Forum Positif

Belajar berbagi hal-hal positif

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Arsitektur’

Lingkup Pekerjaan Konsultan Pengawas

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Agustus 12, 2009

1. Time schedule pekerjaan

Pada suatu proyek, pihak pengawas diberikan waktu oleh pemilik proyek untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk dapat mengendalikan serta mengontrol suatu proyek ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya,maka dibuat time schedule dan diagram kurva S.

Time schedule merupakan rencana waktu yang digunakan untuk memulai kegiatan pembangunan sampai bangunan tersebut selesai dibangun, di mana ini menjadi pedoman bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan sehari-harinya agar pekerjaan berjalan lancar dan efisien.

Data yang diperlukan untuk menyusun time schedule adalah sebagai berikut :

Ø Gambar konstruksi dan arsitekturnya.

Ø Peraturan dan syarat sesuai bestek.

Ø Situasi proyek.

Ø Waktu yang tersedia.

Ø [Jenis pekerjaan.

Ø Material dan alat yang tersedia serta jumlah tenaga kerja dan ahlinya.

Data pelaksanaannya memiliki dua time schedule yang didalamnya terdapat diagram kurva S :

1. Diagram kurva S rencana, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang direncanakan untuk dicapai setiap minggunya.

2. Diagram kurva S pelaksanaan, yaitu diagram kurva S dari prosentase pekerjaan yang dilaksanakan setiap minggunya.

Faktor yang harus diperhatikan dalam menyusun time schedule, yaitu :

1. Kemampuan untuk kebutuhan tenaga manusia.

2. Peralatan dan fasilitas.

3. Urut-urutan pekerjaan dan waktu pelaksanaan.

4. Material yang dibutuhkan.

5. Biaya yang tersedia.

6. Man power schedule.

Adapun tujuan dari pembuatan time schedule adalah :

1. Untuk mencapai waktu pelaksanaan yang telah diatur dengan efektif dan efisien.

2. Untuk mencapai urut-urutan pekerjaan dan penyediaan tenaga dan bahan secara sistematis.

3. Untuk mencapai hasil fisik.

Sedangkan fungsi time schedule adalah :

1. Sebagai pegangan bagi kontraktor.

2. Sebagai sarana pengaturan pelaksanaan pekerjaan.

3. Sebagai sarana pengontrol / pengendali terhadap pencapaian prestasi dan penentuan sanksi.

____________________________________________

…..Lebih lengkap tentang Konsultan Arsitektur

Ditulis dalam Arsitektur, Praktek | Bertanda: , | 4 Komentar »

AKUSTIK -Perancangan Arsitektur

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 31, 2009

Kebisingan merupakan masalah yang juga harus diperhatikan dalam bangunan perkantoran. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan penghuni di dalam ruangan/bangunan itu sendiri. Untuk mengatasi kebisingan dari suara kendaraan atau suara mesin pabrik di sekitar bangunan, dapat dilakukan dengan pemberian vegetasi di depan ruang, penteksturan dinding dengan celah-celah yang agak besar agar suara tersebut bisa di netralisir pada celah-celah tersebut.

Bangunan paling atas atau paling jauh dari sumber bunyi, tingkat kebisingannya semakin berkurang dibanding bangunan pada lantai bawah atau yang lebih dekat dengan sumber bunyi. Bunyi yang disebabkan oleh angin sangat berbeda, misalnya pada pagi hari angin turun, sedangkan pada malam hari angin naik.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kebisingan dalam perencanaan bangunan adalah bahwa hal tersebut dapat berpengaruh pada bentuk masa atau tatanan massa yang berbeda.

Contoh pengaruh kebisingan pada bentuk massa adalah seperti gambar-gambar berikut ini.

Gambar-gambar berikut ini adalah contoh pengaruh kebisingan pada tatanan massa.

….. Selengkapnya tentang Perancangan Arsitektur

.

Ditulis dalam Arsitektur | Bertanda: | Leave a Comment »

Romantic Analogy (Analogi/Ibaratan Romantika)

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 21, 2009

Ditinjau dari arsitektur merupakan karya seni, jadi arsiteknya adalah seniman, sehingga ide peranannya menjadi penting.

Petter Collins : – Arsitektur yang mengadakan evaluasi terhadap arsitektur yang telah lampau secara rasionalisme.

Wayne O’Attoe : – Evokative, mengharapkan tanggapan dari pengamat.

Richardo Porro :

- Sikap jiwa terhadap kenyataan yang ada yang dianggap sebagai halnya individu dalam dunianya dimana dia mencari identitas dirinya.\

- Tidak mau mengikuti aturan-aturan yang telah ada. Analogi romantik berkembang sekitar tahun1750.

- Kecintaan terhadap alam dan bersifat misterius.

Wayne O’Attoe : romantic design menggunakan asosiasi-asosiasi, bersesuaian dengan alam berarti pengaturan secara alamiah dan proses dari alam.

Association -> Kesesuaian dengan masa lampau, lugu, primitif, kenangan masa lalu, berlebih-lebihan, dibuat-buat.

Exaggeration -> Mereka tidak melihat, tidak punya pandangan, tidak mengerti, tidak memotret.

Analogi romantis mencari ‘INDAH’. Analogi lain mencari ‘BENAR’.

Petter Collins Richardo Porro Wayne O’Attoe
- Evaluasi (rasionalisme) -Tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ada - Evokative
(rupa) (isi) (puisi)

Peter Collins :

Historiography :

- Kaidah-kaidah yang pernah ada, diurai dalam bentuk berbeda.

- Masih berkiblat pada masa lalu, masih ada nilai-nilai, misal kolom romawi dibuat berbentuk lain.

Pictoresque :

- Sebagai gambaran, diolah jauh sekali dari yang ada.

Attoe dan Porro berbicara makna apa yang ada dari suatu benda.

Collins berbicara apa yang dilihatnya (melihat secara fisik/benda) tidak melihat arti yang ada di dalamnya.

Tetapi ketiganya : Porro, Attoe dan Collins berbicara dalam rangka menjelaskan benda yang ada (arsitektur).

Kelompok romantis mencoba untuk menggugah perasaan manusia, bahwa sesuatu yang rutin tidak memberikan gairah hidup.

Batas lazim adalah kemampuan menyadarkan pengamatan bahwa kerutinan itu membosankan.

Terjadi perbedaan pendapat di antara arsitek :

Quinland Terry :

- Tahun 1980-an membangun kembali bentuk-bentuk renaissance dengan warna-warna Bold ICI, dll. Dimana warna tersebut pada zaman renaissance bukan dengan ICI.

- Mengajak pengamat mengamati bangunan dengan seksama.

… Lebih Lengkap tentang Ibaratan>>

.

Ditulis dalam Arsitektur, Artikel | Bertanda: | 1 Komentar »

Kenyamanan Thermal

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 20, 2009

Kenyamanan thermal adalah suatu kondisi thermal yang dirasakan oleh manusia bukan oleh benda, binatang, dan arsitektur, tetapi dikondisikan oleh lingkungan dan benda-benda di sekitar arsitekturnya.

Dalam proses perancangan arsitektur dengan memakai pendekatan iklim, terdapat empat variabel yang dominan, yaitu:

- Iklim

Gambaran iklim harus diketahui dengan baik. Karakteristik tahunan atau harian dan masing-masing data di analisa sehingga dapat diketahui ciri-ciri utama dari iklim setempat. Data-data tersebut meliputi:

- suhu udara (T, derajat Celcius)

- kelembaban relatif (RH)

- radiasi matahari (MRT, derajat Celcius)

- kecepatan angin yang ada (V, m/dt)

- Biologi

Karakter iklim tersebut di atas kemudian dianalisa menurut syarat-syarat kenyamanan bagi manusia sebagai pemakai bangunan. Sehingga dapat diketahui kelakuan iklim tersebut. Selanjutnya akan bermanfaat untuk perancangan bangunan.

- Teknologi

Apabila telah diketahui iklim yang ada dan iklim yang dikehendaki untuk kenyamanan, selanjutnya dengan teknologi yang ada perancangan bangunan dapat diterapkan secara kuantitatif.

Thermal comfort dapat diperoleh dengan cara mengendalikan atau mengatasi hal-hal berikut:

1. Sumber panas (pembakaran karbohidrat dalam makanan, suhu udara, radiasi matahari). Untuk itu harus ada heat transfer (menurunkan atau pertukaran panas) dari tubuh ke lingkungan, dengan cara:

- Konduksi

Misalnya dengan memegang benda yang dingin atau berpindah ke tempat yang lebih dingin. Penurunan panas yang terjadi sangat kecil.

- Konveksi

Pertukaran udara melalui fluida bergerak. Penurunan panas yang terjadi 40%. Misalnya, saat kepanasan kita keluar untuk mencari udara segar atau fluida bergerak.

- Radiasi

Penurunan panas yang terjadi 40%. Radiasi matahari diatasi dengan menjauhi radiasi tersebut, atau dengan mengurangi makan, sebab makanan menaikkan suhu tubuh.

- Evaporasi

Memperbanyak penguapan. Penurunan panas 20% (kipas-kipas untuk mempercepat evaporasi).

2. Kelembaban

Harus mengkondisikan atau mengendalikan kelembaban yang berasal dari:

- Keringat – Benda-benda

- Sumber kelembaban – Sumber air

- Tanaman

Teknologinya dengan memakai dehumidifier (AC), mengatur kelembaban supaya sesuai dengan yang diinginkan.

Cara mencapai comfort dilakukan dengan mengendalikan penguapan dan sumber kelembaban, yaitu:

- Penguapan: keringat diuapkan

- Pengeringan: sumber air yang tidak perlu, dikeringkan

- Pengembunan (kondensasi): dengan AC pada udara jenuh

- Penyerapan (absorbsi)

3. Angin

Terjadi angin karena adanya beda tekanan:

- Gaya angin (perbedaan tekanan udara)

- Gaya suhu (perbedaan suhu udara)

Gaya angin lebih besar daripada gaya suhu.

Contohnya pada proses stack effect.

4. Radiasi Panas Sumber:

- Sinar matahari langsung dan tak langsung (pemantulan dan konduksi)

- Pembakaran

Keterangan:

1. Cahaya sinar langsung

2. Cahaya yang menembus

3. Radiasi tidak langsung

4. Sinar memanaskan udara di sekitar atap, sehingga panas-nya menembus bangunan

5. Panas dan tanah

Hal tersebut harus dikendalikan untuk meningkatkan comfort salah satunya adalah dengan teknologi passive cooling melalui:

• Penambahan shading untuk mengatasi sinar langsung

• Insulasi panas untuk radiasi yang menembus

• Permukaan sebagai diffuser untuk radiasi tidak langsung

• Vegetasi, atap dengan ventilasi untuk konveksi

• Untuk permukaan tanah yang tidak menyerap panas dipakai sistem lantai panggung (mengatasi radiasi dari tanah)

Lebih lengkap tentang Teori Arsitektur…


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Arsitektur, Thermal | Bertanda: | 1 Komentar »

ANALISA POTENSI DAN KENDALA SITE

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 19, 2009

Ada banyak sekali aspek-aspek yang harus diperhatikan dan dianalisa pada site, dalam menentukan konsep dan rancangan kita, diantaranya adalah:
- Iklim
Yaitu segala yang berhubungan dengan lintasan matahari, arah angin, curah hujan, kelembaban, dan temperatur udara.
- Bentuk dan ukuran site
Keadaan dan ukuran site harus benar-benar sesuai dengan fungsi bangunan yang akan kita buat, karena setiap site mempunyai karakter atau jiwa sendiri-sendiri yang hanya cocok untuk ditempati bangunan tertentu.
- Peraturan daerah
Setiap daerah mempunyai peraturan masing-masing yang harus ditaati bersama, termasuk tentang segala hal yang berhubungan dengan bangunan. Peraturan-peraturan tersebut antara lain adalah:
Land Use (RDTRK = rencana detail tata ruang kota). Yaitu peruntukan dan syarat-syarat lain tentang suatu wilayah pada daerah tertentu. Peraturan ini dibuat agar penggunaan lahan pada suatu kawasan dapat terencana dan teratur.
GSB = Garis Sepadan Bangunan. Mengatur jarak batas bangunan dengan batas kapling, bisa batas depan, samping atau belakang. Sering garis sepadan ini hanya depan atau jalan saja, biasanya 0,5 x lebar jalan (kecuali jalan yang sangat lebar). Sekarang garis sepadan yang mengikutkan batas samping dan belakang adalah kawasan industri atau pabrik hal ini karena adalah kawasan industri atau pabrik hal ini karena pertimbangan keamanan, misalnya dari bahaya kebakaran, juga untuk kemudahan dalam pencapaian dan kelancaran dalam site pabrik yang biasanya luas.
BC = Building Coverage (koefisien Dasar Bangunan). Yakni perbandingan tapak dengan kawasan terbangun. Koefisien ini akan semakin kecil d\untuk kawasan perbelanjaan atau kawasan mahal, bisa berubah tergantung fungsi dan harga tanah atau lahan, dan pemberian kenikmatan.
FAR = Floor Area Ratio (Koefisien Lantai Bangunan). Yaitu perbandingan luas tapak dan total luas lantai. Koefisien ini bisa lebih dari 100% untuk bangunan bertingkat.
- Drainase dan utilitas
Utilitas atau sarana dalam arsitektur adalah semua sistem yang digunakan dalam suatu hasil arsitektur, oleh penggunanya. Sistem itu termasuk cara mendapatkan, cara menggunakan dan pembuangannya. Drainase adalah salah satu dari utilitas. Unsur lainnya yaitu sistem perlistrikan, air bersih, komunikasi, sampah, dan lain-lain. Drainase atau saluran pembuangan adalah suatu analisa yang melihat atau mengamati keadaan lingkungan dari segi pembuangan atau pengukuran air hujan. Dalam pemanfaatan lahan, sistem ini harus kita perhatikan, demi tercapainya tujuan merancang. Demikian pula dalam pemanfaatan lahan yang miring, bagaimana agar air dapat mengalir dengan lancar tanpa terjadi pengendapan atau penimbunan air pada tempat tertentu.

Lebih Lengkap tentang IKLIM …

.

Ditulis dalam Arsitektur | Bertanda: | Leave a Comment »

Romantic Analogy

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 12, 2009

Ditinjau dari arsitektur merupakan karya seni, jadi arsiteknya adalah seniman, sehingga ide peranannya menjadi penting.

Petter Collins : – Arsitektur yang mengadakan evaluasi terhadap arsitektur yang telah lampau secara rasionalisme.

Wayne O’Attoe : – Evokative, mengharapkan tanggapan dari pengamat.

Richardo Porro :

- Sikap jiwa terhadap kenyataan yang ada yang dianggap sebagai halnya individu dalam dunianya dimana dia mencari identitas dirinya.\

- Tidak mau mengikuti aturan-aturan yang telah ada. Analogi romantik berkembang sekitar tahun1750.

- Kecintaan terhadap alam dan bersifat misterius.

Wayne O’Attoe : romantic design menggunakan asosiasi-asosiasi, bersesuaian dengan alam berarti pengaturan secara alamiah dan proses dari alam.

Association -> Kesesuaian dengan masa lampau, lugu, primitif, kenangan masa lalu, berlebih-lebihan, dibuat-buat.

Exaggeration -> Mereka tidak melihat, tidak punya pandangan, tidak mengerti, tidak memotret.

Analogi romantis mencari ‘INDAH’. Analogi lain mencari ‘BENAR’.

Petter Collins Richardo Porro Wayne O’Attoe
- Evaluasi (rasionalisme) -Tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ada - Evokative
(rupa) (isi) (puisi)

Peter Collins :

Historiography :

- Kaidah-kaidah yang pernah ada, diurai dalam bentuk berbeda.

- Masih berkiblat pada masa lalu, masih ada nilai-nilai, misal kolom romawi dibuat berbentuk lain.

Pictoresque :

- Sebagai gambaran, diolah jauh sekali dari yang ada.

Attoe dan Porro berbicara makna apa yang ada dari suatu benda.

Collins berbicara apa yang dilihatnya (melihat secara fisik/benda) tidak melihat arti yang ada di dalamnya.

Tetapi ketiganya : Porro, Attoe dan Collins berbicara dalam rangka menjelaskan benda yang ada (arsitektur).

Kelompok romantis mencoba untuk menggugah perasaan manusia, bahwa sesuatu yang rutin tidak memberikan gairah hidup.

Batas lazim adalah kemampuan menyadarkan pengamatan bahwa kerutinan itu membosankan.

Terjadi perbedaan pendapat di antara arsitek :

Quinland Terry :

- Tahun 1980-an membangun kembali bentuk-bentuk renaissance dengan warna-warna Bold ICI, dll. Dimana warna tersebut pada zaman renaissance bukan dengan ICI.

- Mengajak pengamat mengamati bangunan dengan seksama.

Lebih lengkap tentang Ibaratan /Analogi…

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Arsitektur | Bertanda: | 1 Komentar »

Konsultan Pengawas

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 6, 2009

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Direksi pengawas sebagai ketua tim pengawas secara keseluruhan, bertanggung jawab atas kesesuaian pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Baik dalam hal teknis, maupun spesifikasi, penjadwalan, dan administrasi. Koordinasi pengawas sebagai pemimpin kelompok pengawas di lapangan yang menangani bidang tertentu ( bidang struktur, finishing, arsitektur, dan sebagainya ).

Pengawas lapangan sebagai pelaksana pengawas langsung di lapangan yang bertanggung jawab kepada koordinator pengawas.

Tugas dan wewenang konsultan pengawas adalah mengawasi perkembangan pekerjaan yang dilakukan selama proses pembangunan. Pengawasan yang dilakukan meliputi segi kualitas dan kuantitas bahan yang digunakan untuk membangun ruko tersebut, serta waktu pelaksanaan pembangunannya.

Diagram Kurva S yang telah dibuat oleh pemborong yang diikuti perkembangannya sesuai dengan kemajuan pekerjaan di lokasi proyek oleh konsultan pengawas.

Kemajuan pekerjaan di hitung setiap minggunya dan jenis pekerjaan apa yang telah dilakukan oleh pemborong di lapangan, di mana proyek ini berjalan dari tanggal 1 September 2003 sampai dengan. Yang di mulai dari pekerjaan persiapan hingga pekerjaan finishing. Adapun jenis pekerjaan yang ada di sini adalah :

a. Pekerjaan persiapan.

Meliputi : pembersihan lokasi, Uitzet : Bouwplank, Direksi keet, Air dan listrik kerja. Jumlah bobot pekerjaan ini adalah 0.51 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah empat minggu.

b. Pekerjaan tanah dan pondasi .

Meliputi : Pondasi tiang pancang D 20 x 20 cm, h = 24 meter, poer TP 1, poer TP 2, poer TP 3, Galian tanah, Urug pasir dipadatkan, lantai kerja beton, Pondasi batu kali, Aanstampeng, Pondasi plat lajur ( L = 1,5 t = 0,5 ), Urug sirtu dalam bangunan ( t = 1.00 meter ), Pemadatan bawah lantai. Bobot pekerjaan tanah dan pondasi 8,57 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah 3 minggu

c. Pekerjaan beton ( K 225)

Rabatan bawah lantai, Sloof 20 / 30, Sloof 20 / 50, Kolom 40 / 40 ( K 1 ), Kolom bulat D 30 cm ( K 2 ), Kolom 30 / 30 ( K 3 ), Kolom 12 / 12 ( K P ), Balok 25 / 40 ( B 1 ) gate, Balok 25 / 50 ( B 2 ) gate, Balok 25 / 35 ( B 3 ) gate, Balok 25 / 35 ( B 4 ) ruko, Balok 20 / 45 ( B 5 ) ruko, Balok 20 / 25 ( B 6 ) ruko, Balok 15 / 25 ( B 7 ), Plat lantai ( t = 12 cm ), Plat atap ( t = 10 cm ), Kubah, Plat jendela lengkung ( t = 10 cm ), Tangga beton lantai 1, Tangga beton lantai 2, Tangga beton lantai 3, Tangga beton lantai 4, Listplank beton. Bobot pekerjaan ini adalah 47,23 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah 2 minggu.

d. Pekerjaan pasangan dan plesteran.

Meliputi : Bata tembok lantai 1 ( 1 : 6 ), Bata tembok lantai 1 ( 1 : 3 ), Bata tembok lantai 2, Bata tembok lantai 3, Bata tembok lantai 4, Bata tembok lantai 5, Bata tembok KM, Plesteran + aci lantai 1, Plesteran + aci lantai 2, Plesteran + aci lantai 3, Plesteran + aci lantai 4, Plesteran + aci lantai 5, Plesteran trasraam, Benangan ( kolom, tembok, tangga ). Bobot pekerjaan ini adalah 11,41%. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah

e. Pekerjaan kusen ( alumuniumYKK )

Meliputi : kusen jendela ( 2,2 x 3.8 ), Kusen jendela lengkung d = 3,2 m, ), Kusen jendela lengkung d = 6,2 m, Kusen jendela bulat d = 0,6 m, Kusen jendela kamper ( 0,6 x 1,8 ), Kusen pintu kamper ( 2,1 x 1,62 ), Kusen pintu kamper ( 0,8 x 2,1 ), kusen pintu kamper ( 2,1 x 1,62 ). Bobot pekerjaan ini adalah 4,59 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

f. Pekerjaan dan pintu.

Meliputi : pintu panil, pintu PVC, pintu besi ( ruang ME ), pintu panil oriental.Bobot pekerjaan ini adalah 1,21 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

g. Pekerjaan jendela ( Aluminium )

Meliputi : jendela kaca polos, jendela kaca lengkung t = 12 mm, Jendela kaca bouvenlight. Bobot pekerjaan ini adalah 0,48 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

h. Pekerjaan folding door besi ruko.

Meliputi : Pintu harmonica t = 2,60 m. Bobot pekerjaan ini adalah 3,92 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

i. Pekerjaan atap beton.

Meliputi : Talang beton, waterproofing coating, Screeding atap t = 5 cm. Bobot pekerjaan ini adalah 1,84 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

j. Pekerjaan railing ( galvanis ).

Meliputi : Railing tangga lantai 1, Railing tangga lantai 2, Railing tangga lantai 3, Railing tangga lantai 4, Railing tangga teras. Bobot pekerjaan ini adalah 2,37 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

k. Pekerjaan lantai / dinding.

Meliputi : Lantai teras 30 x 30, lantai R. utama 30 x 30, Lantai KM / WC 20 x 20, Dinding KM / WC 20 x 20, Keramik tangga 20 x 20, Stepnosing tangga 10 x 20, Plint lantai kaca rayban. Bobot pekerjaan ini adalah 6,09 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

l. Pekerjaan pengecatan.

Meliputi : Cat dinding luar, Cat dinding dalam, Cat plafond, Cat kusen, cat pintu / jendela, Cat listplank, Cat pintu, lipat besi, Cat besi railing. Bobot pekerjaan ini adalah 4,39 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

m. Pekerjaan sanitair.

Meliputi : Closet duduk, Wastafel, Tempat sabun, Floor drain, Kran tembok, Kran wastafel, Bak mandi, Avour. Bobot pekerjaan ini adalah 1,79 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

n. Pekerjaan instalansi air bersih.

Meliputi : PVC 1/2″, PVC 3/4″. Bobot pekerjaan ini adalah 0,26 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

o. Pekerjaan instalansi air kotor.

Meliputi : PVC 3″ D, PVC 4″ D. Bobot pekerjaan ini adalah 1,14 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

p. Pekerjaan instalansi listrik.

Meliputi : Sekering box / kotak panel, Titik lampu, Stop kontak, Outlet telepon + instalansi (Berker), Outlet parabola + instalansi (Berker), Penangkal petir, Instalansi bel, Kabel panel tuvur (4 x 4), Saklar ganda. Bobot pekerjaan ini adalah 1,96 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

q. Pekerjaan plafond

Meliputi : Plafond KM / WC, finishing plafond. Bobot pekerjaan ini adalah 0,93 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.

r. Pekerjaan lain – lain.

Meliputi : Tandon air 1 m3 + instalansi + pelampung + tutup, Septictank + resapan, Bak sampah + tutup, Bak control 30 x 30, Bak control meter PDAM + tutup, Pompa air DAB, Kubah / tegola, Lampu pengaman / Obstruction light. Bobot pekerjaan ini adalah 1,30 %. Dengan waktu yang telah diperhitungkan dan direncanakan adalah minggu.


Uraian Khusus


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Arsitektur, Praktek, Proyek | Bertanda: | 1 Komentar »

PENGERTIAN PENGHAWAAN BUATAN

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 3, 2009

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Sebelum membahas tentang penghawaan buatan, kita perlu mengetahui bagaimana panas itu dapat menyebar atau berpindah. Ada empat cara pemindahan panas yakni:

a. Konduksi

Konduksi ialah pemindahan panas yang dihasilkan dari kontak langsung antara permukaan-permukaan. Konduksi terjadi hanya dengan menyentuh atau menghubungkan permukaan-permukaan yang panas atau sejuk.

b. Konveksi

Pemindahan panas berdasarkan gerakan cairan disebut konveksi. Dalam hal ini cairan adalah udara.

c. Evaporasi (penguapan)

Dalam pemindahan panas yang didasarkan pada evaporasi, sumber panas hanya dapat kehilangan panas. Misalnya panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia, kelembaban dipermukaan kulit menguap ketika udara melintasi tubuh.

d. Radiasi.

Radiasi ialah pemindahan panas atas dasar gelombang-gelombang elektromagnetis. Misalnya tubuh manusia akan mendapat panas pancaran dari setiap permukaan dari suhu yang lebih tinggi dan ia akan kehilangan panas atau memancarkan panas kepada setiap obyek atau permukaan yang lebih sejuk dari tubuh manusia itu. Panas pancaran yang diperoleh atau hilang, tidak dipengaruhi oleh gerakan udara, juga tidak oleh suhu udara antara permukaan-permukaan atau obyek-obyek yang memancar.

Jumlah keseluruhan panas pindahan yang dihasilkan oleh masing-masing cara hampir seluruhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi lingkungan. Umpamanya, udara yang jenuh tak dapat menerima kelembaban tubuh; jadi pemindahan panas tak dapat terjadi melalui penguapan. Pengondisian suatu ruang seharusnya meningkatkan laju kehilangan panas bila para penghuni terlalu panas dan mengurangi laju kehilangan panas bila mereka terlalu dingin. Tujuan ini tercapai dengan mengolah dan menyampaikan udara yang nyaman dari segi suhu, uap air (kelembaban), dan velositas (gerak udara dan pola-pola distribusi). Kebersihan udara dan hilangnya bau (melalui ventilasi) merupakan kondisi-kondisi kenyamanan tambahan yang harus dikendalikan oleh sistem penghawaan buatan.

Agar memberi kondisi yang nyaman secara terus-menerus dalam suatu bangunan, sistem-sistem penghawaan harus mempertahankan keseimbangan antara kondisi-kondisi termal dan atmosfer dalam dan kondisi-kondisi iklim yang terus-menerus berubah di luar ruangan dan di dalam ruangan itu sendiri. Jika suasana panas sistem harus memberi cukup udara sejuk untuk mengatasi panas yang diperoleh dari luar. Dalam keadaan dingin ia harus memberi cukup panas untuk menggantikan panas yang hilang ke luar.

Agar didapatkan suatu sistim serta kapasitas pendingin yang tepat, maka perlu diketahui besarnya beban kalor pada ruang (karena fungsi AC adalah untuk menghapus beban kalor tersebut) sehingga suhu dan kelembaban udara tetap nyaman. Besar beban kalor yang terjadi ditentukan oleh: hantaran panas radiasi matahari, hantaran panas secara transmisi, hantaran panas ventilasi atau inviltrasi, beban panas intern (manusia dan peralatan elektronik atau mesin).

Dengan memperhatikan hal di atas, maka di dalam desain ruang atau bangunan yang menggunakan penghawaan buatan, harus mengikutkan pertimbangan-pertimbangan berikut:

-Bentuk cenderung beraturan agar memudahkan dalam perencanan sistem penghawaannya.

-Bentuknya diusahakan disejajarkan dengan arah aliran angin

-Langit-langit atau plafon dibuat relatif rendah kecuali untuk pertimbangan lain, seperti akustik dan lain-lain.

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah



Ditulis dalam Arsitektur, Penghawaan | Bertanda: , | 1 Komentar »

Studi untuk Perancangan – Kantor Pusat PT A

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 24, 2009

2.1. TEORI PERKANTORAN

Pengertian Perkantoran

Menurut Drs. Kamisa, kantor berarti: bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi.  Menurut Erns Neufert, bahwa didalam bangunan perkantoran pekerjaan utamanya adalah dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan pembuatan maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi tersebut.  Jadi perkantoran adalah bangunan yang digunakan untuk pekerjaan administrasi dan manajerial.

Rancangan Perkantoran

Umumnya pemakai ruang kerja perkantoran tidak perlu berpindah-pindah, karena telah dilengkapi dengan ruang untuk mesin-mesin, kantin, ruang rapat, arsip, perpustakaan dan aktivitas penunjang lainnya.

Perkantoran umumnya dapat dirancang dengan menciptakan hubungan antar ruang yang tepat sesuai dengan bagian-bagian pengorganisasian. Dapat pula mengurangi jarak capai antar ruang vertikal maupun horizontal. Begitu juga dalam upaya visual antar bagian dengan menciptakan hubungan yang akrab. Bentuk bangunan lainnya dapat pula digunakan untuk memperjelas keadaan ini, yakni dengan menata bagian-bagian komponen bebas, misalnya perabot, secara maksimal.

Kebutuhan ruang kantor dapat dihitung dengan menggunakan dua cara bersamaan, yakni:

1) ruang gerak orang (misalnya standar ruang perorangan x jumlah orang) + ruang tambahan untuk sarana penunjang + faktor (biasanya 15 %) untuk sirkulasi utama; ruang bebas untuk bukan orang, misalnya untuk ruang mesin, perpustakaan, dimana lebih tergantung pada banyaknya peralatan dibandingkan jumlah orang yang membutuhkan ruang kerjanya, sehingga untuk menghitungnya dapat digunakan dasar pemikiran praktis dari benda-benda tersebut;

2) dan atau dengan cara memperbandingkan contoh-contoh yang ada; kemudian suatu faktor ditambahkan untuk sirkulasi yang ada.

Untuk menyiapkan denah ruang yang tumpang tindih, misalnya menghubungkan satu departemen dengan departemen yang lainnya dalam suatu bangunan yang sudah ada, atau bahkan untuk menyusun komposisi pada bangunan kantor yang baru; maka perlu dipelajari hubungan kerja antar bagian dari perusahaan tersebut atau jika perlu diadakan penelitian yang lebih rinci.

2.2. PENGERTIAN PROYEK

Pengertian judul proyek untuk Tugas Akhir Konsepsi “Perancangan Ulang Kantor Pusat PT A di Surabaya” dijelaskan sebagai berikut:

Menurut Drs. Kamisa, ulang berarti: kembali; lagi; berkali-kali. Perancangan sama dengan: proses, cara, perbuatan merancang. Dan merancang diartikan: mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, atau melakukan sesuatu), merencanakan.

Perancangan dalam konteks arsitektur, adalah semata-mata usulan pokok yang mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih baik. Perancangan dapat dianggap sebagai sesuatu proses tiga bagian yang terdiri dari keadaan semula suatu metode atau proses tranformasi, dan sesuatu keadaan masa depan yang dibayangkan. Perancangan terjemahan dari design – yang dalam bentuk kata kerjanya dapat diartikan “merancang, untuk tujuan” – diartikan sebagai suatu produk perumusan keinginan atau cita-cita masa datang yang merupakan penguraian/bagian-bagian dari produk perencanaan. Sedangkan perencanaan sendiri terjemahan dari planning merupakan suatu hasil rangkaian kerja untuk merumuskan sesuatu yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat membawa keuntungan, tetapi dengan anggapan bahwa akan ada tindakan-tindakan selanjutnya berupa rangkaian kegiatan sistematis lainnya. Tindakan yang dirumuskan semula itu masih bersifat terbuka bagi kemungkinan adanya pilihan cara tindakan lain, dan mungkin disesuaikan apabila dianggap kurang menguntungkan pada saat tertentu. Jadi perancangan adalah kelanjutan yang berbentuk uraian atau penjabaran dari perencanaan.

Perancangan ulang terjemahan dari redesign, yang berarti tindakan merancang sekali lagi, yang sebelumnya telah ada rancangan pada suatu objek yang sama. Perancangan ulang ini dilakukan karena adanya kekurang-kekurangan pada rancangan yang lama, dan membuat rancangan baru yang diharapkan dapat lebih baik dan lebih menguntungkan.

Menurut Dhanny R. Cyssco dan Dr. Jack Dawson, pusat sama dengan center, bagian tengah. Dan menurut William D. Powell, dapat juga disamakan dengan main, yang berarti utama, besar, induk. Jadi kantor pusat dapat diartikan sebagai kantor utama atau kantor induk yang berada di bagian tengah.

PT A adalah nama perusahaan pemilik kantor tersebut. Dan Surabaya adalah nama kota tempat kantor itu berada.

Jadi Perancangan Ulang Kantor Pusat PT A di Surabaya dapat dijabarkan menjadi perumusan keinginan atau cita-cita yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat lebih membawa keuntungan dibandingkan rancangan sebelumnya pada objek bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi dan organisasi milik PT A di suatu kota bernama Surabaya.

2.3. LOKASI DAN SITUASI TAPAK

Tapak berada di kawasan Margomulyo Permai yakni di wilayah barat Surabaya yang mulai dikembangkan dengan intensif sejak tahun 80-an. Dan sejak awal 90-an Margomulyo telah terkenal sebagai daerah industri dan pergudangan. Sejak saat itu banyak dibangun pabrik-pabrik, gudang dan area perdagangan serta area komersial lainnya. Dengan lokasi yang tidak jauh dari gerbang tol dan akses ke dermaga dan ke stasiun, serta akses ke pusat kota, membuat daerah ini cepat berkembang dan banyak diminati.

Wilayah kota Surabaya terletak pada 7,12° Lintang Selatan sampai 7,21° Lintang Selatan dan 112,36° Bujur Timur sampai 112,54° Bujur Timur. Luas wilayah 326,37 km2, terbagi dalam 5 wilayah pembantu walikota, 28 wilayah kecamatan dan 163 wilayah kelurahan. Jumlah penduduk 2.599.796 (2000), jumlah keluarga 709.991. Wilayahnya merupakan daratan rendah dengan ketinggian 3 sampai 6 meter diatas permukaan air laut, kecuali di sebelah barat-selatan yang ketinggiannya mencapai 25 sampai 50 meter diatas permukaan air laut. Lokasi tapak terhadap kawasan Margomulyo Permai terlihat pada gambar berikut:

2.4. STRUKTUR ORGANISASI PT A

PT A telah menerapkan sistem manajemen yang cukup tepat bagi organisasi perusahaannya. Dari struktur organisasi ini akan didapat semua pengguna, karakter, dan aktivitasnya berdasarkan posisi dan jabatannya.

2.5. STUDI BANDING

Kantor Pusat PT Boma Bisma Indra, Pasuruan

o Bidang usaha

Bidang usaha perusahaan ini adalah jasa perbengkelan, permesinan, dan foundry.

o Fasilitas Bangunan Perkantoran

Pintu masuk barang di bedakan dengan pintu masuk utama.

Kantor PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo

o Bidang usaha

Bidang usaha perusahaan ini adalah jasa permesinan, foundry, dan rolling mill, perbengkelan hanya melayani kebutuhan perusahaan sendiri.

o Fasilitas Bangunan Perkantoran

Fasilitas yang terdapat pada kantor PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo, adalah ruang-ruang kantor, ruang tamu/ruang tunggu, ruang servis, ruang rapat, laboratorium foundry. Terdapat juga ruang-ruang kantor yang menjadi satu dengan bengkel.

Setelah memarkir kendaraan, pengguna kembali melewati pos penjaga di gerbang utama. Juga terdapat kantor dan ruang laboratorium menjadi satu dengan pabrik. Kantor utama hanya untuk direksi, administrasi, dan pemasaran.

Kantor Pusat PT Bhirawa Steel, Surabaya

Setelah memarkir kendaraan, pengguna kembali melewati pos penjaga di gerbang utama. Juga terdapat kantor dan ruang laboratorium menjadi satu dengan pabrik. Kantor utama hanya untuk direksi, administrasi, dan pemasaran.

Kantor Pusat PT Bhirawa Steel, Surabaya

o Bidang usaha perusahaan ini adalah foundry, dan rolling mill.

o Fasilitas yang terdapat pada kantor pusat PT Jatim Taman Steel, Sidoarjo, adalah ruang-ruang kantor, ruang tamu/ruang tunggu, ruang servis, ruang arsip, dan ruang rapat.

o Fungsi kantor untuk pekerjaan administrasi, pemasaran, dan manajemen.

Kesimpulan Studi Banding

Berdasarkan pengamatan pada ketiga kantor tersebut dan beberapa kantor lainnya, pengertian dan fungsi perkantoran secara umum adalah sama, yakni untuk kegiatan administrasi dan keorganisasian/manajemen. Ada bagian yang privat yang merupakan kantor-kantor karyawan pada masing-masing bagian, dan bagian publik yang merupakan tempat menerima tamu. Adanya bagian publik ini, adalah terutama untuk bagian pemasaran, dan kantor direksi, yang berhubungan dengan pelanggan, serta bagian yang berhubungan dengan suplier yakni bagian pembelian atau bagian pengadaan. Bagian-bagian tersebut sesuai dengan fungsi dan pengertian perkantoran untuk PT A.

Meskipun kantor-kantor tersebut untuk kebutuhan pabrik, namun fungsinya tetap sama dengan perkantoran secara umum, seperti untuk perusahaan yang bidang usahanya tidak memerlukan pabrik, seperti kantor notaris, perbankan, atau kantor pemerintah. Untuk kantor yang berhubungan dengan pabrik masih terdapat kantor tambahan yang biasanya berada di dalam pabrik, sedangkan kantor pusatnya hanya untuk kegiatan administrasi dan manajemen, dimana seperti kantor secara umum, ada ruang yang khusus digunakan untuk tamu (publik).

2.6. KANTOR PUSAT PT A

Ruang kantor atau perkantoran bagi PT A, disebut kantor pusat karena merupakan kantor utama yang berada di tengah ruang-ruang lain yang juga digunakan untuk kantor dalam tiap-tiap pabriknya. Dengan kata lain ada kantor-kantor lain yaitu ruang yang digunakan seperti kantor namun bersifat sementara, misalnya untuk pencatatan hasil produksi dan penyimpanan gambar kerja sementara. Sedangkan kantor pusat yang merupakan obyek proyek ini adalah kantor yang digunakan untuk seluruh kegiatan administrasi dan organisasi perusahaan, tidak termasuk kantor-kantor kecil yang berada di dalam pabrik tersebut.

Kantor, bagi perusahaan ini tidak berbeda dengan pengertian kantor yang telah dijelaskan diatas. Yakni ruang yang digunakan dalam kegiatan administrasi dan keorganisasian. Jadi penjelasan di atas sudah cukup jelas untuk mengidentifikasi kantor pusat PT A sebagai obyek proyek. Kegiatan administrasi dan organisasi antara lain pengolahan dan penyimpanan data, rapat-rapat, transaksi internal dan eksternal perusahaan, penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan bidang usaha perusahaan, serta kegiatan pelatihan karyawan.

Berikut gambar-gambar kondisi kantor PT A yang lama. Ada beberapa masalah yang harus dibenahi, yang harus ditata dengan lebih baik pada disain yang baru.

Drs. Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penerbit Kartika, Surabaya, 1997.

Erns Neufert, Arsitek Data, Erlangga, Jakarta, 1989 Erns Neufert, Arsitek Data, Erlangga, Jakarta, 1989.

Erns Neufert, op.cit.

Drs. Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Penerbit Kartika, Surabaya, 1997.

Kadarono,

Dhanny R. Cyssco dan Dr. Jack Dawson, World Dictionary: English-Indonesian/Indonesian-English, 1999, Jakarta: PT. Pustaka Delapratasa.

William D. Powell, Linguist Version 1.0, PT. Atlantis Programma Prima, 1997.

Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Surabaya, 2003,

Peta Surabaya, 2000

Survey di PT A pada Desember 2004 sampai dengan Pebruari 2005

Dari Catatan Sekolah


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Arsitektur, Organisasi, Praktek, Proyek | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 15, 2009

Pekerjaan Batu Finishing

1. Pekerjaan Cor, teras lantai bawah

(1,50 x 6.00) = 3.250.000

2. Pekerjaan R. Tamu

Finishing kol-kolan (2,94 x 2,94) = 60.000

R. Tamu

R. Tamu Bongkar pasang kusen = 275.000

R. Tamu Benangan atas trap (2,80) = 75.000

R. Tamu Pasang wastavel = 60.000

R. Tamu Pasang triplek (1,00 x 1,00)

R. Tamu Pasang tutup tandon air 525.000

R. Tamu bongkar pasang keramik (2,80 x 6,70)

Pekerjaan Kamar Tidur I

3. Pekerjaan kamar tidur I

Finishing kol-kol lan/plan (2,40 + 2.77) x 2

Las keramik 50.000

Pekerjaan Kamar Utama

4. Pekerjaan kamar utama:

Benangan lacian (0,80 x 0,60) = 25.000

Kamar mandi II bongkar pasang triplek (1,76 x 1,30)

Finishing dinding (0,50 x 0,84) 145.000

Finisihing kramik (1,60 x 0,70)

5. Pekerjaan dapur (acian-acian) 1,60 m

Pasang keramik lantai (1,80 x 0,39)

Bongkar pasang kramik dapur (3,80 x 2,12) 250.000

Pasang lemari dapur 220.000

6. Pekerjaan Gudang: Bongkar pasang triplek (1,70 x 2,76)

Pasang kunci pintu 150.000

Acian (1,30)

Pekerjaan lantai II/atas

7. Teras depan atas

Cor res plank beton/tiang

Tiang cor (6.00) 2.700.000

Bongkar pasang triplek

Pasang asbes

8. Trap tangga: Benangan atas trap (2,76) 60.000

Pasang kunci pintu 25.000

Angin-angin atas/asbes 60.000

(0.70 x 0.50) + (1.35 x 2.70) + (1.00 x 0.60)

Total Uang Biaya

1. 3.250.000

60.000

275.000

75.000

60.000

525.000

50.000

25.000

145.000

250.000

220.000

150.000

700.000

60.000

25.000

60.000

Jumlah Rp 7.930.000

Biaya cat Rp 1.500.000

Total Rp 9.430.000

Dari Catatan Sekolah

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Akuntansi, Anggaran, Arsitektur, Ekonomi | Bertanda: | 2 Komentar »