Posts tagged ‘Pemasaran’

2013/04/05

Definisi Nilai-Nilai

Nilai-nilai ialah gagasan-gagasan yang tersirat dan tersurat tentang apa yang kita pandang sebagai ideal atau diinginkan. Akibatnya, nilai-nilai menentukan tujuan-tujuan dan tindakan-tindakan mana yang kita evaluasi sebagai “baik” Nilai-nilai kita membentuk keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap kita, dan sebaliknya, keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap kita membentuk nilai-nilai kita. Nilai-nilai merupakan norma atau panduan dalam berperilaku. Nilai-nilai juga sarat dengan emosi. Nilai-nilai mempengaruhi evaluasi kita tentang situasi-situasi dan memotivasi tindakan-tindakan yang kita lakukan.
Sistem nilai ialah jejaring nilai-nilai yang kompleks yang dikembangkan oleh manusia baik secara individual maupun secara kolektif. Idealnya, nilai-nilai yang ada di dalam sistem nilai itu ialah sesuai, atau konsisten secara internal. Akan tetapi, beberapa konflik terdapat di dalam sistem nilai ini. Sebagai contoh, ketika manusia yakin bahwa “semua manusia adalah setara” dan secara bersamaan yakin bahwa “hanya manusia yang bekerja secara produktif yang dihargai,” nilai-nilai yang dianut itu tidak konsisten. Bagaimana menerjemahkan nilai-nilai ke dalam tindakan-tindakan?
Orientasi manusia terhadap nilai-nilai memberikan motivasi dan arah bagi perilakunya. Di dalam suatu sistem nilai, nilai-nilai individu cenderung ditata secara berjenjang. Bergantung kepada situasi, suatu nilai cenderung terjadi sebelum nilai lain ada.
Pada satu level, manusia menyatakan nilai-nilainya dalam istilah yang agak abstrak. Akan tetapi ada level lain, manusia mentransformasikan nilai-nilai ke dalam tindakan-tindakan yang konkret. Pada umumnya manusia cenderung berspakat tentang nilai-nilai abstrak dean tidak besepakat tentang implikasi nilai-nilai itu dalam tindakan-tindakan yang konkret. Sebagai contoh, hampir setiap orang bersepakat tentang sucinya kehidupan. Akan tetapi, nilai-nilai yang mempertahankan sucinya kehidupan diterjemahkan ke dalam tindakan-tindakan yang berbeda yang berkaitan dengan aborsi : Orang-orang yang pro dan yang kontra terhadap aborsi yang sah yakin tindakan-tindakan mereka mendukung nilai-nilai mereka atas kehidupan. Pada contoh ini, orang-orang memegang suatu nilai bersama tetapi nilai-nilai itu diterjemahkan ke dalam arah tindakan yang berlawanan.
2. Definisi Etika

Selengkapnya >>

2012/01/17

Nomor Awal operator GSM – untuk mengetahui nomor hp itu providernya apa

Berikut adalah daftar Nomor Awal operator GSM – untuk mengetahui nomor hp itu providernya apa.

Telkomsel
0811 >> Telkomsel >> Kartu Halo
0812 >> Telkomsel >> Kartu Halo & Simpati
0813 >> Telkomsel >> Kartu Halo & Simpati
0821 >> Telkomsel >> Simpati
0852 >> Telkomsel >> Kartu As
0853 >> Telkomsel >> Kartu As Fress

Indosat
0814 >> Indosat >> Indosat 3,5G Broadband
0815 >> Indosat >> Mentari, Matrix
0816 >> Indosat >> Mentari, Matrix
0855 >> Indosat >> Mentari Auto
0856 >> Indosat >> IM3
0857 >> Indosat >> IM3
0858 >> Indosat >> Mentari

XL
0817 >> XL >> XL Prabayar, Pascabayar
0818 >> XL >> XL Prabayar, Pascabayar
0819 >> XL >> XL Prabayar, Pascabayar
0859 >> XL >> XL Prabayar, Pascabayar
0877 >> XL >> XL Prabayar, Pascabayar
0878 >> XL >> XL Prabayar, Pascabayar
0879 >> XL >> XL Prabayar

Sampoerna Telecom
0828 >> Sampoerna Telecom >> Ceria

Natrindo
0831 >> Natrindo >> Axis
0838 >> Natrindo >> Axis

Smart Telecom
0881 >> Smart Telecom >> Smart
0882 >> Smart Telecom >> Smart

Mobile 8
0888 >> Mobile 8 >> Fren, Mobi
0889 >> Mobile 8 >> Mobi

Tri (3)
0896 >> Tri (3) >> HCPT
0897 >> Tri (3) >> HCPT
0898 >> Tri (3) >> HCPT
0899 >> Tri (3) >> HCPT

Biasanya kita perlukan supaya kita tahu nomor hp atau seluler yang akan kita hubungi itu providernya apa, agar kita bisa menelepon atau sms dengan harga lebih murah karena sesama operator.

2011/02/22

Cara untuk mengetahui Budaya Mitra Bisnis dengan tujuan memperlancar hubungan dan negosiasi bisnis

Tas NonniBerbinis lintas negara membuat kita selalu berinteraksi dengan budaya pelbagai bangsa. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui budaya mitra bisnis dengan tujuan memperlancar hubungan dan negosiasi bisnis .
.
– AMERIKA LATIN
Fleksibilitas terhadap waktu cukup tinggi. Jangan terkejut jika mereka berusaha lebih mengakrabkan diri dengan Anda. Karena orang Amerika Latin sangat mudah akrab dengan siapa pun. Karena mereka akan cenderung memandang Anda sebagai individu dibandingkan sebagai wakil sebuah perusahaan. Menerima atau memberikan hadiah termasuk hal lumrah di negara-negara Amerika Latin.
.
AUSTRALIA
Tepat waktu merupakan hal yang amat penting. Menerima dan  memberikan hadiah merupakan hal yang tidak umum. Jaga jarak komunikasi dengan mitra bisnis Australia anda. Jangan pernah melebihlebihkan informasi mengenai diri Anda dan perusahaan Anda. Hindari pembahasan mengenai masalah personal sebab privasi adalah hal penting dan dijunjung tinggi oleh mereka. Jangan bersikap terlalu agresif dalam melakukan negosiasi bisnis dan berbinis dengan mereka.

2011/01/26

Pemasaran ala The Joneses (Perfect Family Influence )

Seorang pemasar diluar negri menggunakan cara Perfect Family Influence dalam menjalankan pemasarannya. Ia menyewa beberapa orang yang ditugaskan untuk berperan sebagai sebuah keluarga, mulai dari Bapak, Ibu dan dua anak laki-laki dan perempuan. Pekerjaan mereka hanya sekedar menjalankan hidup normal layaknya sebuah keluarga yang utuh dan harmonis, namun di tengah tugas yang simple itu, mereka ditantang untuk menjualkan dengan cara halus beberapa produk milik sang pemasar/pedagang.

Mula-mulanya mereka memamerkan secara halus kepada tetangga mereka yang baru, mulai dari alat rumah tangga, pakaian keluarga, makanan ringan, hingga mobil. Dengan keadaan keluarga yang sangat harmonis dan luar biasa itu.

Para ibu rumah tangga, dan suami mereka, berikutnya anak-anak tetangga mereka juga memiliki insting untuk membeli produk yang dimiliki keluarga harmonis ini. Apabila pameran secara halus ini sudah meluas dan membuahkan hasil, penjualan yang meledak, produk banyak dipesan, dan konsumen loyal terhadap produk, maka Keluarga harmonis yang palsu ini akan pindah ke tempat lain dengan formasi keluarga yang berbeda dari sebelumnya.

Cara pemasaran ini diperkenalkan ke masyarakat dan dibuka blak-blakan di film The Joneses. Keluarga palsu dengan fungsi sama yang saya jelaskan di atas. Bekerja dengan maximal dan loyal.. tapi… di akhir cerita, ada tetangganya yang ingin mencontoh setiap prilaku, membeli setiap barang yang dibeli keluarga palsu itu, padahal keuangannya sedang ada masalah dan hanya istrinya yang bekerja, karena tidak ingin kalah saingan dengan tetangganya itu, ia membeli semua barang dengan kredit card.

Diceritakan suatu malam suami istri yang tidak mau kalah pamor itu menerima surat tagihan kartu kredit mereka yang melampaui batas pembayaran normal. Sang suami stress karena tidak bisa melunasi tunggakan keluarganya, akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri dengan menyelam di kolam renang. Melihat peristiwa itu keluarga palsu Joneses merasa sangat bersalah dan sang kepala rumah tangga akhirnya dengan berat hati mengaku bahwa keluarga harmonisnya itu adalah keluarga palsu yang dibentuk sebuah pemasar untuk memasarkan product secara halus kepada konsumen disekitarnya. Dengan sangat marah sang istri almarhum melaporkan keluarga ini ke polisi. Tapi yang namanya film hal itu tidak terjadi. Keluar dari film, mari kita membahas mengenai metode pemasaran ini.

Metode pemasaran ini sudah banyak dilakukan di negara paman sam, dan di Negara-negara maju lainnya. Di Indonesia pemasaran seperti ini sedikit diambil intinya saja oleh beberapa pemasar alat kebutuhan rumah tangga. Pembaca pasti sudah mengenalnya kan… nah saya juga sempat tertarik melakukan metode pemasaran seperti ini untuk produk saya. Tapi… sekali lagi ada tapi… metode ini juga memiliki dampak yang memungkinkan target pasar menjadi sangat konsumtif dan boros.

Sebagai pemasar dan pembisnis yang baik, kita seharusnya memperhatikan target pasar kita. Apakah mereka mampu menuruti semua prilaku pembelian keluarga palsu yang kita bentuk, bagaimana keadaan ekonomi mereka, dan kita harus melihat dampak emosi pada diri target pasar kita. Jangan terlalu membombardir dalam sebuah pemasaran, tidak mempedulikan pasar dan ingin untung yang banyak.

Pemasaran yang menurut saya lebih nyaman adalah, kita membuka sebuah media layanan, entah itu online atau offline, kita pajang semua produk yang kita miliki, kita membuka sebuah jaringan yang tidak ada batasnya, namun kita membatasinya sendiri. Kita tawarkan kepada mereka produk kita, lalu kita tunggu reaksinya. Apakah ada permintaan, atau pertanyaan mengenai ketertarikan mereka akan produk kita?. Kalau ada permintaan kita layani dengan sebaik-baiknya, dan berikan berbagai layanan positif yang membuat mereka loyal pada kita dan percaya pada kita. Lalu berikan layanan purna jual yang terbaik bagi mereka.

Tak perlu keluarga palsu, tak perlu kebohongan, tak perlu menyakiti orang. Kita sudah bisa menjadi pemasar yang baik. Semoga kita bisa selalu belajar-belajar dan terus belajar untuk memperbaiki layanan kita kepada para target pasar begitu juga pelanggan loyal kita. Dan jangan lupa semakin banyak hal-hal positif yang kita berikan kepada konsumen kita. Semakin berhasil kita dalam sebuah usaha.

Rangkuman Ayuna Kusuma

 

2010/08/01

Contoh Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008

1. TUJUAN

Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan memastikan tingkat kepuasan pelanggan meningkat.

2. RUANG LINGKUP

Meliputi aktivitas penentuan standar pelayanan, melakukan survey ke pelanggan, analisa dan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. REFERENSI

3.1         Manual Mutu Perusahaan

3.2         ISO 9001 : 2008 klausul  8.2.1  (Pemantauan Kepuasan Pelanggan)

4. DEFINISI

  • Survei

Mengumpulkan informasi aktual dan signifikan mengenai ekspektasi dan persepsi pelanggan terhadap hal-hal yang dianggap fokus analisa sebagai dasar tindakan perbaikan atau perubahan untuk mengeliminasi ketidaksesuaian yang telah menimbulkan ketidakpuasan pelanggan.

  • Kepuasan Pelanggan

Persepsi pelanggan tentang tingkat pemenuhan persyaratan pelanggan

5. PENANGGUNG JAWAB.

5.1     Kabag Marketing, bertanggung jawab melakukan pelayanan baku terhadap pelanggan

5.2     MR (Management Representative/ Wakil Manajemen) dan Seluruh departemen yang terkait bertanggung jawab untuk menindak lanjuti hasil dari pelayan baku terhadap pelanggan.

5.3     Sekretariat ISO bertanggung jawab untuk mengendalikan dan menyimpan hasil Survei ke pelanggan.

6. PROSEDUR

6.1     Melakukan Pelayanan baku bagian pemasaran  ke pelanggan dan  memberikan daftar periksa survey kepuasan pelanggan, yang  berisi :

6.2     Melaksanakan aktivitas sesuai layanan baku pemasaran :………….

………Selengkapnya…. Contoh Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008

.

2009/08/13

Istilah-istilah dalam bidang pemasaran/penjualan

- AC : (Avarage Cost) Pencatatan Yang Dicatat Berdasarkan Rata-rata

- Appeals : Daya Tarik

- FIFO : (First In First Out) Barang Yang Pertama Masuk, Barang yang Pertama Keluar

- Generaral Ledger : Buku perkiraan

- Interim Stetament : Penyusunan Laporan Sementara

- Kartu Gudang : Kartu Persediaan

- LIFO : (Last In First Out) Barang Yang Masuk Terakhir, Barang Yang Lebih Dahulu Keluar

- Letter Of Agreement : Surat Perjanjian

- MOU : (Memorendum Of Understanding) Memo Kesepahaman

- Negoisiator : Orang Yang Melakukan Perundingan

- Packaging : Pembungkusan

- Perfectual System : Sistem Pencatatan Terus Menerus

- Periodic System : Sistem Pencatatan Secara Periodik

- Subsidiary Ledger : Buku Pembantu

- Trading Stamp/Brand : Merek Dagang

- Glosarium : Daftar isilah

- Customer : Pembeli

- Profitabilitas : Keuntungan jangka panjang

- SOP : Standar Operating Procedure

- Wanprestasi : Tidak menepati klausul perjanjian

- Retur : Pengembalian

- Personal guarantee : Jaminan pribadi

- Syarat force majeure : Ketentuan khusus

- Notaris : Pejabat pembuat akta

- Hibah : Perjanjian pinjaman tanpa pengembalian

- Username : Nama pengguna

- e-mail : Surat eletronik

- Pasword : Kata sandi pembuka

- CBN : Nama perusahan penyedia layanan internet

- Login : Daftar masuk

- LAN : Jaringan Internet lokal

- Paskabayar : Tagihan pembayaran setelah pemakaian

- Prabayar : Pembayaran pemakaian di muka

- Call Issuer : Panggil pengola jasa

- Declined : Ditolak

- Do Not Honour : Tidak berlaku

- Insufficient Fund : Dana tidak mencukupi

- Invalid Card : Kartu palsu

- Lost Card : Kartu hilang

- Pick- up Card : Kartu dalam proses

- Stolen Card : Kartu dicuri

- Sign up to day : Tentang kami

- Member’s Room : Ruang anggota

- Online Support : Pendukung saja

- Product & service : Pelayanan dan hasil

- About Us : Tentang kami

- Hot Links : Koneksi ke penyedia lain

- Clients : Pelanggan

- Movie : Film

- E-card : Kartu elektonik

- Site Map : Peta situs ( halaman di internet )

- Affective : Merubah sikap konsumen

- Artifact : Bentuk komunikasi melalui cara manipulasi objek kontak dengan seseorang, misalnya penggunaan parfum, pakaian, lipstik dan lain-lain.

- Behavioral : Mendorong konsumen untuk bertindak

- Body language : Bahasa tubuh

- Cognitive : Menempatkan sesuatu dalam benak konsumen

- Consolidator : Bagian pengumpulan dan pengolongan pesanan

- Distinctiveness : Pembeli ingin nampak berbeda dari pembeli lainnya

- Environment factor : Penyampaian komunikasi dengan cara dekorasi ruang, lampu dan lain-lain.

- Etimologis : Bahasa

- Feedback : Umpan balik

- Gesture : Gerak

- Interpretation : Bentuk respon berupa pemberian penjelasan atau pemahaman terhadap berbagai informasi yang disampaikan komunikan

- Interdependency : Kesalingtergantungan

- Immediacy : Kesiapan

- Kontradiktif : Hal –hal yang berlawanan

- Kinesic behavior : Jenis komunikasi yang diungkapkan melalui gerakan tubuh

- Nervous : Grogi

- Non verbal : Bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa

- Parafrase : Bentuk respon berupa pengembalian isi pesan

- Probe : Pemeriksaan atau penyidikan

- Para languages : Seseorang mengucapkan sesuatu bukan yang sebenarnya.

- Proxemics : Komunikasi yang berkaitan dengan penggunaan ruang personaldan sosial.

- Pride of personal appearance : Pembeli ingin merasa bangga, karena penampilan pribadinya

- Reliabilitas : Kesinambungan

- Respon : Tanggapan

- Self disclosure : Penyingkapan diri

- Receiving Room : Bagian pengecekan barang dan dokumen

- Returns and allowances : Pengambilan dan pengurangan harga

- Social achivment : Pembeli ingin merasa pencapaian status sosial yang lebih baik

- Touching behavior : Komunikasi yang berupa gerakan seperti pukulan, tindakan memegang dan lain-lain.

- Treatment : Perlakuan

- Vocabulary : Perbendaharaan kata-kata


Persewaan Alat PestaKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah okRek.com · DutaPulsa


2009/07/07

Pengertian Merk

Keahlian paling unik dari pemasar adalah kemampuannya untuk menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek. American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai berikut:

“Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakan dari produk pesaing.”

Jadi merek mengidentifikasikan penjual atau pembuat. Dalam UU Merek Dagang, penjual diberi hak eksklusif untuk menggunakan merek selamanya. Ini berbeda dari aktiva lainnya seperti paten dan hak cipta yang mempunyai batas waktu. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek-merek terbaik memberikan jaminan mutu. Tetapi merek lebih dari sekedar simbol. Merek dapat memiliki enam tingkat pengertian:

1. Atribut: Merek mengingatkan pada atribut-atribut tertentu. Mercedes menyatakan sesuatu yang mahal, dibuat dengan baik, terancang baik, tahan lama, bergengsi tinggi, nilai jual kembali yang tinggi, cepat, dan lain-lain. Perusahaan dapat menggunakan satu atau lebih atribut-atribut ini untuk mengiklankan, “Dirancang tidak seperti mobil manapun juga di dunia ini.” Ini berfungsi sebagai dasar untuk meletakkan posisi bagi memproyeksikan atribut lainnya.

2. Manfaat: Merek tidak saja serangkaian atribut. Pelanggan tidak membeli atribut, mereka membeli manfaat. Atribut diperlukan untuk dikembangkan menjadi manfaat fungsional dan/atau emosional. Atribut ‘tahan lama’ dapat dikembangkan menjadi manfaat fungsional, “Saya tidak ingin membeli mobil baru setiap beberapa tahun.” Atribut ‘mahal’ mungkin dapat dikembangkan menjadi manfaat emosional, “Mobil ini membuat saya penting dan dihargai.” Atribut dibuat dengan baik, dikembangkan menjadi manfaat fungsional dan emosional, “Saya akan tetap aman seandainya terjadi kecelakaan.”

3. Nilai: Merek juga menyatakan nilai produsen. Mercedes menyatakan kinerja tinggi, keamanan, prestise, dan lain-lain. Pemasar merek harus dapat mengetahui kelompok pembeli mobil yang mana mencari nilai-nilai ini.

4. Budaya: Merek juga mewakili budaya tertentu. Mercedes mewakili budaya Jerman: terorganisasi, efisien, mutu tinggi.

5. Kepribadian: Merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Jika merek merupakan orang, binatang, atau suatu obyek, apa yang akan terpikir oleh kita? Mercedes mencerminkan seorang pimpinan yang masuk akal (orang), singa yang memerintah (binatang), atau suatu tempat yang sederhana (obyek). Kadang-kadang merek mencerminkan kepribadian seorang yang terkenal.

6. Pemakai: Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Kita akan terkejut melihat seorang sekretaris berumur 20 tahun mengendarai Mercedes. Yang kita harapkan adalah seorang manajer puncak berumur 55 tahun di belakang kemudi. Pemakainya adalah orang-orang yang menghargai nilai, budaya, dan kepribadian produk tersebut.

Semua ini menunjukkan bahwa merek merupakan simbol yang kompleks. Jika suatu perusahaan memperlakukan merek hanya sebagai nama, perusahaan tersebut tidak melihat tujuan merek yang sebenarnya. Tantangan dalam pemberian merek adalah untuk mengembangkan pengertian yang mendalam atas merek tersebut.

Jika orang dapat melihat keenam dimensi dari suatu merek, maka merek tersebut disebut merek yang mendalam, jika sebaliknya disebut merek yang dangkal. Mercedes merupakan merek yang mendalam karena kita memahami keenam dimensinya.

Dengan enam tingkat pengertian dari merek, pemasar harus menentukan pada tingkat mana akan ditetapkan identitas merek. Merupakan suatu kesalahan untuk mempromosikan hanya atribut merek:

1. Pembeli tidak begitu tertarik dengan atribut merek dibanding dengan manfaat merek.

2. Pesaing dapat dengan mudah meniru atribut tersebut.

3. Atribut yang sekarang lama kelamaan akan menurun artinya, sehingga merugikan merek yang terikat pada atribut tersebut.

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Tag: ,
2009/07/04

Pengertian Penjualan Angsuran

Mendukung .

Menurut Allan R. Drebin  (1996: 121) dalam buku Akuntansi Keuangan Lanjutan  penjualan angsuran barang dagangan adalah:

“Penjualan barang dagangan yang pembayarannya dilakukan secara bertahap dalam jumlah dan waktu yang telah ditentukan. Dan didalam penjualan angsuran barang-barang dagangan mempunyai ketentuan sebagai berikut:

1. Pembayaran Uang Muka

Yaitu pembayaran uang muka yang dilaksanakan secara tunai yang jumlahnya sebesar persentase tertentu dari harga jual barang atau sebesar jumlah rupiah yang telah ditentukan

2. Pembayaran Angsuran

Yaitu pembayaran uang tunai periodik sebagai pembayaran angsuran yang besarnya telah ditentukan sebelumnya atau ditentukan besar kecilnya yang tergantung pada lamanya jangka waktu angsuran.

Menurut Hadori Yunus Harnanto  (1987:6) dalam buku Akuntansi Keuangan Lanjutan penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayaran dilakukan secara bertahap yaitu pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama sebagai bagian dari harga penjualan (down payment) dan sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran.

Dan untuk melindungi kepentingan penjual dari kemungkinan tidak ditepatinya kewajiban-kewajiban oleh pihak pembeli, maka terdapat bentuk perjanjian (kontrak penjualan) penjualan angsuran sebagai berikut:

1. Perjanjian penjualan bersyarat (conditional sales contract). Dimana barang-barang telah diserahkan, tetapi hak atas barang-barang masih berada di tangan penjual sampai seluruh pembayarannya pertama.

2. Pada saat perjanjian ditandatangani dan pembayarannya pertama telah dilakukan hak milik dapat diserahkan kepada pembeli, tetapi dengan menggadaikan atau menghipotik untuk bagian harga penjualan yang belum dibayar kepada si penjual.

3. Hak milik atas barang untuk sementara diserahkan kepada suatu badan “trust” (trustee) sampai pembayaran harga penjualan dilunasi. Setelah pembayaran lunas oleh pembeli baru trustee menyerahkan hak atas barang-barang itu kepada pembeli. Perjanjian semacam ini dilakukan dengan membuat akte kepercayaan.

4. Beli-sewa (lease-purchase), dimana barang yang telah diserahkan kepada pembeli. Pembayaran angsuran dianggap sewa sampai harga dalam kontrak telah dibayar lunas, baru sesudah itu hak milik berpindah kepada pembeli.

Untuk mengurangi atau menghindarkan kemungkinan kerugian yang terjadi dalam pemilikan kembali, faktor-faktor yang perlu diperhatikan oleh penjual adalah sebagai berikut:

1. Besarnya pembayaran pertama (down payment) harus cukup untuk menutup semua kemungkinan terjadinya penurunan harga barang tersebut dari semula barang baru menjadi barang bekas.

2. Jangka waktu pembayaran diantara angsuran yang satu dengan yang lain hendaknya tidak terlalu lama, kalau dapat tidak lebih dari satu bulan.

3. Besarnya pembayaran angsuran periodik harus diperhitungkan cukup untuk menutup kemungkinan penurunan nilai barang-barang yang ada selama jangka pembayaran yang satu dengan pembayaran angsuran berikutnya.


Pendapatan


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaTokonya Arek SuroboyoToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


Mendukung Stop Dreaming Start Action

2009/04/15

MELAKUKAN TRANSAKSI PENJUALAN BARANG-BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Lembar Pengesahan

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan Kegiatan

1.3 Keunggulan dan Fungsi Produk/Jasa

1.4 Sketsa Gambar

BAB II : PROSES PRODUKSI

2.1 Bahan-bahan yang Diperlukan

2.2 Fasilitas Peralatan

2.3 Proses Produksi

2.4 Rencana Anggaran Biaya

2.5 Sasaran Pengguna

2.6 Jadwal Pelaksanaan

BAB III : PENUTUP


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menghadapi tantangan era globalisasi terutama dalam hal persaingan ekonomi yang semakin ketat dan tajam serta tuntutan dunia kerja yang berkembang semakin tinggi. Pemerintah terpaksa untuk meningkatkan kualitas tamatan sekolah menengah kejuruan. Salah satu bentuk upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam bidang pendidikan nasional adalah melakukan perubahan penyempurnaan ujian nasional.

Untuk tahun 2003/2004 ujian nasional komponen produktif akan dilaksanakan dengan melakukan pendekatan project work atau tugas akhir yang menyatu dengan proses pembelajaran. Project work merupakan bentuk integrasi dan aktualisasi penguasaan kompetensi/sub kompetensi yang telah dikuasai persial dalam suatu kegiatan yang melakukan penjualan produk-produk yang dijual disesuaikan dengan karakteristik program keahlian penjualan topik project work yang akan penulis kerjakan.

Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan bagi penulis untuk memilih topik tersebut antara lain:

  1. Produk yang dijual mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara tepat karena barang sudah disediakan koperasi siswa SMK P.
  2. Tingkat penggantian yang dilakukan konsumen untuk kebutuhan sehari-hari sifatnya sangat tinggi.
  3. Produk dapat diperoleh dengan mudah.

1.2 Tujuan Kegiatan

Dari pendekatan project work yang akan dilakukan oleh penulis diharapkan dapat tercapai tujuan kegiatan sehingga akan tampak jelas fungsi/manfaat dari kegiatan yang dilakukan tujuan dari pendekatan project work diantaranya sebagai berikut:

  1. Meningkatkan efisiensi dan relevansi ujian nasional komponen produktif.
  2. Tercipta iklim pembelajaran yang lebih kondusif.
  3. Dapat mengimplementasikan mata pelajaran khususnya mata pelajaran produktif.
  4. Pekerjaan yang dilakukan oleh penulis dan dapat diperoleh secara ganda dibidang akademik maupun praktek menjual.
  5. Membangun kerja sama dengan koperasi siswa SMK Surabaya.

1.3 Keunggulan dan Fungsi Produk/Jasa

Keunggulan dan fungsi produk yang penulis pilih yaitu tentang kebutuhan sehari-hari barang-barang rumah tangga (RT), karena selain banyak diminati oleh konsumen, barang-barang tersebut juga merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Dalam keunggulan setiap produk, penulis juga tidak sembarangan memprodusenkan atau menjualnya. Keunggulan dalam setiap produk sangat diperlukan seperti:

1. Kelompok Food

Disini kelompok food sangat banyak diminati oleh semua kalangan terutama anak-anak. Khusus produk atau barang, mie selain harganya terjangkau, mie juga bisa menjadi pengganti nasi.

2. Kelompok Drink

Kelompok drink penulis menyesuaikan dengan adanya observasi yang telah dilakukan dan konsumen yang banyak diminati untuk saat itu.

3. Kelompok Tooklins

Didalam kelompok ini banyak sekali keunggulannya paling tidak sering dipakai atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari, harga terjangkau, manfaat produk tooklins juga banyak manfaatnya.

4. Kelompok Stationery

Barang-barang ini sangat berguna dan bermanfaat sekali bagi pelajar dan bila dilihat banyak sekali pelajar menggunakan produk atau barang tersebut.

rab: lebih murah

Jadi keunggulan dan fungsi produk yang penulis kembangkan itu sangat bermanfaat dan kemungkinan lakunya sangat cepat dibandingkan produk kashior ataupun industri yang harus dibeli jika dibutuhkan apabila kurang barang tersebut tidak bisa dipakai lagi/rusak. Demikian kesimpulan ini.

PROSES PRODUKSI

2.2 Fasilitas Peralatan

NO

NAMA ALAT

SPESIFIKASI

JUMLAH

PEMILIK

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Calculator

Cash register

Faktur penjualan

Nota penjualan

Surat pesanan

Bolpoint

Gunting

Kardus

Kain

Meja

Plastik pembungkus

Kertas karbon

Kc-3048 k

Sharp ER-1921

HVS ukuran folio

LB

Folio

Pilot Bpt 13

Stainless

Aqua

Bangku sekolah

Hitam

Hitam

1

1

1

1

1

1

1

15

1

1 bendel

1

Pribadi

Sekolah

Pribadi

Pribadi

Pribadi

Pribadi

Pribadi

Siswa

Pribadi

Sekolah

Pribadi

Pribadi

2.6 Jadwal Pelaksanaan

NO

KEGIATAN

FEBRUARI

MARET

APRIL

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Konsultasi paket keahlian

2

Penyusunan Proposal

3

Konsultasi Proposal

4

Persiapan Pelaksanaan

5

Pelaksanaan Study kasus

6

Penyusunan Study kasus

7

Verifikasi Presentasi study kasus

DAFTAR HARGA BARANG

TOKO “SISWA”

No

Barang Dagangan

Volume

Jumlah

I

FOOD

1. Biskuat Energi

2. Wafer Tanggo

3. Gery Stick Kotak

4. Stico

5. Chiki Ball

6. Permen Relaxa

7. Indomie Goreng

8. Minyak Goreng

76 Gram

32 Gram

1 Kotak

1 Kotak

1 Bungkus

1 Bungkus/pak

1 Bungkus

600 Gram

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

1.200

950

625

1.150

1.050

2.950

1.100

6.000

II

DRINK

1. The Sosro Kotak

2. Gula

3. Kopi Susu Ya

4. The Sariwangi Celup

5. Extra Joss Isi 6

6. Aqua Gelas

1 Kotak

1 Kg

25 Gram

925 Gram

1 Pak

250 MI

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

3.100

4.000

550

700

3.700

500

III

TOOK LINS

1. Sun Silk

2. Pantine

3. Rinso Anti Noda

4. So Klin Power

5. Wings Cream

6. Pepsodent

7. Ciptadent

8. Close Up

9. Imperial

10. Lux

11. Lux Mild

12. Lifeboy

13. GIV

14. Tissiu Gulung

100 Ml

120 Ml

80 Gram

90 Gram

500 Gram

75 Gram

80 Gram

65 Gram

1 Batang

100 Gram

100 Gram

90 Gram

90 Gram

900 Gram

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

5.700

7.200

1.150

1.150

1.975

2.200

1.800

2.700

1.500

1.600

1.200

1.600

1.050

1.200

IV

STATIONERY

1. Buku Sidu isi 36

2. Pensil 2 B

3. Pensil biasa

4. Bolpoint Faster

5. Bolpoint Pilot

6. ATM Penghapus

1 Biji

1 Biji

1 Biji

1 Biji

1 Biji

1 Biji

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

1.050

1.450

450

1.450

1.150

500

Dari Catatan Sekolah

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana MuslimKerudung Murah


2009/04/07

Tujuan Periklanan

Tidak tepat jika periklanan ditujukan hanya untuk mempengaruhi penjualan, sebab banyak variabel yang mempengaruhi penjualan, termasuk iklan itu sendiri. Pendekatan yang lebih tepat adalah bila tujuan periklanan diarahkan pada tahap-tahap kesiapan pembeli untuk membeli produk, yaitu mengubah pelanggan dari tidak tahu menjadi memahami, mengambil sikap, lalu membeli. Oleh karena itu pemasar harus menentukan tahap mana yang perlu digarap lewat iklan.

Ada beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu :

1. Inventory Approach

Dalam pendekatan ini tujuan pengiklanan ditentukan atau diambil dari kumpulan berbagai tujuan perusahaan dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan pendekatan ini pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbeda yang bias ditekankan dalam pengiklanan, dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan tujuan pemasaran lainnya. Akan tetapi kelemahan dari pendekatan ini adalah bahwa tujuan yang dapat dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.

2. Hierarchy Approach

Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati tahapan-tahapan variabel psikologis.

Oleh karena itu, tujuan periklanan haruslah menggerakkan tahapan-tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian yang lebih besar, dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi, ingatan dan pengenalan pelanggan. Meskipun demikian, sulit sekali menghubungkan tujuan-tujuan itu dengan tujuan pemasaran. Selain itu pengukuran variabel psikologis juga sulit dilakukan dan bersifat subjektif apabila dibandingkan pengukuran pencapaian tujuan, seperti laba misalnya.

3. Attitudinal Approach

Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur sikap.

Tujuan-tujuan periklanan dapat berupa penyataan-pernyataan berikut :

• Mempengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu.

• Menambah karakteristik pada hal-hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.

• Mengubah persepsi terhadap merek perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

• Mengubah persepsi terhadap merek-merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

Pendekatan ini adalah penyempurnaan dari pendekatan hirarki, di mana pendekatan ini berupaya menghubungkan tujuan periklanan dengan tujuan pemasaran. Pendekatan sikap tidak hanya menunjukkan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan iklan, tetapi juga menunjukkan hasil-hasil tertentu yang akan dicapai. Tugas-tugas periklanan tersebut selanjutnya bisa dipakai untuk menentukan tujuan media.

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaPersewaan Alat PestaToko JilbabKoleksi Abaya-Busana Muslim


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.972 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: