Forum Positif

Belajar berbagi hal-hal positif

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Interior’

SOAL-Sistim penghawaan yang ada

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Januari 13, 2009

1. Sistim penghawaan yang ada, apa sudah menghasilkan penghawaan yang sesuai dengan yang diinginkan penghuni ?

-Ya (baik), kenapa ?

-Tidak (tidak baik), kenapa ?

 

2. Kondisi sebenarnya seperti apa ?

 

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi penghawaan ?

-Fenomena pergerakan

-Elemen ruang luar

-Elemen ruang dalam

-Elemen bagan

-Orientasi bagan

 

 

4. Sejauh ini apa saja yang sudah dilakukan ?

 

5. Minta sebuah denah (digambar sendiri) dan foto rumah ?

Ditulis dalam Arsitektur | Bertanda: , | 2 Komentar »

Ruang Dalam

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Januari 13, 2009

PENDAHULUAN

Hakekat dari sebuah tempat tinggal adalah mekanisme kehidupan, yang mencerminkan keselarasan antara tatanan interior dan lingkungannya. Dalam proses perancangan sebuah desain selayaknya memenuhi kebutuhan pokok manusia (pemakai), yaitu untuk bersosialisasi, berkomunikasi, sehat serta kenyamanan dalam pemakaian.

Abraham Maslow menyusun kebutuhan hidup manusia dalam beberapa tahapan:

1. Pysiological Needs (kebutuhan fisiologis)

Kebutuhan akan sarana yang bisa menjamin kelangsungan hidup.

2. Safety Needs (kebutuhan rasa aman)

Terjaminnya keamanan dan keselamatan.

3. Social Needs (kebutuhan sosial)

Keinginan untuk bersosialisasi antar individu.

4. Esteem Needs (kebutuhan pengakuan)

Pengakuan untuk menunjukkan jati diri dan martabat.

5. Self Actualization Needs (kebutuhan aktualisasi diri)

Kecenderungan ingin dipuji dan dihormati orang lain.

Bertolak dari konsep A. Maslow diatas maka produk desain interior akan selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan pemenuhan akan kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu kali ini kami mencoba menyajikan produk desain interior yang sesuai dengan perkembangan desain saat ini.

1.1. ABSTRAKSI

Dengan semakin banyaknya tuntutan individu yang harus dipenuhi, maka persyaratan yang dibutuhkan dalam perancangan desain semakin lama semakin kompleks, baik dari segi fisik, budaya, psikologi maupun nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga demi terpenuhinya harapan tersebut, maka arsitek dituntut untuk lebih kreatif dan pandai membaca tanda-tanda perubahan jaman.

Lain dari pada itu tekhnologi dan ilmu pengetahuan tentang interior juga mengalami perubahan, sehingga bentuk dan suasana yang tercipta dari masa ke masa akan selalu berganti sesuai kebutuhan dan sesuai dengan .

Bagaimanapun bentuk perubahan terjadi atau terbentuk tidak akan lepas dari prinsip utama desain interior yaitu: bagaimana cara memberi kepuasan, kenyamanan, keselamatan, keleluasaan, kebebasan, kemudahan, kesehatan dan keindahan (tanpa merubah/merusak kelestarian tradisi + lingkungan).

Untuk hal ini maka seorang arsitek perlu membekali diri dengan kemampuan lain selain teori tentang interior, misalnya: seorang arsitek harus peka terhadap tuntutan jaman, ilmu sosial dan juga harus memahami betul bagaimana/kearah mana tuntutan desain dari owner.

1.2. LATAR BELAKANG

Tempat tinggal sebagai hunian yang bersifat pribadi (privat), maka aktivitas yang ada didalamnya merupakan rutinitas keseharian yang mana tiap-tiap pribadi tentu berlainan kebutuhan dan aktivitas keseharian. Sehingga perencanaan rumah/ruang yang tercipta harus mengacu pada lingkup pribadi seseorang dan pada akhirnya suatu tempat tinggal yang terencana dan teratur baik, merupakan sumber kekuatan dan mengejawantahkan sikap dan keinginan penghuninya.

Banyak pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dibutuhkan untuk membentuk tempat tinggal yang indah, teratur dan menarik.

Pada jaman dahulu, pada dahulu umumnya rumah/tempat tinggal memiliki kamar-kamar yang luas tetapi tata aturnya terikat pada skema yang tetap. Dalam perkembangannya kita harus perhatikan segi efisiensi, seni/style dan yang tak kalah pentingnya adalah selera pribadi penghuninya.

Karena setiap orang dapat memilih sendiri bentuk wajah, warna dan bahan yang diinginkan, maka jika terjadi kesalahan pemilihan berarti pemborosan dan dapat mempengaruhi kebahagiaan atau kepuasan penghuninya. Disinilah peran seorang disainer interior sebagai pembimbing yang akan mengarahkan owner untuk meraih tujuan awal mengenai suasana ruang yang diinginkan.

1.3. PERMASALAHAN

Antara desain interior dan arsitektur adalah dua hal yang tak terpisahkan, sehingga seorang desainer mutlak mengikuti/memahami kemajuan tekhnologi, ilmu pengetahuan, industri dan gaya hidup masyarakat, serta perkembangan arsitektur mutakhir, dengan diimbangi pengetahuan tentang teknologi dan ilmu-ilmu lain yang menunjang wawasan dalam menetukan perancangan.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah bagaimana merencanakan dan merancang suatu interior sebuah gedung/rumah tinggal yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pemakainya dengan tanpa melepaskan prinsip efisiensi dan dalam pemanfaatan teknologi yang ada.

Bagaimana merumuskan suatu konsep perencanaan dan perancangan interior bangunan khususnya rumah tinggal agar mendapatkan ruangan yang indah, nyaman, tidak menjemuhkan dan sesuai dengan kaidah-kaidah arsitektural yang lain, dalam rangka memuaskan penggunanya.

1.4. TUJUAN

Tujuan dari penulisan paper mata kuliah perancangan ruang dalam I ini, adalah:

a. Untuk merencanakan dan merancang interior secara optimal sehingga karya yang diciptakan mampu memberi kepuasan, kenyamanan, kemudahan, keselamatan dan keindahan.

b. Dapat merumuskan langkah-langkah perencanaan dan perancangan interior sesuai dengan prinsip-prinsip dasar perancangan ruanga dalam.

c. Dapat merumuskan gagasan gubahan ruang dalam serta dapat menerapkannya dalam bentuk gambar arsitektural dengan mengkomunikasikan suasana tertentu yang diinginkan.

d. Mengenal perkembangan style dan teknologi bahan serta dapat menerapkannya pada suatu perancangan ruang dalam yang aplikatif.

Tuntutan pemakai merupakan titik central dalam sebuah perancangan interior sehingga tugas seorang desainer adalah memadukan dan mengolah tuntutan pemakai dengan unsur-unsur perancangan serta prinsip perancangan dengan memanfaatkan bahan dan teknologi yang ada atau bila perlu menciptakan bahan dan teknologi baru yang memungkinkan bila diperlukan.

KAJIAN TEORI

PRINSIP PERANCANGAN RUANG DALAM

A. PROPORSI

B. KESEIMBANGAN (BALANCE)

C. IRAMA (RHYTHM)

KAJIAN STUDI

PRINSIP PERANCANGAN (PROPORSI, KESEIMBANGAN, IRAMA)

A. Proporsi

Pada intinya proporsi berkaitan erat dengan estetika dan tidak akan muncul hanya dengan pemakaian sistem matematik dan geometrik, karena proporsi adalah masalah perasaan yang tepat sehingga dapat menimbulkan tercapainya kepuasan intelektual yang dimungkinkan dari rangkaian berbagai elemen dalam satu kombinasi yang optimal. Alam telah memberi contoh kepada kita tentang proporsi yang tepat dalam satu rangkaian.

B. Keseimbangan

Cara yang termudah untuk mencapai keseimbangan ialah dengan membentuk 2 bagian yang sama sebelah menyebelah terhadap titik imajiner (simetris) susunan semacam ini tidak banyak menimbulkan masalah namun terkadang menjemukan karena bersifat monoton. Cara lain yan dapat dilakukan adalah bentuk keseimbangan asimetris, hal ini akan memberi kita banyak tantangan dalam proses perancangannya, namun kita akan mendapat bentuk yang lebih variatif.

C. Irama

Pengaturan desain ruang dalam mempunyai banyak variasi, maka dalam hal ini irama akan dapat membuat atau menciptakan suatu tatanan yang sedap dipandang mata serta membuat desain menjadi rapi. Pada umumnya irama dimunulkan malalui pengulangan garis, bentuk, pola, dan warna. Irama yang baik, pelan-pelan akan bertambah atau berkurang ukurannya, bentuknya, atau warnanya secara efektif (gradasi). Tipe seperti ini lebih asli, lebih kuat dan lebih dinamis.

Tulisan ini di sponsori oleh: Duta Pulsa

Ditulis dalam Arsitektur, Interior, Pengetahuan | Bertanda: , | 3 Komentar »

PENERANGAN (LIGHTING) Dalam perancangan Interior

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 22, 2008

PENERANGAN (LIGHTING)

Dalam perancangan Interior

Pencahayaan merupakan unsur yang memegang peranan penting dalam desain interior. Dalam hal ini dibutuhkan kepekaan terhadap efek cahaya dan warna ruang agar berfungsi sebagaimana tujuannya dan mempunyai nilai seni yang tinggi. Pencahayaan dibedakan menjadi pencahayaan alami dan buatan.

1. PENCAHAYAAN ALAM

Penerangan atau pencahayaan yang diakibatkan oleh benda-benda alam yang memancarkan sinar seperti matahari, rembulan, dan lain-lain.

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan ruang dalam adalah:

· Kapan dan berapa lama sinar tersebut masuk dan mengganggu aktifitas kerja di dalam hunian. Hal ini dipengaruhi juga oleh letak lintang kita di bumi. Misalnya di Pulau Jawa yang berada di sebelah Selatan garis katulistiwa, sehingga matahari akan memancarkan sinarnya sepanjang tahun lebih banyak di sebelah Utara. Dengan demikian bukaan di sebelah selatan akan sangat menguntungkan karena kita tidak perlu memberi shading pada jendela.

· Pada jendela perlu dipertimbangkan jarak, letak, luas, ketinggian dari permukaan bidang tangkap terhadap arah datangnya sinar.

· Untuk jendela atau pintu kaca harus mempunyai absorbsi (daya seraplangsung), difuse (bias) mampu berefleksi (pantul) terhadap sinar matahari yang masuk ruang.

Beberapa bahan dan efek reaksinya terhadap cahaya:

· Kaca rayban, one way glass dapat mereduksi sinar matahari yang masuk ruang sehingga terasa sejuk dan nyaman.

· Kaca berwarna seperti stained glass (kaca patri), cahaya yang menerobos melalui kaca tersebut menimbulkan efek cahaya dengan bias yang indah berwarna-warni sehingga membuat suasana ruang menjadi meriah, cerah dan unik.

· Glass bloci, kaca es dan kaca matts, menimbulkan efek cahaya yang translucent (bias) sehingga suasana menjadi sejuk, namun tetap privat dan introvert.

Bangunan bergaya tropis mempunyai overstek cukup panjang sehingga sinar matahari yang masuk menjadi terhalang dan kesejukan ruang dapat dijaga. Letak dan luas bidang pembukaan terhadap arah datanya sinar juga menimbulkan efek cahaya khusus, misalnya pada gereja kuno (gaya klasik) dengan adanya sorot cahaya yang masuk melewati ventilasi atau jendela atas menjadikan kesan sakral, agung dan religius.

2. PENERANGAN BUATAN

Penerangan yang terjadi akibat sumber cahaya yang dibuat oleh manusia, misalnya lilin, lampu, obor dll. Untuk mendapatkan terang cahaya yang memadai dalam suatu ruang kegiatan, harus dipertimbangkan iluminasi (kuat penerangan), sudut penyinaran lampu, jenis dan jarak penempatan lampu yang diperlukan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam suatu ruangan.

Peranan lampu dalam perancangan ruang dalam:

· Lampu jika diatur dengan baik akan menimbulkan suasana atau efek cahaya khusus, dengan memberikan tekanan (tone) pada warna ruang dan memancing emosi seseorang yang tinggal di dalam ruang tersebut.

· Lampu memberikan kesan psikologis, contohnya:

· Lampu tungsten, TL dan florescent yang berwarna putih terang memberi kesan sejuk dan dingin.

· Lampu yang mengakibatkan warna ruang menjadi kemerahan dapat menimbulkan kesan ruang menjadi panas dan merangsang emosi seseorang yang berada didalamnya.

· Cahaya lampu yang berwarna kuning redup dapat menjadikan kesan intim dan romantis. Warna lampu kebiru-biruan, hijau, lembayung, dapat memberikan kesan dingin atau sejuk bahkan misterius.

· Lampu pijar, halogen dan mercury yang sinarnya berwarna kuning keemasan menimbulkan kesan hangat, akrab dan intim pada suatu ruang dalam.

· Lampu dapat memperkuat arah pandangan pada suatu ruang.

Jenis lampu dan efek yang ditimbulkan pada ruang

Dalam suatu ruang pameran atau display seperti galeri, museum, butik, dan toko perhiasan lebih mementingkan penerangan pada benda-benda yang dipamerkan daripada ruang keseluruhan, sehingga digunakan jenis lampu spot light, down light, yang sorotnya lebih terfokus.

Menurut daerah yang diterangi, penerangan buatan dibedakan menjadi dua:

· Penerangan umum atau merata

Penerangan yang memerangi seluruh ruangan secara merata (general lighting), biasanya digunakan untuk ruangan umum dan tidak memerlukan ketelitian.

· Penerangan setempat

Penerangan yang hanya menyorot tempat tertentu saja (spot lighting), biasanya digunakan untuk tempat kerja yang memerlukan ketelitian kerja atau suatu tempat tertentu yang menarik dan sengaja ditonjolkan.

Lampu penerangan interior berdasarkan cara pemberian cahayanya dibedakan:

· Penerangan langsung

· Penerangan tidak langsung

· Penerangan setengah langsung

· Penerangan setengah tidak langsung

Lampu penerangan interior ruangan berdasarkan bola lampunya dibedakan menjadi:

· Lampu pijar, lampu yang kawat pijarnya terlihat nyalanya dari luar kaca.

· Lampu difus, lampu yang kawat/gas pijarnya tidak kelihatan nyalanya dari luar kaca buram.

Lampu penerangan interior ruangan berdasarkan cara pemasangannya dibedakan:

· Lampu duduk, biasanya diletakkan diatas meja atau lantai (berdiri) lampu tempel, menempel di dinding, di tiang, di langit-langit

· Lampu gantung, di plafond

· Lampu tanam, di plafon, di dinding, dan lain-lain.

____________________
Dynasis cafebisnis clixsense yuwie bio-fresh aabisnis kumpulblogger

Ditulis dalam Arsitektur, Artikel | Bertanda: , | 2 Komentar »