Posts tagged ‘Prosa’

2013/04/27

Fanfiction Infinite : Lover Boy Part 18

Banyak cerita menarik yang telah ditulis oleh Ayuna Kusuma. Ini adalah salah satunya yang patut untuk kita simak. Ayuna Kusuma memang pintar sekali membawa para pembacanya untuk memasukki suasana yang ada di dalam kisah yang telah dibawahkannya.

Author : Ayuna Kusuma (Yun) in my web : http://ayuna.ok-rek.com/

Genre : Romance. Parody. Sadly

maincast :
Woohyun : Woohyun INFINITE
Gadis Cantik dan Bodoh/ Nae Mi : Minah Girl’s Day

Lelah bercanda, kami berdua tertidur di lantai, Naemi menyandarkan kepalanya di lenganku,  Ia sangat cantik tanpa polesa make up, tanpa pewarna bibir, rambutnya yang panjang terurai membuatku bertambah mencintainya, saat aku punya keberanian untuk mencium pipinya, jantungku kembali sakit, kali ini aku tak bisa menahannya. Aku menangis tertahan, jantungku seperti ingin meledak.

“hmmm… oppa… ada apa?…” Naemi membalikkan tubuhnya, wajahnya yang tak tertutup masker melihatku, jantungku semakin sakit, aku tak bisa bicara terlalu banyak.

“N…Na…emi…tutup… wajahmu…” kataku sambil menahan rasa sakitku. Keringat dingin semakin mengucur deras. Kulihat Naemi begitu kuwalahan, ia sangat khawatir, berlari kesana kesini, memanggil appa dan eommanya.

Aku tak biasanya seperti ini. Jantungku sepertinya berdetak lebih parah.

“EOMMA~~~~~~~~~!!! WOOHYUN PINGSAN~~~~~~~~~!! EOMMA~~~!!! WOOHYUN~~~!! BANGUN~~~~~~!!!” Aku mendengar teriakan Naemi disertai tangisannya yang menyedihkan, tapi aku terlalu sakit untuk bangkit dan membuka mataku.

“Naemi… apa yang kau lakukan padanya hah? Ayo bantu aku eomma, angkat dia ke mobil kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang” Suara Appa Naemi jelas ku dengar, tapi sakitku ini tak tertahankan, nafasku semakin berat.

Aku tertidur dipangkuan Naemi, jantungku membuatku semakin tak berdaya, sulit rasanya untuk bangkit dan mengatakan hey aku tak apa. Apa yang bisa membuatku seperti ini, apakah karena sedari tadi aku menahan sakit saat melihat wajah naemi yang cantik.

Mobil melaju dengan cepat, Appa Naemi berteriak-teriak tidak jelas, sepertinya dia marah dengan pengguna jalan yang selebor atau semacamnya. Aku rasakan tangan Naemi menggenggam tanganku yang semakin dingin.

“Oppa…oppa…. Kau kenapa? Apakah jantungmu sangat sakit…” Tanya Naemi, aku tak bisa lagi mengeluarkan suara, sebagai jawaban aku sangat sakit menahan jantungku yang semakin tidak terkontrol seperti ini, aku hanya bisa menggenggam tangan Naemi semakin erat.

“Eomma… Woohyun Oppa masih bisa menjawabku… Appa… cepatlah sedikit… aku tak ingin terjadi apa-apa padanya” kurasakan air mata yang hangat menetes menembus kemeja, Naemi, aku akan bertahan, aku akan melawan penyakit ini, seperti yang kau bilang dulu.

“Naemi, ajak bicara terus Woohyun, jangan biarkan dia tertidur” kata Appa, “Eomma, cepat kau hubungi keluarga Woohyun, cari informasi tentangnya di dompetnya, Naemi, apakah kau bawa dompet Woohyun?”

“Ye Appa…”

Dadaku semakin sesak, apakah aku akan mati?, tidak, tidak… aku tidak mau mati seperti ini, Naemi masih memerlukanku, dan penyakitku hanya phobia pada wanita cantik, bukan penyakit jantung. Sedari tadi aku bisa menahan phobiaku, sekarangpun aku pasti bisa menahannya.

“Oppa… oppa… jangan menangis, aku ada didekatmu, arra? Aku ada disini, aku tahu kau pasti baik-baik saja… Oppa… lihatlah, aku sudah memakai masker, hum… kau tidak akan sakit lagi kalau aku memakai masker kan?” kata Naemi sambil menggosokkan masker yang dia pakai ke tanganku.

“Oppa… apakah perlu aku panggilkan Jisung?… Oppa…… jawab aku….. apakah kau perlu Jisung?… huuuuh ooppaa….. huks huks”

“Oppa… seharusnya aku melepasmu saat bersama Jisung, biar saja kau bersamanya, kau tak akan pernah sakit seperti ini kalau kau bersama Jisung, dia akan menyembuhkanmu… mengapa aku begitu egois Oppa…. Oppa……….. jawab aku…….. oppa….”

‘Oppa… cepatlah sadar… aku akan membuatkanmu bibimbap hum… kau suka bibimbap kan?… aku akan telp jisung, agar ia datang untuk menyembuhkanmu… oppa…….. jawab aku oppa…”

***……….

2013/04/25

Mimpi yang terbeli (Contoh Prosa)

Mimpi yang terbeli

Saya jadi ingat bagaimana ketika massa kecil ibu saya sering bertanya ke saya.
Dani, besuk kalau sudah besar mau jadi apa?. Dengan konyolnya saya pun menjawab saya ingin jadi dokter ibuk. Biar bisa suntik orang cus cus cus. Tapi seiring berjalannya waktu saya lebih memilih menjad politikus, biar terlihat keren karena berpikir untuk mensejahterahkan masyarakat :).

Lebih konyol lagi teman saya, ketika orang tuanya bertanya dia pun menjawab. Saya ingin jadi raja, biar bisa berlaku semaunya. Hehehehe, kalau sudah besar seperti ini seolah semua impian itu omong kosong yah :)

Saya masih ingat betul, bagaimana saya ketika SD. Saya begitu semangat belajar, saya begitu termotivasi untuk mendalami setiap materi yang diberikan bapak-ibu guru. Jadi Anda semua jangan kaget jika melihat raport saya sewaktu SD. Semuanya angka 9 loh, hehehe. Jadi sedikit pamer

Waktu berjalan, SMP dan SMA pun sudah saya lalui. Namun ketika sudah kuliah, ada beberapa pertanyaan dalam benak saya.
Dimana impian yang dulu sewaktu saya kecil sudah saya bangun, dimana impian-impian teman-teman saya dulu. Semuanya musnah, mimpi yang sudah kami bangun dihancurkan sendiri oleh orang tua dan para guru kami.

Suatu hari aku dan teman-teman pernah berkunjung ke Sekolah Dasar tempat kami menempah ilmu dulu, saat itu kami berencana sharing masalah masa depan. Kebetulan saya sendiri ambil FISIP. Namun ketika saya tanya ke guru mereka bilangnya, sehabis lulus langsung bisnis buku saja, kamu cetak buku-buku pelajaran terus kamu kirim ke sekolah-sekolah dasar, nanti ibu bantu kok. Saya jadi berpikir dan heran, apa hubungannya FISIK sama percetakan buku.
Ketika saya tanya kedua orang tua jawabannya juga begitu, mending ikuti saran guru kamu saja. Belajar bisnis percetakan buku biar uangnya banyak.

Saat itu saya jad berpikir, bukankah mereka yang membangun mimpi saya, bukankah mereka yang menyuruh saya untuk bermimpi, bukankah mereka yang mendukung saya untuk selalu bermimpi.
Tapi kenapa justru mereka sendiri yang menghancurkan mimpi saya lantaran takut saya tidak punya materi ketika menjalani hidup di dunia ini.

Ironi memang, tapi itulah dunia mimpi dan dunia pendidikan di Indonesia. Semuanya salah kaprah dan tidak mendukung. Terimakasih

Created By DANI CAMARA


Posting oleh Blogger ke Dani Camara pada 4/24/2013 06:47:00 PM

2013/04/22

Short Fiction : I Love you Ahjussi.

Author : Ayuna Kusuma (Yun)

Maincast : Kris EXO M and You
Song : EXID – Everynight

Pertama kali, aku memanggilmu Ahjussi, karna aku sama sekali tak mau tahu siapa namamu, rasa malu itu selalu saja memutus semangatku untuk menanyakan siapa namamu, di mana kau tinggal, di mana kau bekerja, dan segalanya tentangmu.

Rasa malu itu juga yang memberikanmu kesempatan untuk mencuri cintaku, dengan mendekati dan melengkapiku. Kau selalu menanyakan tentang diriku, saat kita bertemu.  Rasa malu itu juga yang membuatku tahu, bahwa kau yang pertama kali jatuh cinta padaku. Bukan diriku.

Mengingat lagi… Ya Aku mengingat lagi bagaimana kita pertama kali bertemu. Seperti jalinan pita film yang diputar balik. Aku mencoba mengingatmu lagi.

Hari sabtu, di akhir bulan Januari, aku sedang sibuk-sibuknya menyusun proposal acara penggalangan dana tlevisi lokal untuk mengatasi tuna wisma. Aku bertemu denganmu di kantor televise itu, kau menjadi kepala bagian proyek yang sedang kususun.

Aku masih ingat kau memakai setelan kemeja dan jas yang begitu special, kau lah yang tertampan dari semua kepala bagian disana. Pertama kali aku memanggilmu Ahjussi… saat kau memarahiku, yang telah lancang menghapus beberapa artis yang akan diundang dalam acara penggalangan dana.

Kau memarahiku begitu ekspresif, semangatmu, emosimu, membuatmu semakin special dalam pandanganku. Kala itu aku hanya mengatakan “Maaf… Ahjussi”………

 

Selengkapnya >>>

Short Fiction : I Love you Ahjussi.

2013/04/03

Fanfiction Gila: Sinchan, Dora dan Doraemon

……. Sinchan yang memiliki kekuatan kentut dasyat, akhirnya memutuskan untuk membela dunia. Dia akhirnya pergi keluar dari rumah.
“Mama… akuuu ingin pergi melawan Ultraman” katanya dengan suara berat
“Huh… pergi sana… Sinchan kau selalu memakan coklatku, dan lipstikku…”
“Baik mama… aku akan kembali secepatnya” kata Sinchan dengan meneteskan air mata.
“Tidak perlu kembali~~!!!” kata Mama.  “Shiro sayang….. kesini…. Mama punya makanan…..” panggil Mama kepada Shiro dengan penuh kasih sayang.

Lalu dengan hati yang semakin sakit Sinchan pergi keluar rumah, air matanya tak terbendung lagi. Menangis ia berjalan sendiri, sedangkan banyak orang lalu lalang membawa semua barang berharga untuk pergi dari pulau Jepang, dan melarikan diri. Tapi melarikan diri kemana? Kalau dunia akan dihabisi oleh dada Ultraman, sudah tidak ada lagi tempat untuk berlindung kan???

Tidak ada jalan lain selain harus melawan Ultraman. “Ya harus itu” gumam Sinchan sambil melanjutkan perjalanannya.

Ditengah perjalanan ia bertemu dengan seorang anak kecil yang membawa ransel. Gadis kecil itu bingung melihat kedua jalan persimpangan yang ada di depannya. Lalu ia membuka ranselnya dan mengeluarkan lembaran coklat.
“Peta kita akan ke Ultraman melawan dia, tunjukkan jalan yang benar, kemanakah jalan yang benar?” tanya nya pada lembaran coklat itu.
“Iya benar….. pilihan yang tepat” kata gadis kecil itu sendirian…..

Selengkapnya —  FFG: Antara Sinchan, Dora dan Doraemon.

Tag: ,
2011/01/25

Black Love (Jung and Kim) XII

Pukul 8 Jung masih tertidur pulas dikamar Seoyun, ia kelelahan karena hari ini pekerjaan mulai menumpuk dikantornya, dan selama beberapa jam ia melakukan obrolan dengan Seoyun yang tak pernah ada akhirnya.

“Jung… hei Jung…”

“aaaa?”

“Jung… hei.. bangun.. sekarang sudah pukul delapan.. kau tidak pulang?”

“hmmm..” Jung terlihat masih tertidur pulas dikasur yang empuk

“JUNG!!!” bentak Seoyun, mungkin hanya dengan cara ini Jung akan bangun dan segera berkemas untuk pulang

“Seoo… ada apa… aku masih tidur…”

“Ini sudah pukul delapan… Handphone mu berbunyi terus dari tadi… kau tidak mendengar?”

“ya…”

“HEI JUNG!!! SUDAH PUKUL DELAPAN!!! KIM MELEPONMU!!!”

“APA!!!” akhirnya Jung terbangun juga

“huuufftt… susah sekali membangunkanmu Jung…”

“Kim? Mana?”

2011/01/23

Between The Beautiful and The Devil (end of story)

Sepulang dari menunggu Supergirl selama setahun, The Devil berjalan tanpa arah, akankah ia menjadi sosok yang dulu kala? Dengan kehidupan yang ia rusak?, atau ia mencari kehidupan lain yang bisa membuatnya bahagia?.

Ditengah perjalanan tanpa arah itu… sosok cantik menarik hati the devil, lalu…

“Perlu bantuan… ?” sapa The Devil kepada wanita yang terkapar didepannya

“ah… tidak… aku masih bisa berjalan sendiri” the beautiful

“pakaianmu lusuh, rambutmu tak rapi, bau alkohol dibadanmu sungguh menyengat sekali, lihatlah kakimu, penuh dengan lumpur… tapi wajahmu masih tetap cantik.. aku salut padamu”

“bicara apa kau ini…memujaku atau menyinggungku?” the beautiful sambil membenarkan bajunya

“tidak wanita cantik… aku menyanjungmu… maukah kau kubawa ke tempatku?” the devil

“untuk apa? Aku bukan wanita yang semurah itu ya… aku bukan seorang pemabuk” the beautiful sibuk membersihkan kotoran dibajunya

“ooouu… sayang sekali…” the devil

“Alkohol ini gara-gara pria pemabuk itu… ia memuntahkannya dibajuku” the beautiful sambil menunjuk pria yang tertidur bersandar di tembok

“jadi kau wanita penghibur?” the devil

“BUKAN!!! Jangan ganggu aku… aku ingin membersihkan semua ini PERGI!!” the beautiful

“lalu kalau kau bukan wanita penghibur, mengapa bisa sedekat itu hingga pria memuntahkan isi perutnya dibajumu”the devil

“DIA AYAHKU!!! Aku tak mau berdebat dengan orang asing lagi..” the beautiful

“Nona… aku sudah tidak ingin diusir, beberapa kali aku diusir… kau tau bagaimana perasaanku ? sakit
rasanya”  the devil

“orang asing… sudah cukup kau mencampuri urusanku dan…” the beautiful menatap garang The Devil

“hmmm… ada apa?… ada apa dengan wajahku nona?…” the devil

“…”the beautiful

“bicaralah… agar aku tau ada apa dengan wajahku”  the devil

“tidak ada yang salah… kau.. maaf tuan aku sudah bicara kasar tadi..”  the beautiful

“mengapa kata-katamu berbeda ketika sudah melihat wajahku nona? Apa karena wajahku tampan, mengesankan? Sehingga tak pantas diperlakukan seperti tadi? Atau apa karna jantungmu berdetak kencang karena melihat ketampananku? Ataukah kau langsung mencintaiku dari pandangan pertama? Hehehe bagaimana nona?” the devil

“…”the beautiful

“hei.. nona.. kau cantik… aku juga cinta pada pandangan pertama denganmu”   the devil

“orang asing… aku anggap kau ini orang asing yang sangat… sangat… banyak bicara… pergilah…” the beautiful

The beautiful pergi entah kemana, meninggalkan The Devil yang sempat mengaggumi kecantikannya, tak lama, the beautiful kembali kehadapannya.

“Hai… kau kembali padaku nona…” the devil

“Tidak seperti yang kau fikirkan… cepat minggir..” the beautiful

The Devil dengan cepat merenggut tangan wanita itu dan mencengkramnya, dipeluknya tubuh the beautiful yang ringan seperti kapas

“HAIII!!!” the beautiful

“Kau… Cantik… lihatlah mataku… “the devil

“Tidak mau!… hei.. tanganku sakit… apa yang kau inginkan orang asing!!!” the beautiful

“Lihatlah mataku sebentar saja nona… itu yang kumaui” the devil

“Sudah kulihat…” the beautiful

“Bukan… kau tidak menatap mataku, tapi rambutku..” the devil

“Sudah kulihat… tolong lepaskan.. aku tak ada urusan denganmu..” the beautiful

“lihatlah… matamu sepertinya malu menatap mataku… itu berarti kau malu untuk mengatakan aku tampan… iya kan? Hahaha” the devil

“oouww… sakit sekali…”  the beautiful

“Sudah kulepaskan tanganmu… aku hanya ingin kau menatap mataku dengan matamu yang indah itu nona, tidak yang lain…” the devil

“…” the beautiful

“Dimatamu aku tau… kau mencintaiku dipandangan pertama? Iya kan?” the devil

“esst… sakit sekali… orang asing… asal kau tau saja… cinta tak bisa secepat itu dirasakan, apalagi orang sepertimu tak pantas mendapat cinta… pemaksa…!” the beautiful

“tapi… kau tidak bisa mengatakan, cinta tak bisa secepat itu dirasakan… karna kau sudah melewati proses itu.. Nona… kau sudah mencintaiku semenjak kau menatap wajahku tadi. Akui saja… aku orang yang sangat berpengalaman dengan masalah seperti ini. Dan matamu itu… tatapannya sangat sama dengan wanitaku dulu.. sama…” the devil

“…”the beautiful

“tapi kini aku tak memiliki mata itu lagi… yang menatapku penuh kekaguman. Harapan… cinta yang tulus.. kepolosan… dan kesetiaan..  aku tak memilikinya…” the devil

“kau benar… aku sama seperti apa yang kau katakan tadi… kau puas? Bisakah kau pergi dari sini?” the beautiful

“hahahaha… jangan secepat itu menyerah pada orang sepertiku nona…” the devil

“aku sudah mengakuinya… mengapa kau tidak pergi?” the beautiful

“Aku akan pergi bila kau juga ikut denganku” the devil

“tidak mau… siapa kau ini, beraninya memaksaku, mengancamku, dan sekarang mengajakku pergi” the beautiful

“aku… adalah aku… bukan siapa-siapa” “aku melihat kehidupanmu yang penuh keterpaksaan, aku melihat keinginanmu untuk bebas dari kehidupanmu sekarang, aku melihat kau jenuh dengan orang itu, yang sering kau sebut ayah, kau ingin bebas darinya kan? Nona… aku melihat semuanya dari tatapan matamu… “the devil

“kau benar… tapi aku tak mau pergi dengan orang yang sepertimu!” the beautiful

“Aku adalah orang yang menyia-nyiakan waktu nona, dulu aku memiliki segalanya, cinta, kehidupan, harta dan keindahan, tapi… setelah aku kehilangan cinta yang tulus dari wanitaku itu… aku mulai kehilangan segalanya. Semua karena keserakahanku… bukan karna kesalahan wanitaku dulu. Aku melihatmu sangat kesepian, akupun juga begitu, sangat kesepian, bukankah kita akan menjadi pasangan yang serasi? Bila bisa bersama? Apalagi kau memiliki tatapan  mata dan isi hati yang sama dengan wanitaku dulu” the devil

“Orang asing… kalau wanitamu dulu sangat setia dan tulus padamu, mengapa kau balas dengan penghianatan… aku juga melihat ditatapan matamu dan tingkahmu, kau penuh dengan penghianatan, dan mudah sekali merayu seorang wanita, bahkan mengajak seorang wanita pergi bersamamu hanya dalam waktu 1 jam. Lalu kalau aku pergi denganmu, aku akan kau perlakukan seperti wanitamu dulu?. Tentu saja aku tak mau kau melakukan hal yang sama kepadaku.” the beautiful

“…” the devil

“kau ingin membawaku pergi? Kau sudah tahu kalau kita bersama, kita bisa saling melengkapi, tapi aku ingin menguji kesetiaanmu, hiduplah didekatku, tapi jangan pernah menyentuhku, bicara padaku, bahkan mengajakku pergi lagi. Kau hanya bisa memandangku saja, hiduplah didekatku hingga waktu yang kutentukan, bila kau mendekati wanita lain dan mengajak wanita lain pergi di kehidupanmu, maka kau bukan orang yang pantas untuk diberi kesetiaan” the beautiful

“BAIK… akan kubuktikan, kalau aku berhasil, apa yang bisa kudapatkan nona?” the devil

“kau akan mendapatkanku, kehidupanku, cintaku, kesetiaanku dan ketulusanku” the beautiful

“baik…” the devil

Selama 7 tahun The Devil hidup didekat The Beautiful, tanpa menyentuhnya, tanpa  berbicara dengannya, hanya memandanginya dan melindungi hidup The Beautiful selama ini. Satu hari dimana The Beautiful merasa pembuktian Orang asing –nya itu sudah cukup…

“Orang asing… sudah cukup pembuktian kesetiaan dan rasa cintamu bagiku, bawalah aku pergi dari sini, dan kita menjalin cinta yang indah” the beautiful

“Nona… kita sudah menjalin hubungan itu dari 7 tahun yang lalu, dalam kesunyian, keheningan, kesetiaan, dan cinta yang tersembunyi…” the devil

“…”the beautiful

“tak perlu… kita tak perlu pergi kemana saja… biarlah kita disini saja, melanjutkan hubungan kita yang sudah terungkap jelas” the devil

“orang asing… aku mencintaimu dulu… saat ini… besok… dan seterusnya…” the beautiful

“tak perlu kau jelaskan rasamu padaku, karna aku sudah memahaminya, sekarang hanya kau wanitaku saat ini dan kehidupanku yang baru…” the devil

Karya Ayuna Kusuma Januari 2011

Tags: 

Cerita Terkait

 

Tag: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.965 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: