Forum Positif

Belajar berbagi hal-hal positif

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Untuk Daerah’

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Maret 11, 2009

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Ditulis dalam Renungan | Bertanda: , | 1 Komentar »

Untuk Daerah Ku

Ditulis oleh dahlanforum di/pada Februari 22, 2009

 

DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN POHON-POHON BESAR PERLU LEBIH DIPELIHARA DAN DIPERHATIKAN. KARENA SUNGAI ADALAH RUANG TERBUKA SEBAGAI SALURAN AIR YANG SANGAT BERPENGARUH DALAM PENANGGULANGAN BANJIR. BILA SUNGAI INI DAPAT DIKELOLAH DENGAN BAIK, DAPAT MENJADI TEMPAT PENGHIJAUAN. SEDANGKAN POHON BESAR, YANG JIKA KITA MENANAMNYA PERLU WAKTU YANG LAMA HINGGA IA DAPAT MEMBERIKAN KETEDUHAN DAN KEINDAHAN. UNTUK ITU POHON YANG SUDAH BESAR INI SELAYAKNYA UNTUK DIPERTAHANKAN.

 

 

RAMBU-RAMBU LALU LINTAS BANYAK TERDAPAT DI PEREMPATAN JALAN.

IKLAN BANYAK TERPASANG DI JALUR HIJAU, TEPI JALAN DAN DI BANGUNAN YANG GUNAKAN UNTUK PERDAGANGAN DAN JASA. PEMASANGAN IKLAN INI SEBAGIAN ADA YANG MASUK KE BADAN JALAN.

GANGGUAN AKAN ADANYA IKLAN JUGA TERDAPAT PADA PEMASANGAN YANG SALING TUMPANG TINDIH, ADA IKLAN YANG MENGHALANGI IKLAN YANG LAIN.

 

 

MASIH ADA KENDARAAN YANG PARKIR DI BADAN JALAN, SEHINGGA MENGURANGI LEBAR JALAN YANG MENGAKIBATKAN KEMACETAN LALU LINTAS. LAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PERDAGANGAN DAN JASA JUGA MASIH BANYAK YANG TIDAK MEMILIKI LAHAN PARKIR, BAHKAN ADA YANG TIDAK SESUAI DENGAN KDB YANG DITENTUKAN. HAL TERSEBUT SEHARUSNYA SEGERA DITERTIBKAN, DEMI KELANCARAN SETIAP PENGGUNA JALAN.

 

 

DARI PERBANDINGAN ANTARA EKSISTING DAN KEBIJAKAN, PADA DELAPAN ELEMEN FISIK PEMBENTUK KOTA TEORI HAMID SHIRVANI, TERLIHAT LEBIH BANYAK YANG TIDAK SESUAI. PADA BEBERAPA ELEMEN YANG SESUAI PUN MASIH TERDAPAT KEKURANGAN PADA BEBERAPA BAGIAN KAWASAN JALAN KUPANG JAYA INI. JADI PADA SEBAGIAN KAWASAN TELAH SESUAI, PADA SISI YANG LAIN BANYAK YANG KURANG SESUAI.

PENJELASAN MENGENAI PERBANDINGAN PADA MASING-MASING ELEMEN DIRANGKUM DALAM KOLOM CATATAN.

 

 

TEMPAT PEMBERHENTIAN ANGKUTAN KOTA, SELAMA INI MASIH MENGGUNAKAN BADAN JALAN. HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN TERJADINYA KEMACETAN LALU LINTAS, UNTUK ITU PERLU ADANYA TEMPAT KHUSUS SEBAGAI SARANA PEMBERHENTIAN DAN PARKIR ANGKUTAN KOTA (MOBIL PENGANGKUTAN UMUM) INI.

 

 

PADA SAAT KENDARAAN AKAN BERBALIK ARAH, DAN MENGAMBIL TEMPAT BERPUTAR, MAKA KENDARAAN DI BELAKANGNYA IKUT MENGURANGI KECEPATAN. JIKA ADA BEBERAPA KENDARAAN YANG AKAN BERPUTAR MAKA KENDARAAN DI BELAKANGNYA HARUS BERHENTI CUKUP LAMA. HAL INI DAPAT MENGAKIBATKAN KEMACETAN LALU LINTAS. DEMIKIAN JUGA SAAT SETELAH BERPUTAR, KENDARAAN YANG BERLAWANAN ARAH JUGA HARUS MEMBERI KESEMPATAN PADA KENDARAAN YANG BERPUTAR INI LEWAT LEBIH DULU. AGAR ARUS LALU LINTAS LEBIH LANCAR MAKA PERLU ADA PENGOLAHAN KHUSUS PADA TEMPAT BERPUTARNYA KENDARAAN.

 

SAAT MENUNGGU ANGKUTAN YANG LEWAT, CALON PENUMPANG PERLU BERTEDUH DARI PANAS DAN HUJAN.

HALTE ANGKUTAN KOTA ATAU TEMPAT TUNGGU INI JUGA SEBAGAI TANDA TEMPAT PEMBERHENTIAN ANGKUTAN KOTA.

 

 

BAGI PEJALAN KAKI, KEAMANAN DI JALAN RAYA HARUS DIPERHATIKAN. SAAT MENYEBERANG PERLU ADA TEMPAT YANG JELAS SEHINGGA PENGENDARA KENDARAAN BERMOTOR DAPAT LEBIH MEMPERHATIKAN PARA PENYEBERANG JALAN.

 

 

LEBAR JALAN KUPANG JAYA RATA-RATA 20 METER TERMASUK JALUR HIJAU YANG BERADA DI TENGAH. KIRI KANAN JALAN ADA AREA SELEBAR 1 METER HINGGA 2 METER YANG SEBAGIAN DIGUNAKAN UNTUK TROTOAR, SEBAGIAN UNTUK JALUR HIJAU, DAN SEBAGIAN LAGI DIBIARKAN SEBAGAI BAHU JALAN. AREA DILUARNYA LAGI ADALAH RIOL KOTA DENGAN LEBAR 20 CENTIMETER HINGGA 90 CENTIMETER.

GARIS SEMPADAN YANG ADA PADA PENGGUNAAN LAHAN ANTARA 1 METER HINGGA 11 METER. KOEFISIEN DASAR BANGUNAN 40 % SAMPAI DENGAN 90 %. LANTAI BANGUNAN UNTUK PERUMAHAN 1 SAMPAI 3, DAN UNTUK PERDAGANGAN DAN JASA 1 HINGGA 4 LANTAI.

 

RUANG TERBUKA TERDAPAT PADA: SEBAGIAN JALUR HIJAU, TAMAN, SUNGAI, SEBAGIAN LAHAN YANG TIDAK DIBANGUN. JALUR HIJAU YANG SEHARUSNYA DAPAT DIGUNAKAN SECARA MAKSIMAL, SEBAGIAN DIGUNAKAN UNTUK POS. TAMAN KECIL TERDAPAT DI UJUNG BARAT JALAN INI. DAN SUNGAI TERDAPAT PADA DUA TEMPAT YANG MELINTANG DI BAGIAN TENGAH KAWASAN INI.

 

PADA KAWASAN JALAN KUPANG JAYA PENGGUNAAN LAHAN SEBAGAI: PERUMAHAN, PERDAGANGAN, DAN JASA. HAL INI SESUAI DENGAN KONDISI JALAN INI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI JALAN ALTERNATIF, SEHINGGA MENJADIKANNYA SEBAGAI JALAN YANG CUKUP SIBUK. SEMULA MEMANG HANYA DIPERUNTUKKAN SEBAGAI PERUMAHAN, NAMUN SESUAI DENGAN PERKEMBANGANNYA, PERDAGANGAN DAN JASA JUGA TERMASUK HAL YANG COCOK DAN SESUAI.

 

PENUNJANG AKTIFITAS YANG ADA DI KAWASAN JALAN KUPANG JAYA ANTARA LAIN: POS KEAMANAN, TERMINAL ANGKUTAN KOTA, PEMBUANGAN SAMPAH, TELEPON UMUM. AKTIFITAS PENUNJANG INI TELAH CUKUP UNTUK KAWASAN SELUAS JALAN INI.

 

PEJALAN KAKI SEBAGIAN MASIH MENJADI SATU DENGAN JALUR KENDARAAN BERMOTOR. HAL INI SANGAT BERBAHAYA BAGI PEJALAN KAKI TERSEBUT. HANYA SEBAGIAN KECIL SAJA DARI SEPANJANG JALAN INI YANG TERDAPAT TROTOAR. ADA JEMBATAN KHUSUS UNTUK PEJALAN KAKI NAMUN TIDAK DITERUSKAN DENGAN TROTOAR YANG LAYAK.

TEMPAT PENYEBERANGAN JUGA TIDAK DIBERI TANDA DENGAN JELAS.

 

 

SAMPAH KERING DAN SAMPAH BASAH MEMPUNYAI KARAKTER YANG JAUH BERBEDA. UNTUK ITU SELAIN DIHARUSKAN MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA, MASYARAKAT HARUS DAPAT MEMBEDAKAN ANTARA SAMPAH BASAH DAN SAMPAH KERING. UNTUK ITU HARUS ADA WADAH KHUSUS UNTUK SAMPAH KERING INI DISAMPING TEMPAT SAMPAH BASAH.

 

STRATEGIS DAN MUDAH DILIHAT OLEH PEMAKAI JALAN.

 

 

(8) Preservation (Preservasi / Pemeliharaan)

PRESERVASI BELUM DIATUR, NAMUN DAPAT DIUSULKAN UNTUK PEMELIHARAAN ALIRAN SUNGAI DAN POHON-POHON BESAR YANG UNTUK MENANAMNYA BUTUH WAKTU YANG LAMA.

Ditulis dalam Arsitektur, Pengetahuan, Renungan | Bertanda: , , | 2 Komentar »

KAJIAN TAPAK

Ditulis oleh dahlanforum di/pada April 19, 2008

Tapak yang kita pilih sebagai bahan kajian kali ini berlokasi di Pedukuhan Rangka Lor, Desa Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tepatnya berada di pinggir jalan lingkar timur kota Sidoarjo, dan berada ditepi sungai kota Sidoarjo (Kali Kuto). Gambaran lebih jelas lihat peta lokasi dan peta kontur di lampiran.

2.1. FAKTOR-FAKTOR ALAM

A. Geologi

Daerah ini adalah daerah delta yang daratannya merupakan hasil endapan dari tanah dan lumpur yang terbawah oleh aliran sungai, apalagi pada tapak ini memang tempat yang berada di tepi aliran sungai. Sungai yang melaluinya yaitu Kali Kuto (sungai Sidoarjo) yang hulunya merupakan pecahan dari sungai Brantas, muaranya di selat Madura (pantai timur kabupaten Sidoarjo). Tapak ini juga dekat dengan pertemuan (muara) sungai Pecantingan.

Karena tanahnya berasal dari endapan lumpur dari arus air sungai, tanah yang ada merupakan jenis tanah lembek dengan tidak ada batuan keras tanah keras yang diakibatkan oleh endapan tanah yang telah sekian lama, terdapat pada kedalaman sekitar 2 hingga 3 meter dengan ketebalan sekitar 1,5 meter, kemudian tanah lembek dengan kedalaman hingga 20 atau 30 meter.

(Sumber data: wawancara dengan pengelola tambah di dekat lokasi yang pernah melakukan pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan asin).

B. Topografi

Tanah di daerah ini umumnya datar dengan ketinggian 1 hingga 2,5 meter di atas permukaan air laut. Adanya permukaan yang berkontur hanya terdapat pada daerah aliran sungai yang mencapai 6 atau 7 meter dengan kemiringan rata-rata 14%. Pada muara sungai Sidoarjo ini kedalamannya mencapai 11 atau 12 meter dengan kemiringan rata-rata 6%. Daerah yang tidak rata juga karena adanya sawah, tambak, dan daerah yang diurug. Pengurugan sering dilakukan karena ketinggian tanah yang relatif rendah dari tinggi air pasang, sehingga sering terjadi genangan bila terjadi hujan deras dan bersamaan dengan pasang air laut yang tinggi yang masuk lewat sungai.

(Sumber dari peta kontur (lihat lampiran peta kontur) dan pengamatan lokasi)

C. Analisis Slope

Sesuai dengan peta kontur yang ada, tapak ini datar (daerah bekas sawah) dengan adanya lubang pada tepi sungai dan bekas tambak yang tidak produktif lagi. Tinggi rata-rata pada daerah yang terluas dari tapak yaitu 1 meter dari permukaan air laut. Lubang pada bekas tambak mencapai kedalaman 1,5 meter dengan kemiringan 1,5 / 5 x 100% = 30 %. Pada kedalaman sungai, mencapai 7 meter dengan kemiringan 7 / (100/2) x 100% = 14%.

(Sumber: peta kontur)

D. Hidrografi

Dengan ketinggian hanya 1 meter di atas permukaan air laut, air tanah juga sangat dangkal yaitu sekitar 1 meter hingga 25 centimeter.

Pada daerah dengan keadaan tanah yang lembek ini daya serap tanah terhadap air sangat besar, yaitu hingga mencapai 20 cm per menit, atau waktu perkolasi 5 menit per meter. Namun karena kedalaman air tanah hanya 0,25 hingga 1 meter, maka daya serap itu terbatas bila air yang ada (air hujan) terlalu banyak.

Daerah aliran sungai terdapat di bagian selatan tapak. Air yang ada pada sungai mengalami pasang surut sesuai dengan pasang surut air laut dengan selisih antara pasang dan surut mencapai 3 atau 4 meter. Daerah bekas tambak terdapat pada bagian timur tambak merupakan tambak yang tidak difungsikan lagi, bahkan pada bagian lain dari tambak ini sudah diurug dengan sirtu.

(Sumber: pengamatan dan percobaan pada 3 Desember 2000, dan wawancara dengan beberapa petani dan nelayan setempat)

E. Tanah

Tanah yang ada merupakan tanah lempung dengan keasaman sedang, sehingga baik untuk tanaman, namun karena kondisinya yang sering tergenang tidak cocok untuk tanaman yang tidak tahan air. Daerah ini sebenarnya merupakan daerah yang subur terutama sangat sesuai untuk tanaman padi, namun karena banyaknya hama terutama tikus dan sulitnya mengatur air (sering terjadi genangan yang terlalu tinggi dan lama) maka sawah yang ada sudah tidak difungsikan lagi.

Pada aliran sungai terutama di bagian tengah adalah jenis tanah berpasir, hal ini kemungkinan karena hasil endapan dari tanah yang terbawah oleh arus sungai. Demikian juga pada tepi tambak tanahnya adalah jenis tanah berpasir.

(Sumber: pengamatan pada 3 Desember 2000 dan 10 Desember 2000)

F. Vegetasi

Sebagian besar lahan ditumbuhi oleh rumput liar, yaitu jenis yang tahan air. Tanaman lain yang adalah yang tumbuh di sepanjang tepi sungai yaitu semak-semak dan merupakan tanaman rambat (kerangkong, deruju, dan alur)

Pohon besar yang ada adalah pohon waru, randu, dan trembesi, dengan diameter 10 cm hingga 50 cm. Diameter pohon dan tempat-tempatnya dapat dilihat pada gambar denah vegetasi di lampiran. Pohon ini merupakan jenis pohon peneduh, dengan ketinggian lebih tinggi dari tinggi manusia normal.

(Sumber: survey pada 3 Desember 2000)

G. Satwa Liar

Pada daerah yang dulunya produktif untuk pertanian dan tambak, sekarang tidak produktif lagi ini, satwa yang ada hanya serangga dan binatang melata. Serangga yang sempat kami temui saat survey adalah berbagai jenis semut, berbagai jenis laba-laba, ada pula tikus tanah. Hewan lain yang terkadang terlihat di tepi sungai adalah beberapa jenis ular, wergul, biawak, kepiting, dan beberapa jenis burung. Ada juga keong/siput serta beberapa jenis ikan dan udang yang hidup di air sungai.

Satwa-satwa tersebut sepertinya tidak berpengaruh pada desain, kecuali semaksimal mungkin rancangan/bangunan dapat melestarikan (tidak terlalu merusak) mereka.

(Sumber: observasi dan wawancara dengan beberapa petani dan nelayan setempat pada 26 Nopember dan 10 Desember 2000)

H. Iklim

Daerah ini terletak sekitar 7,5o Lintang Selatan. Sebagaimana sebagian besar iklim di Indonesia adalah iklim tropis lembab dengan ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

- Curah hujan tinggi (1800 m/tahun)

- Radiasi sinar matahari tinggi (matahari bersinar sepanjang tahun)

- Temperatur udara relatif panas sampai dengan nikmat

- Kelembaban tinggi (mencapai lebih dari 90%)

- Aliran udara relatif sesuai kebutuhan manusia

- Perbedaan temperatur antara siang dan malam 2o s/d 5o C (ini karena kelembaban udara tinggi).

2.2. FAKTOR-FAKTOR KULTUR

A. Tata Guna Lahan

Berdasarkan rencana kota Sidoarjo, lokasi ini berbatasan dengan penggunaan untuk perumahan dan industri serta daerah yang dipetahankan yaitu tambak. Di daerah barat dan utara dari lokasi merupakan daerah yang direncanakan untuk perumahan dan industri ringan, di sebelah selatan dan timur lokasi merupakan daerah yang direncanakan untuk kawasan yang dipertahankan untuk tambak yaitu daerah penyerapan air.

Berdasarkan survey yang kami lakukan kami temukan beberapa pabrik dan perumahan di sebelah barat tapak dan sebelah tenggara dan timur adalah daerah tambak.

B. Hubungan dan Keterkaitan

Tapak ini berjarak sekitar 4 km dari pusat kota Sidoarjo, yang di situ terdapat pusat perbelanjaan, perkantoran, hiburan, taman, fasilitas olah raga dan segala fasilitas lain yang dibutuhkan masyarakat. Untuk mencapai kota dapat mengikuti jalan lingkar yang ada di sebelah barat tapak ini, atau melalui desa Blurukidul, desa Rangka Kidul atau desa Gebang. Pada jarak ± 1 km arah timur laut ada tempat pembuangan (sampah) akhir.

Tapak ini juga berbatasan dengan perumahan atau kampung dan berbatasan langsung juga dengan sungai yang diseberangnya ada kawasan tambak. Kawasan timur kota Sidoarjo juga direncanakan oleh pemerintah kota Sidoarjo sebagai kawasan rekreasi, yaitu di desa Bandar Rejo yang merupakan satu aliran sungai dengan sungai yang melalui tapak ini.

C. Lalu Lintas dan Transportasi

Untuk menghubungakn lokasi ini dengan tempat lain biasanya memakai dua jalan yaitu jalur darat dan jalur air. Jalur darat adalah melaui jalan lintas (lingkar) timur kota Sidoarjo, yang melingkari kota Sidoarjo dari kecamatan Buduran/Gedangan di utara dan kecamatan Candi di selatan. Untuk langsung ke pusat kota Sidoarjo dapat melaui desa Blurukidul dan desa Gebang atau desa Rangkah Kidul. Jalur darat yang menghubungkan lokasi dengan tambak atau laut masih merupakan jalan setapak yang hanya dapat dilalui dengan jalan kaki atau sepeda dan sepeda motor, dengan keadaan yang seadanya, bila hujan sangat becek. Jalur yang menghubungkan lokasi ini dengan tambak terutama menggunakan perahu. Kebanyakan perahu yang ada di daerah aliran sungai di sini adalah perahu tongkang dengan motor bensin, perahu dengan mesin diesel, dan perahu kecil (sampan) dengan diberi mesin bensin atau didayung dengan atau layar tradisional (beberapa jenis perahu yang digunakan terlihat pada foto di lampiran). Jalur air melalui sungai ini memang jalur utama bagi para nelayan yang menuju laut yang jaraknya ± 13 dan menghubungkan tambak-tambak yang berada di sepanjang aliran sungai ini dan beberapa sungai lain yang bermuara di pantai timur kabupaten Sidoarjo. Sungai yang melalui lokasi ini juga dapat menghubungkan dengan kota di Sidoarjo, yaitu hingga desa Karang Gayam, desa Pucang dan desa Gebang. Dengan jalur sungai ini juga dapat menghubungkan ke daerah-daerah lain dan di sepanjang aliran sungai ini dan sungai-sungai lain yang bermuara ditempat yang sama, juga daerah-daerah lain yang jauh, karena berhubungan dengan laut. Namun hanya dapat dilakukan dengan perahu/kapal tradisional yang tidak besar.

Adanya dua jalur lalu lintas ini akan sangat strategis bila digunakan untuk kawasan yang dapat memanfaatkan keduanya.

(Sumber: peta Kabupaten Sidoarjo dan survey langsung)

D. Kepadatan dan Zoning

Lalu lintas yang ada dijalur lingkar ini masih belum begitu padat (berdasarkan survey tanggal 3 Desember dan 10 Desember 2000, terdapat rata-rata ±35 kendaraan permenit). Namun kemungkinan besar akan segera lebih ramai dengan selesainya berbagai proyek yang ada di sepanjang jalan baru ini. Kita dapat melihat adanya berbagai proyek yang dirintis dengan mulai melakukan pekerjaan tanah yang diantaranya adalah pengurugan.

Penggunaan lahan ini kemungkinan tidak akan mengganggu bangunan lain yang sudah ada karena masih merupakan kawasan yang kosong. Untuk harga tanah juga masih relatif murah karena bukan merupakan pusat kota walau tidak jauh dari kota.

E. Utilitas

Jaringan air bersih pada saat buku ini di tulis belum ada, namun berdasarkan rencana jaringan air bersih pada tata kota Sidoarjo akan segera dibangun jaringan PDAM, demikian juga dengan jaringan telepon dan jaringan listrik yaitu. Untuk itu dapat kita anggap bahwa jaringan itu ada sebagai dasar kita merancang di tapak ini yang tentu pembangunan dari rancangan itu bersamaan dengan adanya jaringan-jaringan tersebut.

Pembuangan air kotor dapat langsung ke sungai yang berbatasan langsung dengan tapak. Namun pembuangan langsung itu harus menghindari adanya endapan tanah yang dapat mendangkalkan sungai. Pembuangan limbah yang dapat mencemari air harus diolah dulu sebelum dibuang ke sungai.

F. Bangunan yang Sudah Ada

Dalam tapak ini hanya ada gubuk liar yang digunakan untuk menampung plastik dan berbagai hasil para pemulung yang akan di bawah ke tempat pengolahan limbah. Bangunan lain yang sifatnya permanen tidak ada di dalam tapak.

Di luar tapak, ada perumahan dan perkampungan di sebelah utara, sebuah pabrik alat kecantikan di sebelah barat (di seberang jalan), di sebelah barat daya dan barat laut serta sebelah baratnya pabrik alat kecantikan terdapat perumahan dan perkampungan. Di sebelah timur laut ada perkampungan dan sebelah timur dan tenggara tidak ada bangunan kecuali gubuk yang berada di lokasi tambak.

G. Sejarah

Beberapa abad yang lalu lokasi ini merupakan daerah pantai, karena adanya endapan dari aliran air sungai maka terbentuklah daratan. Hal ini juga masih terjadi di muara sungai yang melalui tapak ini, yaitu daratannya makin meluas karena endapan yang diakibatkan oleh arus sungai.

Dari daratan yang terbentuk itu timbul rawa-rawa yang kemudian dimanfaatkan oleh manusia sebagai tambak atau sawah. Daratan yang terus terbentuk di sepanjang pantai timur Sidoarjo saat ini juga selalu dimanfaatkan oleh para petani tambak untuk memperluas tambaknya dengan membuat tambak baru.

Dalam beberapa dasawarsa atau mungkin juga berabad-abad lamanya sawah atau tambak itu dikelolah oleh manusia. Hingga terjadi perluasan kota yang terus merambah pelosok-pelosok daerah termasuk daerah yang termasuk desa Blurukidul ini. Sebabnya banyak daerah pertanian yang diubah menjadi perumahan dan daerah industri.

Tapak ini merupakan bekas sawah yang telah kurang lebih sepuluh tahun tidak digarap. Sebelumnya merupakan milik desa yang dijadikan sebagai ‘bawon’ atau ‘sawah bawon’, yaitu tanah milik desa yang diserahkan penggarapannya oleh sesepuh desa secara turun temurun. Kemudian ‘sawah bawon’ dan sawah lain milik masyarakat Rangka Lor dan Blurukidul dibeli oleh pemerintah atas nama pengembang perumahan Bluru Permai yaitu Kopkar, dan karena terlantar akibat krisis ekonomi, sebagian tanah milik Kopkar itu ada yang telah dibeli oleh swasta kemudian dibangun pabrik dan perumahan. Sebagian lagi dibebaskan untuk jalan lingkar timur Sidoarjo. Tapak ini adalah salah satu bagian dari tanah (bekas sawah) yang terlantar itu.

2.3. FAKTOR-FAKTOR ESTETIS

A. Bentuk-Bentuk Alam

Di daerah ini kita masih dapat melihat suasana yang alami dengan adanya aliran sungai dengan pasang surutnya dan adanya tambak yang dikelola secara tradisional. Bentuk badan sungai yang berkelok-kelok mengikuti tanah yang terus tererosi oleh aliran air dan aliran air itu sendiri tentu membawa kita pada ide-ide segar dalam perencanaan. Juga adanya tambak yang tenang dan damai dengan suasana ikan-ikan yang hidup di dalamnya adalah gambaran yang diberikan alam pada tapak ini. Di sisi lain pembangunan yang selalu bergerak demi memenuhi kebutuhan manusia yang tidak pernah habis, juga memberikan warna lain pada bentuk tapak yang akan kita gunakan sebagai lahan bangunan kita ini.

Menurut kami bentuk alam yang paling menonjol adalah adanya aliran sungai yang tentu terlalu panjang bila kita harus menggambarkannya di sini. Dari bentuknya yang berkelok hingga banyaknya cabang-cabang sungai dan anak sungai, hingga air serta flora dan faunanya.

B. Pola Ruang

Daerah ini merupakan daerah yang masih terbuka karena belum banyak bangunan yang ada. Namun kemungkinan besar akan segera ramai dengan munculnya bangunan-bangunan baru. Hal ini tampak dengan banyaknya proyek pengurugan yang ada di sekitar lokasi yang tentu itu untuk bangunan.

Tapak ini terletak di suatu sudut yaitu antara garis jalan dan garis sungai. Dengan posisi yang demikian dapat memanfaatkan view ke dua arah tersebut. Arah barat merupakan jalan raya dan arah selatan merupakan sungai dan tambak-tambak di seberangnya.

Selain hal tersebut pola pepohonan yang ada yaitu berjajar mengikuti arah aliran sungai di selatan dan arah tepi tambak di bagian timur tapak. Daerah yang datar di sebagian besar tapak dan dibatasi oleh sungai – yang cukup dalam dengan pasang surutnya – juga merupakan bentuk yang menarik untuk dapat dimanfaatkan dalam desain.

Sedangkan di bagian utara adalah lokasi perumahan baru yang ketika buku ini dibuat masih dalam tahap pembangunan.

CROSING ANTARA PROGRAMING DENGAN KAJIAN TAPAK

3.1. PEMBENTUKAN LAHAN

Agar tapak yang ada, yang telah kita tentukan tersebut, dapat mengikuti programing yaitu untuk membangun sebuah Tempat Pelalangan Ikan, tapak perlu dibentuk sesuai dengan denah yang dibuat. Untuk membentuk atau mengolah tapak agar sesuai dengan desain perlu dilakukan pekerjaan sebagai berikut:

A. Pembuatan Pagar Keliling

Pada bagian yang telah datar, yaitu daerah utara tapak dapat langsung dibuatkan pagar keliling sesuai dengan desain.

B. Pemotongan Tepi Sungai dan Penggalian

Pemotongan tepi sungai dilakukan untuk membentuk tempat tambatan perahu sesuai dengan desain yang telah dibuat. Bentuk dan ukuran pemotongan tepi sungai itu dapat kita lihat pada halaman selanjutnya, dan untuk bentuk penahan dari hasil potongan itu dapat kita lihat pada gambar berikut ini.

Penggalian dilakukan untuk meratakan bagian sungai yang dipotong tepinya mengikuti bentuk desain. Pemerataan permukaan dasar sungai ini dilakukan agar perahu yang bertambat tidak mengalami kesulitan atau kandas.

C. Pengurugan

Pada daerah timur tapak terdapat bekas tambak, sehingga tanahnya lebih rendah, untuk meratakan dengan tempat lain dalam tapak maka perlu dilakukan pengurugan. Pengurugan juga dilakukan untuk meninggikan elevasi tanah agar tidak terjadi genangan ketika air pasang, sehingga tinggi tanah menjadi 2 meter di atas permukaan air pasang, seperti gambar di atas.

D. Persiapan Lahan untuk Pondasi dan Jalan

Programing untuk Tempat Pelelangan Ikan memerlukan pondasi untuk bangunan-bangunannya. Kekerasan tanah pada lahan ini hampir sama, dan lagi telah diratakan dan ditinggikan dengan pengurugan, maka persiapan untuk pondasi juga sama hanya bentuk dan kedalamannya yang mengikuti desain.

Selain untuk pondasi juga untuk dasar bangunan yang lain, maka perlu dilakukan pemadatan dan pemilihan bahan urugan. Demikian juga untuk jalan yang telah dibuat dalam programing. Kalau untuk daerah keseluruhan kita menggunakan agregat kelas B untuk pengurugannya, maka untuk dasar jalan menggunakan agregat kelas A sebagai landasan untuk jalan sebelum pasangan batu dan aspal untuk finishing jalan.

3.2. KESIMPULAN

Untuk menghasilkan suatu karya arsitektur yang baik dan memenuhi tujuan dan sasarannya, maka crosing antara programing dan analisa tapak harus benar-benar diperhatikan. Antara programing yang kita rencanankan dan tapak yang kita pilih terkadang memang telah sesuai, namun tidak jarang jug masih memerlukan penyesuaian di sana-sini. Dalam penyesuaian itu terkadang kita harus mengorbankan programing atau paling tidak melakukan perubahan-perubahan, atau juga kita dapat mengolah tapak yang kita miliki agar sesuai dengan programing yang telah kita buat.

Dalam prakteknya, untuk membuat suatu rancangan arsitektur, programing dan tapak diolah secara bersama, saling menyesuaikan dan saling menunjang. Sejauh mana tapak dapat diolah mengikuti programing yang telah kita rencanakan, dan sejauh mana toleransi yang dimiliki oleh rancangan yang kita buat sehingga kita dapat merubahnya.

Apabila programing yang kita olah untuk menyesuaikan tapak yang ada, maka kita dapat merubah sedikit bentuk dan susunan massa atau ruang tanpa terlalu banyak mengorbankan fungsi dan estetika. Atau kita dapat mempelajarinya, sejauh mana hal-hal yang termasuk dalam programing dapat diubah atau mungkin dapat diganti. Hal tersebut harus diperhatikan secara sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil rancangan yang optimal. Atau bahkan mungkin dapat memanfaatkan tapak yang ada itu sehingga perubahan pada programing dapat menghasilkan rancangan yang lebih baik dan lebih indah dari sebelumnya.

Apabila tapak yang kita bentuk untuk mengikuti programing, maka kita harus lebih dahulu mengetahui karakteristik dari tapak yang kita tentukan itu, apakah tapak tersebut dapat kita garap sesuai dengan rancangan kita. Apakah segala yang ada di permukaan, di atas, dan di dalam lahan yang kita miliki itu sudah efektif dan efisien bila kita robak mengikuti rancangan yang telah kita buat itu. Apakah segala aspek telah kita pikirkan, baik dari sudut ekonomi atau lingkungan, yang menyangkut tentang sumber daya alam yang ada di tapak. Perombakan yang dilakukan terhadap tapak juga harus memperhatikan lingkungan yang ada di sekitar tapak. Apalagi bila programing kita membutuhkan fasilitas dari lingkungan seperti air bersih, jaringan listrik, jaringan telepon, jaringan gas, dan jaringan pembuangan air kotor, atau masalah utilitas lainnya. Atau juga apabila programing kita menghasilkan suatu limbah, berupa gas atau asap, air kotor, atau limbah cair dan limbah padat, atau sampah. Apalagi bila limbah-limbah itu beracun, perhatian dan pengolahan pada tapak dan pertimbangan pada lingkungan sekitar harus benar-benar diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pengolahan tapak harus melingkupi segala hal dan memperhatikan aspek-aspek seperti tersebut di atas dengan baik secara efektif dan efisien.

Mendukung Stop Dreaming Start Action


Terima kasih: Duta PulsaKerudung Murah


Ditulis dalam Arsitektur, Artikel, Pengetahuan | Bertanda: , , | 4 Komentar »