2009/11/14

Contoh Soal Cerita -Matematika kelas 6 SD, untuk Latihan menghadapi Ujian Nasional

Kerjakan soal-soal berikut dengan benar.

1. Arif membawa kardus berbentuk kubus yang panjang rusuknya 42 cm. Berapakah volume kardus tersebut?

2. Kotak mainan Tari berbentuk kubus yang tingginya 25 cm. Berapakah volume kotak mainan Tari?

3. Sebuah bak air berbentuk kubus mampu menampung air 216 dm3.

Berapa desimeter tinggi bak air tersebut?

4. Akuarium raksasa berbentuk kubus mampu menampung 8.000 dm3 air.

Berapa meter panjang rusukakuarium raksasa tersebut?

5. Sebuah akuarium berbentuk kubus dapat menampung 27.000 cm3 air.

Berapa sentimeter panjang rusuk akuarium tersebut?

 

Carilah bilangan yang dimaksud pada soal-soal berikut.

1. Aku adalah bilangan kubik. Jika aku dikalikan dengan bilangan berapapun hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Berapakah aku?

2. Aku adalah bilangan kubik. Aku juga merupakan volume balok yang berukuran 20 × 45 × 30. Berapakah aku?

3. Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dipangkatkan tiga dan ditambah dengan 2164 hasilnya 6260. Berapakah aku?

4. Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dipangkatkan tiga dan dikali 8 hasilnya 4096. Berapakah aku?

5. Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dipangkatkan tiga, aku lebih besar dari 11.000 tapi aku kurang dari 13.000. Berapakah aku?

BERSAMBUNG

DARI Buku Sekolah

2009/11/14

berebut tiket PKB?

Judul: berebut tiket PKB?

Nama Imam Nahrowi Mulai Disebut
Dirilis kabarsidoarjo pada Friday, November 13th 2009 dalam Politik

SIDOARJO- Semakin dekatnya perhelatan pilkada Sidoarjo 2010, semakin banyak pula kandidat yang diusung berbagai kekuatan massa.

Salah satunya oleh Kelompok Pemuda Kebangsaan Sidoarjo (KPKS).

Dalam siaran persnya, kelompok pemuda yang mengklaim dirinya sebagai kaum muda Nahdliyin ini, memberikan gambaran bakal calon yang dianggap pantas memimpin Sidoarjo lima tahun kedepan.

“Masyarakat Sidoarjo tentunya harus diberi suguhan bakal calon yang pantas dipilih untuk memimpin Sidoarjo. Dan salah satu calon yang pantas itu adalah H.Imam Nahrowi,” terang M.Faiz ketua KPKS.

Masih menurut Faiz, banyaknya kekuatan politik di Sidoarjo yang kebanyakan di usung oleh mereka yang memiliki usia produktif, perlu menjadikan kajian untuk mengusung tokoh muda, yang memiliki kemampuan memimpin dengan pengalaman yang mumpuni.

“H.Imam Nahrowi merupakan kader yang pantas di perjuangkan untuk melakukan periubahan di Sidoarjo. Pengalamannya menganalisis persoalan sangat dibutuhkan Sidoarjo,” terangnya.

Sementara itu terkait promosi Imam Nahrowi untuk menggantikan kursi Muhaimin Iskandar di DPR, ternyata tidak menjadi kendala bagi KPKS.

2009/11/13

Prospek Sukuk Negara

Hadi Purnomo
(Praktisi dan Pengamat Bank Syariah)

Pemerintah akan menerbitkan sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 6 triliun hingga akhir tahun 2009. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah akan melakukan lelang SBSN empat kali, yaitu masing-masing dua kali pada bulan Oktober dan November 2009. Di dua kali lelang SBSN yang sudah dilakukan pada bulan Oktober, pemerintah hanya berhasil meraup dana sebesar Rp 200 miliar. Padahal, target indikatif pada setiap kali lelang cukup besar, yaitu Rp 1,5 triliun. Apa yang sebenarnya terjadi sehingga dana yang diraup pemerintah melalui lelang SBSN hanya Rp 200 miliar?

Kondisi umum pasar SBSN domestik relatif belum berkembang. Hal tersebut ditandai oleh terbatasnya suplai, rendahnya likuiditas pasar, dan kurangnya partisipasi pelaku pasar, khususnya lembaga keuangan syariah. Sejak kali pertama diperkenalkannya SBSN pada April 2009, total SBSN yang beredar sampai dengan Oktober 2009 adalah Rp 13,142 triliun yang terdiri atas SBSN tradeable sebesar Rp 10,456 triliun dan SBSN nontradeable (kepemilikan Depag) sebesar Rp 2,686 triliun. Porsi kepemilikan bank adalah 11,6 persen dari total SBSN tradeable atau sebesar Rp 1,216 triliun dan porsi kepemilikan bank syariah hanya Rp 314 miliar.

Kecilnya porsi kepemilikan SBSN oleh bank syariah mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas bank syariah cukup ketat pada periode tersebut karena harus bersaing dengan bank konvensional untuk meraup dana dari masyarakat.

Penawaran SBSN melalui open auction ditanggapi positif oleh investor. Pasar cukup bergairah. Hal ini terbukti dari jumlah incoming bids lelang SBSN pada 12 dan 27 Oktober 2009 masing-masing sebesar Rp 5,1 triliun dan Rp 4,1 triliun. Angka incoming bids tersebut merefleksikan likuiditas masih cukup besar meskipun pelaksanaan lelang dilakukan pada akhir tahun. Partisipasi investor pada kedua lelang tersebut masih didominasi oleh investor nonsyariah. Di lelang kedua pada 27 Oktober 2009, partisipasi investor lembaga syariah meningkat, namun masih sangat rendah, yaitu hanya 15,7 persen atau Rp 655 miliar dari total incoming bids Rp 4,1 triliun. Selanjutnya, di lelang ketiga pada 10 November 2009, incoming bids turun menjadi Rp 2,2 triliun. Namun, pemenang lelang mencapai Rp 1,08 triliun dan sekitar 75 persen dimenangkan oleh lembaga keuangan syariah.

Diperhatikan dari sisi time horizon investasinya, bank lebih banyak menyampaikan penawaran pada SBSN dengan tenor pendek 4-6 tahun. Sedangkan, asuransi dan dana pensiun menawar SBSN dengan tenor yang lebih panjang.

Penerbitan SBSN di pasar domestik secara regular dilakukan melalui book building dan private placement. Namun, sejak Oktober 2009, penerbitan SBSN di pasar domestik dilakukan secara reguler dengan fixed calendar of auction. Penerbitan SBSN secara lelang memberikan banyak manfaat, antara lain efisiensi waktu, meningkatkan transparansi, memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan SBSN, memberikan kepastian bagi investor, dan mendorong pengembangan pasar sekunder SBSN.

Bagi investor, sistem apa pun yang diterapkan tidak masalah sepanjang memberikan imbal hasil/return yang terbaik. Investor tetap menerapkan prinsip higher return-higher risk. Bila investor mengharapkan yield tertinggi, bagaimana dan berapa sebenarnya owner estimate yield? Akibat perbedaan persepsi investor estimate yield dengan owner estimate yield, akhirnya pemerintah hanya menyerap Rp 200 miliar dari dua kali pelaksanaan lelang pada bulan Oktober. Itu pun terjadi pada lelang kedua setelah lelang pertama tidak ada yang dimenangkan oleh pemerintah. Di lelang ketiga, persepsi dan ekspektasi yield sudah mulai sama sehingga incoming bids lebih rasional dan akhirnya pemerintah memenangkan penawaran SBSN sebesar Rp 1.08 triliun.

Peserta lelang terbesar SBSN adalah pengelola dana pensiun dan bank. Persepsi yield bank sebagai investor adalah mengoptimalkan idle fund yang belum tersalurkan ke pembiayaan.

Benchmarkyang akan digunakan oleh bank syariah untuk mengelola idle fund jelas mengacu kepada tingkat imbal hasil Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan FASBIS. Berbeda dengan bank syariah, persepsi yield dana pensiun sebagai investor adalah mengacu kepada imbal hasil portofolio yang ditempatkan pada instrumen deposito. Dengan persepsi ini, semestinya imbal hasil yang ditawarkan oleh investor menjadi lebih rasional. Angka yield yang ditawarkan oleh investor seharusnya mengacu kepada imbal hasil instrumen yang sama, dalam hal ini adalah Surat Utang Negara (SUN).

Ekspektasi yield investor di lelang pertama ternyata masih di atas rata-rata yield SUN, yaitu berkisar yield SUN plus 1-2 persen.

Akibatnya, di lelang pertama pada 12 Oktober 2009, tidak ada satu pun penawaran yang dimenangkan pemerintah. Selanjutnya, di lelang kedua pada 27 Oktober 2009, SBSN yang menang hanya seri IFR0003 (jangka waktu enam tahun) sebesar Rp 200 miliar. Imbal hasil rata-rata SBSN seri IFR0003 yang dimenangkan oleh owner adalah 9,59933 persen. Besar imbal hasil SBSN yang dimenangkan relatif hampir sama dengan yield SUN tenor enam tahun, yaitu 9,5535 persen.

Berdasarkan dua kali hasil lelang sebelumnya, persepsi owner estimate yield berbeda dengan persepsi imbal hasil investor. Pemerintah menganggap, seharusnya tidak ada perbedaan persepsi owner dengan persepsi investor. Imbal hasil SBSN seharusnya sama dengan surat utang lain yang dikeluarkan oleh negara ,yaitu sama-sama risk free instrument. Selain punya parameter sendiri, pemerintah mengacu pada imbal hasil obligasi konvensional bertenor sama yang beredar di pasar sekunder. Obligasi berdurasi enam tahun per 12 Oktober 2009, misalnya, memiliki imbal hasil 9,24 persen. Imbal hasil obligasi berdurasi enam tahun tersebut per 26 Oktober meningkat menjadi 9,5535 persen. Angka ini tidak jauh berbeda dengan imbal hasil SBSN yang dimenangkan pemerintah untuk tenor yang sama.

Namun, itu terkesan bahwa investor masih melakukan trial and error dengan menyampaikan penawaran yield yang relatif tinggi dengan pertimbangan: (1) investor menghendaki ekstra premium karena instrumen SBSN relatif baru dan pasar sekunder SBSN belum likuid; (2) investor mengacu pada imbal hasil SBSN di pasar sekunder yang tidak likuid dan abnormal, serta (3) investor menguji konsistensi kebijakan pemerintah terkait pricing SBSN vis-a-vis SUN.

Hal yang menarik terjadi di lelang ketiga, selain pemerintah memenangkan penawaran SBSN sebesar Rp 1,08 triliun, seri SBSN yang dimenangkan pemerintah semuanya mempunyai tenor jangka pendek, yaitu seri IFR0003 (tenor enam tahun) sebesar Rp 527 miliar dan IFR0004 (tenor empat tahun). Terlihat bahwa di lelang ketiga sudah mulai ada persepsi yang sama terhadap imbal hasil. Rata-rata, imbal hasil tenor enam tahun yang dimenangkan pemerintah adalah 9,68149 persen. Untuk tenor empat tahun, rata-rata imbal hasil adalah 9,04881 persen.

Imbal hasil tersebut mulai bergerak menuju angka imbal hasil SUN per 9 November, yaitu 9,5315 persen dan 9,1895 persen, masing-masing untuk tenor enam dan empat tahun. Rata-rata, imbal hasil yang dimenangkan pemerintah adalah 9,68149 persen (enam tahun) dan 9,40881 persen. Investor mendapat tambahan premium sekitar 0,15 sampai 0,22 persen.

2009/11/13

Bertanya Tentang Bisnis

Posting ini di copy dari http://tanyabisnis.blogspot.com/

 

Konsultasi Bisnis

Anda punya modal tapi tidak tahu untuk apa modalnya? Kami memiliki banyak ide usaha untuk anda, sesuai dengan kemampuan dan bidang anda.
Hub kami di email: jasa@okrek.com
atau 0878 520 95976

Bertanya Tentang Bisnis

 

Keterangan lebih lanjut langsung saja di http://tanyabisnis.blogspot.com/

2009/11/13

Bertanya Tentang Tugas Sekolah

posting berikut di kutip dari http://tanyatugas.blogspot.com/

Tanya Tugas

Punya tugas dari sekolah atau kuliah : Makalah, analisis cerpen drama atau proposal terasa susah dan ga bisa teratasi?
Hubungi Ayuna di 0878 520 95976
email: jasa@okrek.com
(disarankan 1 minggu sebelum pengumpulan tugas)

 

Keterangan lebih lanjut langsung saja ke http://tanyatugas.blogspot.com/

2009/11/13

Sautee (menumis) – Istilah dalam memasak

Sautee adalah memasak bahan makanan dengan potongan – potongan kecil dari daging sapi, unggas, atau sayuran dalam minyak atau mentega bening dalam wajan datar. Yang jadi pertanyaan adalah apakah yang menjadi perbedaan antara saute dengan shallow frying. Perbedaan yang jelas adalah dalam sauté bahan makanan dibalik berkali-kali, sedangkan dalam shallow frying bahan makanan biasanya hanya satu kali dibalik.
Selain itu sauté digunakan untuk memasak bahan makanan yang mudah lunak dan masih muda untuk sayuran. Biasanya dalam memasak bahan makanan dengan metode ini ditambahkan saus seperti cream, demi glace, atau veloute. Dan makanan yang ditambahkan saus dan saus yang ditambahkan, dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan.
Untuk pelaksanaannya, peralatan yang diperlukan hampir sama dengan deep-fry (frying-pan, sauce-pan, sautoir, sauteuse, atau alat sejenis). Masalahnya hanyalah jumlah butter atau minyak yang digunakan itu saja.

Pemasakan harus dilakukan dengan alat yang bersih, tanpa karat, dan bebas dari jelaga. Pada proses sautee pengaruh kotoran ini jauh lebih besar dari pada deep-fry, karena bahan langsung bersinggungan dengan permukaan wajan penggorengnya. Berbeda dengan deep-fry, pada proses ini panas yang digunakan sedang, bukan api yang besar. Karena umumnya bahan yang di-sautee itu merupakan bahan yang diiris tipis dan mudah sekali matang. Api yang besar justru akan memudahkan penggosongannya, dan hasilnya akan tidak seperti yang dikehendaki………

……SELENGKAPNYA>>>> Sautee (menumis) – Istilah dalam memasak

 

2009/11/13

UJIAN AKHIR SEKOLAH SMP/MTS (UAN) MATEMATIKA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 -Dari Bank Soal

1. Di suatu daerah yang berada pada ketinggian 3500 meter di atas permukaan laut suhunya -80C.

Jika setiap naik 100 meter suhu bertambah 10C, maka suhu di ketinggian 400 meter di atas

permukaan laut saat itu adalah ….

A. 220C             C. 240C

B. 230C             D. 250C

 

2. Hasil dari 2,25 + (1,5)2 =….

A. 3,75                 C. 22,65

B. 4,75                 D. 24,00

5. Sebuah mobil memerlukan 4 liter bensin untuk menempuh jarak 108 km. Jika mobil berisi 12 liter

bensin, maka jaraak yang dapat ditempuh adalah ….

A. 328 km         C. 256 km

B. 324 km         D. 260 km

6. Tiga puluh orang dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 60 hari. Setelah 30 hari bekerja,

pekerjaan terhenti selama 10 hari. Jika ingin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, maka harus

menambah oekerja sebanyak ….

A. 25 orang             C. 15 orang

B. 20 orang              D. 10 orang

bersambung….

dari buku sekolah…

2009/11/12

RAFFA TRANS – JASA ANTAR JEMPUT karyawan, pelajar / anak sekolah di wilayah Surabaya

Posting berikut di kutip dari http://antarjemput.okrek.com/

RAFFA TRANS
JASA ANTAR JEMPUT Surabaya
031 70123698 & 081 857 1198

MELAYANI ANTAR JEMPUT KARYAWATI / KARYAWAN :

  1. RUTE  I :  DARI WIYUNG – DARMO PERMAI HR MOHAMAD  KE NGAGEL – PUCANG- DHARMAHUSADA – KERTAJAYA.
  1. RUTE  II : DARI DARMO PERMAI – HR MOHAMAD  KE RAYA DARMO  BASUKI RAHMAT – EMBONG MALANG – KEMBANG JEPUN – PERAK

MELAYANI ANTAR JEMPUT PELAJAR (anak sekolah) :

  1. RUTE  I : DARI WIYUNG – DARMO PERMAI KE SMA PETRA – I SMP PETRA I – KARITAS III – ALFA OMEGA.
  1. RUTE II : DARI DARMO PERMAI – HR MOHAMAD KE SMA PETRA I – SMP PETRA I –  KARITAS III – ALFA OMEGA.
Silakan hubungi kami di 031-70123698 atau 081 857 1198
dan tunjukkan nama webblog ini untuk mendapatkan harga spesial.

____________________________________________________________

Keterangan lebih lanjut klik: http://antarjemput.okrek.com/

.

2009/11/11

Syair – Pengertian dan contoh

Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti perasaan. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain:

Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.

_

Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi lima golongan, sebagai berikut.

1. Syair Panji

Syair panji menceritakan tentang keadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berada atau berasal dari dalam istana.

Contoh syair panji adalah Syair Ken Tambuhan yang menceritakan tentang seorang putri bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan kepada Sang Ratu Kauripan.

2. Syair Romantis

Syair romantis berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair romantis yakni Syair Bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra Bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya. Pertemuan pun terjadi dan akhirnya Bidasari memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.

3. Syair Kiasan

Syair kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga atau buahbuahan.

Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan “seperti pungguk merindukan bulan”.

4. Syair Sejarah

Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah.

Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mengkasar (dahulu bernama Syair Sipelman), berisi tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.

Syair berbahasa Arab yang tercatat paling tua di Nusantara adalah catatan di batu nisan Sultan Malik al Saleh di Aceh,

bertarikh 1297 M.

5. Syair Agama

Syair agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat yaitu: (a) syair sufi, (b) syair tentang ajaran Islam, (c) syair riwayatcerita nabi, dan (d) syair nasihat.

Perlu kita ketahui, setiap syair pasti mengandung pesan tertentu. Pesan tersebut dapat kita simpulkan setelah memahami isi sebuah syair.

Contoh syair agama : Syair Perahu, Syair Dagang (banyak yg bilang karangan Hamzah Fansuri, tapi para ahli membantahnya), Syair Kiamat, Bahr An-Nisa, Syair Takbir Mimpi, Syair Raksi

dari buku sekolah – Selengkapnya tentang Contoh Syair di http://www.bukupr.com/2011/09/contoh-syair.html

Terima kasih kepada: Okrek (Produk Busana Muslim)Duta Pulsa (All Operator Pulsa Elektrik)Mode (Belajar Mendesan Busana)Persewaan Alat Pesta / Tenda,  Susu Skim Kolostrum (SUSU NACO)Permata Martapura di FacebookGamis Modern di Facebook

2009/11/11

Sedekah dana pas-pas an – dari Yusuf Mansur

Ada orang-orang yang rela berpuasa, untuk bisa bersedekah. Sementara itu, ada yang tetap tidak bergeming dengan hartanya, padahal ada kesempatan bersedekah. Hartanya dipegangnya hanya gara-gara tidak ada uang cash. Dan pada ceritera yang laen, ada seorang hamba Allah yang kemudian tetap mencari jalan untuk bisa bersedekah meski keadaannya tidak bisa bersedekah.

Orang yang menolak halus untuk ikutan sedekah di Case 18 tadi, ga jadi soal. Apalagi kemudian dia mendoakan. Dengan doanya itu, sudah cukup menjadikannya bahagian dari rentengan amal sedekah yang 4,5jt tsb..

(-) He he he… Ini mah namanya bukan “Case”.. Tapi langsung pendapat pribadi.

(+) Eh, iya. Oke dah. Ini sekedar menunjukkan Rahman Rahimnya Allah. Betapa Allah itu sayang sama hamba-Nya. Dia begitu murah membagi-bagikan pahala kebaikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

(-) Jadi, tanpa ikutan sedekah berjamaah, hanya sekedar mendoakan saja, sudah ikut mencicipi bahagian dari rentengan pahala sedekah berjamaah di atas?

(+) Iya. Tadi kan yang menolak tetap berdoa? Coba perhatikan ulang potongan Case 18 di atas:

Dari sekian orang yang ditelpon, untuk dikabarkan tentang ladang amal penghafal al Qur’an, ternyata ada seorang yang kira-kira bicara begini: Saya dah punya ladang sedekah sendiri. Maaf ya.

Kasus ini rada serupa meski tak sama, dengan kasus satu orang yang diajak berderma oleh seseorang untuk satu yatim. “Udah pada sedekah tuh kawan-kawan yang lain?”, tanya si orang ini.

“Sudah. Barangkali antum mau nambahin.”

“Sudah kumpul berapa?”

“Sudah 4,5jt.”

“Ya, segitu sudah cukup. Saya ga ikutan dulu. Saya kasihkan sedekah saya kepada anak yatim yang lain saja ya. Salam sama kawan-kawan. Mudah-mudahan sedekah kita diterima Allah, dan mudah-mudahan kawan-kawan pengajak mendapat keberkahan dari amalan ajakannya”.

Lihat, ada doa di sana. Mendoakan kawan-kawan yang bersedekah. Subhaanallaah, doa juga kan amal saleh dan termasuk sedekah. Sedekah doa minimal sebutannya.

(-) Case by case yang ditulis ini, sebenernya berseri ga sih?

(+) Engga. Boleh dibaca tanpa urut-urutan.

(-) Oh, kirain harus nyambung. Harus urut.

(+) Ga. Ga mesti urut. Ok ya, saya tulis case berikutnya.

(-) Silahkan.

***

Seorang jamaah menolak halus untuk diajak serta berderma di satu yatim. Dengan alasan, selain dia pandang sudah cukup dananya, juga dia memiliki yatim yang lain.

Tapi ada seorang lagi yang tidak menyia-nyiakan… Dia ada uang 100rb, tapi sungguh, ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya… “Duh, ada tawaran sedekah, tapi uangku hanya tinggal 100rb. Sedang uang ini untuk anak yatim asuhanku…”, begitu desah di hatinya.

Tapi sejurus kemudian ia bilang begini kepada si pengajak, “Jadi, udah ada 4,5jt? Kapan dikumpulinnya, dan kapan dan itu dibawa ke si yatim tersebut?”

“Pengennya sih Jum’at besok nih. Jum’at kan Sayyidul Ayyam, seutama-utamanya hari. Termasuk buat sedekah. Di hari Jum’at sedekah bagus sekali. Sekalian kita sama-sama jalan ke sana. Ke rumah yatim tersebut sehabis pulang kerja di Jum’at sore…”.

“Iya dah. Saya ikutan”.

Orang ini tetap mengiyakan. Sebab ia lihat hari itu baru Rabu. Masih ada jeda sehari dua hari. Siapa tahu ada rizki. Bukankah kalo di urusan sedekah, niat saja bisa jadi sedekah? Dan kalo sudah jadi sedekah, maka siapa tahu baru berniat saja, sudah ada rizki yang bakal diantar Allah?

Orang ini mengamini pendapat guru-gurunya, bahwa seseorang itu cukup berniat. Cukup pasang niat. Selanjutnya Allah yang akan melengkapi. Demikian dia meyakini.

Kalo nanti sekiranya sampe hari Jum’at dia ga bisa juga sedekah, dia udah niat pengen ikutan. Ya ikutan ke rumah yatim tersebut. Pengen ngelihat anak yatim yang dimaksud. Siapa tahu ada rizki di hari-hari ke depannya. Insya Allah niat sudah dicatat. Dan insya Allah, biasanya Allah berkenan memberikan rizki supaya ikutan bersedekah di hari Jum’at.

Kalaupun bener-bener ga ada uang yang kira-kira pantas, tetap saja mereka-mereka yang mau sedekah mah, ada saja jalannya. Toh ga usah harus selalu uang. Misalnya, menyediakan motor untuk boncengan dengan kawan menuju ke rumah yatim tsb. Atau sedekah doa sebagaimana disebut di atas.

Dan sekiranya ada rizki, maka dua keutamaan minimal didapat. Sedekah “berjamaah” tadi, dan sementara sedekah ke yatimnya sendiri selama ini tetap dapat bahagiannya.

(+) Stop dulu…!

(-) Apanya yang distop…?

(+) Bacanya.

(-) Wah, koq distop dulu…? Situ mah demennya nyetop materi terus, he he he.

(+) Ya, engga gitu lah. Lihat sisi baiknya.

(-) Ya, sisi baiknya, libur belajar Kuliah Online, ha ha ha. Ya udah, distop kenapa dan buat apa?

(+) Buat ngulangin dulu kalimat di atas sekali lagi. Nih saya cuplikkan paragrap-paragrap di atas. Ketika seseorang ditawarkan ladang amal sedekah berjamaah, ternyata dia ga ada duit. Tapi tetap ikutan. Berikut dialognya sebagaimana di atas tadi. Saya minta dibaca lagi:

“Iya dah.. Saya ikutan”.

Kita akan bertanya, koq tetap ikutan? Kan ga ada duit? Berikut lanjutannya:

Orang ini tetap mengiyakan. Sebab ia lihat hari itu baru Rabu. Masih ada jeda sehari dua hari. Siapa tahu ada rizki. Bukankah kalo di urusan sedekah, niat saja bisa jadi sedekah? Dan kalo sudah jadi sedekah, maka siapa tahu baru berniat saja, sudah ada rizki yang bakal diantar Allah?

Orang ini mengamini pendapat guru-gurunya, bahwa seseorang itu cukup berniat. Cukup pasang niat. Selanjutnya Allah yang akan melengkapi. Demikian dia meyakini.

Kalo nanti sekiranya sampe hari Jum’at dia ga bisa juga sedekah, dia udah niat pengen ikutan. Ya ikutan ke rumah yatim tersebut. Pengen ngelihat anak yatim yang dimaksud. Siapa tahu ada rizki di hari-hari ke depannya. Insya Allah niat sudah dicatat. Dan insya Allah, biasanya Allah berkenan memberikan rizki supaya ikutan bersedekah di hari Jum’at.

Kalaupun bener-bener ga ada uang yang kira-kira pantas, tetap saja mereka-mereka yang mau sedekah mah, ada saja jalannya. Toh ga usah harus selalu uang. Misalnya, menyediakan motor untuk boncengan dengan kawan menuju ke rumah yatim tsb. Atau sedekah doa sebagaimana disebut di atas.

Dan sekiranya ada rizki, maka dua keutamaan minimal didapat. Sedekah “berjamaah” tadi, dan sementara sedekah ke yatimnya sendiri selama ini tetap dapat bahagiannya.

(+) Ok, sekarang lanjut lagi materinya…

(-) Bentar-bentar. Kalo misalnya bener-bener pengen sedekah ke anak yatim tersebut, tapi juga pengen sedekah ke yatim yang di sedekah berjamaah tadi, gimana?

(+) Ya itu dia. Makanya saya mau ngelanjutin. Bila ada pertanyaan, boleh ga dibagi dua? Yatimnya dan yatim yang akan dikunjungi di hari Jum’at? Jawabannya macem-macem. Bisa saja jawabannya: Terserah saja. Koq terserah? Kan namanya juga contoh kasus. Kalo saya, ga usah dibagi dua. Ga usah mengurangi jatah yatim yang biasa. Tambahin saja sedekahnya.

(-) Lah, kalau uangnya ga ada lagi?

(+) Ada. Kalo mau usaha mah.

(-) Iya ya. Misalnya jual-jual HP gitu, atau yang lainnya. Toh nanti akan diganti yang lebih banyak dan lebih baik. Gitu kan?

(+) Betul. Bahkan kita bisa berpuasa di hari kamisnya. Misalnya informasinya hari rabu, maka ancer-ancer saja supaya sekeluarga berpuasa di hari Kamis. Supaya jatah belanja di hari kamis, bisa disedekahin.. Dengan menghemat pengeluaran, bisa tuh sedekah. Harusnya beli bensin di hari kamis, beli seperlunya. Harusnya naik ojek begitu sampe di mulut komplek tempat kita tinggal, ini jalan kaki. Harusnya ngasih anak jajan di hari kamis dan Jum’atnya, ajak anak untuk prihatin dan berhemat. Insya Allah tadinya ga ada jatah sedekah, jadi ada jatah sedekah.

(-) Kalo misalnya, kalo nih. Kalo sampe Jum’at bener-bener ga ada.. Boleh ga minjem sama kawan? Pinjam dulu 100rb misalnya. Ntar kalo udah ada, diganti?

(+) Sampe ketemu kalo gitu di Case 20.

(-) Oalaaaahhh… Koq demennya ngegantung terus siy…?

(+) He he he, nikmatin dulu dah. Ini kan habis nerima ilmu. Supaya berkah ilmunya, coba ambil wudhu, gelar sajadah, dan shalat dah.

(-) Shalat apaan?

(+) Shalat sunnah. Shalat sunnah mutlak saja. Ga pake embel-embel niat shalat sunnah ini itu. Cukup dengan nawaitu: Saya niat shalat sunnah. Dua rakaat. Lillaahi ta’aalaa. Atau dalam bahasa Arabnya, Usholli sunnatan, rok’ataini, lillaahi ta’aalaa.

(-) Buat apa shalat?

(+) Buat terima kasih, dah dapet ilmu. Terus buat berdoa. Berdoa kalo habis shalat, manteb. Berdoa dah, supaya bisa bersedekah, di saat lapang maupun sempit. Berdoa supaya dikasih jalan-jalan untuk bisa bersedekah. Insya Allah, Jalan-jalan sedekah itu punyanya Allah. Kita minta jalan karir, jalan sehat, jalan anak saleh, jalan pengabulan hajat dan doa, salah satunya dengan meminta Allah menghadirkan kesempatan untuk bisa bersedekah.

(-) Wuah, menarik juga ya. Situ juga shalat dong…

(+) Buat apa?

(-) He he he, yang shalat jangan hanya “muridnya” doang. Gurunya juga dong. Doain kita-kita yang belajar, supaya bisa ngamalin. Kan kalo pada ngamalin, situ sebagai guru juga dapat pahalanya.

(+) Iya ya. Iya dah.

(-) Lah iya lah, masa ya iya dong…

(+) Betul. Saya kudu shalat juga sehabis ngajar. Nulis ini kan termasuknya ngajar ya? Ocre. Sebelum ngajar, sebelom nulis, apalagi materinya nyangkut-nyangkut tauhid, harus shalat. Minta tolong sama Allah supaya dimudahin dalam mengajar, dan supaya mengajarnya sesuatu yang berguna. Dan sehabis shalat, berdoa dan shalat lagi. Termasuk minta ampun jika ada kesombongan dalam mengajar, dalam menulis. Dan seraya meminta kepada Allah, agar apa yang diajar dan ditulis, tidak mendatangkan kesombongan. Makasih ya. Ayo, sama-sama shalat ya.

Peserta KuliahOnline, bener loh… Sudahkah di setiap urusan, kita shalat? Coba sekarang terapkan. Sesibuk apapun, ketika saudara membaca tulisan ini dan jika diterima sebagai pengajaran, shalat ya. Shalat sunnah. Kemudian berdoa. Mau kan? Insya Allah bukan hanya mau, tapi juga sempat. Manteb dah.

Salam Yusuf Mansur

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.967 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: