Tulisan yang mempunyai pengait kata ‘Arsitektur’

2010/12/10

Ibaratan Biologikal (Biological Analogy)

Attoe: - Organik :CIB021 Cincin Berlian

- Struktur organisme yang disebabkan dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptasi).

- Struktur organisme yang bertahan hidup setelah terjadinya perubahan alam/lingkungan (selektif).

- Biomorfik : – Pertumbuhan organisme.

Jadi Attoe menekankan pada proses terbentuknya dan pembentukan wujud-wujud arsitektural.

Peter Collins: menekankan pada hakekat-hakekat ibaratan biological atau lebih khusus pada kesejajaran yang ada antara organisme-organisme yang ada di alam dengan arsitektur. Disajikan pula ketidaksejajaran antara organisme di alam dengan arsitektur.

Attoe: proses pembentukan.

Petter C.: kepositifan dan kenegatifan penggunaan ibaratan biological dalam arsitektur.

Dalam Attoe ada 2 fokus dalam ibaratan biological:

1. Organik

2. Biomorfik

Keduanya memberikan penekanan pada proses yang dijalani oleh suatu organisme di alam yang hidup.

Dalam organisme yang hidup ada 2 unsur yang menandai kehidupannya :

1. Memiliki struktur susunan yang teratur dan tertentu.

Susunan ini masih diperdebatkan di dalam eksistensinya di alam menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada/beradaptasi atau mengadakan seleksi (selektif).

Contoh :

- Cemara, bambu (adaptasi). Dapat menyesuaikan dengan lingkungan dimana ia tumbuh.

- Pisang (seleksi) hanya tumbuh di daerah tropis, bila keadaannya lingkungannya diubah ia tidak dapat berkembang atau tumbuh dengan baik.

Hubungan struktur organisme dengan lingkungannya, struktur organisme tidak harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, bisa juga memilih-milih struktur mana yang cocok di daerah tertentu (form and environment).

2. Pentautan antara struktur itu dan bentuk/wujud organisme dalam fungsi organisme (Structure, form, function).

Luis Sullivan ————— Form Follow Function

Frank Lloyd Wright ——- Form Follow Function

Peter Collins dan Geof. Scot menambahkan bahwa organisme yang hidup tidak selalu form mengikuti function, tetapi function bisa mengikuti form.

Masjid Kemayoran, Masjid Ampel, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, sama-sama masjid tetapi bentuknya berbeda-beda hal ini berarti Function Follow Form.

3. Function, Life Form within

Kaitan fungsi dan kehidupan. Organisme tidak memiliki fungsi bukan organisme yang hidup, suatu organisme yang hidup harus ada fungsi.

Fungsi itu tumbuh, dikembangkan, hadir dalam diri organisme itu.

Petter Collins : “Principal of Vitality”

O’Attoe : “It develop ………..”

Biomorfik : Intinya berbicara tentang organisme itu bukan suatu posisi yang statis tetapi ia tumbuh dan berkembang kemudian mati.

Tumbuh dan berkembang ada beberapa issue :

- Ada inti pertumbuhan

- Meluas, membesar dari intinya dengan tidak merubah struktur

- Pertumbuhan yang proporsional

Catatan Peter Collins, adanya kenyataan bahwa organisme yang hidup disejajarkan dengan estetika arsitektur.

Jadi tautan struktur, fungsi dan bentuk yang dalam ilmu biologi sendiri digunakan untuk menandakan suatu organisme yang hidup, di dalam arsitektur digunakan untuk menandai estetika arsitektur.

Attoe : memberikan tambahan mengenai bahan. Bahan harus digunakan sesuai sifat bahan itu sendiri. Batu sebagai batu, kayu sebagai kayu, dll.

Petter Collins : kelemahan ibaratan biological adalah menganggap bahwa :

1. Komposisi struktur, fungsi, bentuk sama dengan estetika arsitektur itu sendiri. Padahal struktur, fungsi, bentuk agar menghasilkan komposisi yang estetik masih harus ditambahkan dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur.

2. Komposisi Struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada pencapaian keseimbangan terhadap pendayagunaan /pemfungsian arsitektur itu sendiri.

Analogi biological hanya membicarakan masalah aspek ilmiah belum pada aspek artistik.

….. Selengkapnya .. Ibaratan /Analogi

2010/11/19

Dasar Perencanaan Struktur Baja

Desain struktur harus memenuhi kriteria kekuatan (strength), kemampuan layan (serviceability) dan ekonomis (economy).

oo Kekuatan berkaitan dengan kemampuan umum dan keselamatan struktur pada kondisi pembebanan yang ekstrem. Struktur diharapkan mampu bertahan meskipun terkadang mendapat beban yang berlebihan tanpa mengalami kerusakan dan kondisi yang membahayakan selama waktu pemakaian struktur tersebut.

oo Kemampuan layan mengacu pada fungsi struktur yang sesuai, berhubungan dengan tampilan, stabilitas dan daya tahan, mengatasi pembebanan, defleksi, vibrasi, deformasi permanen, retakan dan korosi, dan persyaratan-persyaratan desain lainnya.

oo Ekonomis mengutamakan pada keseluruhan persyaratan biaya material, pelaksanaan konstruksi dan tenaga kerja, mulai tahapan perencanaan, pabrikasi, pendirian dan pemeliharaan struktur.

Secara umum ada dua filosofi perencanaan yang dipakai dewasa ini, yaitu:

oo Filosofi perencanaan tegangan kerja-elastis (working stress design), elemen struktural harus direncanakan sedemikian rupa hingga tegangan yang dihitung akibat beban kerja, atau servis, tidak melampaui tegangan ijin yang telah ditetapkan. Tegangan ijin ini ditentukan oleh peraturan bangunan atau spesifikasi untuk mendapatkan faktor keamanan terhadap tercapainya tegangan batas, seperti tegangan leleh minimum atau tegangan tekuk (buckling). Tegangan yang dihitung harus berada dalam batas elastis, yaitu tegangan sebanding dengan regangan.

oo Filosofi perencanaan keadaan batas (limit state). Filosofi ini meliputi metoda vang umumnya disebut “perencanaan kekuatan batas,” “perencanaan kekuatan,” “perencanaan plastis,” “perencanaan faktor beban,” “perencanaan batas,” dan yang terbaru “perencanaan faktor daya tahan dan beban” (LRFD/Load and Resistance Factor Design).

Keadaan batas adalah istilah umum yang berarti “suatu keadaan pada struktur bangunan di mana bangunan tersebut tidak bisa memenuhi fungsi yang telah direncanakan”.

Keadaan batas dapat dibagi atas kategori kekuatan (strength) dan kemampuan layan (serviceability).

− Keadaan batas kekuatan (atau keamanan) adalah kekuatan daktilitas maksimum (biasa disebut kekuatan plastis), tekuk, lelah (fatigue), pecah (fracture), guling, dan geser.

− Keadaan batas kemampuan layan berhubungan dengan penghunian bangunan, seperti lendutan, getaran, deformasi permanen, dan retak.

Dalam perencanaan keadaan batas, keadaan batas kekuatan atau batas yang berhubungan dengan keamanan dicegah dengan mengalikan suatu faktor pada pembebanan. Berbeda dengan perencanaan tegangan kerja yang meninjau keadaan pada beban kerja, peninjauan pada perencanaan keadaan batas ditujukan pada ragam keruntuhan (failure mode) atau keadaan batas dengan membandingkan keamanan pada kondisi keadaan batas.

Terima kasih untuk Okrek

Kaitkata: ,
2010/11/16

PENGHAWAAN BUATAN: lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal comfort)

Manusia membutuhkan lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal PSY03C Cincin Yakut Berliancomfort) untuk melakukan aktivitas secara optimal. Dengan adanya lingkungan udara yang nyaman ini manusia akan dapat beraktifitas dengan tenang dan sehat. Keadaan udara pada suatu ruang aktifitas sangat berpengaruh pada kondisi dan keadaan aktifitas itu. Bila dalam suatu ruangan yang panas dan pengap, manusia yang melakukan aktivitas di dalamnya tentu juga akan sangat terganggu dan tidak dapat melakukan aktifitasnya secara baik, dan ia merasa tidak kerasan. Maka kenyamanan dalam ruangan yang menyangkut udara harus terpenuhi yaitu meliputi: temperatur udara, kelembaban udara, pergerakan udara, dan tingkat kebersihan udara.

Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan penghawaan buatan (air conditioning). Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut.

Agar didapatkan suatu sistim serta kapasitas pendingin yang tepat, maka perlu diketahui besarnya beban kalor pada ruang/bangunan (karena fungsi AC adalah untuk menghapus beban kalor tersebut) sehingga suhu dan kelembaban udara tetap nyaman. Besar beban kalor yang terjadi ditentukan oleh: hantaran panas radiasi matahari, hantaran panas secara transmisi, hantaran panas ventilasi atau infiltrasi, beban panas intern (manusia dan peralatan elektronik atau mesin).

Dengan memperhatikan hal di atas, maka didalam desain ruang atau bangunan yang menggunakan penghawaan buatan, harus menyertakan pertimbangan-pertimbangan berikut: [15]

-Bentuk cenderung beraturan agar memudahkan dalam perencanaan sistem penghawaannya.

-Bentuknya diusahakan disejajarkan dengan arah aliran angin

-Langit-langit/plafon dibuat relatif rendah untuk memperkecil volume ruang.

Agar memberi kondisi yang nyaman secara terus-menerus dalam suatu bangunan, sistem-sistem penghawaan harus mempertahankan keseimbangan antara kondisi-kondisi termal dan atmosfer dalam dan kondisi-kondisi iklim yang terus-menerus berubah di luar ruangan dan di dalam ruangan itu sendiri. Jika suasana panas, sistem harus memberi cukup udara sejuk untuk mengatasi panas yang diperoleh dari luar. Dalam keadaan dingin, ia harus memberi cukup panas untuk menggantikan panas yang hilang.

Kenyamanan termal langsung berhubungan dengan tubuh manusia yang selalu membuang panas yang berlebihan. Dalam keadaan normal pemindahan panas ini terjadi antara tubuh dan udara disekitarnya. Namun demikian tubuh manusia memiliki pertahanan mekanisme alami yang terus-menerus bekerja untuk mempertahankan keseimbangan yang diperlukan antara timbulnya panas dan pembuangan panas yang dihasilkan. Mekanisme-mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal, dengan mengendalikan jumlah pembuangan panas tersebut. Bila laju kehilangan panas terlalu lambat, kita berkeringat. Keringat tersebut menambah laju kehilangan panas karena penguapan. Jika laju kehilangan panas terlalu cepat, kita mulai menggigil. Hal ini menyebabkan meningkatnya pembangkitan panas guna mengimbangi kehilangan panas.

Salah satu jaringan distribusi penting dalam sebuah bangunan ialah sistem pengadaan udara yaitu sistem pemanasan/pendinginan, ventilasi, dan air conditioning (AC). Tujuan dari sistem pengendalian penghawaan ini adalah memberikan kondisi-kondisi suhu dan suasana yang nyaman, yang dicapai dengan mengolah dan mendistribusikan udara yang disejukkan ke seluruh bangunan. Sebenarnya, pengolahan suhu hanya merupakan salah satu dari pengolahan pada udara sebelum disampaikan kepada para penghuni. Penyesuaian termal mengatur suhu, kelembaban, dan distribusi udara. Penyesuaian atmosfir mengatur kebersihan dan mengendalikan bau-bau.

Berbeda dengan jaringan-jaringan distribusi yang berlangsung di seluruh bangunan, sistem AC dan bagian-bagian komponennya menghendaki jumlah ruang yang cukup. Meskipun demikian pemahaman dan pengetahuan tentang implikasi-implikasi sistem AC untuk arsitektur sangat penting artinya untuk diperhatikan. Selain itu sistem ini pada dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam penggunaannya dipandang dari sisi penghematan energi.

….. Selengkapnya – FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR

-

Kaitkata: ,
2010/11/15

Prinsip Perancangan: Proporsi, Keseimbangan (balance), Irama (rhythm)

Proporsi

Proporsi adalah suatu prinsip, tidak hanya dari arsitek tetapi dari kehidupan sehari-hari, misalnya: hukum proporsi alam bahwa bintang bersinar di malam hari, air sungai mengalir ke laut, dan sebagainya.

Dari kenyataan ini bahwa arsitektur adalah sesuatu yang berkualitas baik seni dan proporsi. Dalam arsitektur, proporsi dijelaskan sebagai berikut:[12]

1. Menurut Vitruvius (1486), proporsi adalah sesuatu yang berhubungan dengan ukuran dengan ukuran dari seluruh aspek pekerjaan dan bagian tertentu yang dijadikan standar.

2. Menurut Alberti, proporsi berasal dari kata concinnities, yang artinya suatu keberhasilan kombinasi dari angka dan ukuran.

Jadi proporsi merupakan hubungan antar bagian dari suatu desain atau hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Oleh karena itu suatu perbandingan akan merupakan dasar dari setiap sistem proporsi yaitu suatu nilai yang memiliki harga tetap, dapat digunakan sebagai pembanding yang lain. Bahwa, suatu proporsi yang baik terletak pada hubungan antara bagian-bagian suatu bangunan atau antara bagian bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Hal ini menumbuhkan satu sistem proporsi yang menarik untuk dikembangkan yaitu golden section. Dalam sistem ini mempunyai dua arti, secara matematis dan geometris. Secara matematis, golden section merupakan sistem proporsi yang berasal dari konsep Pythagoras dimana “semua ukuran adalah angka”. Dan merupakan kepercayaan keharmonisan bagi seluruh struktur bangunan. Secara geometris, golden section dapat diartikan sebagai sebuah garis yang dibagi-bagi sedemikian rupa sehingga bagian yang lebih pendek dibanding dengan bagian yang panjang adalah sama dengan bagian yang panjang berbanding dengan panjang keseluruhan atau dapat dijabarkan dalam persamaan A : B = B : (A + B)[13]

.

b. Keseimbangan (balance)

Menggambarkan keharmonisan atau kesesuaian dalam pengaturan atau proporsi dari bagian suatu elemen di dalam desain atau komposisi suatu situasi, atau keadaan yang seimbang diantara bagian-bagian yang berlainan.

Keseimbangan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal. Contoh keseimbangan formal misalnya peletakan bangunan dengan bobot dan jarak visual sama terhadap titik pusat imajiner. Dengan keseimbangan formal, ruangan berkesan luas atau suasana resmi, dan tenang. Agar kesan monoton dan kaku dapat dihilangkan, dapat digunakan perbedaan warna, bentuk, atau ukuran pada benda yang disimetriskan. Contoh keseimbangan informal misalnya peletakan benda yang berbeda bobot visualnya di sekitar titik pusat atau sumbu. Perimbangan benda berat, dengan meletakkan benda ringan dengan jarak jauh dari sumbu (tekstur kasar, warna hangat, ukuran besar dan motif ramai akan berkesan berat). Dalam kondisi tertentu, yang tidak bisa dihindarkan, keseimbangan dapat dibuat dengan cara perabot berat dikombinasi dengan warna dan tekstur ringan, atau perabot ringan dikombinasi dengan warna dan tekstur berat.

.

c. Irama (rhythm)

Sesuatu pergerakan yang ditampakkan/diakibatkan oleh adanya elemen-elemen lain misalnya: garis bentuk dan pola, arus pergerakan yang diperlihatkan melalui bayangan-bayangan sinar yang terjadi, dan penekanan yang ada, mirip seperti irama musik yang diulang-ulang.

Irama dapat dibentuk atau diciptakan dengan cara:

1. Perulangan

Pemakaian 2 elemen atau lebih dengan tujuan untuk mengarahkan mata bergerak menuju arah tertentu. Misalnya: Hitam – Putih (nn), Besar – Kecil (OoOoOo)

2. Gradasi

Efek pemakaian gradasi akan terasa lebih dinamis dari pada pemakaian perulangan sehingga mengarahkan pandangan menuju pada satu titik tertentu. Misalnya: Gradasi dari warna gelap – terang

Kaitkata: ,
2009/08/12

Lingkup Pekerjaan Konsultan Pengawas

1. Time schedule pekerjaan

Pada suatu proyek, pihak pengawas diberikan waktu oleh pemilik proyek untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk dapat mengendalikan serta mengontrol suatu proyek ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya,maka dibuat time schedule dan diagram kurva S.

Time schedule merupakan rencana waktu yang digunakan untuk memulai kegiatan pembangunan sampai bangunan tersebut selesai dibangun, di mana ini menjadi pedoman bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan sehari-harinya agar pekerjaan berjalan lancar dan efisien.

Data yang diperlukan untuk menyusun time schedule adalah sebagai berikut :

Ø Gambar konstruksi dan arsitekturnya.

Ø Peraturan dan syarat sesuai bestek.

Ø Situasi proyek.

Ø Waktu yang tersedia.

Ø [Jenis pekerjaan.

Ø Material dan alat yang tersedia serta jumlah tenaga kerja dan ahlinya.

Data pelaksanaannya memiliki dua time schedule yang didalamnya terdapat diagram kurva S :

1. Diagram kurva S rencana, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang direncanakan untuk dicapai setiap minggunya.

2. Diagram kurva S pelaksanaan, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang dilaksanakan setiap minggunya.

Faktor yang harus diperhatikan dalam menyusun time schedule, yaitu :

1. Kemampuan untuk kebutuhan tenaga manusia.

2. Peralatan dan fasilitas.

3. Urut-urutan pekerjaan dan waktu pelaksanaan.

4. Material yang dibutuhkan.

5. Biaya yang tersedia.

6. Man power schedule.

Adapun tujuan dari pembuatan time schedule adalah :

1. Untuk mencapai waktu pelaksanaan yang telah diatur dengan efektif dan efisien.

2. Untuk mencapai urut-urutan pekerjaan dan penyediaan tenaga dan bahan secara sistematis.

3. Untuk mencapai hasil fisik.

Sedangkan fungsi time schedule adalah :

1. Sebagai pegangan bagi kontraktor.

2. Sebagai sarana pengaturan pelaksanaan pekerjaan.

3. Sebagai sarana pengontrol / pengendali terhadap pencapaian prestasi dan penentuan sanksi.

____________________________________________

…..Lebih lengkap tentang Konsultan Arsitektur

Kaitkata: ,
2009/07/31

AKUSTIK -Perancangan Arsitektur

Kebisingan merupakan masalah yang juga harus diperhatikan dalam bangunan perkantoran. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan penghuni di dalam ruangan/bangunan itu sendiri. Untuk mengatasi kebisingan dari suara kendaraan atau suara mesin pabrik di sekitar bangunan, dapat dilakukan dengan pemberian vegetasi di depan ruang, penteksturan dinding dengan celah-celah yang agak besar agar suara tersebut bisa di netralisir pada celah-celah tersebut.

Bangunan paling atas atau paling jauh dari sumber bunyi, tingkat kebisingannya semakin berkurang dibanding bangunan pada lantai bawah atau yang lebih dekat dengan sumber bunyi. Bunyi yang disebabkan oleh angin sangat berbeda, misalnya pada pagi hari angin turun, sedangkan pada malam hari angin naik.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kebisingan dalam perencanaan bangunan adalah bahwa hal tersebut dapat berpengaruh pada bentuk masa atau tatanan massa yang berbeda.

Contoh pengaruh kebisingan pada bentuk massa adalah seperti gambar-gambar berikut ini.

Gambar-gambar berikut ini adalah contoh pengaruh kebisingan pada tatanan massa.

….. Selengkapnya tentang Perancangan Arsitektur

.

Kaitkata:
2009/07/21

Romantic Analogy (Analogi/Ibaratan Romantika)

Ditinjau dari arsitektur merupakan karya seni, jadi arsiteknya adalah seniman, sehingga ide peranannya menjadi penting.

Petter Collins : – Arsitektur yang mengadakan evaluasi terhadap arsitektur yang telah lampau secara rasionalisme.

Wayne O’Attoe : – Evokative, mengharapkan tanggapan dari pengamat.

Richardo Porro :

- Sikap jiwa terhadap kenyataan yang ada yang dianggap sebagai halnya individu dalam dunianya dimana dia mencari identitas dirinya.\

- Tidak mau mengikuti aturan-aturan yang telah ada. Analogi romantik berkembang sekitar tahun1750.

- Kecintaan terhadap alam dan bersifat misterius.

Wayne O’Attoe : romantic design menggunakan asosiasi-asosiasi, bersesuaian dengan alam berarti pengaturan secara alamiah dan proses dari alam.

Association -> Kesesuaian dengan masa lampau, lugu, primitif, kenangan masa lalu, berlebih-lebihan, dibuat-buat.

Exaggeration -> Mereka tidak melihat, tidak punya pandangan, tidak mengerti, tidak memotret.

Analogi romantis mencari ‘INDAH’. Analogi lain mencari ‘BENAR’.

Petter Collins Richardo Porro Wayne O’Attoe
- Evaluasi (rasionalisme) -Tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ada - Evokative
(rupa) (isi) (puisi)

Peter Collins :

Historiography :

- Kaidah-kaidah yang pernah ada, diurai dalam bentuk berbeda.

- Masih berkiblat pada masa lalu, masih ada nilai-nilai, misal kolom romawi dibuat berbentuk lain.

Pictoresque :

- Sebagai gambaran, diolah jauh sekali dari yang ada.

Attoe dan Porro berbicara makna apa yang ada dari suatu benda.

Collins berbicara apa yang dilihatnya (melihat secara fisik/benda) tidak melihat arti yang ada di dalamnya.

Tetapi ketiganya : Porro, Attoe dan Collins berbicara dalam rangka menjelaskan benda yang ada (arsitektur).

Kelompok romantis mencoba untuk menggugah perasaan manusia, bahwa sesuatu yang rutin tidak memberikan gairah hidup.

Batas lazim adalah kemampuan menyadarkan pengamatan bahwa kerutinan itu membosankan.

Terjadi perbedaan pendapat di antara arsitek :

Quinland Terry :

- Tahun 1980-an membangun kembali bentuk-bentuk renaissance dengan warna-warna Bold ICI, dll. Dimana warna tersebut pada zaman renaissance bukan dengan ICI.

- Mengajak pengamat mengamati bangunan dengan seksama.

… Lebih Lengkap tentang Ibaratan>>

.

Kaitkata:
2009/07/20

Kenyamanan Thermal

Kenyamanan thermal adalah suatu kondisi thermal yang dirasakan oleh manusia bukan oleh benda, binatang, dan arsitektur, tetapi dikondisikan oleh lingkungan dan benda-benda di sekitar arsitekturnya.

Dalam proses perancangan arsitektur dengan memakai pendekatan iklim, terdapat empat variabel yang dominan, yaitu:

- Iklim

Gambaran iklim harus diketahui dengan baik. Karakteristik tahunan atau harian dan masing-masing data di analisa sehingga dapat diketahui ciri-ciri utama dari iklim setempat. Data-data tersebut meliputi:

- suhu udara (T, derajat Celcius)

- kelembaban relatif (RH)

- radiasi matahari (MRT, derajat Celcius)

- kecepatan angin yang ada (V, m/dt)

- Biologi

Karakter iklim tersebut di atas kemudian dianalisa menurut syarat-syarat kenyamanan bagi manusia sebagai pemakai bangunan. Sehingga dapat diketahui kelakuan iklim tersebut. Selanjutnya akan bermanfaat untuk perancangan bangunan.

- Teknologi

Apabila telah diketahui iklim yang ada dan iklim yang dikehendaki untuk kenyamanan, selanjutnya dengan teknologi yang ada perancangan bangunan dapat diterapkan secara kuantitatif.

Thermal comfort dapat diperoleh dengan cara mengendalikan atau mengatasi hal-hal berikut:

1. Sumber panas (pembakaran karbohidrat dalam makanan, suhu udara, radiasi matahari). Untuk itu harus ada heat transfer (menurunkan atau pertukaran panas) dari tubuh ke lingkungan, dengan cara:

- Konduksi

Misalnya dengan memegang benda yang dingin atau berpindah ke tempat yang lebih dingin. Penurunan panas yang terjadi sangat kecil.

- Konveksi

Pertukaran udara melalui fluida bergerak. Penurunan panas yang terjadi 40%. Misalnya, saat kepanasan kita keluar untuk mencari udara segar atau fluida bergerak.

- Radiasi

Penurunan panas yang terjadi 40%. Radiasi matahari diatasi dengan menjauhi radiasi tersebut, atau dengan mengurangi makan, sebab makanan menaikkan suhu tubuh.

- Evaporasi

Memperbanyak penguapan. Penurunan panas 20% (kipas-kipas untuk mempercepat evaporasi).

2. Kelembaban

Harus mengkondisikan atau mengendalikan kelembaban yang berasal dari:

- Keringat – Benda-benda

- Sumber kelembaban – Sumber air

- Tanaman

Teknologinya dengan memakai dehumidifier (AC), mengatur kelembaban supaya sesuai dengan yang diinginkan.

Cara mencapai comfort dilakukan dengan mengendalikan penguapan dan sumber kelembaban, yaitu:

- Penguapan: keringat diuapkan

- Pengeringan: sumber air yang tidak perlu, dikeringkan

- Pengembunan (kondensasi): dengan AC pada udara jenuh

- Penyerapan (absorbsi)

3. Angin

Terjadi angin karena adanya beda tekanan:

- Gaya angin (perbedaan tekanan udara)

- Gaya suhu (perbedaan suhu udara)

Gaya angin lebih besar daripada gaya suhu.

Contohnya pada proses stack effect.

4. Radiasi Panas Sumber:

- Sinar matahari langsung dan tak langsung (pemantulan dan konduksi)

- Pembakaran

Keterangan:

1. Cahaya sinar langsung

2. Cahaya yang menembus

3. Radiasi tidak langsung

4. Sinar memanaskan udara di sekitar atap, sehingga panas-nya menembus bangunan

5. Panas dan tanah

Hal tersebut harus dikendalikan untuk meningkatkan comfort salah satunya adalah dengan teknologi passive cooling melalui:

• Penambahan shading untuk mengatasi sinar langsung

• Insulasi panas untuk radiasi yang menembus

• Permukaan sebagai diffuser untuk radiasi tidak langsung

• Vegetasi, atap dengan ventilasi untuk konveksi

• Untuk permukaan tanah yang tidak menyerap panas dipakai sistem lantai panggung (mengatasi radiasi dari tanah)

Lebih lengkap tentang Teori Arsitektur…


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata:
2009/07/19

ANALISA POTENSI DAN KENDALA SITE

Ada banyak sekali aspek-aspek yang harus diperhatikan dan dianalisa pada site, dalam menentukan konsep dan rancangan kita, diantaranya adalah:
- Iklim
Yaitu segala yang berhubungan dengan lintasan matahari, arah angin, curah hujan, kelembaban, dan temperatur udara.
- Bentuk dan ukuran site
Keadaan dan ukuran site harus benar-benar sesuai dengan fungsi bangunan yang akan kita buat, karena setiap site mempunyai karakter atau jiwa sendiri-sendiri yang hanya cocok untuk ditempati bangunan tertentu.
- Peraturan daerah
Setiap daerah mempunyai peraturan masing-masing yang harus ditaati bersama, termasuk tentang segala hal yang berhubungan dengan bangunan. Peraturan-peraturan tersebut antara lain adalah:
Land Use (RDTRK = rencana detail tata ruang kota). Yaitu peruntukan dan syarat-syarat lain tentang suatu wilayah pada daerah tertentu. Peraturan ini dibuat agar penggunaan lahan pada suatu kawasan dapat terencana dan teratur.
GSB = Garis Sepadan Bangunan. Mengatur jarak batas bangunan dengan batas kapling, bisa batas depan, samping atau belakang. Sering garis sepadan ini hanya depan atau jalan saja, biasanya 0,5 x lebar jalan (kecuali jalan yang sangat lebar). Sekarang garis sepadan yang mengikutkan batas samping dan belakang adalah kawasan industri atau pabrik hal ini karena adalah kawasan industri atau pabrik hal ini karena pertimbangan keamanan, misalnya dari bahaya kebakaran, juga untuk kemudahan dalam pencapaian dan kelancaran dalam site pabrik yang biasanya luas.
BC = Building Coverage (koefisien Dasar Bangunan). Yakni perbandingan tapak dengan kawasan terbangun. Koefisien ini akan semakin kecil d\untuk kawasan perbelanjaan atau kawasan mahal, bisa berubah tergantung fungsi dan harga tanah atau lahan, dan pemberian kenikmatan.
FAR = Floor Area Ratio (Koefisien Lantai Bangunan). Yaitu perbandingan luas tapak dan total luas lantai. Koefisien ini bisa lebih dari 100% untuk bangunan bertingkat.
- Drainase dan utilitas
Utilitas atau sarana dalam arsitektur adalah semua sistem yang digunakan dalam suatu hasil arsitektur, oleh penggunanya. Sistem itu termasuk cara mendapatkan, cara menggunakan dan pembuangannya. Drainase adalah salah satu dari utilitas. Unsur lainnya yaitu sistem perlistrikan, air bersih, komunikasi, sampah, dan lain-lain. Drainase atau saluran pembuangan adalah suatu analisa yang melihat atau mengamati keadaan lingkungan dari segi pembuangan atau pengukuran air hujan. Dalam pemanfaatan lahan, sistem ini harus kita perhatikan, demi tercapainya tujuan merancang. Demikian pula dalam pemanfaatan lahan yang miring, bagaimana agar air dapat mengalir dengan lancar tanpa terjadi pengendapan atau penimbunan air pada tempat tertentu.

Lebih Lengkap tentang IKLIM …

.

Kaitkata:
2009/07/12

Romantic Analogy

Ditinjau dari arsitektur merupakan karya seni, jadi arsiteknya adalah seniman, sehingga ide peranannya menjadi penting.

Petter Collins : – Arsitektur yang mengadakan evaluasi terhadap arsitektur yang telah lampau secara rasionalisme.

Wayne O’Attoe : – Evokative, mengharapkan tanggapan dari pengamat.

Richardo Porro :

- Sikap jiwa terhadap kenyataan yang ada yang dianggap sebagai halnya individu dalam dunianya dimana dia mencari identitas dirinya.\

- Tidak mau mengikuti aturan-aturan yang telah ada. Analogi romantik berkembang sekitar tahun1750.

- Kecintaan terhadap alam dan bersifat misterius.

Wayne O’Attoe : romantic design menggunakan asosiasi-asosiasi, bersesuaian dengan alam berarti pengaturan secara alamiah dan proses dari alam.

Association -> Kesesuaian dengan masa lampau, lugu, primitif, kenangan masa lalu, berlebih-lebihan, dibuat-buat.

Exaggeration -> Mereka tidak melihat, tidak punya pandangan, tidak mengerti, tidak memotret.

Analogi romantis mencari ‘INDAH’. Analogi lain mencari ‘BENAR’.

Petter Collins Richardo Porro Wayne O’Attoe
- Evaluasi (rasionalisme) -Tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ada - Evokative
(rupa) (isi) (puisi)

Peter Collins :

Historiography :

- Kaidah-kaidah yang pernah ada, diurai dalam bentuk berbeda.

- Masih berkiblat pada masa lalu, masih ada nilai-nilai, misal kolom romawi dibuat berbentuk lain.

Pictoresque :

- Sebagai gambaran, diolah jauh sekali dari yang ada.

Attoe dan Porro berbicara makna apa yang ada dari suatu benda.

Collins berbicara apa yang dilihatnya (melihat secara fisik/benda) tidak melihat arti yang ada di dalamnya.

Tetapi ketiganya : Porro, Attoe dan Collins berbicara dalam rangka menjelaskan benda yang ada (arsitektur).

Kelompok romantis mencoba untuk menggugah perasaan manusia, bahwa sesuatu yang rutin tidak memberikan gairah hidup.

Batas lazim adalah kemampuan menyadarkan pengamatan bahwa kerutinan itu membosankan.

Terjadi perbedaan pendapat di antara arsitek :

Quinland Terry :

- Tahun 1980-an membangun kembali bentuk-bentuk renaissance dengan warna-warna Bold ICI, dll. Dimana warna tersebut pada zaman renaissance bukan dengan ICI.

- Mengajak pengamat mengamati bangunan dengan seksama.

Lebih lengkap tentang Ibaratan /Analogi…

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Kaitkata:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.