Posts tagged ‘Zat Aditif’

2012/11/13

Sifat Basa Suatu Zat

Selengkapnya tentang Sifat Basa Suatu Zat klik disini.

Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa atau netral dapat menggunakan kertas lakmus.
Lakmus digunakan sebagai indikator asam-basa, sebab lakmus memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
1. Lakmus dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi dengan asam ataupun basa.
2. Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga dapat tahan lama.
3. Lakmus mudah diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam bentuk lakmus kertas. Lakmus adalah sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak.

Selain menggunakan indikator buatan, dipakai pula indikator alami untuk mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan berdasarkan konsep asam, basa, dan garam. Indikator alami, seperti : bunga sepatu, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna. Ekstrak bahan-bahan tersebut dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.
Sifat asam ditunjukkan oleh perubahan warna indikator buatan dan indikator alami menjadi warna kemerahan, sedangkan sifat basa ditunjukkan oleh perubahan warna indikator buatan dan indikator alami menjadi warna kebiruan atau kehijauan .

[.....]

2012/11/04

Narkotika + senyawa yang dapat memproduksi insensibilitas (perasaan tidak peduli)

Istilah narkotika pada mulanya sebenarnya diterapkan untuk semua senyawa
yang dapat memproduksi insensibilitas (perasaan tidak peduli) terhadap rangsang
dari luar melalui penenangan pada sistem saraf pusat. Sekarang ini istilah
narkotika didefinisikan sebagai zat dan obat yang berasal dari tanaman opium
(narkotika alam) atau zat dan obat yang bukan berasal dari tanaman (narkotika
sintetis), yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Sifat terpenting narkotika adalah kemampuannya untuk mengurangi rasa sakit,
bukan hanya mengurangi persepsi terhadap rasa sakit tetapi juga dengan
mengubah reaksi terhadap rasa sakit itu sendiri. Daya kerjanya yang luar biasa
untuk memengaruhi sistem saraf menyebabkan orang yang mengonsumsinya
tidak merasakan sakit, bahkan justru merasakan seperti terbang, atau berada di
dunia lain yang diinginkannya. Keadaan ini disebut sebagai ”nge-fly” atau ”sakau”
bagi penggunanya.
Meskipun narkotika memiliki efek penenang jika digunakan dalam dosis tinggi,
tetapi zat tersebut pada umumnya tidak digunakan sebagai penenang.
Kebanyakan orang mengonsumsinya karena ingin mencari kesenangan akibat
euphoria yang ditimbulkannya. Selain itu, sifat narkotika yang adiktif (menimbulkan
kecanduan) merangsang orang untuk mengonsumsinya dengan dosis yang terus
meningkat tanpa peduli bahaya yang mengancam jiwanya.
Efek yang dapat ditimbulkan karena pemakaian narkotika antara lain sebagai
berikut.
1. Sedatif atau menghilangkan rasa nyeri.
2. Analgesik atau membius.
3. Depresan atau menenangkan.
4. Stimulan atau merangsang.
5. Euphoria atau menyenangkan.
6. Halusinogen atau menimbulkan khayalan.
Beberapa jenis narkotika antara lain ganja (marijuana), morfin, heroin, dan kokain.
1. Ganja (Marijuana)
Ganja diperoleh dari daun kering dan pucuk tanaman ganja
(Cannabis sativa) yang sedang berbunga. Ganja dapat tumbuh dengan
baik di daerah-daerah beriklim tropis dan sedang seperti di negaranegara
di Asia Tenggara, Asia Tengah, Amerika Latin, Cina, dan India.
Ganja dapat digunakan untuk bahan obat penenang dan penghilang
rasa sakit. Kandungan zat kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC)
di dalam daun ganja dalam dosis tertentu dipercaya dapat memengaruhi
perasaan, penglihatan, dan pendengaran. Efek tersebut
menyebabkan ganja banyak dimanfaatkan untuk kemoterapi terhadap
para penderita kanker. Dengan mengonsumsi pil tersebut rasa sakit, keinginan
muntah terus-menerus, dan rasa mual yang hebat dapat ditanggulangi.
Ganja yang juga terkenal dengan sebutan rumput, cimeng, gelek,
kangkung, pot, reefer, atau Mary Jane tampaknya lebih banyak diperdagangkan
secara ilegal untuk disalahgunakan daripada dimanfaatkan untuk
keperluan medis. Penjualan ganja biasanya dalam bentuk kering yang sering
disebut marijuana, atau dalam kemasan cair (minyak cannabis). Ganja
biasanya disalahgunakan dengan cara dihisap sebagai rokok atau dikunyah
untuk mendapatkan efeknya yang memabukkan (intoksikasi).
Setiap batang rokok ganja diperkirakan memiliki kandungan THC yang
berkisar antara 5–20 miligram. Orang yang mengisap ganja, pada saat
intoksikasi akan mengalami hal-hal berikut.
a. Tahap awal berupa rasa pusing dan euphoria (rasa gembira) diikuti rasa
damai dan tenang.

b. Perubahan suasana hati yang diikuti dengan perubahan persepsi tentang
ruang dan waktu.
c. Proses berpikir menjadi terganggu oleh terpecah-pecahnya ide dan
ingatan.
d. Beberapa pengguna menyatakan selera makan dan perasaan senang
serta bahagia mereka meningkat.
e. Efek negatif ganja bisa berupa perasaan bingung, reaksi panik yang
berlebihan, keinginan untuk menyerang, ketakutan, tak berdaya, dan
kehilangan kontrol diri.
f. Pengguna ganja yang kronis akan mengalami sindrom amotivasional,
yaitu menjadi sangat pasif dan tidak peduli pada apa pun.
g. Seperti intoksikasi pada alkohol, pandangan, pendengaran, cara bicara,
kemampuan menyelesaikan masalah, ingatan, waktu untuk merespon
sesuatu, dan kemampuan mengendarai kendaraan bermotor menjadi
terganggu.
2. Morfin
Morfin berasal dari tanaman opium atau candu. Opium mentah
mengandung 4–21 % morfin. Morfin pertama kali diisolasi dan dianalisis
secara kimia oleh seorang apoteker Jerman bernama F. W. A. Setürner
antara tahun 1805 dan 1817. Morfin mempunyai sifat penahan nyeri yang
kuat, tidak berbau, rasanya pahit, berupa kristal putih yang dapat berubah
warna menjadi kecokelatan.
Morfin banyak digunakan di dunia medis sebagai bahan sedatif
(penenang) dan pembunuh rasa sakit. Penyalahgunaan konsumsi morfin
biasanya dilakukan melalui berbagai cara, yaitu ditelan, disuntikkan, dihirup
langsung melalui hidung, dirokok, dibakar atau dipanaskan dan dihirup
uapnya. Untuk menambah aroma dan rasa, morfin yang sering disalahgunakan
biasanya dikonsumsi setelah dicampur dengan zat lain seperti
gula, cokelat, atau mint.
3. Heroin
Heroin atau diamorfin adalah jenis obat analgesik (penahan nyeri)
yang kuat dan merupakan turunan sintetis dari morfin. Heroin biasanya
berbentuk serbuk putih dan pahit rasanya. Di pasar gelap, heroin dapat
berbentuk aneka macam warna karena dicampur dengan gula, susu
bubuk, gula merah, tepung, kinin, atau kakao. Heroin dapat menimbulkan
rasa kantuk, halusinasi, dan euphoria. Heroin juga dikenal
dengan nama putau.
Heroin merupakan jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan.
Seperti halnya pada morfin, penyalahgunaan konsumsi heroin
biasanya dilakukan melalui berbagai cara, yaitu ditelan, disuntikkan, dihirup
langsung melalui hidung, dirokok, dibakar, atau dipanaskan dan dihirup uapnya.
4. Kokain
Tanaman coca (Erythroxylon coca) yang banyak tumbuh di Pegunungan
Andes, Amerika Selatan, menghasilkan daun yang mengandung senyawa kimia
alkaloid yang bernama kokain dan senyawa-senyawa turunan yang sejenis.

Dengan mengunyah daun coca, seseorang
akan terkena efek narkotik dari kokain dan senyawasenyawa
lain yang ada di dalam daun coca.
Senyawa ini pertama kali digunakan untuk obat
bius pada suatu bedah kecil. Namun, kemudian
diketahui bahwa kokain ternyata dapat menyebabkan
kecanduan sehingga digantikan oleh
senyawa lain yang lebih aman.
Dewasa ini kokain digolongkan sebagai narkotika dan peredarannya
adalah ilegal. Kokain dapat menyebabkan kematian meskipun dikonsumsi
dalam jumlah kecil oleh pemakai pemula. Sementara itu, penggunaan yang
terus-menerus menyebabkan ketagihan.
Secara fisik dan psikis orang yang sudah terbiasa menggunakan narkoba
berbeda dari orang normal. Ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba adalah
sebagai berikut.
1. Lesu, mata merah dan kelihatan mengantuk, pikiran melayang.
2. Tidak sabaran, apa yang diinginkan harus segera dipenuhi saat itu juga.
3. Cenderung hedonis, melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan.
4. Bila ada permasalahan pelik, sifat agresif dan destruktif selalu dikedepankan.
5. Biasanya mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan lawan jenisnya, malu,
rendah diri, sukar didekati atau mendekati lawan jenis, dan suka menyendiri.
6. Menjadi dewasa pada usia terlalu dini dengan berperilaku seks bebas dan
melakukan tindakan kriminal. Jika sudah ketagihan, apa pun akan dilakukan
untuk mendapatkan narkoba dan memuaskan rasa ketagihannya.
7. Sikapnya cenderung sangat ceroboh, nekat, dan kurang perhitungan.
8. Pembosan, emosi tidak stabil, tidak konsentrasi, tidak bersemangat, malas,
depresi, dan tidak memiliki motivasi.
Penanggulangan ketergantungan terhadap narkoba dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Penemuan berbagai jenis obat antinarkotika telah memungkinkan
dilakukannya penanganan kasus-kasus over dosis dengan cepat dan efisien.
Obat standar yang biasa digunakan adalah naloxone. Beberapa jenis antagonis
(obat yang bersifat menetralisir pengaruh obat yang sudah dikonsumsi
sebelumnya) diketahui memiliki sifat-sifat seperti narkotik, yang kemudian
dimanfaatkan untuk menciptakan obat analgesik baru campuran agonis-antagonis.
Obat ini diharapkan menjadi obat analgesik yang tidak menimbulkan efek euphoria
dan kecanduan serta dapat menggantikan fungsi obat-obat analgesik jenis lama
yang biasanya mengandung narkotika. Contoh obat-obatan jenis ini antara lain
pentazocine, butorphanol, dan nalbuphine.
Meskipun banyak cara dan obat yang tersedia untuk menyembuhkan pecandu
narkoba, namun semua cara itu sangat tergantung dengan kondisi setiap pecandu,
baik itu tingkat ketergantungan, lingkungan, tekad ingin sembuh, maupun kondisi
finansial. Pusat-pusat detoksifikasi (penghilang racun narkoba) dan rehabilitasi
bagi pecandu narkoba juga sangat beragam. Ada yang hanya menyediakan
detoksifikasi sehingga pasien tidak perlu menginap, misalnya rumah sakit, klinik,
dan puskesmas. Ada juga tempat-tempat rehabilitasi yang menyediakan penginapan
seperti asrama, dengan fasilitas yang lengkap, udara segar, dan pemandangan
alam yang indah. Ada juga pusat rehabilitasi yang memasukkan ajaran-ajaran
agama di dalam program mereka.

 

Zat Adiktif golongan Psikotropika

Zat Adiktif golongan nonpsikotropika

2009/02/22

Jenis Narkoba Berbahaya

 Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumsi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.

 

Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi:;

 

- Narkotika

- Psikotropika

- Zat-zat Adiktif

 

 

Narkotika

 

Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:

 

- Ganja atau Cannabis (kanabis) atau Marijuana/Marihuana/Mariyuana

- Heroin atau Putaw

- Morfin

- Kokain

- Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu

- Codein atau Kodein

- Methadone (MTD)

- LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs

- PC

- mescalin

- barbiturat

- Demerol atau Petidin atau Pethidina

- Dektropropoksiven

- Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian)

 

Psikotropika

 

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:

 

- Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines

- Demerol

- Speed

- Angel Dust

- Shabu-shabu (Sabu/Syabu/ICE)

- Sedatif-Hipnotik (Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum

- Megadon

- Nipam

 

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

 

Zat Adiktif

 

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.

 

- Alkohol

- Nikotin

- Kafein

- Zat Desainer

 

 

2009/02/16

Aditif makanan

Aditif makanan atau bahan tambahan makanan adakah semua bahan kimia yang dimasukkan dalam makanan guna untuk meningkatkan kualitas, keenakan, keunikan makanan, dan lain-lain. Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita. Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis.

 

 

Jenis

Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya, diantaranya:

           MSG sebagai penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. MSG merupakan zat aditif makanan buatan, sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh.

           Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Bahan pewarna makanan alami diantaranya adalah daun pandan.

           Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu.

           Garam alginat dan gliserin marupakan bahan aditif buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehingga dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata

 

 

Efek samping

Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah

Tag:
2009/02/16

Manfaat Lain dari Soft Drink

Manfaat Lain dari Coca Cola dan Minuman Sejenisnya
1. Untuk membersihkan toilet: Tuangkan satu kaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .
2. Untuk membersihkan radiator mobil: Campur satu kaleng Coca-Cola ke dalam radiator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air radiator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.
3. Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil: Gosok bumper dengan gumpalan aluminium foil yang direndam dalam Coca-Cola .
4. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil : Tuangkan satu kaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.
5. Untuk melonggarkan baut yang berkarat: Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.
6. Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian : Tuangkan satu kaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.
Bahaya dari  Minuman Bersoda
PH rata-rata yang dihasilkan dari  coca cola  adalah 3.4. Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi maupun tulang. sebagai bahan praktek coba taruh gigi patah di dalam botol coca cola atau pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut menjadi larut.
Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.
Soft drinks tidak punya nilai gizi dalam hal vitamin dan mineral. Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak Zat Aditif seperti pengawet dan pewarna. Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.
Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi keefektifan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan.
Bahkan makanan tersebut difermentasi.Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.
Beberapa bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi, lomba minum Coca-Cola paling banyak, Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen. Setelah kejadian tersebut,  Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.
Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia yang tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati Bayangkan apa yang dilakukan minuman tersebut pada usus dan lapisan perut kita yang halus.Artikel ini disajikan bukan untuk mempengaruhi agar berhenti menkonsumsi coca cola,  MUI juga belum mengeluarkan Fatwa bahwa minum coca cola itu di haramkan.
Tag:
2009/02/16

Zat-Zat Aditif Dapat Merusak Ginjal

Zat aditif atau disebut juga zat tambahan yang selalu dan sering digunakan pada makanan dan minuman ternyata dapat mempengaruhi kesehatan. Zat-zat tambahan ini ditembahkan pada makanan sebagai pewarna makanan, pemanis buatan dan zat pengawet.

Zat-zat ini dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada ginjal serta organ tubuh lainnya.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/88 dikatakan ada 26 jenis pengawet yang diizinkan penggunaannya pada makanan dan minuman, yaitu:
* asam benzoat, asam propionat, asam sorbet, belerang dioksida
* etil p-hidroksi benzoat, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalium nitrat
* kalium nitrit, kalium propionat, kalium sorbet, kalium sulfit
* kalsium benzoat, kalsium propionat, kalsium sorbat, natrium benzoat
* metal p-hidroksi benzoat, natrium bisulfit, natrium metabisulfit
* natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfite, nisi
* propil-p-hidroksi benzoat
Penggunaan zat-zat ini pada makanan/minuman harus dengan dosis tertentu.

2007/07/27

ZAT ADITIF

 

Pengertian

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Blus Batik LawarPenambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.

Macam-macam Zat Aditif

  1. Zat Pewarna

Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik.

Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik:

a. Anato (orange) a. Biru berlian (biru)

b. Karamel (cokelat hitam) b. Coklat HT (coklat)

c. Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah)

d. Klorofil (hijau) d. Hijau FCF (hijau)

  1. Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa

Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.

    1. Penyedap rasa dan aroma (flavour)

Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.

Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)

    1. Penguat rasa (flavour echancer)

Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.

    1. Zat pemanis buatan

Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.

  1. Pengawet

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.

Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:

a. Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.

b. Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.

c. Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.

d. Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.

5. Anti oksidan

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.

Contoh:

a. Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.

b. Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan

c. Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.

6. Pengemulsi, pemantap, dan pengental

Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.

Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab

7. Pemutih dan pematang tepung

Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.

Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat

8. Pengatur keasaman

Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

9. Anti kempal

Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)

10. Pengeras

Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)

11. Sekuestran

Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA

12. Penambah gizi

Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.

Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.

More….

Artikel Sejenis:

__________________________________________________________
Duta Pulsa

. Home. Ok Rek. Testimoni. FAQ. Produk Duwur. Martapura. Batik Unik. Gamis Modern. Batik Tulis. Perhiasan Martapura. Millo Shop

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.967 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: