan Pembuatan Laporan

Setelah program study visit dilaksanakan, para siswa ditugaskan untuk membuat laporan atas apa yang telah mereka dapatkan dari tempat-tempat yang dikunjungi di Yogyakarta. Pembuatan laporan ini bertujuan agar siswa lebih mengerti dan memahami tentang dunia di luar sekolah. Selain itu, laporan ini ditujukan untuk memenuhi tugas sekolah.

3. Kerangka Laporan

A. Urutan Halaman pada bagian persiapan, terdiri atas :

1. Halaman Judul

2. Halaman Pengesahan oleh wali kelas dan guru BP / BK

3. Kata Pengantar

4. Daftar Isi

5. Daftar Gambar

6. Laporan

B. Pendahuluan, terdiri atas :

1. Uraian tujuan pekan karir

2. Uraian tujuan pembuatan laporan

3. Kerangka laporan pekan karir

C. Uraian Umum, terdiri atas :

1. Sejarah institusi

2. Struktur organisasi institusi

3. Kepegawaian

4. Disiplin kerja

5. Pemeliharaan tempat kerja

D. Uraian Khusus, terdiri atas :

1. Uraian teori

2. struktur organisasi

3. Uraian proses kerja

4. Pemeliharaan dan perbaikan alat

5. Pengendalian mutu

E. Penutup, terdiri atas :

1. Kesimpulan

2. Saran


ISI LAPORAN

A. URAIAN UMUM

1. Sejarah Institusi

Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) adalah organisasi pelaksana terknis dalam lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang bertanggung jawab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan (BPPIP).

Lembaga ini didirikan pada tahun 1922 dengan nama “Textile Inrichting en Batik Proefstation”. Didirikannya lembaga ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang batik dan tekstil kepada para pengrajin.

Dalam menghadapi tugas yang semakin luas, lembaga yang dikenal dengan nama Balai Batik di Yogyakarta ini. Pada tahun 1980 berubah menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Kerajinan dan Batik. Dengan menyesuaikan misi organisasi dengan kebutuhan nyata masyarakat industri dan perdagangan. Pada tahun 2002 lembaga ini direorganisasikan lagi menjadi Balai Besar kerajinan dan Batik (BBKB).

2. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI BBKB

3. Kepegawaian

Di dalam lembaga Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) terdapat banyak pegawai yang terbagi ke dalam sub-sub bagian dan seksi-seksi sesuai dengan tugas dan keahlian mereka masing-masing yang disebut kelompok jabatan fungsional, diantaranya :

1. Bagian Tata Usaha, terbagi atas :

a. Sub Bagian Program dan Pelaporan

b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Kepegawaian

d. Sub Bagian Umum

2. Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi, terbagi atas :

a. Seksi Pengujian

b. Seksi Sertifikasi

c. Seksi Kalibrasi

3. Bidang Pengembangan Kompetisi dan Alih Teknologi, terbagi atas :

a. Seksi Konsultasi

b. Seksi Pelatihan Teknis

c. Seksi Alih Teknologi dan Inkulturasi

4. Bidang Saran Riset dan Standardisasi, terdiri atas :

a. Seksi Sarana Riset dan Kerajinan

b. Seksi Sarana Riset Batik

c. Seksi Standardisasi

5. Bidang Pengembangan Usaha

a. Seksi Pemasaran

b. Seksi Kerjasama

c. Seksi Teknologi Informasi

4. Disiplin Kerja

Untuk menjalankan pekerjaan dengan baik dan teratur, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) membuat peraturan-peraturan kerja yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh para pegawai dan atasan peraturan-peraturan tersebut diantaranya adalah :

- Mempunyai keahlian di dalam bidang pekerjaannya masing-masing.

- Pembagian kerja.

- Bekerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan.

- Prinsip 5R (ringkas, resik, rapi, rawat, dan rajin).

- Dan lain-lain

5. Pemeliharaan Tempat Kerja

Dalam hal pemeliharaan tempat kerja, para pegawai diharuskan untuk melaksanakan prinsip 5R (ringkas, resik, rapi, rawat, dan rajin). Dengan dilaksanakannya prinsip 5R, maka tempat kerja akan selalu terlihat bersih dan rapi. Hal ini ditujukan agar para pegawai selalu betah dan tidak jenuh dalam bekerja.

Selain tempat kerja, tempat untuk memamerkan hasil-hasil kerajinan dan batik yang telah dibuat juga harus dijaga kebersihan dan kerapiannya agar menarik minat para pengunjung baik hanya untuk melihatnya saja ataupun untuk membelinya.

B. URAIAN KHUSUS

1. Uraian Teori

Balai Besar Kerajinan dan Batik yang disebut BBKB adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dalam hal ini Balai Besar Kerajinan dan Batik mempunyai visi, misi, dan beberapa tugas pokok yang harus dilaksanakan, yaitu :

v VISI : Sebagai pusat pengembangan dan pelayaran industri dan perdagangan kerajinan dan batik yang terdepan, profesional dan mandiri.

v MISI, diantaranya adalah :

· Memberikan pelayanan jasa, pelatihan, pengujian, standardisasi, konsultasi, litbang, rekayasa dan bantuan teknis dalam bidang industri dan perdagangan kerajinan dan batik.

· Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional.

· Menjadikan dunia usaha kecil dan menengah Kerajinan dan Batik sebagai mitra kerja utama.

v Tugas Pokok BBKB adalah sebagai berikut :

1. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi bahan baku, bahan pembantu, proses, peralatan, hasil produksi dan pencemaran lingkungan industri kerajinan dan batik.

2. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan desain dan prototype produk serta peralatan industri kerajinan dan batik.

3. Melaksanakan kegiatan bantuan teknik untuk peningkatan dan pengawasan mutu, bahan baku, proses, peralatan hasil produksi industri kerajinan dan batik.

5. Memasyarakatkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan.

6. Melaksanakan kegiatan penyuluhan termasuk pembinaan teknis dan ekonomis, konsultasi dan informasi.

Dalam rangka melaksanakan tugasnya, Balai Besar Kerajinan dan Batik juga melaksanakan fungsinya sebagai berikut :

1. Melaksanakan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri kerajinan dan batik sesuai kebijaksanaan teknis yang ditetapkan oleh kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan.

2. Melaksanakan pemasaran, kerjasama, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

3. Melaksanakan perencanaan, pengelolaan dan koordinasi sarana dan prasarana kegiatan penelitian dan pengembangan di lingkungan BBKB serta penyusunan dan penerapan standardisasi industri kerajinan dan batik.

4. Melaksanakan pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan pembantu dan produk industri kerajinan dan batik, serta keinginan kalibrasi mesin dan peralatan.

5. Melaksanakan pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan baku, bahan pembantu, proses, produk, peralatan dan pelaksanaan pelayanan dalaml bidang pelatihan teknis, konsultasi, dan alih.

2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi BBKB telah kami jelaskan dengan bagan pada uraian umum.

3. Uraian Proses Kerja

Proses kerja BBKB dengan menggunakan mesin-mesin sederhana yang umumnya masih digerakkan dengan manual namun ada juga proses produksi yang dibantu dengan komputer serta terdapat produk-produk yang diproses secara tradisional.

Umumnya dalam proses kerja BBKB tidak hanya dilengkapi mesin-meisn baik modern maupun tradisional sebagai penunjang namun juga tersedia laboratorium yang digunakan dalam proses produksinya.

4. Pemeliharaan dan Perbaikan Peralatan

Pemeliharaan alat-alat yang digunakan dalam proses keja mungkin diharuskan karena setiap alat-alat yang dimiliki memang dibutuhkan dan bermanfaat bagi proses kerja dan merupakan faktor penunjang yang mungkin dilaksanakan secara berkala.

Pemeliharaan peralatan dilakukan beberapa hari sekali untuk menjaga agar peralatan tidak mudah rusak dan berkarat.

Sedangkan untuk perbaikan peralatan diserahkan kepada orang-orang yang sudah ahli di bidangnya sehinga peralatan yang digunakan tetap dapat digunakan seperti biasanya.

5. Pengendalian Mutu

Dalam pengendalian mutu yang dimaksudkan agar kwalitas hasil produksi tetap terjamin, sehingga tidak mengurangi minat pembeli untuk membeli hasil produksi tersebut.

Untuk hal tersebut perlu diperhatikan bahan baku untuk membuat batik dan kerajinan tangan di BBKB, serta menggunakan tenaga yang ahli dalam membuat barang-barang tersebut.


PENUTUP

Sebagai akhir dari laporan kunjungan belajar, kami mengucapkan puja dan puji syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan ini. Kami juga meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan baik dalam penulisan maupun dalam teori yang kami sajikan di dalam laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

KESIMPULAN DAN SARAN

v KESIMPULAN

Dari pelaksanaan kunjungan belajar ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Kunjungan belajar yang diadakan, secara tidak langsung telah membawa dampak positif bagi siswa. Karena dengan adanya kunjungan belajar, siswa dapat mengetahui secara langsung tentang bagaimana suatu instansi melaksanakan proses produksi.

2. Dengan adanya kegiatan kunjungan belajar siswa dapat meneliti suatu kegiatan produksi dan menuangkan semua hasil penelitiannya di dalam sebuah laporan kunjungan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh orang yang membacanya.

v SARAN

Setiap laporan yang telah dibuat, pasti terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan baik dalam materi yang disajikan maupun dalam penulisannya. Untuk itu penyusun mengharapkan saran serta kritik yang dapat menyempurnakan laporan ini dari para pembaca.

2009/03/31

Merek (Merk) – PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Prinsip dari manajemen pemasaran adalah kepuasan konsumen. Dalam mengembangkan strategi pemasaran untuk produk-produk individual, penjual harus menghadapi keputusan pemberian merek. Merek merupakan masalah utama dalam strategi produk. Sebaliknya mengembangkan produkSarimbit Omeko, Cantik Ok, Menawan dengan harga murah meriah, grosir dapat super diskon, diskon besar, mega diskon bermerek membutuhkan pengeluaran investasi jangka panjang yang besar, khususnya untuk iklan, promosi, dan pengemasan. Lebih mudah lagi bagi produsen untuk menyerahkan produknya pada pihak lain untuk diberi merek.

Menurut Larry Light, seorang profesional riset periklanan terkemuka dalam wawancaranya mengenai pemasaran untuk tiga dasawarsa ke depan menganalisis sebagai berikut:

Perang pemasaran akan menjadi perang antar merek, suatu persaingan demi dominasi merek. Berbagai perusahaan dan investor akan menyadari merek sebagai suatu aset perusahaan yang paling bernilai. Ini merupakan konsep yang amat penting. Sehingga merupakan visi mengenai bagaimana mengembangkan, memperkuat, mempertahankan, dan mengelola suatu perusahaan … sehingga akan menjadi lebih penting untuk memiliki pasar ketimbang memiliki pabrik. Satu-satunya cara untuk menguasai pasar adalah memiliki pasar dengan merek dominan.[1]

 

Kekuatan merek tidak terbatas pada pasar konsumen. Fakta menunjukkan, Ekuitas Merek (brand equity) mungkin akan lebih penting dalam pasar barang-barang industri dibanding dengan pemasaran konsumen. Kesadaran merek (brand name awareness) sering menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan para pembeli industrial. Lebih jauh, banyak alternatif pembelian industrial cenderung tak beda dengan undian. Faktor yang paling menentukan pada gilirannya terletak pada arti suatu merek di benak seorang konsumen.

Logo sepatu Nike ataupun logo Citibank dapat dikategorikan sebagai merek, karena dapat membedakan produk tersebut dengan produsen lain. Merek memiliki peranan yang besar dalam menentukan besarnya penjualan, sehingga merek dapat dijual. Siapa yang bisa menyangkal kehebatan Coca-cola sebagai merek dunia. Kemampuan Coca-cola menciptakan penjualan yang sedemikian hebat sangat ditentukan kepemilikan merek yang telah diterima oleh masyarakat dunia. Semua produsen pasti menghendaki bahwa merek dari produknya memiliki kemampuan dalam menghasilkan penjualan yang hebat.

Keberhasilan para pemilik merek yang mampu memberikan nilai pada perusahaan terletak pada sikap mereka dalam memperlakukan merek sebagai aset. Konsekuensinya, merek akan dikelola dengan sebaik-baiknya karena memberikan dampak yang besar bagi perusahaan. Walaupun banyak orang menganggap bahwa merek itu penting, bisa diasumsikan bahwa tidak semua perusahaan/organisasi menganggapnya penting. Hal tersebut dikarenakan banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya kondisi dimana merek bukanlah sesuatu yang penting bagi organisasi.

Ada beberapa hal yang mengidentifikasikan tidak adanya penekanan pada pembentukan merek:

1. Manajer tidak dapat mengidentifikasikan dengan yakin asosiasi merek (brand association) dan kekuatan dari asosiasi tersebut.[2]

2. Pengetahuan tenang tingkat brand awareness tidak cukup.

3. Tidak ada pengukuran kepuasan dan loyalitas konsumen secara sistematis, reliabel, sensitif dan valid.

4. Tidak ada indikator bahwa merek terlibat pada kesuksesan bisnis secara jangka panjang.

5. Tidak ada orang yang khusus dibebankan untuk melindungi ekuitas merek.

6. Tidak orang mekanisme untuk mengukur dan mengevaluasi pengaruh elemen program pemasaran terhadap merek, dan

7. Tidak ada strategi jangka panjang dari merek.

Prinsip dari manajemen pemasaran adalah kepuasan konsumen. Terkadang produsen membuat suatu produk yang belum tentu diterima oleh konsumen secara utuh sehingga produsen harus mencari informasi berupa feedback dari konsumen terhadap brand equity/merek daripada produk yang dihasilkan oleh produsen tersebut. Merek bervariasi dalam hal kekuatan dan nilai yang dimilikinya di pasar. Pada satu ekstrim adalah merek yang tidak diketahui oleh sebagian besar pembeli di pasar. Dan ada pula merek yang atas merek tersebut pembeli memiliki tingkat brand awareness yang tinggi (diukur berdasarkan ingatan atau pengakuan atas merek tersebut). Ada pula merek yang memiliki tingkat penerimaan merek yang tinggi dimana pelanggan pada umumnya tidak akan menolak untuk membelinya. Kemudian ada pula merek yang menikmati tingkat preferensi merek yang tinggi. Merek-merek ini akan dipilih diatas yang lainnya. Akhirnya ada merek yang memiliki tingkat kesetiaan merek yang tinggi.

Merek yang kuat adalah merek yang memiliki brand equity yang tinggi. Meningkatnya volume penjualan keramik merek Kaisar pada PT. SAP di Surabaya dapat diduga bahwa produk/simbol tersebut memiliki brand equity yang kuat.

 

1.2. Perumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang di atas maka dapat disimpulkan suatu permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah keramik merek Kaisar pada PT. SAP memiliki kekuatan ekuitas merek (loyalitas merek, kesadaran merek, kesan kualitas) yang tinggi?

2. Apakah keramik merek Kaisar pada PT. SAP memiliki asosiasi merek?

 

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah keramik merek Kaisar pada PT. SAP mempunyai kekuatan loyalitas merek.

2. Untuk mengetahui apakah keramik merek Kaisar pada PT. SAP mempunyai kekuatan kesadaran merek yang tinggi.

3. Untuk mengetahui apakah keramik merek Kaisar pada PT. SAP memiliki kekuatan kesan kualitas yang baik.

4. Untuk mengetahui apakah brand associations/asosiasi merek keramik Kaisar pada PT. SAP memiliki ikatan yang kuat.

 

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:

1.4.1. Bagi Perusahaan

Dengan mengetahui posisi kekuatan nilai brand equity dapat menjadikan acuan bagi pihak manajemen untuk mengelola merek menjadi suatu aset yang bernilai bagi perusahaan karena dengan memiliki ekuitas merek yang bernilai dapat dipastikan memiliki kekayaan (asset) yang berarti.

1.4.2. Bagi Khasanah ilmu pengetahuan

Untuk mengetahui bahwa teori yang ada di dalam manajemen pemasaran khususnya tentang brand equity di dalam penerapannya dapat tercapai sesuai dengan kondisi teori yang mendasarinya.

1.4.3. Bagi Penulis

Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Strata I.

 

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Terdiri dari Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Terdiri dari Landasan Teori, Penelitian sebelumnya, Hipotesa atau Model Analisis, Metode Penelitian.

BAB III : ANALISIS

Terdiri dari Gambaran Umum/Diskripsi Hasil Penelitian, Pembahasan.

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

Terdiri dari Saran dan Implikasi dari hasil penelitian.

 


[1] Aaker, David A, Manajemen Ekuitas Merek, Spektrum, 1997, hal ix

[2] Cahyadi, Rahmad, “Mengukur Ekuitas Merek”, Ventura, Vol 2. No 1. April 1998, STIE Perbanas Surabaya, hal 21.

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

Hasil penelitian pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Untuk analisis loyalitas merek diperoleh hasil bahwa Chi Squarehitung ternyata berada pada daerah penolakan H0 sehingga data yang penulis peroleh dari responden layak digunakan sebagai data. Nilai dari Chi Square hitung adalah 28,509 lebih besar dibandingkan dengan Chi Square tabel dengan degree of freedom sebesar 6 diperoleh hasil 12,59 pada hasil print out dengan menggunakan statistik non parametrik pada pilihan Chi Square dari software Microstat (dapat dilihat pada lampiran), diperoleh hasil pada persentasi frekuensi yang diteliti untuk variabel loyalitas merek pada baris 1 sampai dengan 4 setelah dijumlah diperoleh hasil sebagai berikut: Persentase sebesar 52,63% kemudian pada skala 5 dari Likert berada pada daerah yang sedang, jadi untuk variabel loyalitas merek dari keramik merek Kaisar memiliki loyalitas yang sedang hal ini dikarenakan konsumen untuk membeli keramik hanya melihat dari harga dan motif keramik sehingga konsumen tidak memiliki motivasi yang kuat untuk loyal pada satu merek saja. Namun dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa 12% dari jawaban responden yang menyatakan “ya” ternyata puas setelah membeli keramik merek Kaisar, untuk frekuensi pembelian responden lebih banyak menjawab tidak sebesar 8,6% hal ini karena konsumen tidak akan melakukan pembelian sampai mereka membutuhkan keramik kembali, 10,86% responden menyatakan kualitas produk dari keramik merek Kaisar memiliki kualitas yang tinggi dan sebanyak 11,4% responden menyatakan akan merekomendasikan keramik merek Kaisar.
  2. Untuk variabel Kesadaran merek diperoleh hasil print out Microstat (dapat lihat pada lampiran) pada persentase frekuensi yang diteliti pada baris 5 sampai dengan 6 diperoleh hasil sebagai berikut: Persentase sebesar 34,59% kemudian pada skala 5 dari Likert berada pada daerah yang rendah, jadi untuk variabel kesadaran merek dari keramik merek Kaisar memiliki kesadaran merek yang rendah hal ini dikarenakan konsumen untuk belum bahkan tidak mengetahui keramik merek Kaisar karena nama tersebut tidak pernah diiklankan di media massa dan perusahaan pusat tidak mendukung hal tersebut disamping itu manajemen pusat masih menggunakan manajemen tradisional sehingga untuk mengeluarkan biaya untuk iklan tidak ada. Hasil penelitian penulis diperoleh hasil bahwa 25% dari jawaban responden yang menyatakan “ya” ternyata mengetahui nama kaisar sebagai raja bukan nama suatu merek terutama nama keramik merek Kaisar. Dan 12% responden menyatakan mengetahui keramik merek Kaisar.
  3. Untuk hasil Kesan Kualitas diperoleh hasil sebesar 9,71% menyatakan kesan kualitas keramik merek Kaisar bagus. Hal ini dibuktikan penulis sendiri dengan membandingkan dengan merek yang lain dan ternyata dari segi siku, motif dan terutama kekilauannya lebih unggul keramik merek Kaisar.
  4. Untuk hasil penelitian Variabel Asosiasi Merek dimana penulis menggunakan alat uji statistika berupa statistik non parametrik dengan menggunakan metode uji Cochran (Cochran Test) dimana uji ini untuk mengetahui apakah masing-masing variabel saling berkaitan satu sama lain. Hasil dari print out dengan menggunakan software SPSS (dapat dilihat pada lampiran) diperoleh hasil sebesar 19,429 kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan tabel c2 diperoleh hasil sebesar 9,49 karena uji Q dari Cochran berada pada daerah penelitian pada asosiasi merek saling berkait sehingga masing-masing variabel membentuk suatu asosiasi. Dan asosiasi merek yang dominan adalah kualitas produk keramik merek Kaisar yang dipilih dengan jawaban responden sebanyak 21 yang menyatakan “ya”. Hal ini dikarenakan bahwa konsumen ternyata didalam melakukan keputusan pembelian melihat dari sisi kualitas keramik, harga dan pelayanan sehingga dengan melakukan ketiga hal tersebut konsumen merasa lebih puas.

 

4.2. Saran

Saran yang dapat penulis masukkan setelah melakukan penelitian pada PT SAP sebagai distributor keramik merek Kaisar untuk wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur adalah sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan ekuitas merek, perusahaan dapat melakukan serangkaian promosi tentang produknya sehingga dengan melakukan serangkaian promosi perusahaan dapat meningkatkan ekuitas mereknya dengan meningkatnya ekuitas merek perusahaan akan memperoleh profit dengan meningkatnya volume penjualan.

2. Untuk perusahaan pusat PT SAP sebagai distributor keramik dapat mengusulkan kepada manajemen pusat untuk melakukan dukungan kepada distributornya dengan melakukan promosi dan merubah gaya manajemennya untuk lebih profesional di dalam menangani keluhan-keluhan distributornya.

….. SELENGKAPNYA

 

 


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat Pesta – . Home. Ok Rek. Testimoni. FAQ. Produk Duwur. Martapura. Batik Unik. Gamis Modern. Batik Tulis. Perhiasan Martapura. Millo Shop

 


 

 

Kaitkata: ,
2009/03/31

ANALISIS NILAI-NILAI ELEMEN EKUITAS MEREK KERAMIK KAISAR PADA PT. SAP SURABAYA

KATA PENGANTAR

 

Dengan memanjatkan puji syukur dan terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan bimbingan-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.

Abaya Oktopop Ungu, Cantik Ok, Menawan dengan harga murah meriah, grosir dapat super diskon, diskon besar, mega diskonPenyusunan skripsi merupakan salah satu syarat yang harus penulis penuhi untuk mencapai gelar kesarjanaan di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas - Surabaya.

Semua keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan maupun dorongan dari berbagai pihak, disamping daya upaya penulis sendiri. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin sekali menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya sekaligus rasa bahagia penulis kepada:

1. - dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan arahan, saran-saran dan dorongan selama penyusunan skripsi ini.

2. - dosen wali yang telah banyak membantu dan memberi masukan-masukan kepada penulis.

3. Segenap dosen yang telah membantu selama kuliah maupun yang telah memberikan bimbingan informal kepada penulis selama penulisan skripsi ini.

4. Orang tua dan segenap keluarga serta rekan-rekan dan semua pihak yang telah banyak memberikan dorongan baik secara moril maupun materiil, semangat dan dukungan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna maka saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari pembaca.

Akhir kata penulis mengharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi langkah awal bersama untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Item pertanyaan

Nama Toko : …………………………

Alamat Toko : …………………………

Item pertanyaan Loyalty Merek

Anda diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini.

a. Apakah setelah membeli produk Kaisar keramik Anda merasa sangat puas terhadap produk tersebut?

1. Ya

2. Tidak

b. Apakah Anda sering membeli produk Kaisar keramik?

1. Ya

2. Tidak

c. Bagaimana dengan kualitas produk Kaisar keramik, Apakah sangat bagus menurut Anda?

1. Ya

2. Tidak

d. Apakah Anda akan merekomendasikan produk Kaisar keramik kepada orang lain setelah membeli produk Kaisar keramik?

1. Ya

2. Tidak

e. Merek keramik apa yang Anda ketahui! (jawab dengan jawaban yang pertama terlintas dibenak Anda)

………………………….

Item pertanyaan Kesadaran Merek

f. Anda mengetahui Kaisar?

1. Ya

2. Tidak

g. Apakah Anda mengetahui Kaisar keramik?

1. Ya

2. Tidak

Item pertanyaan Kesan Kualitas

h. Jika dibandingkan dengan produk keramik yang lain apakah kualitas Kaisar keramik sangat bagus?

1. Ya

2. Tidak

Item pertanyaan Asosiasi Merek

i. Anda membeli Kaisar keramik karena: beri tanda (Ö )

Ya Tidak

a. Harga terjangkau ……. ……..

b. Barang selalu tersedia ……. ……..

c. Produk yang berkualitas tinggi ……. ……..

d. Pelayanan memuaskan ……. ……..

e. Macam warna/motif tersedia ……. ……..

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………

Daftar Isi

Daftar Tabel

Daftar Gambar…………………………………………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah …………………………………………………….

1.2. Perumusan Masalah ………………………………………………………….

1.3. Tujuan Penelitian ………………………………………………………………

1.4. Manfaat Penelitian …………………………………………………………….

1.5. Sistematika Penulisan ………………………………………………………..

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori ………………………………………………………………..

2.1.1. Apakah Merek Itu? ………………………………………………..

2.1.2. Konsep dan Pengukuran Ekuitas Merek …………………….

2.1.3. Manfaat Ekuitas Merek …………………………………………..

2.1.4. Pengertian Loyalitas Merek ……………………………………..

2.1.4.1. Tingkatan-Tingkatan dalam

Loyalitas Merek ……………………………………..

2.1.4.2. Mengukur Loyalitas Merek ……………………….

2.1.4.3. Nilai Strategis dari Loyalitas Merek …………….

2.1.4.4. Memelihara dan Menguatkan Loyalitas ………..

2.1.4.5. Kesalahan Membuang Pelanggan………………..

2.1.5. Kesadaran Merek ………………………………………………….

2.1.5.1. Bagaimana Cara Kerja Kesadaran dalam Membantu Merek Jangkar yang Jadi Centelan Asosiasi-Asosiasi Lain

2.1.5.1.1. Keakraban/Rasa Suka ………………

2.1.5.1.2. Subtansi/Komitmen …………………..

2.1.5.1.3. Mempertimbangkan

Merek-Merek ………………………….

2.1.5.2. Keterbatasan-Keterbatasan Kesadaran …………

2.1.5..2.1. Kekuatan Merek-Merek Lama……

2.1.5.3. Bagaimana Meraih Kesadaran …………………..

2.1.5..3.1. Menjadi Berbeda

dan Dikenang …………………………..

2.1.5.3.2. Melibatkan Suatu Slogan

atau Jingle ……………………………….

2.1.5.3.3. Penampakan Simbol ………………….

2.1.5.3.4. Publisitas …………………………………

2.1.5.3.5. Sponsor Kegiatan …………………….

2.1.5.3.6. Pertimbangan Perluasan Merek ………………………

2.1.6. Apakah kesan Kualitas Itu? ……………………………………..

2.1.6.1. Bagaimana Kesan Kualitas

Menghasilkan Nilai ………………………………….

2.1.6.1.1. Alasan Untuk Membeli ………………

2.1.6.1.2. Diferensiasi/Posisi ……………………..

2.1.6.1.3. Harga Optimum ……………………….

2.1.6.1.4. Kepentingan Berbagai Pos Saluran

2.1.6.1.5. Perluasan-Perluasan Merek…………

2.1.6.2. Kesan Kualitas dan Kinerja Perusahaan……….

2.1.6.3. Apa yang Mempengaruhi Kesan

Kualitas? ……………………………………………….

2.1.6.3.1. Berbagai Dimensi dari Kesan Kualitas Konteks Produk

2.1.6.3.2. Berbagai Dimensi Kesan Kualitas: Konteks Jasa

2.1.6.4. Memberikan Kualitas Tinggi ………………………

2.1.6.5. Tanda-Tanda Kualitas Tinggi …………………….

2.1.6.6. Harga Sebagai Pertanda Kualitas ……………….

2.1.6.7. Menyesuaikan Persepsi dengan Kualitas Aktual

2.1.7. Asosiasi-Asosiasi Merek: Keputusan Posisioning …………

2.1.7.1. Asosiasi, Pencitraan, dan Posisioning …………..

2.1.7.2. Bagaimana Asosiasi-Asosiasi Merek Menciptakan Nilai

2.1.7.2.1. Membantu Proses/Penyusunan Informasi

2.1.7.2.2. Perbedaan ………………………………

2.1.7.2.3. Alasan Untuk Membeli ………………

2.1.7.2.4. Menciptakan Sikap/Perasaan Positif

2.1.7.2.5. Landasan Untuk Perluasan …………

2.1.7.3. Tipe-Tipe Asosiasi …………………………………..

2.1.7.3.1. Atribut Produk …………………………

2.1.7.3.2. Atribut-Atribut Tak Berwujud …….

2.1.7.3.3. Manfaat Bagi Pelanggan …………….

2.1.7.3.4. Harga Relatif ……………………………

2.1.7.3.5. Penggunaan/Aplikasi …………………

2.1.7.3.6. Pengguna/Pelanggan ………………….

2.1.7.3.7. Orang Tersohor/Khalayak ………….

2.1.7.3.8. Gaya Hidup/Kepribadian ……………

2.2. Penelitian Sebelumnya ……………………………………………………….

2.3. Hipotesis ………………………………………………………………………..

2.4. Metode Penelitian …………………………………………………………….

2.4.1. Identifikasi Variabel ………………………………………………..

2.4.2. Definisi Operasional ……………………………………………….

2.4.3. Jenis dan Sumber Data ……………………………………………

2.4.4. Prosedur Penentuan Sampel …………………………………….

2.4.5. Prosedur Pengumpulan Data …………………………………….

2.4.6. Teknis Analisis ………………………………………………………

2.4.7. Sistematika Penulisan Skripsi ……………………………………

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1. Gambaran Umum ……………………………………………………………..

3.1.1. Profil Perusahaan …………………………………………………..

3.1.2. Jenis Produk …………………………………………………………

3.1.3. Hasil Penelitian ………………………………………………………

3.2. Pembahasan ……………………………………………………………………

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan ……………………………………………………………………..

4.2. Saran ……………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR TABEL

 

TABEL

3.1 Daftar Harga Kaisar Keramik ……………………………………………………………..

3.2 Specification-Floor Tile Kaisar Ceramic ………………………………………………..

3.3 Data Hasil Penelitian Untuk Loyalitas Merek ………………………………………….

3.4 Data Hasil Penelitian Untuk Kesadaran Merek ……………………………………….

3.5 Data Hasil Penelitian Untuk Kesan Kualitas ……………………………………………

3.6 Data Hasil Penelitian Untuk Asosiasi Merek …………………………………………..


DAFTAR GAMBAR

 

GAMBAR

2-1 Piramida Loyalitas Merek ……………………………………………………………….

2-2 Nilai Loyalitas Merek …………………………………………………………………….

2-3 Menciptakan dan memelihara Loyalitas Merek ……………………………………

2-4 Analisa Retensi Pelanggan ………………………………………………………………

2-5 Piramida kesadaran Merek………………………………………………………………

2-6 Nilai Kesadaran Merek ………………………………………………………………….

2-7 Nilai dari Kesan Kualitas ………………………………………………………………..

2-8 Nilai Asosiasi Merek ……………………………………………………………………..

3-1 Kurva Pengujian Chi Square ……………………………………………………………

3-2 Kurva Pengujian Q Cochran ……………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA

 

Aaker, Daved A, Manajemen Ekuitas Merek, Spektrum, 1997.

Hermawan, Ancella Anitawati, Philip Kotler Manajemen Pemasaran, Edisi Indonesia, Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 1995.

Cahyadi, Rahmad, “Mengukur Ekuitas Merek”, Ventura, Vol. 2 No. 1. April 1998, STIE Perbanas Surabaya.

Keegan, Moriarty, Duncan, “Marketing second edition”, 1995, Prentince Hall, A Simon & Son.

. Home. Ok Rek. Testimoni. FAQ. Produk Duwur. Martapura. Batik Unik. Gamis Modern. Batik Tulis. Perhiasan Martapura. Millo Shop

Kaitkata: , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.