Tulisan yang mempunyai pengait kata ‘Agama’

2012/04/18

Orang yang DISEMPITKAN rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah

Dan orang yang DISEMPITKAN rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan KELAPANGAN sesudah kesempitan.

(Q.65:7)

Kaitkata: ,
2012/02/29

Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi peluang bagi mereka

Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi peluang bagi mereka.
(Rasulullah saw riwayat Ahmad)

Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.
(Rasulullah saw riwayat Ath-Thabrani)
Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir.
(Rasulullah saw riwayat Ad-Dailami)

… perkara yang tergolong musibah yang membinasakan, yaitu Seorang penguasa bila kamu berbuat baik kepadanya, dia tidak mensyukurimu, dan bila kamu berbuat kesalahan dia tidak mengampuni….
(Rasulullah saw riwayat Ath-Thabrani)

“… janganlah engkau menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong mengatasinya.”
(Muhammad saw sesuai riwayat Bukhari dan Muslim)

Kaitkata: ,
2012/02/04

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang – orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini

Beberapa bulan yang lalu, aku menulis, bahwa akan sia-sia apa yang diusahakan orang yang telah berbuat curang, (dengan mengurangi timbangan, menekan dan memanfaatkan kebaikan orang, menambahkan angka timbangan saat menjual, dan mengurangi angka timbangan saat membeli).
Aku pikir, sia-sianya perbuatan itu akan terjadi saat mati atau setelah mati, atau paling tidak saat lemah dan renta, dan hanya sedikit kerugian saat terjadinya perbuatan itu, atau sesaat setelahnya. (Q.11:15-16)
Ternyata Tuhanku, menunjukkan padaku, di depan penglihatanku sendiri, sia-sia-nya berbuat curang itu terjadi pada saat itu juga, bahkan sangat jelas nampak setelah perbuatan itu dilakukan.
Hasil kecurangan diambil oleh orang lain, dan bahkan yang telah melakukan kecurangan untuk orang lain itu merasa ‘jasa’nya dibalas dengan air tuba. (Q.18:103-105)
.
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.7:147)
.
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Q.11:15-16)
.
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia (Q.18:103-105)
.
Salah satu ayat yang dimaksud dari ayat yang didustakan oleh orang tersebut adalah:
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (Q.83:1-3)
Sia-sia, rugi, dan celaka, bagi orang yang curang.
2012/01/18

Subhanallah al ‘adhim. astaghfirullah

Subhanallah al ‘adhim.
astaghfirullah

wasabbih bil’asyiyi wal ibkaar (Q.3:41) (bertasbihlah diwaktu petang dan pagi hari)
fasabbih bihamdi robbika wa kumminas saajidiin (15:98) (maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang yg bersujud)
wasabbih bihamdi robbika qobla thuluu’isy syamsi waqobla ghuruubiha, wamin ‘anaa’il laili fasabbih wa athroofan nahaar (20:130) (bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari)
wasabbih bihamdihi (25:58)
fasubhanallahi hiina tumsuuna wahiina tushbihuun (30:17) (maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh)
wasabhuuhu bukrotau wa ashiilaa (33:42) (dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang)
wasabbih bihamdi robbika bil’asyiyi wal ibkar (Q.40:55)
(50:39 : dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya) )
waminal laili fasabbihhu wa adbaaros sujuudi (50:40) (dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang)
wasabbih bihamdi robbika hiina taquum (Q.52:48) (dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri)
(52:49 : dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar))
fasabbih bismi robbikal’adhiim (56:74) (56: 96) (maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar) (69:52)
wasabbihhu lailan thowiilaa (76:26) (dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari)fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu (110:3) (maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya)

Kaitkata: ,
2011/11/19

Bumi itu luas

Bumi itu luas, maka carilah rejeki di bumi dengan tanpa mengorbankan akidah dan keimanan kita. Lingkungan yang memberikan kesempatan pada kita untuk lebih leluasa berkarya dan tetap dalam takwa terbuka lebar di bumi yang luas ini.

Bumi bukan hanya tempat kita bekerja sekarang.

Allah yang menanggung rejeki orang-orang yang bertakwa, maka janganlah kita merasa takut kekurangan dan kesempitan, saat memulai meninggalkan lingkungan kita untuk mencari lingkungan baru yang bisa membuat kita lebih tenang berkarya dan beribadah, menjemput rejeki yang telah disediakan di bumi yang luas ini.

Allah, jadikan kami termasuk golongan orang yang membuka banyak pintu rejeki bagi banyak orang di bumi-Mu yang luas ini.

-___________________________-
“Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.”
(Q.S.4:97)
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.” (Q.S.4:100)
“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas” (Q.S.29:56)
“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q.39:10)

Kaitkata: ,
2011/09/11

Apakah poligami itu hal yang wajar di jaman sekarang?

Berawal dari sebuah pertanyaan

1. menurut pribadi anda apakah poligami itu hal yang wajar di jaman sekarang?
2. ato yang lebih ngetrend itu nikah siri?

1) Beristri lebih dari satu itu lumrah, yang tidak lumrah itu punya istri banyak, lebih dari empat. Juga tidak lumrah, mengurus satu istri saja susah, kok mau mengurus lebih.

2) Menikah harus diumumkan, tidak boleh disembunyikan.

Hanya wanita yang tidak mau peduli dengan sesama wanita (terutama yang lemah) yang tidak setuju suaminya memberikan kehormatan pada wanita lain seperti memberikan kehormatan pada dirinya. Laki-laki yang kuat, mencintai dan memberikan penghormatan pada istrinya, ibunya, putri-putrinya, dan semua wanita.

OK, siapa saja wanita yang memiliki suami yang kaya (ilmu dan hartanya) sehat dan kuat, baik dan dermawan, Anda puas dengan suami Anda itu, maka berilah kesempatan pada wanita lain untuk mendapatkan seperti yang Anda dapatkan, sedangkan kemulian yang Anda dapatkan tidak berkurang atau bahkan bertambah.
OK, siapa saja laki-laki yang mengurus satu istri saja berat, sulit memuliakan dan memberikan kemakmuran dunia akhirat, maka berikan kesempatan pada wanita lain untuk mendapatkan kemuliaan dari laki-laki lain.

Kaitkata: ,
2011/07/31

Selamat menyambut bulan SUCI RAMADHAN

dari sms:
Assalamualaikum wrwb
Marhaban ya Ramadhan, Semoga kita semua mendapat berkahnya. Amin
Saya dan keluarga Mohon maaf setulus hati bila ada kesalahan

MELEBUR KHILAF tentu tak semudah mengeringkan air dari wajah yang basah.
Tapi membuka hati untuk ikhlas memaafkan dan meminta maaf, akan meringankan langkah kita dalam beribadah…
Tinggal sehari saja kita sudah memasuki bulan SUCI RAMADHAN, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin…
Selamat menyambut bulan SUCI RAMADHAN
…. & Keluarga

Kaitkata:
2011/03/07

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI

1. ar-Rohman Maha Pengasih

2. ar-Rohim Maha Penyayang

3. al-Malik Maha MerajaiTas Nonni

4. al-Quddus Maha Suci

5. as-Salam Maha Penyelamat

6. al-Mukmin Maha Mengamankan

7. al-Muhaimin Maha Pembela

8. al-Aziz Maha Mulia

9. al-Jabbar Maha Pemaksa

10. al-Mutakabbir Maha Besar

11. al-Khaliq Maha Pencipta

12. al-Mushawwir Maha Pembentuk

13. al-Ghaffar Maha Pengampun

14. al-Qahir Maha Keras

15. al-Wahhab Maha Pemberi

16. ar-Razzaq Maha Penganugerah

17. al-Fattah Maha Pembuka

18. al-Alim Maha Mengetahui

19. al-Qabidh Maha Memegang

20. al-Basith Maha Menghamparkan

21. al-Khafidh Maha Memudahkan

22. ar-Rafi’ Maha Mengangkat

23. al-Mu’iz Maha Memuliakan

24. al-Muzil Maha Merendahkan

25. as-Sami’ Maha Mendengar

26. al-Bashir Maha Melihat

27. al-Hakam Maha Bijaksana

28. al-Adlu Maha Adil

29. al-Latif Maha Halus

30. al-Khabir Maha Selidik

31. al-Halim Maha Penyantun

32. al-Azhim Maha Agung

33. al-Ghafur Maha Pengampun

34. as-Syakur Maha Mensyukuri

35. al-Aliyya Maha Tinggi

36. al-Kabir Maha Besar

37. al-Hafizh Maha Melindungi

38. al-Muqith Maha Menentukan

39. al-Hasib Maha Memperhitungkan

40. al-Jalil Maha Utama

41. al-Karim Maha Mulia

42. al-Raqib Maha Pengawas

43. al-Mujib Maha Memperkenankan

44. al-Wasi’ Maha Luas

45. al-Hakim Maha Bijaksana

46. al-Wadud Maha Cinta

47. al-Majid Maha Jaya

48. al-Ba’its Maha Pembangkit

49. as-Syahid Maha Menyaksikan

50. al-Haq Maha Hak

51. al-Wakil Maha Mengatasi

52. al-Qawiyyu Maha Kuat

53. al-Matin Maha Teguh

54. al-Waliyyu Maha Setia

55. al-Hamid Maha Terpuji

56. al-Muhshi Maha Menghitung

57. al-Mubdi’u Maha Memulai

58. al-Mu’id Maha Mengembalikan

59. al-Muhyi Maha Menghidupkan

60. al-Mumit Maha Mematikan

61. al-Hayyu Maha Hidup

62. al-Qayyim Maha Tegak

63. al-Wajid Maha Mengadakan

64. al-Maajid Maha Mulia

65. al-Wahid Maha Esa

66. al-Ahad Maha Esa

67. as-Shamad Maha Pergantungan

68. al-Qadir Maha Kuasa

69. al-Muqtadir Maha Pemberi Kuasa

70. al-Muqaddim Maha Mendahulukan

71. al-Muakhir Maha Mengakhirkan

72. al-Awwal Maha Permulaan

73. al-Akhir Maha Kemudian

74. az-Zhahir Maha Zhahir

75. al-Bathin Maha Bathin

76. al-Wali Maha Melindungi

77. al-Muta’alli Maha Meninggikan

78. al-Barr Maha Penyantun

79. at-Tawwabu Maha Penerima Tobat

80. al-Muna’am Maha Pemberi ni’mat

81. al-Muntiqam Maha Pembela

82. al-Afuwwu Maha Pemaaf

83. ar-Ra’uf Maha Belas Kasih

84. Malikul-Muluk Maha Raja di raja

85. Zul Jalali Wal Ikram Maha Luhur dan Mulia

86. al-Muqsith Maha Menimbang

87. al-Jami’ Maha Mengumpulkan

88. al-Ghani Maha Kaya

89. al-Mughni Maha Mengkayakan

90. al-Mani Maha Menghalangi

91. ad-Dharr Maha Memudharatkan

92. an-Nafi’ Maha Pemaaf

93. an-Nur Maha Cahaya

94. al-Hadi Maha Menunjuki

95. al-Badi Maha Pencipta yg baru

96. al-Baqi Maha Kekal

97. al-Warits Maha Pewaris

98. ar-Rasyid Maha Cendikiawan

99. as-Shabur Maha Penyabar

Kaitkata: ,
2010/11/29

Sifat-sifat Mazmumah (buruk)

1. Syarrut ta‘am (banyak makan)
  • Yaitu terlampau banyak makan atau minum ataupun gelojoh ketika makan atau minum.Cincin Alexandri model strips
  • Makan dan minum yang berlebih-lebihan itu menyebabkan seseorang itu malas dan lemah serta membawa kepada banyak tidur. Ini menyebabkan kita lalai untuk menunaikan ibadah dan zikrullah.
  • Makan dan minum yang berlebih-lebihan adalah dilarang walaupun tidak membawa kepada lalai dari menunaikan ibadah,tapi karena termasuk di dalam amalan mubazir.
2. Syarrul kalam (banyak bercakap)
  • Yaitu banyak berkata-kata atau banyak bicara.
  • Banyak berkata-kata itu boleh membawa kepada banyak salah, dan banyak salah itu membawa kepada banyak dosa serta menyebabkan orang yang mendengar itu mudah merasa jemu.
3. Ghadhab (pemarah)
  • Gadhab berarti sifat pemarah, yaitu marah yang bukan pada menyeru kebaikan atau mendekati kejahatan.
  • Sifat pemarah adalah senjata bagi yang menjaga hak dan kebenaran. Oleh karena itu, seseorang yang tidak mempunyai sifat pemarah akan dizalimi dan akan dicerobohi hak-haknya.
  • Sifat pemarah yang dicela ialah marah yang bukan pada tempatnya dan tidak dengan sesuatu sebab yang benar.
4. Hasad (dengki)
  • yaitu menginginkan nikmat yang diperoleh oleh orang lain hilang atau berpindah kepadanya.
  • Seseorang yang bersifat dengki tidak ingin melihat orang lain mendapat nikmat atau tidak ingin melihat orang lain menyerupai atau lebih daripada dirinya dalam sesuatu perkara yang baik. Orang yang bersifat demikian seolah-olah membangkang kepada Allah subhanahu wata‘ala karena termasuk ingin mengkaruniakan sesuatu nikmat kepada orang lain.
  • Orang yang berperangai seperti itu juga sentiasa dalam keadaan berdukacita dan iri hati kepada orang lain yang akhirnya menimbulkan fitnah dan hasutan yang membawa kepada bencana dan kerusakan.
5. Bakhil (pelit)
  • Yaitu menahan haknya untuk dibelanjakan atau digunakan kepada jalan yang dituntut oleh agama.
  • Nikmat yang dikaruniakan oleh Allah subhanahu wata‘ala kepada seseorang itu merupakan sebagai alat untuk membantu dirinya dan juga membantu orang lain.Oleh sebab itu, nikmat dan pemberian Allah menjadi sia-sia jika tidak digunakan dan dibelanjakan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wata‘ala.
  • Lebih-lebih lagi dalam perkara-perkara yang menyempurnakan agama seperti zakat, mengerjakan haji dan memberi nafkah kepada tanggungan, maka menahan hak atau harta tersebut adalah suatu kesalahan besar di sisi agama.
6. Hubbul jah (Mencintai kemegahan)
  • Yaitu memikirkan kemegahan, kebesaran dan pangkat, tetapi melupakan yang lainnya.
  • Perasaan menginginkan kemegahan dan pangkat kebesaran menjadikan perbuatan seseorang itu tidak ikhlas karena Allah.
  • Akibat dari sifat tersebut bisa membawa kepada tipu daya sesama manusia dan bisa menyebabkan seseorang itu membelakang pada kebenaran karena menjaga pangkat dan kebesaran.
7. Hubbud dunya (Cinta dunia)
  • bermaksud menginginkan dunia, yaitu mencintai perkara-perkara yang berbentuk keduniaan yang tidak membawa sedikit pun kebajikan di akherat.
  • Banyak perkara yang diinginkan oleh manusia yang terdiri dari kesenangan dan kemewahan. Di antara perkara-perkara tersebut ada perkara-perkara yang tidak dituntut oleh agama dan tidak menjadi kebajikan di akhirat.
  • Oleh yang demikian, cinta dunia itu adalah mengutamakan perkara-perkara tersebut sehingga membawa kepada lalai hatinya dari menunaikan kewajiban-kewajiban kepada Allah.
  • Namun begitu, menjadikan dunia sebagai jalan untuk menuju keridhaan Allah bukanlah suatu kesalahan.
8. Takabbur (sombong)
  • Yaitu membesarkan diri atau berkelakuan sombong dan congkak.
  • Orang yang takabbur itu memandang dirinya lebih mulia dan lebih tinggi pangkatnya daripada orang lain serta memandang orang lain itu hina dan rendah pangkat.
  • Sifat takabbur ini tiada sedikit pun faedah, tetapi malah membawa kepada kebencian Allah dan juga manusia dan kadangkala membawa kepada keluar daripada agama(murtad) karena enggan tunduk kepada kebenaran.
9. ‘Ujub (bangga diri)
  • Yaitu merasa atau menyangkakan dirinya lebih sempurna.
  • Orang yang bersifat ‘ujub adalah orang yang timbul di dalam hatinya sangkaan bahwa dia adalah seorang yang lebih sempurna dari segi pelajarannya, amalannya, kekayaannya atau sebagainya dan ia menyangka bahwa orang lain tidak berupaya melakukan sebagaimana yang dia lakukan.
  • Dengan itu, maka timbullah perasaan menghina dan memperkecil-kecilkan orang lain dan lupa bahwa tiap-tiap sesuatu itu ada kelebihannya.
10. Riya’ (menmamerkan kebaikan kepada orang lain)
  • Yaitu memperlihatkan dan menunjuk-nunjuk amalan kepada orang lain.
  • Setiap amalan yang dilakukan dengan tujuan menunjuk-nunjuk akan hilanglah keikhlasan dan menyimpang dari tujuan asal untuk beribadah kepada Allah semata-mata.
  • Orang yang riya’ adalah sia-sia segala amalannya karena niatnya telah menyimpang yang disebabkan oleh dirinya sendiri yang hanya menginginkan pujian dari manusia.
Kaitkata: ,
2010/01/01

Abdurrachman Kang Abe: KIAMAT juga hari JUM’AT

Abdurrachman Kang Abe:

Kata temanku di FB…

(1. Jum’at 27-11-2009 idul adha)

2. jum’at 18-12-2009 thn baru islam

(3. Jum’at 25-12-2009 natal)

4. Jum’at 1-1-2010 tahun baru masehi

(5. Jum’at 26-2-2010 maulid nabi Muhammad SAW)

6. jum’at 2-4-2010 wafat yesus kristus,

(7. Jum’at 28-5-2010 hr raya waisak)

8. Jum’at 10-9-2010 hr raya idul fitri,

K…IAMAT juga hari JUM’AT….. yuk thn 2010 back to Allah n sunnah Nabi saw, n perbanyak istighfar…

yuk!

astaghfirullahal Adizim

Kaitkata:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.