Archive for ‘Tekstil’

2012/01/06

TEKNOLOGI PENCELUPAN DAN PENCAPAN

Teknologi Pencelupan dan Pencapan adalah suatu cara penyempurnaan bahan tekstil untuk meningkatkan mutu dan daya guna bahan tekstil. Teknologi Pencelupan dan Pencapan merupakan teknik pemberian warna pada bahan tekstil. Dilihat dari tujuannya terdapat perbedaan antara pencelupan dan pencapan. Pencelupan memberi warna pada bahan tekstil secara merata dan menyeluruh sedangkan pencapan tujuannya memberi warna pada bahan secara setempat sesuai dengan desain/motif yang telah ditentukan. Pada proses pencapan dapat digunakan beberapa jenis zat warna secara simultan.
Hasil pencapan memilki nilai seni karena desain yang dibuat merupakan hasil karya seni. Berbagai jenis zat warna dapat digunakan untuk mewarnai bahan tekstil baik pada proses pencelupan maupun pencapan, pemilihan zat warna yang digunakan didasarkan pada tujuan dan jenis serat yang diwarnai.

Pengolahan bahan tekstil baik untuk proses pencelupan maupun proses pencapan meliputi tahap–tahap proses :

  • Identifikasi Serat, Benang, dan Zat Warna
  • Persiapan Proses Pencelupan dan Pencapan
  • Persiapan Proses Pencelupan dan Pencapan Kain Sintetik
  • Proses Persiapan Pencelupan dan Pencapan
  • Pengelantangan
  • Merserisasi
  • Pencelupan
  • Pencapan
  • Batik
  • Pengujian Hasil Pencelupan dan Pencapan
2011/03/06

Cetak saring atau sablon atau screen printing

Wolu Dress

Cetak saring atau sablon atau screen printing merupakan bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Cetak saring dapat diartikan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang biasa disebut screen (Guntur Nusantara, 2007: iii). Pada umumnya cetak mencetak dilakukan pada setiap benda padat yang datar tetapi dapat juga dilakukan di atas bentuk yang melingkar. Pada prinsipnya cetak mencetak pada berbagai macam benda padat adalah sama.

Perbedaannya terletak pada jenis cat / tinta yang digunakan dan jenis produk yang akan dicetak.

Menengok sejarah cetak saring atau cetak sablon telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa Jepang sejak tahun 1664, abad ke- 17. Ketika itu, Yuzensai Miyasaki dan Zisukeo Mirose mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif yang sebelumnya dibuat motif kimono dengan tulis tangan. Ternyata lebih menekan biaya sehingga kimono motif sablon mulai b anyak digunakan oleh masyarakat Jepang. Sejak itu, teknik cetak saring terus berkembang dan merambah ke berbagai negara. Pada tahun 1907, pria berkebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutera halus. Bahan rajut inilah yang merupakan cikal bakal kain gasa untuk menyablon….. <READ MORE>

Tag: ,
2009/12/15

Istilah-istilah dalam bidang Busana/tekstil/baju/pakaian (3)

Agel Serat daun gebang.
Alat press Alat pemanas hasil cetak saring dilengkapi alat pengatur suhu dan timer untuk mengatur waktu sesuai jenis pasta warna yang digunakan.
Bandul Alat penahan kain tergantung pada gawangan.
Bobbin Alat untuk tempat benang pakan pada teknik tapestri.
Canting Alat batik dari tembaga untuk mengambil lilin cair dan untuk melukiskan pada kain.
Canting carak Canting yang berparuh lebih dari satu.
Cawuk Alat untuk mengerok.
Cecek Bentuk titik yang dibuat menggunakan canting cecek dan tetap putih.
Celemek Alat penutup dari kain agar bagian badan tidak terkena kotoran.
Cetak saring Sablon atau screen printing dapat diartikan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang biasa disebut screen.
CMYKey Cyan, magenta, yellow, dan key atau hitam.
Colduro Bahan pelapis yang terbuat dari busa spon yang mempunyai lapisan.
Corak giordes Teknik anyam pada tapestry yaitu bahan benang pakan yang digunakan potongan-potongan yang diselipkan pada tenun corak rata.
Corak kilin Teknik anyam pada tapestry dengan cara mengait atau benang pakan berbalik arah asalnya.
Corak rata Teknik anyam pada tapestry yaitu benang pakan mengisi benang lusi/lungsi dengan hitungan sama: 1,2 dan 1,1 atau atas satu bawah satu.
Corak soumak Teknik anyam pada tapestry dengan cara melilitkan benang pakan pada benang lusi/lungsi, sehingga menyebabkan rupa permukaan tenunan dekoratif.
Cukit/pendedel Alat untuk melepaskan jahitan yang salah pada kain.
Cut Put Methode/ Proses cetak saring dengan teknik pemotongan.
Cutter Alat pemotong atau membuat lubang motif pada kertas.
Dacron Bahan pelapis yang terbuat dari bahan sintetis dan diolah menjadi bahan lembaran.
Fast dye Bahan pengental yang dicampur dengan pewarna sandye menghasilkan sablonan tidak timbul.
Ganden Alat pemukul dari kayu.
Gawangan Tempat untuk membentangkan mori pada waktu membatik tulis.
Geblogan (piece) Satu gulung kain yang sudah ditentukan oleh pabrik yang untuk tekstil biasa dari masing-masing pabrik tidak selalu sama panjangnya. Tetapi untuk mori sudah ada standar tetentu panjang tiap geblog bagi masing-masing jenis mori.
Hair dryer Alat listrik untuk mengeringkan screen setelah diolesi obat peka cahaya dan mengeringkan hasil cetakan pada kain.
Hand sprayer Alat penyemprot untuk membuat lubang screen setelah proses penyinaran dan untuk membersihkan screen setelah penyablonan.
Hidronal G Lem kain dalam bentuk cair warna putih seperti susu, digunakan untuk melapisi alas sablonan atau blanket.
Isen-isen cecek Pengisi motif dengan titik-titik…….

…..SELENGKAPNYA>>>Istilah-istilah dalam bidang Busana

.

Tag: ,
2009/12/06

Istilah-istilah dalam bidang Busana/tekstil/baju/pakaian (2)

Manutex Agar-agar rumput laut yang tidak berwarna dan tidak mewarnai bahan, digunakan sebagai pengental zat warna dalam bentuk serbuk seperti zat warna reaktif atau dispersi.
Mbironi Menutup pada bagian motif yang akan tetap berwarna biru atau putih.
Medel Memberi warna biru pada batikan.
Meja afdruk Meja yang dilengkapi lampu neon dan diatasnya menggunakan kaca bening sehingga sinar tembus ke benda yang akan diafdruk.
Meja gambar Meja yang digunakan untuk membuat desain motif untuk cetak saring dan untuk memindah gambar ke kodatrace.
Meja sablon Meja untuk menyablon kaos atau lembaran yang ukurannya kecil, dilengkapi dengan klem penjepit dan dapat diputar, cukup untuk 4 screen.
Melorod Menghilangkan lilin secara keseluruhan dalam air mendidih.
Mencipta Memuat sesuatu yang belum pernah ada yang sesuai dengan keinginan seseorang.
Mencolet Menggambar dengan kuas di atas kain dengan menggunakan pasta sablon.
Menembok Menutup motif dengan lilin yang akan tetap berwarna putih.
Mengemplong Memukul berulang-ulang dengan ganden bertujuan meratakan permukaan mori.
Mengetel/meloyor Mencuci mori dengan bahan minyak nabati dan bahan alkali.
Menyoga Memberi warna coklat pada batikan.
Merengga Merubah bentuk-bentuk dari alam menjadi sebuah hiasan.
Merining/mengesik Menutup dengan llin pada bagian motif tertentu yang akan tetap berwarna putih dan biru.
Midangan Alat untuk meregangkan kain pada waktu menyulam, yang terbuat dari kayu atau plastik, berbentuk lingkaran, terdiri dari dua  bagian yaitu lingkaran dalam, lingkaran luar dan memiliki baut.
Mlampah sareng Cap-capan motif menggunakan dua cap berjalan berdampingan.
Motif Gambaran bentuk yang merupakan sifat dan corak suatu perwujudan.
Mubeng Berputar.
Ngawat Membentuk suatu garis lilin bekas canting tulis yang baik (seperti kawat).
Ngerok/ngerik Membuka lilin batik pada motif tertentu dengan alat kerok…………

………SELENGKAPNYA>>>Istilah-istilah dalam bidang Busana/tekstil/baju/pakaian

.

.

Tag: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.969 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: