2009/11/18

Meletakkan Pola Di Atas Bahan dalam produksi busana – pakaian

Rancangan bahan.

Merancang bahan adalah memperkirakan banyaknya bahan yang dibutuhkan pada proses pemotongan. Rancangan bahan diperlukan sebagai pedoman ketika memotong bahan.
Cara membuat rancangan bahan yaitu:
a) Buat semua bagian-bagian pola yang telah dirobah menurut desain serta bagian-bagian yang digunakan sebagai lapisan dalam ukuran tertentu seperti ukuran skala 1:4.
b) Sediakan kertas yang lebarnya sama dengan lebar kain yang akan digunakan dalam pembuatan pakaian tersebut dalam ukuran skala yang sama dengan skala pola yaitu 1:4.
c) Kertas pengganti kain dilipat dua menurut arah panjang kain dan bagian-bagian pola disusun di atas kertas tersebut. Terlebih dahulu susunlah bagian-bagian pola yang besar baru kemudian pola-pola yang kecil agar lebih efektif dan efisien.
d) Hitung berapa banyak kain yang terpakai setelah pola diberi tanda-tanda pola dan kampuh.

Rancangan bahan diperlukan sebagai pedoman ketika memotong bahan. Bila rancangan bahan berbentuk marker yang dipakai untuk memotong bahan dalam jumlah banyak maka, sebelum diletakkan di atas bahan, panjang marker dijadikan ukuran untuk menggelar bahan sebanyak jumlah yang akan diproduksi, atau disesuaikan dengan kemampuan alat potong yang digunakan. Metoda didalam perencanaan marker ini dapat dibedakan sebagai berikut:…..

…..SELENGKAPNYA>>>Meletakkan Pola Di Atas Bahan dalam produksi busana

2009/11/18

Standar Ukuran Busana dan Cara Mengukur Badan

Berikut adalah standar yang di gunakan oleh salah satu produsen busana (muslim) sebagai acuan untuk menentukan ukuran.

Dilengkapi pula cara sederhana mengukur badan, dalam pembuatan busana.

 

UKURAN

S

M

L

XL

Pundak

36

38

40

42

Bahu

10

11

12

13

Lingkar Dada

90

95

100

105

Lingkar Pinggang

80

85

90

95

Lingkar Panggul

100

105

110

115

Panjang Lengan

50 – 60

Lingkar Kerung Lengan

44/46

46/48

48/50

50/52

Panjang Abaya

130 – 135

Panjang Blus

75 – 85

 

Cara Mengukur Badan:

1. Lingkar Dada

    ___Meteran kita lingkarkan sekeliling badan melalui buah dada diukur pas, lalu + 4cm

2. Lebar Punggung / Pundak

    ___Dari batas tengah kerung lengan kiri sampai kanan

3. Lingkar Pinggang

    ___Sekeliling pinggang +2cm

4. Lebar Bahu

    ___Dari lekuk leher sampai pada ujung bahu

5. Lingkar Kerung Lengan

    ___Sekeliling kerung lengan dari bawah ketiak lalu diselakan atau dimasukkan dua jari

6. Panjang Lengan Pendek

    ___Dari ujung bahu sampai siku

7. Panjang Lengan

___Dari ujung bahu sampai panjang yang dikehendaki

 

 

Sumber: http://okrek.com/shop/content/7-standar-ukuran-baju-busana

.

2009/11/17

2012, Matahari, dan Bosscha

Ninok Leksono

Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.

Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.

Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.

Baca lebih lanjut

2009/11/17

Meninggalkan suami

Yang sering dianggap ringan oleh seorang istri salah satunya adalah ia meninggalkan suaminya begitu saja karena alasan yang kurang pas, ia pergi menginap di rumah teman atau kerabat. Ia menganggap hal semacam itu biasa saja, sesuatu yang sepele, yang tidak banyak mengandung makna apa-apa. Cuma sekedar kesal, terus ngambek dan menginap di teman atau kerabat lainnya. Padahal dalam agama tindakan semacam itu termasuk tindakan yang terlarang keras, bukan hal yang sepele dan jangan main-main, dan jangan sekali-kali melakukannya. Bisa jadi suatu saat perbuatan itu menjadi kebiasaan, dan biasa-biasa saja, di situlah setan berperan dan menang.

Menurut jumhur ulama, sebagian besar mengatakan bahwa haram hukumnya bagi istri meninggalkan suami apapun alasannya. Namun sebagian mengatakan tidak, itu harus dilihat dulu tergantung alasannya, jika alasannya tidak bisa dibenarkan maka haram hukumnya. Surat Al Ahzab ayat 33 : “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah terdahulu”

Jika alasan yang disampaikan seorang istri bahwa suami tidak berbuat adil adalah alasan yang belum dikatakan sebagai alasan melegalkan seorang istri meninggalakan suaminya. Karena hal semacam itu masih bisa ditempuh dengan cara lain seperti memberikan nasihat kepada suami, atau melaporkan ke pengadilan dan sebagainya. Tetapi jika faktanya seorang istri tidak bisa lagi bersama suami tersebut maka berlakulah hukum yang lain seperti gugatan cerai (khulu’).

Baca lebih lanjut

2009/11/16

Menyiapkan Bahan dalam Memproduksi Busana -Muslim

Pada waktu pembelian kain, spesifikasi mutu kain harus dinyatakan dengan jelas. Spesifikasi mutu kain tersebut antara lain adalah :

a) Dimensi, meliputi ukuran panjang, lebar, berat dan mungkin tebal kain, termasuk toleransinya.
b) Jumlah dan jenis cacat yang diperbolehkan tiap unit, termasuk cara penilaiannya dan lembaga penilai yang ditunjuk jika terjadi perbedaan pendapat.
c) Rincian konstruksi dan sifat kain yang diminta, didasarkan pada laporan uji.
Di samping hal di atas, keserasian antara bahan dengan desain busana sangat perlu diperhatikan. Siluet pakaian menjadipertimbangan sebelum kita memilih bahan, apakah sesuai untuk desain pakaian berkerut, berlipit atau mengembang. Caranya, bahan digantungkan memanjang dengan dilipit-lipit untuk memperhatikan jatuhnya, begitu pula untuk memperhatikan kasar halusnya kita raba dan beratnya kita timang apakah syarat-syarat pada desain telah terpenuhi.
Permukaan bahan (tekstur) ada empat karakter:
1) Bila dilihat dari efek pantulan cahaya dari bahan misalnya berkilau atau kusam;
2) Jika diraba terasa kasar atau halus;
3) Kalau dipegang terasa berat, ringan, tipis dan kaku;
4) Kesan pada penglihatan adalah mewah atau sederhana.

Setiap tekstur mempunyai pengaruh terhadap penampilan suatu busana dan bentuk badan sipemakai, bahan yang berat atau tebal akan menambah bentuk. Bahan yang berkilau akan menambah besar dari pada bahan tenunan yang permukaan kusam, seperti bahan satin akan memperbesar bentuk badan dari pada bahan Cape. Maka dari itu kita perlu memilih bahan yang tepat……

……SELENGKAPNYA>>> Menyiapkan Bahan dalam Memproduksi Busana -Muslim

 

.

2009/11/15

Analisa Desain Busana -pakaian-blus

Dalam menganalisa desain kita bisa mengamati dari gejala-gejala atau ciri-ciri dari desain itu sendiri seperti :
1) Gejala perspektif
Desain apakah berupa sketsa atau foto, ada yang lurus kedepan, sikap dengan gaya menyamping ataupun sikap membelakangi lensa, dengan gaya tersebut satu desain pakaian ada kala dapat dilihat dengan jelas dan ada kalanya meragukan terutama pada saat menoleh ke kiri atau ke kekanan, jika desain seperti ini jika diperhatikan maka bagian kiri atau kanannya tidak sama, bagian yang dekat dengan mata lebih besar dari pada yang letaknya agak jauh, semakin jauh jarak semakin kecil letaknya. Hal ini disebabkan gejala perspektif dalam pandangan mata, sedangkan bila dilihat lurus kedepan bagian kiri dan kanan sama. Jadi dalam menganalisa model hal-hal tersebut di atas perlu diperhatikan agar tidak salah dalam memahami desain.
2) Siluet
Dengan melihat dan mengamati siluet dari busana kita dapat menaksir dan menentukan wujud bahan dari busana itu sendiri.
Siluet yang tegang dan mengembang dengan garis sisi yang lurus, menandakan bahannya tebal dan kaku, bila sisinya lengkung atau bawah baju/rok agak bergelombang maka bahan yang digunakan adalah lembut.

Siluet yang melangsai kebawah selain menandakan bahannya lembut juga dapat dilihat arah benangnya yang memanjang  kebawah dan bila lebih bergelombang pinggirnya berarti arah benang diagonal dan sebagainya…..

……SELENGKAPNYA>>>Analisa Desain Busana

.

2009/11/15

Contoh Berita Duka: -.telah meninggal dunia teman SMK PERKAPALAN ** AMIN KURNIAWAN **

berita duka

“INNALILLAHI WAINNA ILAHI ROJIUN…telah meninggal dunia teman SMK PERKAPALAN ** AMIN KURNIAWAN ** jurusan IPK generasi 12 sore kemarin (15 Nopember 2009) di RS SITI HAJAR SIDOARJO . semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.dan diberikan tempat terbaik disisinya amin..”

2009/11/14

Contoh Soal Cerita -Matematika kelas 6 SD, untuk Latihan menghadapi Ujian Nasional

Kerjakan soal-soal berikut dengan benar.

1. Arif membawa kardus berbentuk kubus yang panjang rusuknya 42 cm. Berapakah volume kardus tersebut?

2. Kotak mainan Tari berbentuk kubus yang tingginya 25 cm. Berapakah volume kotak mainan Tari?

3. Sebuah bak air berbentuk kubus mampu menampung air 216 dm3.

Berapa desimeter tinggi bak air tersebut?

4. Akuarium raksasa berbentuk kubus mampu menampung 8.000 dm3 air.

Berapa meter panjang rusukakuarium raksasa tersebut?

5. Sebuah akuarium berbentuk kubus dapat menampung 27.000 cm3 air.

Berapa sentimeter panjang rusuk akuarium tersebut?

 

Carilah bilangan yang dimaksud pada soal-soal berikut.

1. Aku adalah bilangan kubik. Jika aku dikalikan dengan bilangan berapapun hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Berapakah aku?

2. Aku adalah bilangan kubik. Aku juga merupakan volume balok yang berukuran 20 × 45 × 30. Berapakah aku?

3. Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dipangkatkan tiga dan ditambah dengan 2164 hasilnya 6260. Berapakah aku?

4. Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dipangkatkan tiga dan dikali 8 hasilnya 4096. Berapakah aku?

5. Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dipangkatkan tiga, aku lebih besar dari 11.000 tapi aku kurang dari 13.000. Berapakah aku?

BERSAMBUNG

DARI Buku Sekolah

2009/11/14

berebut tiket PKB?

Judul: berebut tiket PKB?

Nama Imam Nahrowi Mulai Disebut
Dirilis kabarsidoarjo pada Friday, November 13th 2009 dalam Politik

SIDOARJO- Semakin dekatnya perhelatan pilkada Sidoarjo 2010, semakin banyak pula kandidat yang diusung berbagai kekuatan massa.

Salah satunya oleh Kelompok Pemuda Kebangsaan Sidoarjo (KPKS).

Dalam siaran persnya, kelompok pemuda yang mengklaim dirinya sebagai kaum muda Nahdliyin ini, memberikan gambaran bakal calon yang dianggap pantas memimpin Sidoarjo lima tahun kedepan.

“Masyarakat Sidoarjo tentunya harus diberi suguhan bakal calon yang pantas dipilih untuk memimpin Sidoarjo. Dan salah satu calon yang pantas itu adalah H.Imam Nahrowi,” terang M.Faiz ketua KPKS.

Masih menurut Faiz, banyaknya kekuatan politik di Sidoarjo yang kebanyakan di usung oleh mereka yang memiliki usia produktif, perlu menjadikan kajian untuk mengusung tokoh muda, yang memiliki kemampuan memimpin dengan pengalaman yang mumpuni.

“H.Imam Nahrowi merupakan kader yang pantas di perjuangkan untuk melakukan periubahan di Sidoarjo. Pengalamannya menganalisis persoalan sangat dibutuhkan Sidoarjo,” terangnya.

Sementara itu terkait promosi Imam Nahrowi untuk menggantikan kursi Muhaimin Iskandar di DPR, ternyata tidak menjadi kendala bagi KPKS.

2009/11/13

Prospek Sukuk Negara

Hadi Purnomo
(Praktisi dan Pengamat Bank Syariah)

Pemerintah akan menerbitkan sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 6 triliun hingga akhir tahun 2009. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah akan melakukan lelang SBSN empat kali, yaitu masing-masing dua kali pada bulan Oktober dan November 2009. Di dua kali lelang SBSN yang sudah dilakukan pada bulan Oktober, pemerintah hanya berhasil meraup dana sebesar Rp 200 miliar. Padahal, target indikatif pada setiap kali lelang cukup besar, yaitu Rp 1,5 triliun. Apa yang sebenarnya terjadi sehingga dana yang diraup pemerintah melalui lelang SBSN hanya Rp 200 miliar?

Kondisi umum pasar SBSN domestik relatif belum berkembang. Hal tersebut ditandai oleh terbatasnya suplai, rendahnya likuiditas pasar, dan kurangnya partisipasi pelaku pasar, khususnya lembaga keuangan syariah. Sejak kali pertama diperkenalkannya SBSN pada April 2009, total SBSN yang beredar sampai dengan Oktober 2009 adalah Rp 13,142 triliun yang terdiri atas SBSN tradeable sebesar Rp 10,456 triliun dan SBSN nontradeable (kepemilikan Depag) sebesar Rp 2,686 triliun. Porsi kepemilikan bank adalah 11,6 persen dari total SBSN tradeable atau sebesar Rp 1,216 triliun dan porsi kepemilikan bank syariah hanya Rp 314 miliar.

Kecilnya porsi kepemilikan SBSN oleh bank syariah mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas bank syariah cukup ketat pada periode tersebut karena harus bersaing dengan bank konvensional untuk meraup dana dari masyarakat.

Penawaran SBSN melalui open auction ditanggapi positif oleh investor. Pasar cukup bergairah. Hal ini terbukti dari jumlah incoming bids lelang SBSN pada 12 dan 27 Oktober 2009 masing-masing sebesar Rp 5,1 triliun dan Rp 4,1 triliun. Angka incoming bids tersebut merefleksikan likuiditas masih cukup besar meskipun pelaksanaan lelang dilakukan pada akhir tahun. Partisipasi investor pada kedua lelang tersebut masih didominasi oleh investor nonsyariah. Di lelang kedua pada 27 Oktober 2009, partisipasi investor lembaga syariah meningkat, namun masih sangat rendah, yaitu hanya 15,7 persen atau Rp 655 miliar dari total incoming bids Rp 4,1 triliun. Selanjutnya, di lelang ketiga pada 10 November 2009, incoming bids turun menjadi Rp 2,2 triliun. Namun, pemenang lelang mencapai Rp 1,08 triliun dan sekitar 75 persen dimenangkan oleh lembaga keuangan syariah.

Diperhatikan dari sisi time horizon investasinya, bank lebih banyak menyampaikan penawaran pada SBSN dengan tenor pendek 4-6 tahun. Sedangkan, asuransi dan dana pensiun menawar SBSN dengan tenor yang lebih panjang.

Penerbitan SBSN di pasar domestik secara regular dilakukan melalui book building dan private placement. Namun, sejak Oktober 2009, penerbitan SBSN di pasar domestik dilakukan secara reguler dengan fixed calendar of auction. Penerbitan SBSN secara lelang memberikan banyak manfaat, antara lain efisiensi waktu, meningkatkan transparansi, memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan SBSN, memberikan kepastian bagi investor, dan mendorong pengembangan pasar sekunder SBSN.

Bagi investor, sistem apa pun yang diterapkan tidak masalah sepanjang memberikan imbal hasil/return yang terbaik. Investor tetap menerapkan prinsip higher return-higher risk. Bila investor mengharapkan yield tertinggi, bagaimana dan berapa sebenarnya owner estimate yield? Akibat perbedaan persepsi investor estimate yield dengan owner estimate yield, akhirnya pemerintah hanya menyerap Rp 200 miliar dari dua kali pelaksanaan lelang pada bulan Oktober. Itu pun terjadi pada lelang kedua setelah lelang pertama tidak ada yang dimenangkan oleh pemerintah. Di lelang ketiga, persepsi dan ekspektasi yield sudah mulai sama sehingga incoming bids lebih rasional dan akhirnya pemerintah memenangkan penawaran SBSN sebesar Rp 1.08 triliun.

Peserta lelang terbesar SBSN adalah pengelola dana pensiun dan bank. Persepsi yield bank sebagai investor adalah mengoptimalkan idle fund yang belum tersalurkan ke pembiayaan.

Benchmarkyang akan digunakan oleh bank syariah untuk mengelola idle fund jelas mengacu kepada tingkat imbal hasil Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan FASBIS. Berbeda dengan bank syariah, persepsi yield dana pensiun sebagai investor adalah mengacu kepada imbal hasil portofolio yang ditempatkan pada instrumen deposito. Dengan persepsi ini, semestinya imbal hasil yang ditawarkan oleh investor menjadi lebih rasional. Angka yield yang ditawarkan oleh investor seharusnya mengacu kepada imbal hasil instrumen yang sama, dalam hal ini adalah Surat Utang Negara (SUN).

Ekspektasi yield investor di lelang pertama ternyata masih di atas rata-rata yield SUN, yaitu berkisar yield SUN plus 1-2 persen.

Akibatnya, di lelang pertama pada 12 Oktober 2009, tidak ada satu pun penawaran yang dimenangkan pemerintah. Selanjutnya, di lelang kedua pada 27 Oktober 2009, SBSN yang menang hanya seri IFR0003 (jangka waktu enam tahun) sebesar Rp 200 miliar. Imbal hasil rata-rata SBSN seri IFR0003 yang dimenangkan oleh owner adalah 9,59933 persen. Besar imbal hasil SBSN yang dimenangkan relatif hampir sama dengan yield SUN tenor enam tahun, yaitu 9,5535 persen.

Berdasarkan dua kali hasil lelang sebelumnya, persepsi owner estimate yield berbeda dengan persepsi imbal hasil investor. Pemerintah menganggap, seharusnya tidak ada perbedaan persepsi owner dengan persepsi investor. Imbal hasil SBSN seharusnya sama dengan surat utang lain yang dikeluarkan oleh negara ,yaitu sama-sama risk free instrument. Selain punya parameter sendiri, pemerintah mengacu pada imbal hasil obligasi konvensional bertenor sama yang beredar di pasar sekunder. Obligasi berdurasi enam tahun per 12 Oktober 2009, misalnya, memiliki imbal hasil 9,24 persen. Imbal hasil obligasi berdurasi enam tahun tersebut per 26 Oktober meningkat menjadi 9,5535 persen. Angka ini tidak jauh berbeda dengan imbal hasil SBSN yang dimenangkan pemerintah untuk tenor yang sama.

Namun, itu terkesan bahwa investor masih melakukan trial and error dengan menyampaikan penawaran yield yang relatif tinggi dengan pertimbangan: (1) investor menghendaki ekstra premium karena instrumen SBSN relatif baru dan pasar sekunder SBSN belum likuid; (2) investor mengacu pada imbal hasil SBSN di pasar sekunder yang tidak likuid dan abnormal, serta (3) investor menguji konsistensi kebijakan pemerintah terkait pricing SBSN vis-a-vis SUN.

Hal yang menarik terjadi di lelang ketiga, selain pemerintah memenangkan penawaran SBSN sebesar Rp 1,08 triliun, seri SBSN yang dimenangkan pemerintah semuanya mempunyai tenor jangka pendek, yaitu seri IFR0003 (tenor enam tahun) sebesar Rp 527 miliar dan IFR0004 (tenor empat tahun). Terlihat bahwa di lelang ketiga sudah mulai ada persepsi yang sama terhadap imbal hasil. Rata-rata, imbal hasil tenor enam tahun yang dimenangkan pemerintah adalah 9,68149 persen. Untuk tenor empat tahun, rata-rata imbal hasil adalah 9,04881 persen.

Imbal hasil tersebut mulai bergerak menuju angka imbal hasil SUN per 9 November, yaitu 9,5315 persen dan 9,1895 persen, masing-masing untuk tenor enam dan empat tahun. Rata-rata, imbal hasil yang dimenangkan pemerintah adalah 9,68149 persen (enam tahun) dan 9,40881 persen. Investor mendapat tambahan premium sekitar 0,15 sampai 0,22 persen.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.972 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: