Posts tagged ‘Kimia’

2012/09/23

Perbedaan sifat asam dan sifat basa

Sifat  Asam :
1. Senyawa asam bersifat korosif.
2. Sebagian besar reaksi dengan logam menghasilkan H2.
3. Senyawa asam memiliki rasa asam.
4. Dapat mengubah warna zat yang dimiliki oleh zat lain (dapat dijadikan indikator asam atau basa).
5. Menghasilkan ion H+ dalam air.
Sifat  Basa :
1. Senyawa basa bersifat merusak kulit (kaustik ).
2. Terasa licin di tangan, seperti sabun.
3. Senyawa basa terasa pahit.
4. Dapat mengubah warna zat lain. (warna yang dihasilkan berbeda dengan asam).
5. Menghasilkan ion OH – dalam air.

Selengkapnya tentang  Asam, Basa dan Garam bisa dilihat di sini.

gamis modern

2009/08/14

Air (H2O) – senyawa yang paling melimpah di muka bumi

Air merupakan senyawa yang paling melimpah di muka bumi memiliki rumus kimia H2O. Sebuah molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen.

Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar yaitu 1 atm dan 0 °C. Air merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Air merupakan molekul yang spesifik, untuk molekul yang sejenis atau atom disekitar atom oksigen, seperti nitrogen, flor, dan Posfor, sulfur dan klor, jika berikatan dengan hidrogen membentuk senyawa dalam bentuk gas. Hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk air dalam fasa cair, karena oksigen lebih bersifat elektronegatif daripada elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor).

Atom oksigen menarik elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, sehingga kedua atom hidrogen bermuatan parsial positif (ó+) dan atom oksigen bermuatan parsial negatif (ó-). Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki momen dipol.

Gaya tarik-menarik listrik antar molekul air ditimbulkan oleh dipol, hal membuat masing-masing molekul saling berdekatan, dan sulit untuk dipisahkan. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Dalam ilmu fisika gaya tarik antar molekul sejenis dikatakan sebagai kohesi. Sedangkan adhesi gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya.

Adanya kohesi juga menyebabkan tegangan permukaan air cukup besar. Hal ini dapat diamati jika kita meneteskan air pada permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan, maka air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Hal yang sama juga bisa kita amati bagaimana air di atas daun talas.

Pada kasus lain terjadi gaya adhesi yang sama kuatnya dengan gaya kohesinya.

Hal ini dapat kita amati, jika kita letakkan air pada permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film).

Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan��permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Air juga berperan dalam pembentukan ikatan khususnya pada molekul-molekul polimer.

Dengan adanya sifat polaritas dan mudah terionisasi, air dapat berinteraksi dan melarutkan banyak senyawa kimia sehingga air sering dikatakan sebagai pelarut universal.

Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh kemampuan suatu zat untuk menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, maka molekul-molekul tersebut tidak larut dalam air dan tetap sebagai endapan.

Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Air terionisasi menghasilkan sebuah ion hidrogen (H+) dan sebuah ion hidroksida (OH), seperti persamaan reaksi di bawah ini.

H2O     <->    H+ + OH-

Untuk interaksi dua molekul air dituliskan dalam persamaan:

H2O + H2O     <->    H3O+ + OH-

Sedangkan proses melarutkan dengan menggunakan air sebagai pelarut persamaan dituliskan :

NH3 + H2O   <->    NH4+ + OH-


Persewaan Alat PestaKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah okRek.com · DutaPulsa


2009/08/08

Penggunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari

produk menggunakan bahan polimer polietilen dengan densitas rendahProduk polimer berupa plastikPenggunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi bagian hidup kita dan jarang kita perhatikan. Beberapa polimer tersebut adalah :

Polietilena

Kita lebih sering menyebutnya dengan plastik.

Polimer ini dibentuk dari reaksi adisi monomer-monomer etilena. Ada dua macam polietilena, yaitu yang memiliki densitas (kerapatan) rendah dan polietilena yang memiliki densitas tinggi.

Perbedaan dari kedua polimer ini adalah cara pembuatannya dan agak berbeda sifat fisikanya.

Secara umum sifat polietilena adalah sebagai zat yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak beracun. Untuk polietilen dengan densitas rendah biasanya dipergunakan untuk lembaran tipis pembungkus makanan, kantung-kantung plastik, jas hujan.

Sedangkan untuk polietilen yang memiliki densitas tinggi, polimernya lebih keras, namun masih mudah untuk dibentuk sehingga banyak dipakai sebagai alat dapur misal ember, panci, juga untuk pelapis kawat dan kabel.

Polipropilena,

Polimer ini mirip dengan polietilen, Monomer pembentuknya adalah propilena (CH3��CH = CH2), berbeda dalam jumlah atom C dengan etilen.

Polipropilena lebih kuat dan lebih tahan dari polietilena, sehingga banyak dipakai untuk membuat karung, tali dan sebagainya. Karena lebih kuat, botol��botol dari polipropilena dapat dibuat lebih tipis dari pada polietilena. Botol minuman adalah salah satu contoh polimer propilena yang banyak dipergunakan.

Teflon

panci anti lengket yang dilapisi oleh teflonNama Teflon merupakan nama dagang, nama ilmiahnya adalah politetrafluoroetilena dan disingkat dengan PTFE. Polimer dihasilkan dari proses polimerisasi adisi senyawa turunan etilen yaitu tetrafluoroetilena (CF2 = CF2). Teflon sangat tahan terhadap bahan kimia, panas dan sangat licin.

Penggunaan teflon sebagai pelapis barang yang tahan panas seperti tangki di pabrik kimia, pelapis panci dan kuali anti lengket di dapur serta pelapis dasar seterika.

Polivinil klorida (PVC)

Polimer ini merupakan polimer yang dibentuk oleh monomer kloro etilen (CH2=CHCl). Polimer ini memiliki sifat yang lebih kuat dibandingkan dengan etilen, tahan panas atau tidak mudah terbakar.

Berdasarkan sifat inilah maka, polivinil klorida banyak dipergunakan untuk untuk membuat pipa, selang keras, lapisan lantai, piringan hitam, dan lain-lain.

Bakelit

Polimer bakelit merupakan plastik termoseting, polimer ini dihasilkan dari suatu kopolimer kondensasi antara metanal dan fenol. Bakelit sudah banyak dibahas pada plastik termoseting. Polimer ini banyak digunakan untuk peralatan listrik, sebagai kotak isolator, dan dudukan lampu.

Polimer Akrilat

Ada dua jenis polimer Akrilat yang banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu polimetil metakrilat dan serat akrilat atau orlon.

Polmetilmetakrilat (PMMA) merupakan senyawa homopolimer yang dibentuk dari reaksi polimerisasi adisi senyawa metil metakrilat. Senyawa ini juga dikenal dengan nama dagang flexiglass (gelas yang fleksibel). PMMA berupa plastik bening, keras dan kuat, namun ringan dan fleksibel. Pemanfaatannya sebagai bahan pencampur gelas dan pencampur logam, dan yang paling mudah kita amati adalah digunakan untuk lampu belakang mobil ataupun kaca jendela pesawat terbang.

Polimerisasi dari asam akrilat (asam 2-propenoat) atau turunannya menghasilkan serat akrilat seperti orlon, serat ini menyrupai wol, sehingga dipergunakan untuk jamper, kaos kaki, karpet dan lain-lain. Serat sutra didapat dari ulat sutra sebagai bahan yang mengkilat dan halus serta lembut. Polimer sintetik dari sutra adalah serat sintetik nylon 66 dan nylon 6, walapun hasilnya tidak sebaik sutra namun sudah mendekati.

Polimer ini merupakan poliimida, cocok untuk tekstil halus , misalnya untuk pakaian dan pakaian dalam.

Poliester

Poliester merupakan polimer yang disusun oleh monomer ester. Penggunaan dari polimer ini adalah pengganti bahan pakaian yang berasal dari kapas.

Produk yang dikenal adalah Dacron dan tetoron nama dagang sebagai serat tekstil. Polimer ini juga dapat dikembangkan lagi dan dipergunakan sebagai pita perekam magnetic dengan nama dagang mylar.

Karet sintetik

Keterbatasan sumber daya karet dan sifatnya yang perlu ditingkatkan maka diteliti dan didapatkan karet sintetik. Karet sintetik merupakan kopolimer yang terbentuk dari dua monomer yaitu stirena dan 1,3 butadiena disingkat dengan SBR.

Rantai polimer senyawa ini dapat berikatan membentuk ikatan silang dengan atom belerang (sulfide) melalui proses vulkanisasi, sehingga karet sintetik memiliki sifat keras dan kuat. Cocok untuk ban mobil.Produk polimer berupa serat buatan

2009/08/06

Polimer sintetik

Polimer sintetik merupakan jenis polimer yang dihasilkan melalui sintesis kimia, produksi umumnya Produk polimer berupa plastikdilakukan dalam skala besar untuk kepentingan hidup manusia. Bentuk polimer sintetik yang dihasilkan dapat berupa plastik dan serat buatan. Plastik merupakan polimer yang memiliki sifat mencair atau mudah mengalir jika dipanaskan, sehingga mudah dibentuk atau dicetak. Beberapa produk dari plastik misalnya pipa, mainan anak-anak, dapat pula berbentuk lembaran seperti pembungkus makanan atau bahan dan berupa cairan pelapis cat mobil, pernis.

Polimer sintetik lainnya adalah polimer termoset, polimer ini dapat dilebur pada tahap tertentu selanjutnya menjadi keras selamanya, dan tidak dapat dicetak ulang. Bakelit adalah contoh yang mudah kita temukan sebagai casing pProduk polimer berupa serat buatanada peralatan elektronika, toilet, dan lain-lain.

Serat buatan merupakan produk polimer berupa untaian atau seperti benang yang dapat ditenun atau dijalin membentuk lembaran-lembaran tipis dan panjang yang kuat dan ulet.

Tag:
2009/02/16

Zat-Zat Aditif Dapat Merusak Ginjal

Zat aditif atau disebut juga zat tambahan yang selalu dan sering digunakan pada makanan dan minuman ternyata dapat mempengaruhi kesehatan. Zat-zat tambahan ini ditembahkan pada makanan sebagai pewarna makanan, pemanis buatan dan zat pengawet.

Zat-zat ini dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada ginjal serta organ tubuh lainnya.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/88 dikatakan ada 26 jenis pengawet yang diizinkan penggunaannya pada makanan dan minuman, yaitu:
* asam benzoat, asam propionat, asam sorbet, belerang dioksida
* etil p-hidroksi benzoat, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalium nitrat
* kalium nitrit, kalium propionat, kalium sorbet, kalium sulfit
* kalsium benzoat, kalsium propionat, kalsium sorbat, natrium benzoat
* metal p-hidroksi benzoat, natrium bisulfit, natrium metabisulfit
* natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfite, nisi
* propil-p-hidroksi benzoat
Penggunaan zat-zat ini pada makanan/minuman harus dengan dosis tertentu.

2009/02/12

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA

MANGAN (Mn)

1. Timbang gram besi ± 0,4 gram.

2. Masukkan ke bejana (gelas)

3. Masukkan 10 cc cairan AgNo3 (Asam Nitrate), selanjutnya dipanaskan sampai mendidih dan gram tersebut sampai larut.

4. Tambahkan 10 cc cairan HNO3 (Nitride Acid) dan dipanaskan lagi sampai mendidih

5. Lalu bejana yang berisi cairan tersebut diangkat

6. Masukkan cairan (NH4)2 S2O8 (Amonium Persulfate)

7. Tambahkan 40 cc cairan H2O (air suling) ke dalam bejana

8. Bawah cairan tersebut (no. 1 s/d no. 7) ke alat analisa.

9. Tekan tombol analisa pembuang cairan Mangan (Mn)

10. Tuangkan sedikit cairan tersebut ke gelas analisa.

11. Tekan tombol cairan, pastikan cairan sampai habis.

12. Tuangkan semua sisa cairan tersebut ke dalam gelas analisa.

13. Hasil analisa akan muncul di monitor mesin untuk bisa dicatat.

14. Tekan tombol pembuang cairan dan pastikan cairan habis.

15. Cuci gelas dengan H2O (air suling)

16. Tekan tombol pembuang cairan, kemudian isi gelas analisa dengan H2O (air suling)

17. Alat analisa siap untuk digunakan lagi.

Tag:
2008/04/28

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA C S

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA

KARBON (C) DAN SULFUR (S)

 

 

  1. Tekan tombol power supply atau sumber listrik 220 VPAQFC01 Cincin Aquamarine
  2. Keluarkan tabung pembakar busur listrik (TPBL) dari tempat kedudukannya dan bersihkan untuk siap digunakan.
  3. Masukkan powder silikon molybdenum (SiMo) ±0,3 gram kedalam tabung pembakar busur listrik (TPBL)
  4. Selanjutnya timbang 1 gram contoh gram besi yang akan diuji (ditimbang di alat timbang)
  5. Dan diatasnya TPBL yang sudah berisi gram besi ditaburkan ± 0,3 gram butiran timah murni (Sn)
  6. Letakkan kembali TPBL pada posisi di kedudukannya
  7. Tekan handle ke arah bawah supaya TPBL naik ke arah atas dan tertutup rapat dengan flanges di bagian atasnya
  8. Selanjutnya buka switch awal oksigen (switch 2) lalu buka switch akhir pengendalian (switch 3) supaya gas oksigen atau O2 masuk ke sistem pembakaran
  9. Amati flowmeter dan kendalikan posisi bola flow meter naik.
  10. Tekan tombol ready dan amati cairan dalam tabung tengah naik ke atas
  11. Tekan tombol analisa dan amati cairan dalam tabung agar cairan turun hingga bagian bawah dan naik kembali ke bagian atas.
  12. Tutup switch awal oksigen (switch 2) dan cairan tabung kembali turun, dan amati flowmeter sampai turun ke posisi bawah atau nol
  13. Tutup switch akhir pengendalian.
  14. Hasil analisa prosentase Karbon (C) dan Sulfur (S) akan terlihat di monitor mesin analisa dan dicatat di buku laporan.
  15. Tekan handle ke arah atas sehingga TPBL turun dibawah dan diambil untuk dikeluarkan dan dibersihkan, sehingga dapat digunakan lagi.

.

Tag: ,
2008/04/26

Racikan Cairan untuk Menganalisa

Racikan Cairan untuk Menganalisa Phosphor (P)

 

  1. Siapkan ± 250 cc H2O (air suling) kedalam bejana

Siapkan ± 100 cc HNO3 (Nitride Acid)TP03B Tasbih Biji Pukah 33 bulir

Nitride Acid dicampur dengan air suling secara perlahan di dalam bejana.

  1. Siapkan ± 4 gram KMnO4 (Potassium Permanganate) dicampur dengan 100 cc H2O (air suling)

3. a. Siapkan ± 10 gram (NH4)2 MoO4 (Amonium Molyddate) dicampur dengan 100 cc H2O (air suling)

b. C4H4O6KNa4H2O (Potassium Sodium Tetrade tetradhidrat) dicampur dengan 100 cc H2O (air suling).

Dan kedua cairan tersebut (3a dan 3b) dicampur menjadi satu.

  1. a. Siapkan 3 gram NaF (Sodium Fluoride) dicampur 1000 cc H2O (air suling)

b. Timbang 1 gram SnSo4 (Stannous Chloride), larutkan dengan 1 cc HCL.

Dan kedua cairan tersebut (4a dan 4b) dicampur menjadi satu.

 


Racikan Cairan untuk Menganalisa Mangan (Mn)

 

  1. Siapkan 2 gram AgNO3 (Silver Nitrate), tuangkan kedalam 400 cc H2O (air suling).

Tuangkan 100 cc HNO3 (Nitride Acid) ke dalam cairan tersebut.

  1. 15 gram (NH4)2 S2O8 (Amonium Persulfate), tuangkan ke dalam 100 cc H2O (air suling).
  2. H2O (air suling)

 


Racikan Cairan untuk Menganalisa Silicon (Si)

 

  1. Siapkan 80 cc HNO3 (Nitride Acid), tuangkan kedalam 400 cc H2O (air suling)
  2. 4 gram KMnO4 (Potassium Permanganate), tuangkan ke dalam 100 cc H2O (air suling)

3. a. Siapkan 9 gram (NH4)2 MoO4 (Amonium Molyddate), tuangkan kedalam 100 cc H2O (air suling)

b. 18 gram (K2CO3) (Potassium carbonate), dituangkan ke dalam 100 cc H2O (air suling)

Kedua cairan tersebut dicampur menjadi satu.

  1. 2,5 gram C2H2O4 2H2O (Oxalic Acid), tuangkan ke dalam 100 cc H2O (air suling)
  2. 1,5 gram (NH4)2 (Fe(SO4) 2)6 H2O (Amonium Iron (II) Sulfat Hexahydrate), tuangkan ke dalam 100 cc H2O (air suling)

 

 

Ketentuan:

Setiap 100 cc / cairan tersebut harus ditambah 1 cc H2SO4, sebagai pelarut.

.

Tag:
2008/04/26

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA MANGAN (Mn)

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA

MANGAN (Mn)

  1. Timbang gram besi ± 0,04 gram (sample dari melting) dan masukkan ke botol bejana (gelas)
  2. Masukkan 10 cc cairan AgNo3 (Asam Nitrate), selanjutnya dipanaskan sampaiSPA24 Set Perhiasan Alexandri mendidih dan gram tersebut sampai larut (habis).
  3. Lalu bejana yang berisi cairan tersebut diangkat dari kompor listrik.
  4. Masukkan cairan (NH4)2 S2O8 (Amonium Persulfate)
  5. Tambahkan 40 cc cairan H2O (air suling) ke dalam bejana
  6. Bawah cairan tersebut ke alat analisa.
  7. Tekan tombol analisa pembuang cairan Mangan (Mn)
  8. Tuangkan sedikit cairan tersebut ke gelas analisa.
  9. Tekan tombol cairan, pastikan cairan sampai habis.
  10. Tuangkan semua sisa cairan tersebut ke dalam gelas analisa.
  11. Hasil analisa akan muncul di monitor mesin untuk bisa dicatat.
  12. Tekan tombol pembuang cairan dan pastikan cairan habis.
  13. Cuci gelas dengan H2O (air suling)
  14. Tekan tombol pembuang cairan, kemudian isi kembali gelas analisa dengan H2O (air suling)
  15. Alat analisa siap untuk digunakan lagi.

.

Tag: ,
2008/04/26

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA SILIKON (Si)

CARA PENGOPERASIAN DAN MENGANALISA

SILIKON (Si)

  1. Timbang gram besi ± 0,030 gram (sample dari melting).SPA23 Set Perhiasan Alexandri
  2. Masukkan ke dalam bejana yang berukuran 250 cc
  3. Tambahkan 10 cc cairan HNO3 (Nitride Acid), lalu dipanaskan sampai larut
  4. Tambahkan dua tetes KMnO4 (Potassium Permanganate) dan dipanaskan sampai mendidih.
  5. Cairan tersebut diangkat, dan tambahkan 10 cc cairan (NH4)2 MoO4 (Amonium Molyddate) dan terus digoyang-goyang supaya bercampur, ± 10 detik.
  6. Tambahkan 40 cc cairan CooH 2 H2O (Oxalic Acid)
  7. Tambahkan 40 cc cairan (NH4)2 (Fe(SO4) 2)6 H2O
  8. Semua campuran cairan tersebut diaduk sampai merata.
  9. Selanjutnya cairan tersebut dibawa ke mesin analisa Silikon (Si)
  10. Tekan tombol pembuang cairan, pastikan cairan H2O yang ada di bejana habis.
  11. Masukkan sedikit campuran tersebut ke mesin analisa Silikon (Si).
  12. Tekan tombol analisa pembuang cairan, pastikan sampai habis.
  13. Tuangkan semua sisa cairan tersebut ke dalam gelas analisa.
  14. Hasil analisa akan muncul di monitor mesin untuk bisa dicatat.
  15. Tekan tombol pembuang cairan dan pastikan cairan habis.
  16. Cuci gelas dengan H2O (air suling)
  17. Tekan tombol pembuang cairan, kemudian isi gelas analisa dengan H2O (air suling)
  18. Alat analisa siap untuk digunakan lagi.

.

Tag: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.972 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: