Forum Positif

Belajar berbagi hal-hal positif

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Manajemen’

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 19, 2009

Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor

Produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, maka produktivitas kerja akan meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu:

a. Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja.

b. Sikap, sesuatu yang menyangkut perangai tenaga kerja yang banyak dihubungkan dengan moral dan semangat kerja .

c. Situasi dan keadaan lingkungan, faktor ini menyangkut fasilitas dan keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistim kompensasi yang ada.

d. Motivasi, setiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha meningkatkan produktivitas.

e. Upah, upah atau gaji minimum yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

f. Tingkat pendidikan, latar belakang pendidikan dan latihan dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karenanya perlu diadakan peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja.

g. Perjanjian kerja, merupakan alat yang menjamin hak dan kewajiban karyawan. Sebaiknya ada unsur-unsur peningkatan produktivitas kerja.

h. Penerapan teknologi, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi mempertahankan produktivitas

…. Lebih lengkap tentang MANAJEMEN PERSONALIA

Ditulis dalam Manajemen, Personalia | Bertanda: | 5 Komentar »

Anggaran Kas Dalam Rangka Optimalisasi Kas

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 15, 2009

Dalam usaha untuk merencanakan dan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran kas sangatlah diperlukan suatu perencanaan yang berupa anggaran kas.

Anggaran kas merupakan suatu cara yang efektif dalam merencanakan dan mengendalikan arus kas, menilai kas yang dibutuhkan dan menggunakan kelebihan kas yang ada secara efektif pula. Anggaran kas merupakan alat utama untuk membuat estimasi keuangan jangka pendek. Tujuan utama di dalam penyusunan anggaran kas adalah untuk merencanakan atau menentukan kegiatan operasional perusahaan sebagai dasar untuk menentukan optimalisasi kas dimasa yang akan datang

Optimalisasi kas merupakan usaha perusahaan, dimana kas yang ada di dalam perusahaan harus tetap dijaga agar jangan sampai kas tersebut mengalami kelebihan atau kekurangan dalam melakukan aktivitas perusahaan. Kas harus disediakan dalam jumlah dan batas-batas yang telah ditentukan

Menurut M. Munandar (1985:311), Anggaran kas adalah:

“Anggaran kas adalah budget yang merencanakan secara lebih terinci tentang semua jumlah kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu dimasa yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan kas maupun yang berupa pengeluaran kas”.

Sedangkan Hecket, Wilson dan Campbell, (1981:402) dalam bukunya Controllership, tugasnya Akuntan Manajemen, menyatakan definisi dari anggaran kas adalah:

“Anggaran kas adalah merupakan program penjualan dan biaya yang terkoordinasi serta terkorelasikan dengan perubahan-perubahan neraca, penjualan serta pengeluaran yang diperkirakan.”

Dari beberapa penjelasan tersebut diatas, dapatlah kita simpulkan bahwa anggaran kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tersebut.

Dan dari pengertian-pengertian diatas dapat pula kita ketahui bahwa anggaran kas mempunyai tiga sektor, yaitu:

1. Sektor penerimaan kas, yang ada pada umumnya berasal dari

a. Penjualan tunai barang jadi yang diproduksi

b. Penagihan piutang

c. Penjualan aktiva tetap

d. Penerimaan lain-lain (non operating) seperti penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan deviden dan lain sebagainya

2. Sektor pengeluaran kas, yang pada umumnya berupa pengeluaran untuk biaya-biaya baik berupa biaya utama (operating) maupun biaya-biaya bukan utama (non operating), seperti contoh:

a. Pembelian tunai

b. Pembayaran hutang

c. Pembayaran upah tenaga kerja langsung

d. Pembayaran biaya pabrik tidak langsung

e. Pembayaran biaya administrasi

f. Pembayaran biaya penjualan

3. Sektor keuangan, yang disusun apabila perusahaan mengalami defisit yang memerlukan pinjaman dan sebagaimana pelunasannya dilakukan.

Penyusunan anggaran kas bagi suatu perusahaan sangat penting artinya guna menunjang operasional perusahaan. Menurut Syamsuddin, MA (1985:144) dalam bukunya susunan anggaran kas dapat digambarkan sebagai berikut:

Perusahaan “PENDI GAMA”

Budget kas untuk bulan Juli-Desember 19XI

(dalam ribuan Rp)

Keterangan

Juli

Agustus

Sept

Okt

Nop

Des

Saldo awal kas

Penerimaan kas

Penjualan tunai

Pengumpulan piutang

Pinjaman bank

Penerimaan lain

200

150

900

160

-

100,2

100

1.250

-

-

270,4

200

1000

-

-

100,21

250

1.600

113

75

242,02

150

2.150

-

-

893,03

150

1.550

-

-

Jumlah total kas

Pembelian tunai

Pembayaran hutang

Upah dan gaji

Biaya penj. & adm.

Sewa gedung

Pembayaran deviden

Pajak

Pembayaran bunga

Pembayaran pinj. Bank

1.410

1.450,2

1.583,4

2.025,21

2.542,02

2.593,03

60

720

150

175

100

100

-

4,8

-

120

630

150

175

100

-

-

4,8

-

150

900

150

175

100

-

-

8,19

-

90

1.260

150

175

100

-

-

8,19

-

90

990

150

175

100

-

-

3,99

140

120

810

150

175

100

100

200

-

133

Total pengeluaran kas

Saldo akhir bulan

1.309,8

1.179,8

1.483,19

1.783,19

1.648,99

1.788,0

100,2

270,4

100,21

242,21

893,03

805,03

Sumber Manajemen Keuangan Perusahaan

Lebih  lengkap tentang Kas

Ditulis dalam Akuntansi, Ekonomi | Bertanda: , | 1 Komentar »

Pentingnya Manajemen Kas

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 7, 2009

Kas merupakan elemen modal kerja yang paling tinggi tingkat kedudukannya dan diperlukan perusahaan untuk operasi perusahaan sehari-hari, tetapi di lain pihak kas merupakan elemen modal kerja yang kurang produktif, apabila menahannya terlalu besar mengandung resiko.

Oleh karena itu manajemen kas yang efektif sangat diperlukan agar resiko dapat diperkecil tanpa pengorbanan likuiditas.

Menurut Drs Indriyo, (1986:42):

… Menahan uang tunai tidak terlepas pula. Resiko tersebut yang terpenting adalah berasal dari turunnya nilai tukar uang tersebut, serta baik nilai tukar uang tersebut, serta baik nilai tukar terhadap barang dan jasa, maupun nilai tukar terhadap valuta asing.

Fungsi utama manajemen kas adalah merencanakan, mencari dan memanfaatkan kas dengan berbagai cara agar penggunaannya maksimum, oleh karena itu manajemen kas yang efektif dapat mendorong peningkatan laba investasi (ROI) dengan cara:

1. meningkatkan kontribusi laba dari kas.

2. mengurangi jumlah investasi yang terkait pada kas.

Adapun cara untuk meningkatkan produktifitas kas dalam rangka kontribusinya terhadap laba investasi menurut Kusriyanto. B Suearto, (1983:161) ada cara yaitu 3 :

a. Penarikan uang tunai harus dilakukan secepatnya.

b. Melakukan sistem peramalan kas untuk mengurangi besarnya cadangan pengaman dan meningkatkan peluang untuk memainkan ka mengambang.

c. Memainkan kas mengambang dengan memperkecil waktu menganggur uang tunai yang tersedia di bank

Untuk mengatasi masalah tersebut maka dalam manajemen kas perlu diambil kebijakan untuk menetapkan jumlah kas optimum dimana biaya saldo kas minimum.

Besarnya saldo kas yang patut di pertahankan perusahaan tergantung pada:

a. keperluan untuk melakukan transaksi

b. saldo kompensasi yang disyaratkan oleh bank sebagai pengganti biaya atas jasa-jasa yang diberikan.

Dengan kata lain saldo kas ditentukan oleh aktivitas perusahaan itu sendiri.

lebih lengkap di: … Kas

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Kas, Manajemen | Bertanda: , | 1 Komentar »

KUALITAS PERSONEL – Manajemen Personalia

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juli 3, 2009

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Untuk mengangkat pegawai secara ilmiah, terlebih dahulu orang harus menyusun suatu standar kepegawaian untuk menguji para pelamar. Standar ini harus menetapkan kualitas minimum yang dapat diterima yang diperlukan agar mampu melaksanakan tugas-tugas jabatan dan tanggung jawab sehingga bisa ditentukan kemampuan manusia yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Menurut Dictionary of Occupational Titles, penyusunan pekerjaan adalah “suatu bagian dari proses pengorganisasian, Studi atas isi pekerjaan untuk menentukan kebutuhan tenaga manusia disebut “analisa pekerjaan”. 3)

Beberapa istilah yang berhubungan dengan dan seringkali dikacaukan dengan analisa pekerjaan:

Posisi (position)

Posisi adalah sekelompok tugas yang ditugaskan kepada seseorang Dalam perusahaan terdapat sejumlah posisi yang sama banyaknya dengan jumlah pegawai.

Pekerjaan (job)

Pekerjaan sekarang dapat dirumuskan sebagai suatu kelompok posisi yang mempunyai jenis dan tingkat kerja yang sama. Dalam beberapa hal mungkin hanya satu posisi yang dicakup, hanya karena tidak ada posisi lain yang sama.

Jabatan (occupation)

Jabatan adalah suatu kelompok pekerjaan yang mempunyai jenis kerja yang sama dan ditemukan dalam seluruh industri atau diseluruh negeri. Suatu jabatan adalah suatu kategori kerja yang ditemukan dibanyak perusahaan. Seseorang selalu harus mempunyai posisi dan pekerjaan, tetapi mungkin bukan jenis kerja yang ditemukan secara umum diseluruh industri dan karenanya mungkin tidak punya jabatan (occupation).

Menurut Summary of National Job Analysis Methode Survey, analisa pekerjaan adalah “proses mempelajari dan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaan tertentu”. 4)

Sedangkan kegunaan dari analisa kerja adalah sebagai berikut:

1. Pengabsahan (validation) atas prosedur-prosedur pengangkatan, pengabsahan dibenarkan dan dirumuskan sebagai menguji secara sistematik kriteria seleksi atau predikator untuk menentukan apakah hal-hal itu berhubungan erat dengan kelompok prilaku dari pekerjaan itu.

2. Pelatihan (training). Uraian tugas-tugas dan peralatan yang dipergunakan sangat membantu dalam mengembangkan isi program-program pelatihan.

3. Evaluasi pekerjaan. Uraian pekerjaan dan rincian persyaratan tenaga kerja yang diperlukan dievaluasi kegunaannya, dengan sasaran terakhir untuk penentuan nilai dalam bentuk uang

4. penilaian prestasi. Sebagai pengganti penilaian seorang karyawan atas sifat-sifat seperti ketergantungan dan inisiatif, ini ada kecenderungan untuk menentukan sasaran pekerjaan dan hasil kerja dinilai berdasarkan tercapai tidaknya sasaran tersebut.

5. Pengembangan karier. Informasi pekerjaan membantu perusahaan untuk merencanakan saluran-saluran promosi, dan menyediakan data mengenai kesempatan dan persyaratan karier didalam organisasi kepada karyawan

6. Organisasi. Informasi pekerjaan yang diperoleh melalui analisa pekerjaan seringkali mengungkapkan contoh-contoh organisasi yang jelek sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi rancangan pekerjaan.

7. Perkenalan (induction). Untuk petatar (trainee) baru, uraian pekerjaan paling membantu dalam masa orientasi.

8. Penyuluhan (counseling). Informasi pekerjaan sangat bernilai dalam penyuluhan pekerjaan. Disarankan lebih banyak penyuluhan semacam itu diberikan pada tingkat sekolah menengah, karena banyak lulusannya tidak menyadari jenis- jenis pekerjaan yang ada.

9. Hubungan perburuan (labor relation). Uraian pekerjaan standar fungsi. Jika seorang karyawan mencoba menambah atau mengurangi tugas-tugas yang tercantum disana, maka standar telah dilanggar. Serikat buruh, demikian juga managemen tertarik

10. Penataan kembali (reengineering) pekerjaan. Jika para majikan ingin menyesuaikan pekerjaan dengan suatu kelompok khusus, misalnya orang cacat fisik, biasanya mereka harus mengubah isi pekerjaan tertentu. Analisis pekerjaan menyediakan informasi yang akan memudahkan perubahan pekerjaan untuk memungkinkan diisi oleh personalia dengan sifat-sifat khusus.


MANAJEMEN PERSONALIA


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Manajemen, Personalia | Bertanda: | 2 Komentar »

Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Juni 27, 2009

Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, maka produktivitas kerja akan meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu:

a.       Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja.

b.      Sikap, sesuatu yang menyangkut perangai tenaga kerja yang banyak dihubungkan dengan moral dan semangat kerja .

c.       Situasi dan keadaan lingkungan, faktor ini menyangkut fasilitas dan keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistim kompensasi yang ada.

d.      Motivasi, setiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha meningkatkan produktivitas.

e.       Upah, upah atau gaji minimum yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

f.       Tingkat pendidikan, latar belakang pendidikan dan latihan dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karenanya perlu diadakan peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja.

g.      Perjanjian kerja, merupakan alat yang menjamin hak dan kewajiban karyawan. Sebaiknya ada unsur-unsur peningkatan produktivitas kerja.

h.      Penerapan teknologi, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi mempertahankan produktivitas

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Artikel, Manajemen | Bertanda: | Leave a Comment »

Model Manajemen SDM

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Mei 21, 2009

PERENCANAAN

-       Perencanaan SDM

-       Desain dan analisis pekerjaan

-       Struktur Organisasi

PROSES INPUT

-       Rekrutmen

-       Seleksi

-       Penempatan

TRANSFORMASI

-       Transfer, promosi, dan demosi

-       Pelatihan

-       Pengembangan organisasi dan manajemen

-       Manajemen kompensasi

-       Tunjangan dan pemberian fasilitas

-       Program Keselamatan dan Keselamatan Kerja

-       Kegiatan hubungan pekerja

-       Peraturan Perusahaan

PROSES OUTPUT

-       Penilaian kinerja

-       Produktivitas

-       Evaluasi program dan strategi

Dari Praktek

Terima kasih: Duta Pulsa -

Ditulis dalam Manajemen, Perusahaan | Bertanda: , | Leave a Comment »

“ 6 R ” DALAM AKTIVITAS KERJA DI PERUSAHAAN

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 16, 2009

  1. RAJIN

Ø Setiap karyawan harus :

· Rajin dalam bekerja;

· Rajin dalam beribadah;

· Rajin dalam disiplin waktu;

· Rajin dalam mentaati dan melaksanakan Peraturan Perusahaan.

  1. RAWAT

Ø Setiap Karyawan harus :

·  Merawat dan menjaga barang-barang milik Perusahaan;

· Merawat dan menjaga alat-alat kerja milik Perusahaan;

· Merawat dan menjaga semua fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan.

  1. RESIK

Ø Setiap karyawan harus :

· Menjaga kebersihan lingkungan Perusahaan;

· Menjaga kebersihan di sekitar lokasi tempat bekerja;

· Menjaga kebersihan seragam kerja.

  1. RAPI

Ø Setiap karyawan harus :

· Rapi dalam berpenampilan dan berpakaian kerja;

· Rapi dalam menata dan mengatur hasil kerja;

· Rapi dalam administrasi kerja.

  1. RINGKAS

Ø Setiap karyawan harus :

· Ringkas dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan;

· Ringkas dalam penyusunan administrasi kerja.

6. RAMAH

Ø Setiap karyawan harus :

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap pimpinan dan anak buah;

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama rekan kerja;

· Ramah dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap semua tamu perusahaan.

Pelaksanaan 6 R dalam aktivitas bekerja adalah pencerminan dari budaya kerja (corporate philosophy) yaitu :

“Kualitas kerja saya adalah efisiensi di segala bidang untuk meningkatkan kinerja”

$$$$$$$$$$$

Ditulis dalam Manajemen, Organisasi, Perusahaan | Bertanda: , , | 3 Komentar »

PIKIRAN ADALAH PERMUKAAN HATI

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 8, 2009

JANGAN pernah berkata benci, kotor, atau berpikir busuk. Itu nasihat nenek saya. “Nanti, kalau ada setan lewat, bisa terjadi sungguhan,” katanya. Saya cuma mesem, cenderung menyepelekan petuah itu. Maklum, di mata saya, orang sepuh itu suka berpikir aneh, termasuk yang tidak masuk akal.

Pokoknya, ucapan Nenek yang membawa nama setan, jin, dan malaikat saya ibaratkan angin lalu. Tak perlu digubris. “Ya, sudah, kalau tak percaya,” katanya. Esoknya, petuah serupa diulang lagi, dan diulang lagi, walau sang cucu selalu menertawakannya.

Belakangan, “pelajaran” dari Nenek itu ada benarnya, walau tidak mutlak –karena menyertakan setan, jin, dan malaikat sebagai penyebab. Tampaknya, Nenek yang buta huruf dan tak mau memaksakan kehendak itu lebih memahami hidup. Memang, makin berakal seseorang, makin mudah ia memahami alasan orang lain.

Ternyata, pikiran manusia itu bisa “disetel” sesuai dengan daya kehendak. Mengumpat disertai kutukan bisa mewujud nyata jika dilakukan serius. Yang merampas daya itu adalah keraguan. Keraguan merampas keberanian, harapan, dan optimisme. Berpikir busuk, misalnya, bisa melecut ketidakserasian. Berpikir buruk itu hanya menyengsarakan diri. Membuat suasana jadi muram.

Pernah, suatu ketika, famili saya rekreasi ke Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Usai menghirup udara segar pegunungan, mereka kembali ke kota. Jalanan menurun. Tiba-tiba, di balik setir mobil terlintas pikiran negatifnya: “Belasan tahun saya membawa mobil tapi belum pernah merasakan rem blong!”

Belum sampai 10 menit otaknya berpikir rem blong, rem yang diinjaknya jebol sungguhan. Kendaraan meluncur deras. Syukurlah, dia tidak panik. Tahap demi tahap gigi persneling dipindahkan ke gigi kecil. Begitu terkendalikan, mobil dipinggirkan dan rem tangan ditarik. Ia menghela napas panjang.

“Kok, berhenti,” tanya istrinya. ”Lha, wong remnya blong,” katanya. ”Kok, tidak bilang-bilang?” tanyanya lagi. Tentu saja tak perlu dijawab. Sebab, jika fakta itu disampaikan, kepanikan dijamin akan menular ke seluruh penumpang. “Tuhan masih melindungi kita,” ujar dia.

Sebaliknya, pikiran yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang sangat mengagumkan. Ia dapat menguasai materi, objek, dan urusan. “Ia bahkan dapat bekerja dengan sangat mengagumkan, yang orang tak dapat menjelaskannya,” tulis Hazrat Inayat Khan.

Pikiran dan perasaan manusia itu memiliki getaran kekuatan. Ketenangan dan kedamaian hati seorang pawang, misalnya, mampu menjinakkan singa liar. Pikiran singa itu “terpengaruh” oleh si pawang yang cinta damai. Begitu pula dalam arena adu gajah di India. Daya pikir ribuan penonton menghendaki agar hewan itu berkelahi. Keinginan itu direfleksikan pada hewan hingga menimbulkan kekuatan –sekaligus hasrat untuk berkelahi.

Ada pula penjinak ular yang bertugas “membujuk” binatang melata itu keluar dari sarangnya, tanpa musik. Pikiran penjinak yang direfleksikan pada ular itulah yang menarik ular keluar dari persembunyian. Ada orang yang mengusir lalat dengan merefleksikan pikirannya pada makhluk kecil tersebut. Kekuatan yang mempengaruhi pikiran serangga itu merupakan bukti adanya daya, bukan keistimewaan.

Ada pula kuda yang mampu memecahkan soal matematika rumit. Jawaban itu merupakan refleksi pikiran pelatihnya yang diproyeksikan pada pikiran kuda. Dalam proses mediumistik, suatu gagasan matematika diproyeksikan pada pikiran kuda. Daya proyeksi dapat ditingkatkan dengan peningkatan daya kehendak, pemikiran, atau perasaan. Inilah rahasia terbesar kehidupan.

Bila pikiran tak jelas, misalnya, terganggu atau terlalu aktif, maka pikiran tidak dapat mengantar refleksi secara utuh. Pikiran dapat diibaratkan danau. Jika angin bertiup dan air beriak, maka refleksinya menjadi tidak jelas. Sebaliknya, jika berair tenang, bisa merefleksikan dengan jelas.

Pikiran adalah permukaan hati, dan hati adalah kedalaman pikiran. Apa yang datang dari dalam menyentuh kedalaman, dan yang di permukaan hanya berada di permukaan. Maka, jangan heran jika dua jiwa yang berhati penuh kasih dan berperasaan halus bisa berkomunikasi melalui pikiran dan perasaan. Jarak bukan halangan.

Maka, si Binu yang lama tak bersua, misalnya, tiba-tiba menelepon atau muncul di depan mata hanya karena “terpikirkan” oleh teman karibnya. Kebetulan? Tidak! Di dunia ini tak ada sesuatu yang bersifat kebetulan. Seluruh perilaku pikiran mempengaruhi urusan hidup.

Daya pikir memang punya efek yang dahsyat. Pikiran yang panas membuat “api” di sekitarnya, hingga orang-orang di dekatnya terbakar oleh “api” tersebut. Sebaliknya, pikiran yang tenang dan damai memberi kesejukan pada orang-orang yang berada dalam ruang lingkupnya.

Tentu, semua refleksi ini bukan karena ada setan atau malaikat lewat. Di dunia ini, tiada suatu yang tanpa makna. Juga bukan kebetulan. Tidak sebutir atom pun yang terlepas dari liputan dan rencana Allah. Hanya karena kita tak memahami kehidupan di dunia ini, maka kita berada dalam kegelapan.

Sesungguhnya, di antara ilmu itu ada yang laksana mutiara tersembunyi, ia tidak diketahui kecuali hanya oleh orang-orang yang mengenal Allah,” kata Nabi Muhammad SAW. (disarikan dari Gatra-WY)

***/dikutip dari Motivasi.Net_YahooGroup/unitedcorevision.com

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Artikel, Bahasa Indonesia, Bisnis, Renungan | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Surat Niaga

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 7, 2009

KATA PENGANTAR

Assalamua’laikum Wr. Wb.

Ucapan puji dan syukur tetap senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT. Atas rahmat dan limpahan yang diberikannya saya menyelesaikan tugas kliping SURAT NIAGA ini dengan baik dan rapi.

Adapun saya mohon maaf apabila ada kesalahan yang ada pada tugas saya, sebab sebagai manusia saya tidak lepas dari kesalahan dan saya mohon saran dan kritiknya sebagai bahan masukan agar supaya saya dapat membuat tugas yang lain akan lebih baik. Terakhir saya ucapkan banyak terima kasih pada pihak yang membantu saya.

DAFTAR ISI

I. WUJUD SURAT

1.1 Surat Bersampul

1.2 Wesel Pos

1.3 Warkat Pos

1.4 Kartu Pos

1.5 Telegram

1.6 Memo

II. MACAM-MACAM LIPATAN

2.1 Lipatan Baku

2.2 Lipatan Baku Rendah

2.3 Lipatan Akordion

2.4 Lipatan Akordion Rendah

2.5 Lipatan Tunggal

2.6 Lipatan Ganda

2.7 Lipatan Prancis

2.8 Lipatan Beroni

III. BENTUK SURAT

3.1 Bentuk Lurus

3.2 Bentuk Setengah Lurus

3.3 Bentuk Lurus Penuh

3.4 Bentuk Alenia Menggantung

3.5 Bentuk Gaya Resmi dek di but

3.6 Bentuk Umum

3.7 Bentuk Lekuk

IV. MACAM-MACAM SAMPUL SURAT

4.1 Sampul Berkancing

4.2 Sampul Fil Rodgen

4.3 Sampul Pance

4.4 Sampul Coin

4.5 Sampul Churt

4.6 Sampul Viting Card

4.7 Sampul Official

4.8 Sampul Keamanan

4.9 Sampul Postigal Seven

4.10 Sampul Invoice Tag

4.11 sampul Doblek Fold

4.12 Sampul Air Mail

4.13 Sampul Lapisan Sisi

4.14 Sampul Durg

4.15 Sampul Card

4.16 Sampul Niaga/Comercial

4.17 Sampul Gereja

4.18 Sampul Katalog

4.19 Sampul Berlubang/Jepitan

4.20 Sampul Silang Tutup

4.21 Sampul Berjendela

4.22 Sampul X-ray

PENUTUP

Saya ucapkan terima kasih, karena saya telah diberi izin atau kesempatan untuk membuat kliping surat  niaga ini.

Saran dan kritik teman-teman, saya tunggu karena saran dan kritik merupakan awal untuk menuju langkah yang lebih baik.

Demikian kata penutup dari saya, apabila ada kesalahan dalam kata-kata saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih.

Dari Catatan Sekolah

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Akuntansi, Bahasa Indonesia, Bisnis, Pengetahuan, umum | Bertanda: , , | 8 Komentar »

TELEPON

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 7, 2009

Pesawat telepon terdiri dari 2 bagian :

  1. Mikropon atau pesawat pengirim berita
  2. Telepon atau pesawat penerima berita

Fungsi telepon yaitu untuk berkomunikasi jarak jauh.

DAFTAR ISI

Nama kelompok

Kata pengantar

Daftar isi

Gambar Transformator

Bagian-Bagian Transformator

Fungsi Transformator

Cara Kerja

Gambar Transformator Step up

Gambar Transformator Step Down

Fungsi Transformator Step Down

PESAWAT TELEPON

Gambar Telepon

Bagian-Bagian Telepon

Fungsi Telepon

Cara Kerja

Daftar Pustaka


FUNGSI:

Alat untuk mengubah tegangan arus bolak-balik menjadi lebih tinggi atau rendah

CARA KERJA:

  1. Jika kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan arus bolak-balik, maka pada kumparan primer ini timbul garis-garis gaya magnet yang berubah-ubah.
  2. Perubahan garis-garis magnet dari kumparan primer ini menginduksi kumparan sekunder sehingga pada kumparan sekunder timbul arus bolak-balik.

BAGIAN-BAGIAN TRANSFORMATOR:

  • Sebuah inti besi yang berujung pangkal yang terdiri dari beberapa lapisan tipis yang di sekat satu sama lain.
  • Dua buah kumparan yang dililitkan pada inti besi tersebut.
  • Kumparan yang satu dihubungkan dengan sumber arus, dan disebut kumparan primer, sedangkan kumparan yang satunya lagi merupakan kumparan sekunder, dimana arus dilepas dari trafo.

Transformator dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Transformator Step-up atau transformator. Penaik tegangan adalah transformator yang digunakan untuk menaikkan tegangan dari rendah ke tegangan yang lebih tinggi.

2. Transformator Step-down atau transformator penurun tegangan adalah transformator yang digunakan untuk menurunkan tegangan dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah.

Kedua transformator diatas dapat dilihat pada gambar 2 dan 3 tetang transformator step-up dan transformator step-down.

DAFTAR PUSTAKA

Zahra, Budhi, Buku Pelajaran 3 SLTP Jakarta, Choiri. Hasan Teori Dasar Fisika. Surabaya.

1994. Buku Paket Fisika 2 SMA, Jakarta

Dari Catatan Sekolah

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Ditulis dalam Bahasa Indonesia, Sekretaris, umum | Bertanda: , , | 2 Komentar »